
Happy Reading❤️
"Yang dia bilang sama aku dulu si pekerjaan dia pengacara gitu beb, makanya aku bisa maklum kalau dia suka pergi-pergi ke beberapa negara mendadak dalam waktu yang singkat beb. Aku juga maklum kalau lama ga dilamar-lamar dia, karena banyak kasus yang harus segera dia tangani. Insyaallah kalau memang dia benar jodohku, pasti dia akan nikahin aku kan beb. Kok tiba-tiba kamu ingin tahu kerjaan Boby memang ada apa beb?" Jawaban seperti rel kereta itu jawaban Fitria dari pertanyaan Khansa via WhatsApp.
"Oke," Hanya itu balasan dari Khansa.
Ya Allah ya Karim, gue udah jawab panjang kali lebar kali tinggi cuma dijawab Oke! Memang gue RCTI apa ya, awas Khansa besok gue mau ngambek. Gue udah rencana dari sekarang pokoknya. Fitria menggerutu dan kesal sendiri.
Btw cuma Fitria aja lo yang kalau ngambek di rencanakan😁.
...****************...
Aku adalah gadis yang besar
Dalam dunia yang besar
Itu bukanlah suatu hal yang besar jika kau meninggalkanku
Tapi aku merasa kalau
Aku akan akan sangat merindukanmu
Sangat merindukanmu.
Aku dapat melihat daun pertama yang jatuh
Ia kuning dan indah
Sangat dingin diluar sana
Seperti apa yang kurasakan didalam diriku
Diluar sana sekarang sedang hujan
Dan tangisan jatuh dari mataku
Mengapa itu terjadi?
Mengapa itu segalanya harus berakhir?
Aku punya lenganmu yang mendekapi ku hangat seperti api
Tapi ketika aku membuka mataku
Kau telah pergi
Aku adalah gadis yang besar besar
Dalam dunia yang besar besar
Itu bukanlah suatu hal yang besar jika kau meninggalkanku
Tapi aku aku merasa kalau
Aku akan akan sangat merindukanmu
Sangat merindukanmu
Semilir angin pagi telah menari-nari, berlari saling mengejar mencoba mencari ujung kehangatan sang mega.
Ramadhan shalat berjamaah subuh dengan Khansa, tiada kemerduan yang paling indah ketika Ramadhan melantunkan ayat-ayat suci Alquran setelah shalat subuh-nya. Walau Khansa belum mencintai suaminya, entah ada niat atau tidak. Yang jelas Khansa tetap
berusaha sewajarnya, selayaknya menjadi seorang istri. Tidak lebih tidak kurang.
Agar aksinya menguntit nanti tidak mudah terendus oleh Ramadhan, Khansa pamit berangkat kerja terlebih dahulu.
Fitria yang sudah menunggu di bibir jalan, dengan cepat Khansa memarkirkan mobilnya di garasi Fitria. Lalu cabut menunggu dibibir jalan yang biasa dilalui Ramadhan dengan menggunakan mobil Fitria.
Ramadhan memaksa agar Khansa tetap di rumah saja untuk beristirahat terlebih dahulu selama beberapa hari, namun Khansa tetap mengelak.
"Kak Ramadhan ga pernah liat mobil kamu ini kan Fit?"
"Tenang beb, pasti dia ga bakal tahu kalau di balik mobil ini ada kita, yang penting kamu buntutin-nya jangan terlalu kentara atau jangan terlalu dekat-dekat amat."
"Fokus-fokus Khansa, itu suami kamu udah naik motor lewat tuh.
__ADS_1
Slow ya beb, ga usah grogi." Fitria seakan menjadi pemandu privat mobil mendadak.
Dengan sabar Khansa mengikuti kemana arah laju pergi suaminya itu.
Finally Ramadhan memarkirkan sepeda motornya di halaman koperasi Sidogiri. Namun Ramadhan tidak masuk di koperasi tempat ia parkir, Ramadhan malah masuk di gedung berlantai 5 disebelahnya.
"Loh pondoknya Sidogiri kan disebelah sana beb, kok suamimu malah parkir disini?"
"Please be quiet Fit, kita ACS dulu."
"Apa itu ACS beb?"
"Amati Cerna Silent!"
Seketika Fitria diam tak bersuara.
Satu jam lamanya Ramadhan tak keluar-keluar dari gedung itu.
"Beb sampe kapan ni laki lo bakal keluar? Paling dia kerja disitu beb. Jadi ga mungkin dia keluar, Haaaaaaaah!" Fitria sangat terkejut, melihat Ramadhan keluar dengan pakaian yang sangat berbeda jauh 180 derajat dengan pakaian saat Ramadhan mengendarai sepeda motor tadi.
"Beb, laki kamu sama cewe bernama Winda itu lagi." Ucap Fitria masih dengan setengah terkejutnya.
Khansa yang tak banyak bicara hanya fokus untuk mengikuti kemana arah suami dengan sejuta kebohongannya itu akan pergi.
Khansa menstater mobil Fitria, bersiap mengikuti mobil mewah Ramadhan kali ini.
Mobil mengarah pusat kota, dan benar saja. Mobil Ramadhan kini bertengger di bahu jalan kawasan Mall Twenty One.
"Gimana ni Fit, apa kita ikut masuk juga?" Entah mengapa Khansa agak ragu untuk melihat kebenaran memergoki suaminya sendiri tengah berbohong kepadanya.
"Ayo markintip, mari kita intip Khansa. Kita udah setengah jalan, udah setengah basah ya lebih baik basah sekalian." Ucap Fitria penuh semangat.
"Ini otak kalau udah bahasa kata basah emang gada keringnya, herman gue." Khansa tak kalah heran juga dengan tingkah sahabatnya ini.
"Sok masuk atuh, keburu kita kehilangan jejak." Fitria memberi perintah.
"Oke-oke."
Dengan sengaja Khansa memilih tempat parkir berjauhan dengan mobil suaminya parkir.
"Suami kamu masuk ke Starbuck beb, kita tunggu aja dulu. Kayanya suamimu lagi nungguin orang lain." Dalam hal janji berjanji Fitria sudah jagonya menilai.
15 menit kemudian terlihat seorang laki-laki dan perempuan yang begitu sexy menghampiri meja Ramadhan dan Winda. Tanpa basa basi wanita sexy itu memeluk dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Ramadhan, terlihat Ramadhan menghindar, namun wanita itu sudah lebih dulu menyerobotnya.
"Astaghfirulah! Astaghfirulah! Ya Allah!" Fitria berteriak-teriak histeris, beruntung mobilnya kedap suara, sehingga lengkingan suaranya itu tak terdengar hingga keluar mobil.
"Astagfirullah, kamu kenapa si Fit? Seharusnya yang histeris tu aku, yang di cipika cipiki tu suamiku beb. Kenapa yang kebakaran akal kamu sih." Khansa kesal karena ia sangat terkejut dengan teriakan Fitria barusan.
"Bu-bukan itu Khansa, tapi itu- itu cowo yang baru dateng nyamperin suami kamu itu Boby! Pacar gue Khansa! Pacar gue!"
"Astaghfirullah, ya tapi biasa aja kali. Ga usah segitunya amat. Kalau aku punya penyakit jantung mungkin sekarang aku udah di UGD kejang-kejang karena kelakuan kamu beb."
"Heheheha, iya deh iya sorry."
Ternyata perkiraan ku benar, Boby yang kak Ramadhan hubungi semalam adalah pacar Fitria.
Jika seperti ini berarti semua saling terkait.
Batin Khansa mulai menyambungkan kepingan-kepingan pikirannya.
Terlihat dari jauh jika mereka berempat sedang membicarakan pembicaraan serius.
"Beb, coba kamu telepon pacarmu. Dia bohong ga sama kamu." Khansa mencoba mengetes pria selain suaminya.
Drrt! Drrt!
"Hallo Assalamualaikum dek," Boby menjawab telepon dari Fitria.
"Waalaikumsalam, Abang Boby sudah mendarat di Bali?" Pancing Fitria.
"Sudah dek, maaf ga langsung kabari adek. Karena abang ada urusan penting dengan rekan bisnis. Biar cepet beres nanti bisa ketemu adek."
"Oh gitu, kalau begitu abang Boby sekarang dimana?"
"Abang di Starbuck level Twenty One, nanti kalau urusan sudah beres abang hubungi, sudah dulu ya Assalamualaikum." Boby langsung mematikan teleponnya lalu melanjutkan pembicaraannya yang terpotong dengan Ramadhan.
__ADS_1
Setidaknya Boby pacar Fitria tidak berbohong kepada Fitria. Batin Khansa menjerit, apa hanya suaminya yang suka berbohong kepadanya.
"Coba sekarang kamu pastiin suami kamu sekali lagi beb." Tawar Fitria kepada Khansa.
Drrt! Drrt!
"Assalamualaikum Khansa," Ramadhan terlihat menjawab telepon Khansa sambil membolak-balikan beberapa lembar kertas di meja itu.
"Kak Ramadhan lagi apa?"
"Aku sedang bekerja Khansa," Jawab Ramadhan singkat.
"Mengajar murid?" Pertanyaan Khansa mulai aneh bagi Ramadhan.
"I-iya, aku telepon lagi nanti Khansa. Maaf aku sedang sibuk." Ramadhan langsung mematikan telepon sepihak.
Satu tetes air mata tanpa terasa lolos di pipi Khansa.
"G-I-L-A dibaca jahat! tega banget suami kamu beb." Fitria tak menyangka jika suami Khansa akan tetap terus berbohong.
"Aku masih ga habis pikir Fit, kenapa suamiku harus berbohong dengan pekerjaannya?"
"Kalau gitu kita samperin saja suami kamu, apa dia masih bisa berbohong setelah ini." Ucap Fitria dengan emosi yang menggebu-gebu.
Fitria menggandeng Khansa menghampiri 4orang yang sedang asyik mengobrol itu.
"Assalamualaikum mas Ramadhan, apa ini yang kamu sebut dengan mengajar murid?
Kamu berbohong dan terus berbohong mengenai pekerjaan kamu kepadaku." Dengan nafas memburu Khansa mencecar Ramadhan dengan pertanyaannya.
"Maaf kamu siapa, saya tidak mengenal anda."
Perkataan Ramadhan sangat merobek hati Khansa. Bukan, bukan merobek tapi meremukkan menghancurkan tak tersisa.
......................
**Berserah diri kepada Allah SWT bisa ditandai dengan rasa ikhlas, sabar, dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu miliki. Selain itu, kamu juga menerima hasil dan akibat segala perbuatanmu setelah berusaha keras dengan berdoa pada Allah SWT
Berserah diri kepada Allah tentang cinta:
"Bersabarlah ketika suatu hal yang sangat kamu sayangi hilang, dan percayalah Allah sedang menyiapkan sesuatu hal lebih indah dari sebelumnya."
“Hati menjadi tidak tenang apabila kita meletakkan pengharapan terhadap sesuatu lebih daripada tawakal kepada Allah Yang Maha Memberi Segala.”
“Allah dapat menggantikan segala sesuatu akan tetapi segala sesuatu tidak dapat menggantikan Allah.” -Habib Umar bin Hafidz
“Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain." (Jalaludin Rumi)
“Tawakkal yaitu percaya penuh bahwa rencana Allah adalah rencana yang terbaik. – Yasmin Mogahed
“Bersabarlah, untuk apa yang dituliskan untukmu. Semuanya ditulis oleh penulis terhebat.”
“Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan. Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu.”
“Ketika kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Dia memperbaiki segala sesuatu yang lain untuk kita.”
“Aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untukku.”
......Cerbung......
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
...~Obsesi Tingkat Tinggi...
__ADS_1