
POV Kinara
Dari dulu aku sudah jatuh hati
Padamu Ramadhan bahkan rasa itu sepenuh hati
Bahkan jika kau minta hidup pun akan kuberi
Apa pun kan ku lakukan
Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi, aku ingat waktu itu aku masih berusia 15 tahun
Kamu pergi tanpa tau rasa ini kak ramadhan
Ingin rasanya aku membenci tapi aku tak bisa
Sekarang tiba-tiba kamu kembali ke Indonesia
Tapi kau telah dengan dia
Semakin membuat hancur hatiku
Kejadian yang nahas menimpaku juga tambah membuat aku mati secara perlahan
Semua itu terjadi karena aku hanya mengharapkan kamu seorang
Aku berharap tidak datang lagi rasa cinta
Tapi bagaimana aku bisa lupa?
Kau yang selalu menjaga dan menyayangi ku ketika kita bersama
Dan kau sangat tau keadaannya
Kau bukanlah untukku
Sungguh aku ingin pura-pura lupa, aku sudah mencobanya
Tapi tak pernah bisa
Kau selalu mengatasnamakan persahabatan pada hubungan kita
Namun bagiku, ini cinta
Cinta... yang sepihak
🌹🌹🌹🌹
Dengan ikhlas dan satu keping harapan kebahagiaan yang menemaniku
membuat aku berani ikut rombongan ayah dan kedua orang tua kak Ramadhan menemui kak Ramadhan yang berada di Bali
Kabar duka yang aku dengar tentang Sinta, partner kerja kak Ramadhan seakan menambah rasa optimis dalam diriku untuk mendapatkan kak Ramadhan kembali
Orang yang selalu dekat dengan kak Ramadhan sudah tiada
Tapi lagi-lagi rasa optimis ku harus hancur
Aku tak mengerti, setelah kembali dari Dubai
Kenapa kak Ramadhan malah tinggal di Bali?
Kenapa tidak ke Jakarta?
Aku ada di Jakarta, bukan di Bali
Sekarang aku tahu jawabannya
Ternyata hati kamu sudah terpaut dengan seorang wanita
Bahkan jika aku harus membandingkan diriku dengan dia, aku sungguh jauh di belakang
Tapi aku punya hati yang sangat tulus untuk kamu kak Ramadhan
Kalau kamu tak bersedia menjadi suamiku
Lebih baik aku dan calon bayi di perutku akan mati bersama
Air mataku terus saja jatuh, tanpa bisa aku hentikan. Karena dalam mataku tidak ada rem sama sekali.
Melihat kenyataan pahit kembali hadir dihadapan ku
Kak Ramadhan mengalami kecelakaan, dan bahkan harus menderita banyak patah tulang.
Bagaimana kak Ramadhan akan bisa menikahi aku dengan posisi seperti ini?
Sementara umur dalam kandunganku setiap hari akan terus bertambah.
Sekilas saat aku mencuri-curi pandang melihat istri kak Ramadhan juga mengusap-usap perutnya yang rata
Apa dia juga hamil?
Jika benar dia hamil, pasti kak Ramadhan akan semakin menentang untuk menikahi ku
__ADS_1
Jika itu benar-benar akan terjadi, maka lebih baik aku mati saja.
Namun batin Kinara berhenti berbicara ketika melihat seorang dokter masuk, ini bukan dokter yang menangani kak Ramadhan di awal tadi. Dia berbeda, terlihat sosok itu sibuk mengecek keadaan kak Ramadhan yang baru saja siuman.
Yang lebih mengejutkan lagi, dokter tampan itu menyodorkan sapu tangannya ke arah istri kak Ramadhan. Apa mereka ada hubungan? Ayah bilang istri kak Ramadhan juga seorang dokter, apa dokter itu sahabatnya?
Akh- Kinara yang bodoh, kembali pada awal target kamu. Kak Ramadhan! Titik!
...****************...
Kedua mata Ramadhan masih terpejam, namun perlahan gerakan demi gerakan terlihat. Ramadhan mulai membuka matanya, Tetesan demi tetesan air mata Fatima dan Khansa menyambut kesadaran seorang Ramadhan.
Dengan cepat Khansa menekan tombol Nurse Call agar perawat segera datang dan mengecek keadaan Ramadhan.
Beruntung kamar perawatan untuk Ramadhan adalah Room VVIP plus, sehingga dengan fasilitas lengkap bak sebuah hotel. Wijaya dan Kinara bisa duduk di sofa deret kanan, sedangkan Hafiz duduk di sofa deret kiri. Televisi, Ac, kulkas dan bed extra juga tersedia didalam ruangan ini.
Fitria berdiri sambil mengusap-usap pundak Khansa yamg rapuh, berusaha ia salurkan energi positif dan sisa-sisa kekuatan untuk membuat Khansa tidak merasa sendirian dan tetap tegar.
Walau menangis sesenggukan, tatapan Khansa tetap tak pernah beralih dari Ramadhan yang bentuknya sekarang tak beraturan, hampir mirip seperti mumi dengan balutan gips sana-sini.
Tak jauh berbeda dengan Khansa, Fatima yang duduk di samping bed Ramadhan juga menangis dalam diam. Hati ibu mana yang tidak terluka, hati ibu mana yang tidak teriris-iris. Melihat keadaan putra sulung yang jarang bersamanya itu dalam keadaan yang tak berdaya. Andai Fatima bisa meminta, biar dirinya saja yang menerima kemalangan ini. Jangan kepada putranya.
Pintu ruangan di ketuk, satu perawat mendampingi dokter Azka masuk untuk mengecek keadaan Ramadhan.
Kedua bola mata, tensi darah, irama detak jantung juga tak luput dari pengecekan Azka.
"Apa perasaanmu sudah lebih baik?" Tanya dokter Azka kepada Ramadhan.
Ramadhan hanya menggeleng, "Ck! Yang patah tulang itu lengan dan kaki kamu, bukan bibir kamu Ramadhan." Ucap Azka sambil tersenyum.
"Azka!" Khansa seperti memberi peringatan kepada sahabatnya itu.
Azka menyodorkan sapu tangannya kepada Khansa. Mata yang terlihat begitu sembab dan bengkak sudah bisa pastikan jika Khansa menangis dari tadi. Dan berbisik kepada Nurse untuk meninggalkannya sendiri.
"Keadaannya sudah stabil, tinggal proses penyembuhan luka-luka dan patah tulang saja.
Proses penyembuhan patah tulang ini yang akan memakan waktu agak lama. Jadi pihak keluarga dan Khansa harap bersabar dalam masa ini ya, pada masa ini Ramadhan yang ganteng ini akan sering merepotkan kalian." Azka berusaha menjelaskan.
"Hanya patah tulang kan? Semuanya yang ada pada Ramadhan tetap normal? Saya ingin pernikahan Kinara dan Ramadhan bisa di. langsungkan, walau harus di rumah sakit ini."
Ucap Wijaya dengan nada penuh penekanan.
"Wijaya, aku memang akan membalas hutang budi kepadamu. Tapi kamu lihat sendiri kondisi anakku masih seperti ini." Ucap Ali kepada sahabatnya.
"Maksud bapak apa! Ramadhan sudah punya istri namanya Khansa, bagaimana bisa bapak memaksakan kehendak bapak kepada anak anda yang bahkan untuk duduk sendiri saja dia tidak bisa."
"Hei anak muda, kamu hanya dokter disini. Ada hak apa kamu ikut campur dalam urusan kita. Jika Kinara tak segera menikah, bagaimana dengan nasib bayi di dalam kandungannya Ali? Aku dan istriku tidak mau mempunyai menantu yang sudah menghancurkan hidup putriku. Semua ini terjadi juga karena Ramadhan yang banyak tingkah. Jika saja dia menyetujui perjodohannya dengan Kinara dulu, pasti Kinara tidak akan mengalami nasib seperti ini!"
Ucapan demi ucapan Pak Wijaya begitu berapi-api.
Brugh! Khansa pingsan, tubuhnya jatuh begitu saja ke pangkuan Fitria.
Azka dengan sigap langsung membopong Khansa menuju IGD.
"Persoalan kita belum selesai Pak, jika sampai terjadi sesuatu dengan Khansa. Saya tidak segan menuntut bapak." Tatapan kemarahan begitu terpancar dari mata Azka kepada Pak Wijaya.
Suasana ruangan itu menjadi begitu hening, tak ada yang berani berucap walau hanya sepatah kata. Sementara dari dua kelopak mata Ramadhan, bulir-bulir air mata saling berjatuhan. Hati Fatima semakin terpuruk. Anak laki-lakinya bahkan tidak bisa menjaga istrinya sendiri.
"Ampuni kami ya Rob," Dengan lembut Fatima mengusap air mata yang menetes di pipi Ramadhan.
Maafkan aku yang lemah ini Khansa...
Maafkan aku yang tidak berguna ini...
Derai air mata itu tetap berlinang dalam keheningan...
Ramadhan kini merasa menjadi sosok laki-laki yang sangat tidak berguna.
Melihat Khansa di bopong oleh Azka, seakan menambah beribu-ribu kali lipat dari sakit yang sedang ia alami sekarang.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bulan puasa Ramadhan merupakan momen yang tepat bagi umat muslim di seluruh dunia untuk meningkatkan iman dan takwa serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bukan hal yang tabu lagi jika salah satu ibadah yang wajib dilakukan saat bulan Ramadhan adalah puasa. Membaca doa menjelang buka puasa menjadi rutinitas yang dilakukan sebelum membatalkan puasa ketika waktu maghrib tiba.
Kita semua ketahui, puasa adalah ibadah yang memiliki pahala besar. Apalagi jika ditambah dengan amalan sunnah-sunnah lainnya, seperti membaca doa menjelang berbuka yang niscaya akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa Menjelang Buka Puasa
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni as’aluka birahmatika allati wasi’at kulla sya’I an taghfira lii
Artinya, “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadamu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku.
Doa-doa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka; doa yang tidak akan ditolak.” Jadi, baiknya Anda membaca doa tersebut dan berharap mendapat rahmat dari Allah.
Selain membaca doa menjelang puasa, Anda juga dapat berdzikir saat berbuka sebagaimana yang disunnahkan oleh Allah SWT, yaitu.
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsbatal ajru insyaa-allah
__ADS_1
Artinya, “Telah hilang dahaga, telah asahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan jika Allah menghendaki.”
Bacaan tersebut juga diriwayatkan dalam hadist shahih Abu Dawud dan Al-Jami. Anda bisa membaca dzikir ini setelah membaca doa menjelang berbuka puasa agar mendapatkan lebih banyak pahala.
Ada juga lo, enam amalan lain yang juga sangat di anjurkan oleh Rosulullah.
6 Amalan Sunah sebelum Buka Puasa
Berdoa Memohon Kebaikan
Di kala senja di bulan Ramadhan selalu memiliki arti spesial nan istimewa bagi orang yang berpuasa. Pasalnya selain menanti berbuka puasa, waktu tersebut adalah waktu mustajab atau saat-saat dikabulkannya doa. Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan ini berdoa bermunajat kepada Allah swt.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak yakni pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan orang yang terdzalimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Memperbanyak Berzikir sebagai Amalan Sunah sebelum Buka Puasa
Zikir adalah amalan yang sederhana dan mudah namun memiliki keutamaan yang agung dan balasan yang sangat besar. Oleh sebab itu, saat ada waktu luang sambil menunggu adzan Magrib, sebaiknya digunakan untuk berzikir.
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah), zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab ayat 41).
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28).
Amalan Sunah sebelum Buka Puasa, Tadarus atau Membaca Al-Qur’an
Selain berdoa dan berzikir, kita juga dianjurkan untuk mengisi waktu jelas berbuka dengan membaca Al-Qur’an (tadarus). Al-Qur’an adalah dua ibadah serangkai yang akan memberi syafaat di akhirat.
Anjuran untuk membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan sebagaimana firman Allah sebagai berikut:
“Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Qur’an . Tadarus Al-Qur’an berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadhan.” (QS. Al Baqarah ayat 185).
Dengan tadarus Al Quran, kandungan hikmah yang termuat dan terkumpul di dalamnya dapat menjadi penunjuk jalan menuju kebenaran.
Memberi Makan untuk Berbuka Puasa
Pernah melihat orang-orang yang membagikan makanan untuk buka puasa di jalan? Apa yang mereka lakukan itu merupakan salah satu amalan sunah sebelum buka puasa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)
Jika kita semua diberi rizki lebih oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar.
Mendoakan Orang yang Memberi Makan Berbuka
Nah, jika kita kebetulan mendapatkan makanan dari orang lain untuk berbuka puasa, maka balaslah kebaikannya dengan mendoakannya.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan.
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى
“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii”
Artinya: Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]” (HR. Muslim no. 2055)
Membaca “Bismillah”
Sebelum makan berbuka, ucapkanlah basmalah agar lebih barokah, menuai kebaikan yang banyak.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)
Itu merupakan rangkaian amalan sunah yang bisa kita lakukan sebelum buka puasa. Amalan sekecil apapun akan berlipat nilainya jika dikerjakan di Bulan Ramadhan. Untuk itu jangan sia-siakan kesempatan ini untuk beramal salih. Jangan lupa untuk mengajarkannya pula kepada anak-anak agar menjadi kebiasaan yang baik.
__ADS_1
Terima kasih🙏