Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Mencoba Dalam Rasa


__ADS_3

Langit seolah memahami apa yang Khansa rasakan saat ini, awan-awan bergerombol membentuk gumpalan-gumpalan berwarna hitam pekat. Menggiring seluruh rasa sakit untuk mencair, menjadikannya peristiwa hujan. Hujan yang akan dengan tenang menumpahkan seluruh airnya ke bumi. Menumpahkan seluruh beban dan kesakitannya begitu saja agar menjadi bebas, lepas.


“Jika ingin meluapkannya dalam sebuah tangisan, luapkan saja Khansa, anggap saja aku dan Fitria tidak ada di sini,” Suara pria yang sudah menjadi sahabatnya sedari kecil itu kini membuyarkan lamunannya tentang hujan.


Khansa yang baru saja satu jam yang lalu siuman, Jiwa yang baru saja berusaha menyatu dengan hembusan angin dingin yang hujan bawa itu, kembali buyar diterpa sebuah pernyataan.


"Kenapa cinta selalu berujung menyakitkan bagiku Azka, dulu Hilal menghamili Yuta dan menikahinya, lalu meninggalkan aku. Dan sekarang, aku sudah kehilangan anakku, dan sekarang aku kehilangan suamiku. Hanya kamu yang tak pernah menyakiti aku Azka, hanya persahabatan yang tidak pernah menyakiti sahabatnya."


"Khansa ...." Suara Azka kini terdengar parau.


"Sa, ga baik bicara seperti itu," Fitria yang sedari tadi diam, terpaksa ikut ambil andil bicara. Fitria kali ini sudah merasa jika sang sahabat mulai meracau keluar dari jalurnya.

__ADS_1


"Apa ini balasan untuk aku karena selalu membangkang sama Abah dan Umi dulu ya?" imbuh Khansa lagi.


"Khansa, kalau adik kamu Aisyah denger kata-kata yang kamu lontarkan seperti ini. Aku yakin pasti dia bakal sangat sedih. Please, jangan mengucapkan kata-kata seperti orang yang putus asa Khansa. Aku sudah pernah merasakan itu, dan aku menyesal. Kamu masih punya kita, kita akan selalu mendukung kamu dengan Ramadhan, apapun yang terjadi." Fitria menatap lekat-lekat mata Khansa yang sepertinya telah terlihat pancaran rasa putus asa.


Air mata itu kini tumpah, Khansa menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Terlihat jelas jika Azka ingin menyentuh tangan mungil yang sedang butuh kekuatan itu. Namun, otak Azka masih berpikir lurus. Ia mengurungkan niatnya itu, hanya pandangan nanar dan bejibun sirat pertanyaan yang terlihat dari mata Fitria yang memandangnya.


"Aku benci perpisahan," Khansa hanya bisa bermonolog di dalam hati.


"Apapun yang terjadi, jangan sampai ada pikiran untuk berpisah Khansa. Sekalipun aku mencintaimu sedari kecil, aku adalah orang yang akan paling sedih dan kecewa jika kamu sampai bercerai dengan Ramadhan." tangan Azka mengepal dibalik tubuhnya, menahan segala rasa sakit yang ada. Bohong itu memang sangat memerlukan energi.


Fitria beranjak dari tempat duduknya, menghampiri Khansa yang masih tertunduk lesu seirama dengan hatinya yang layu.

__ADS_1


"Khansa, ini 'kan hari Jum'at. Sebentar lagi Azka pasti Jum'atan. Nah, gimana kalau kita pulang ke rumah kamu, terus kita masak opor ayam yang pernah spesial kamu masakin buat Ramadhan?"


"Kenapa mendadak ke masak? Kamu kesambet pengen makan opor ayam ya? Atau jangan-jangan kamu sama Hafiz?" tanya Azka yang tak habis pikir dengan ide Fitria yang menurutnya lebih ke arah nyeleneh.


"Mulai deh, mulai, udah kaya netizen aja pikiran kamu Azka," Fitria terlihat kesal dengan pemikiran Azka yang tak karuan itu.


"Akh- iya Fitria, tadi pagi kak Ramadhan sempat bicara. Kalau dia bosen sama makanan yang dikasih rumah sakit, itu-itu aja. Ga ada tenaga, dan aku juga sempat mengiyakan untuk masak di rumah dan membawanya kesini," ucap Khansa dengan mata yang berbinar-binar.


"Khansa, tapi kamu masih lemes. Kamu baru aja pingsan lo tadi," guratan khawatir juga terpancar dari wajah Azka.


"Ga apa Azka, aku udah kuat kok. Please, antar aku sama Fitria ke supermarket sebentar yah, buat belanja. Sekalian kamu salat Jum'at di pondok atau di masjid, 'kan deket. Yah, yah, yah?"

__ADS_1


Mata Azka melirik ke arah Fitria. Namun, rayuan yang sama juga terbit dari wanita itu. Azka tidak bisa berbuat banyak. Ia memilih mengantarkan Khansa dan Fitria berbelanja, lalu melanjutkan kegiatannya salat Jum'at berjama'ah di masjid.


Bersambung ...


__ADS_2