Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Demo Sebelum Akad


__ADS_3

Happy Reading❤️


"Izinkan saya yang memeriksa dok, saya ahli dokter bedah yang menangani pasien 2tahun terakhir." Ucap Azka yang baru saja tiba bersama Fitria.


"Sepertinya pasien mempunyai bekas luka serius diperut dok." Dokter yang menangani Khansa terheran-heran bagaimana mungkin wanita secantik ini bisa mempunyai bekas luka tusuk yang begitu mengerikan dibagian perut?


Maafkan aku Khansa, gara-gara aku.


Kamu harus menderita seperti ini.


Maafkan aku Khansa, maafkan aku.


Bahkan jika aku harus mengguncangkan dunia dan seisinya untuk membahagiakanmu. Itu semua pasti akan ku lakukan.


Batin Ramadhan terasa begitu perih.


Dengan telaten Azka memeriksa Khansa, wajah kecemasan mulai terlihat pada paras Azka.


"Apa yang terjadi dengan Khansa ku?"


Ramadhan keceplosan memanggil dengan sebutan Khansa ku.


"Hm- maksudku adalah Khansa."


Ucap Ramadhan agak menunduk, karena ia baru menyadari kesalahannya.


"Siapa dia ya Aisyah?" Tanya Azka begitu menyelidik.


"Dia adalah pria yang dijodohkan Abah untuk menikah dengan kak Khansa nanti kak Azka."


"A-apa Aisyah?" dr Azka langsung terduduk lemah.


Bagai burung yang menari-nari diatas kepalanya, begitu juga cinta Azka kepada Khansa. Terasa nyata namun tak bisa diraihnya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menjelaskan sedetail-detailnya kepada kalian tentang sakit Khansa. Terutama kamu yang akan menjadi suaminya,"


Apa setelah mengetahui penyakit Khansa yang begitu parah kamu akan tetap mencintainya?


Lets come and see❤️


Batin Azka merasa jika dirinya akan menang dan pria bernama Ramadhan ini akan menyerah.


Kamu pasti akan mengira jika aku akan mundur setelah mengetahui penyakit Khanza yang sebenarnya. Tidak semudah itu dokter pengecut.


Astaghfirullah Ramadhan mengumpat dalam hati.


Ramadhan masih terbiasa jika dirinya masih menjadi bos mafia.


dr Azka mulai mencoba menjelaskan pokok masalahnya.


Usus halus memiliki panjang sekitar 6 meter dengan diameter berukuran 2,5 sentimeter. Usus halus ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum (usus duabelas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Sebagian besar, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan terjadi di dalam usus halus.


Sementara usus besar memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan ukuran diameter sebesar 7,5 cm. Usus ini bertugas mengolah sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna atau diserap, menyerap air dan elektrolit dari sisa makanan yang sudah dicerna usus halus, dan menampung feses untuk kemudian dikeluarkan saat buang air besar.


Fungsi Usus Halus dalam Mencerna Makanan.


Sebelum memasuki usus halus, makanan yang Anda konsumsi dihancurkan melalui proses mengunyah. Saat proses mengunyah, produksi air liur meningkat guna membantu melembutkan makanan. Hal ini bertujuan agar makanan mudah ditelan dan mengandung enzim untuk memecah makanan menjadi nutrisi yang mudah diproses usus.


Setelah itu, makanan yang sudah dikunyah ini turun ke lambung. Di dalam lambung, makanan kemudian dihancurkan dan dipecah dengan cairan asam dan enzim yang dihasilkan lambung, hingga menjadi cairan atau pasta. Kemudian, makanan tersebut siap diproses di usus halus.


Sesampainya di usus halus, makanan yang telah melalui serangkaian proses tadi akan bertemu dengan enzim dan zat lainnya seperti cairan empedu yang berasal dari sel-sel usus, empedu, hati dan pankreas. Zat-zat ini akan memecah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.


Tubuh Khansa tidak bisa menyerap itu semua, karena ia harus kehilangan usus halusnya akibat insiden penusukan itu.


Hati Ramadhan terasa begitu teriris, akibat perbuatannya. ia telah membuat wanita cantik bernama Khansa itu begitu menderita.


Aisyah hanya bisa menutup mulutnya sembari menahan tangis.


"Lalu apa solusi terbaiknya dok?" Ramadhan mencoba kembali ke topik.


"Dalam jangka waktu 1tahun ini, Khansa harus mendapatkan donor usus halus yang cocok dengannya. Itu memang terlihat terlalu berisiko, tapi hanya itu jalan akhirnya."


"Ya sudah kalau begitu, ambil saja usus saya dok. Bila perlu sekarang!"


Sialan! Aku kira pria ini akan mundur mendengar penyakit Khansa, tapi kenapa malah begitu antusias menjadi pendonor.


Batin Azka menggerutu.


"Tidak semudah itu pak Ramadhan, harus melalui beberapa tes terlebih dahulu untuk menentukan apakah sumsum tulang belakang kalian cocok atau tidak. Jika menurutku yang sudah pasti cocok adalah Aisyah. Tapi Khansa tidak mau."


"Ambil saja usus halus ku untuk kakak, dokter Azka aku tidak apa-apa."


"Kamu harus melewati pemulihan dulu Aisyah, nanti kita bisa bicarakan lagi jika kakakmu sudah siuman."


Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (Hadits Muslim, Abu Daud Dan Tirmidzi).


Hari telah berganti hari


Mega berganti gelap


Aisyah dan Khansa sudah kembali menjalani aktivitas mereka seperti biasa.


Tadinya Aisyah takut dan sangat malu, kehadirannya di pondok pesantren untuk mengajar seperti biasa tidak akan di terima oleh murid-muridnya, karena sekarang ia tak punya kaki. Ia harus bergantung kepada kursi roda.


Namun dengan telaten, Reza mengantar Aisyah ke ruangan mengajar. Mendorong kursi roda dengan begitu hati-hati.

__ADS_1


H-1 pernikahan Khansa masih sibuk dengan kliniknya.


Tadinya ia ingin menutup kliniknya terlebih dahulu, namun Fitria memberi tahu jika ada 10 bapak-bapak berdemo di kliniknya hari ini.


Menuntut pertanggung jawaban atas penyuluhan yang pernah dilakukan klinik Khansa bersama para AIDI (Asosiasi Ikatan Dokter Indonesia) tiga bulan yang lalu.


Ramadhan juga sudah mendengar informasi itu dari sekretaris pribadinya Winda.


"Apa tidak sebaiknya kita turun tangan pak menyelesaikan demo itu, takutnya nanti akan berimbas pada nama dokter Khansa." Winda merasa khawatir.


"Aku yakin Khansa ku akan bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah Winda."


Tak tanggung-tanggung bahkan Ramadhan sudah memerintahkan anak buahnya untuk memasang kamera cctv dan alat penyadap suara jarak jauh di tiang listrik seberang klinik Khansa.


Dengan kecepatan tinggi Khansa menuju kliniknya, Fitria sudah kewalahan menahan amarah para bapak-bapak yang berdemo ini.


"Tunggu! Tunggu! Ada apa bapak-bapak? tidak bisakah kita bicarakan hal ini baik-baik?


Didalam ada banyak pasien, tidak lucu jika bapak-bapak semua mengganggu ketenangan mereka para ibu-ibu hamil."


"Sepuluh pasien didalam itu adalah istri kita dokter Khansa. Mana dokter laki-laki yang tiga bulan lalu penyuluhan alat k*nd*m kepada kami? Saya mau minta pertanggung jawabannya, karena pada kenyataannya istri saya tetap hamil!"


"Mari masuk pak, kita bicarakan ini semua didalam." Khansa menggiring para bapak-bapak untuk masuk ke ruang metting darurat klinik.


"Dokter Fitria, tolong siapkan data peserta tiga bulan yang lalu, dokter Randy saat penyuluhan alat kontrasepsi."


"Ini sudah saya siapkan dr Khansa."


"Terima kasih."


Hawa panas menyeruak, bak sidang dadakan paripurna anggota DPR saja.


Para bapak-bapak yang mengatasnamakan korban dari program penyuluhan ini menatap Khansa dan Fitria dengan tatapan begitu garang.


2 Vs 10 pertarungan di mulai FIGHT!


TING!


Bel tanda mulainya peperangan berbunyi.


"Coba jelaskan pelan-pelan pak, bagaimana bisa dari 30peserta kepala rumah, 10 peserta kompline hal yang sama. Karena alat kontrasepsi yang kita bagikan itu baru semua. Jika memang ada kebocoran tidak mungkin 10orang langsung." Kening Khansa mulai berdenyut.


"Ya kami tak tahu dok, dan kami juga tidak mau tahu. Jika dokter belum bisa menjamin alat tersebut, seharusnya dokter jangan memberi penyuluhan kepada kita."


Ujar salah satu perwakilan bapak-bapak yang begitu cerewet itu.


Khansa memutar kedua bola matanya diambilnya salah satu k*nd*m yang digunakan dokter Randy saat penyuluhan. Diisinya air dan tidak ada yang bocor.


"Tunggu! Apa bapak semua sudah memakainya dengan benar?" Khansa teringat saat dokter Randy menjelaskan, ia memakai ibu jari sebagai alat peraganya.


"Memangnya kita bodoh apa dok, kita sudah memakainya sesuai dengan dokter laki-laki itu peragakan disini."


"Begini kan dok cara pakainya? Seperti ini kan bapak-bapak memakainya? Dokter tampan waktu itu juga seperti ini mengajari kita semua."


Ucap bapak itu dengan santainya.


"Hahahahaha, hahahahahah." Khansa dan Fitria tertawa sampai perut mereka sakit.


Para bapak-bapak yang tadinya marah-marah hanya bisa bingung dengan dua dokter didepannya itu.


"Astaghfirullah ya Allah ampuni dosa-dosa hamba mu ini ya Allah."


Fitria tertawa ngakak so hard.


"Ya Allah bapak-bapak sekalian," Dengan seluruh kekuatannya, Khansa mencoba menahan rasa ingin tertawanya.


"Begini pak, dokter Randy saat itu menggunakan alat peraga ibu jari sebagai wakil dari alat kelamin panjenengan sedoyo. Ga mungkin dr Randy akan benar-benar memperagakan memakai alat kontrasepsi dengan langsung pada alat vitalnya. Kan malu to pak-pak. Ya Allah gusti perutku sakit."


"Yang mana yang sakit Khansa, biar aku hubungi dokter Azka." Fitria terlihat cemas.


"Ga beb, sakit perutku karena menahan ketawa."


"Oh."


Para bapak-bapak itu hanya bisa menggaruk-garuk tengkuk mereka yang tidak gatal.


"Ya sudah masalah clear ya bapak-bapak."


"Tapi bagaimana dok, saya cuma seorang petani panen hanya 6 bulan sekali. Sedangkan anak saya sudah 3. Saya tidak punya banyak uang untuk biaya persalinan nanti, itu yang kami pusingkan."


"Baiklah pak, habis ini bapak semua masuk ke ruang pendaftaran, cantumkan nama istri bapak semuanya. Pemeriksaan dan melahirkan saya gratiskan. Hanya tebus obat saja nanti tapi tidak akan memakan biaya banyak.


Tapi khusus di klinik ini ya pak."


"Baik dokter Khansa, terima kasih banyak. Semoga pernikahan dokter besok berjalan dengan lancar. Almarhum Abah dan Umi juga pasti sangat bangga mempunyai putri berjiwa besar seperti dokter Khansa."


"Iya." "Iya." Bapak-bapak yang lain juga ikut saling bersautan.


"Terima kasih, baik saya permisi ya."


Khansa sekuat tenaga menahan air matanya.


Ketika ia sampai didalam mobil, Khansa menumpahkan seluruh air matanya.


"Aaarrrghhh! Abah Umi, maafkan Khansa. Sebaik apapun Khansa berbuat di dunia ini, takkan mampu membuat Abah dan Umi hidup kembali. Hu..hu..hu.."

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Ramadhan bak orang kurang genap dilihat Winda.


Tadi pak Ramadhan tertawa terpingkal-pingkal, tapi sejurus kemudian ia meneteskan air mata.


Sebenarnya apa yang ditonton oleh bos besarnya itu.


Hari yang ditunggu telah tiba. Setelah shalat berjamaah isya di pondok pesantren Darul Ulum acara akad kedua pasangan mempelai di lakukan.


Ramadhan dengan Khansa lalu Reza dengan Aisyah.


Begitu sederhana namun begitu khidmat.


Bahkan Ramadhan masih setia dengan status misteriusnya.


Mereka berdua tidak mengumumkan bahwa mereka berdua juga kakak beradik.


Para santriwati dengan suara cantik dan merdunya melantunkan lagu ketika cinta bertasbih sesaat setelah akad nikah selesai dilaksanakan.


Bertuturlah cinta


Mengucap satu nama


Seindah goresan sabdamu dalam kitabku


Cinta yang bertasbih


Mengutus hati ini


Kusandarkan hidup dan matiku padamu


Bisikan doaku


Dalam butiran tasbih


Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta


Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah


Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit


Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu


Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang


Sujud syukur padamu atas segala cinta


Bisikan doaku


Dalam butiran tasbih


Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta


Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah


Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit


Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu


Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang


Sujud syukur padamu atas segala cinta


Cinta


Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu


Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang


Sujud syukur padamu atas segala cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang


Sujud syukur padamu atas segala cinta


Ketika cinta bertasbih


...Cerbung...


...Hai semuanya!...


...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....


...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....


...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....


↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️


...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...

__ADS_1


...~Siapakah Jodohku?...


...~Obsesi Tingkat Tinggi...


__ADS_2