Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
18+ Di Bawah Umur Dilarang Mampir


__ADS_3

Sekali lagi author peringatkan ya-


Anak di bawah umur mohon jangan lanjut scroll kebawah.


Ada adegan yang belum saatnya kalian baca sekarang.


Buat yang sudah berkeluarga, monggo gasken.


Tak lupa author meminta maaf karena lama tidak up🙏


Buat yang suka horor, author ada cerita baru. Judulnya Arwah Korban Pembantaian



"


Bisa kalian baca, dengan klik profil author dan pilih judul ini. Jangan lupa klik like, comment, favorit dan rate bintang 5 ya.


Dan ada satu cerita lagi yang sementara bisa kalian baca juga di sini, sebelum aku pindahkan ke Good novel nantinya


Judulnya I Love You, Om Angkuh



Untuk membacanya juga sama, klik profil author lalu pilih judul itu, atau bisa juga ketik namaku di kolom pencarian.

__ADS_1


Salam manis,


Yeni Istiyanti


...----------------...


Prita--" Sapa pria gagah itu dengan mata yang berbinar-binar.


Prita yang disapa hanya bisa memasang wajah datar, dan kening yang berkerut menahan sisa pusing yang masih mendera di kepalanya. Pantulan cahaya dari lampu-lampu indah yang menggantung di setiap sudut kamar itu juga berhasil mengganggu penglihatannya dalam beberapa detik.


"Istirahatlah, jangan terlalu lelah memikirkan sesuatu. Kita akan menikah besok, dan jangan banyak bertanya atau apapun. Aku masih Alex yang dulu, Alex yang sangat mencintaimu."


Mata Prita memicing penuh dendam, pria yang dulu begitu saja meninggalkannya tanpa ada kabar yang jelas. Kini dengan seenak udelnya datang kembali dan mengatur pernikahan begitu saja.


"Sekarang aku sudah kaya raya Prita, jadi jika orang tua kamu tau. Terutama bapak kamu tau, pasti tidak akan ada yang keberatan dengan keputusan kita menikah besok. Kamu akan jadi milikku, dan aku akan menebus setiap penantian ku dengan menikmati hangatnya tubuhmu seperti dulu yang pernah kita lakukan bersama." Wajah Alex kini terlihat begitu menakutkan bagi Prita, memang ia terlihat jauh lebih bersih- tampan dan gagah. Tapi isi otak dan dari cara ia berbicara, Prita sangat yakin jika Alex sudah bukan lagi Alex yang dulu ia cintai.


Prita


Pernikahan ...


Aku memang hanya seorang gadis yang terlahir dari lingkungan pemulung. Tapi aku punya impian, atau cita-cita tentang pernikahan ku. Aku memang sudah tidak "V" tapi seharusnya aku masih memiliki kesempatan untuk menikah dengan orang yang aku cinta bukan? Bertahun-tahun aku menanti Alex kembali dalam ketidakpastian, kenapa dia harus kembali di saat hatiku sudah tertuju dan mulai mencintai Hilal?


Terjebak dalam posisi yang sama sekali tak ada pilihan di dalamnya, kata-kata itu yang kini terbesit di dalam benak Prita. Aku akan menjadi istri Alex? Dari cara dia berujar, sepertinya aku hanya akan menjadi budak seksnya saja. Dia akan melahap dan mengabsen tubuhku setiap hari tentunya. Aku bisa melihat dan menilai itu, dari cara dia memandangku, seperti ingin menerkam aku saat ini juga. Apa aku harus mati saja? Tapi aku takut mati.


Pernikahan benar-benar tak terelakkan, hari ini- pagi ini- detik ini- Aku sah menjadi istrinya baik secara hukum maupun agama. Tak banyak memang yang bisa aku lakukan untuk mencegahnya, melihat pistol ada di setiap genggaman mereka. Nyaliku mendadak ciut, melempem seperti apem. Bahkan tangan dan tubuhku bergetar hebat, saat tau ternyata Alex adalah pimpinan dari seluruh orang-orang bertubuh yang berada dalam rumah ini. Sial memang, aku bahkan tidak punya gambaran sama sekali. Kira-kira di mana alamat rumah yang sedang aku tempati ini.

__ADS_1


Aku menatap nanar sekeliling dinding dan langit-langit kamar yang begitu mewah ini, oh tidak- bahkan sangat mewah. Pria yang berada di atas tubuhku sibuk menggoyangkan pinggul dan tubuhnya dengan keras ke arahku. Aku yang hanya bisa pasrah, tak merasakan apapun. Kejadian ini membuat aku merasa Dejavu dengan kejadian dulu Alex mengambil mahkotaku di gubuk dekat TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Tempat di mana kita sering menghabiskan waktu bermain bersama.


Air mata yang terus mendera, mengalir saling mendahului siapa yang lebih dulu terjun. Aku mati rasa, tak bisa merasakan kenikmatan seperti yang ku rasakan dulu saat kami pertama kali melakukannya. Tangannya yang kekar meremas lembut pergelangan tanganku, mengunci segala kemungkinan aku bergerak atau akan melarikan diri. Bibirnya yang lembut terus saja mengulum dua bukit kembar yang ku punya. Beberapa kali ia mengerang kepayahan. Entahlah, walaupun aku sudah tidak V dulu melakukan bersamanya. Kini ia juga mengalami sedikit kesulitan yang sama, batangnya yang kuat itu masih saja kesulitan untuk masuk. Aku hanya bisa menahan dan terus menahan rasa sakit dan perih yang terus saja ia berikan.


Aku tak ada bedanya aku dengan korban pemerkosaan kali ini. Hanya status pernikahan yang membedakannya, pernikahan yang saat ini sungguh tak ku impikan.


Alex sama sekali tidak peduli dengan perasaanku. "Kak Hilal, kamu di mana. Apa ini sudah terlalu terlambat jika kamu datang menolongku?" hatiku menjerit, memanggil nama kak Hilal.


"Istriku benar-benar menyimpan ini untukku, kepergian ku yang sangat lama saja kamu masih tidak melakukan ini dengan orang lain. Terima kasih." bisik Alex ke telingaku. Dia berbisik sambil terus menusukkan tongkat halilintar nya ke bagian intim ku.


Kerongkonganku mendadak kaku, lidahku juga terasa kelu. Aku bahkan tidak bisa sedikitpun menyanggah setiap kata-katanya. Bak disayat oleh ribuan pisau, tubuh sekaligus hatiku hancur lebur tak bersisa.


"Bukankah kamu sudah tidak V, kenapa masih saja keluar darah?" Keningnya mengernyit seolah menunggu jawaban dariku.


Melihat aku hanya terdiam, ia melanjutkan kata-katanya lagi. "Aku akan terus menanamkan benih-benihku di dalam rahimmu. Aku ingin punya banyak anak darimu Prita. Sebanyak apapun anak yang kamu lahir kan nanti, aku pasti sanggup menghidupinya tanpa kekurangan sedikitpun."


Alex berkata seolah aku ini seperti induk Kucing, yang mampu melahirkan banyak anak tanpa bahaya nyawa sedikitpun. Matanya menatapku lembut dengan penuh senyuman. Aku membuang asal wajahku kearah manapun, asal tak bertatapan dengannya.


Wanita di luar sana pasti banyak yang menginginkan sosok dirinya, dulu aku juga merasakan itu. Tapi kini, aku sama sekali tak punya rasa sedikitpun untuknya. Setiap mataku terpejam, aku hanya bisa melihat bayang-bayang sosok kak Hilal. Sosok yang begitu dingin dan keras kepala, tapi ia menyayangi orang-orang disekitarnya. Dia punya cinta yang murni, bukan cinta napsu seperti yang Alex lakukan kepadaku saat ini.


"Lihat aku sayang! Tatap aku! Apa kamu sedang memikirkan orang lain saat ini? Jawab aku!" Wajah Alex mendadak menjadi begitu mengerikan dan menakutkan. Sikap acuh ku membuat ia semakin brutal dalam bermain, ia menghentak dan mengguncang tubuhku dengan begitu kencang. Hingga akhirnya bisa ku rasakan cairan hangat dan kental itu memasuki bagian tubuhku yang terdalam.


Mataku terpejam, seketika badanku merasa lemah dan sakit. Sementara Alex roboh, terkulai begitu saja di samping tubuhku.


"Aku sangat mencintaimu Prita, Kamu hanya milikku, dan akan tetap terus menjadi milikku. Selamanya ..." Ku lirik Alex, ternyata matanya terpejam sambil mengucapkan kalimat itu.

__ADS_1


Hatiku semakin terasa sakit, mendengar pengakuan cintanya lagi. Tapi aku sama sekali tak merasakan cinta seperti dulu saat aku mencintainya.


Bersambung ...


__ADS_2