
Untuk lanjut baca bab ini, jangan lupa untuk selalu like dan comment ya🙏
Happy reading❤️
"Apa perlu aku membunuhnya sekarang agar tidak ada lagi wanita yang begitu kamu cintai?"
Ucap Sinta dengan suara berapi-api.
PLAK!
Tamparan keras mendarat di pipi Sinta, pipinya yang putih kini berubah menjadi pink kemerahan.
"Langkah-i dulu mayat ku jika kamu mau membunuh sahabatku!" Dengan suara dan tangan yang bergetar Fitria berusaha melawan wanita lucnut dihadapannya itu.
"Berani-beraninya kamu menamparku!"
Sinta mengayunkan tangannya, hendak menyambar balik pipi Fitria.
Namun ditahan kuat oleh Boby.
"Stop Sinta! Kamu sudah keterlaluan, kamu bisa dilaporkan atas kasus pengancaman dan pembunuhan berencana! Cinta itu tidak bisa dipaksakan Sinta. Tolong turunkan sedikit ego-mu itu."
Sinta menampik tangan Boby yang menahan lengannya itu, "Akan ku pastikan kalian berdua akan mendapat pembalasan dariku Bob! Berani-beraninya kalian ikut campur masalahku dengan Ramadhan."
Sinta mengacungkan jari telunjuknya kehadapan Boby dan Fitria.
"Dan kamu Ramadhan! Aku bersumpah! Hidupmu dan Khansa tidak akan pernah menemukan kebahagiaan sedikitpun! Aku bersumpah! Ingat baik-baik sumpahku ini!"
Aliran air mata sudah menghias di wajah Sinta dan tubuhnya bergetar saat mengucapkan sumpah dan memegang tengah lehernya, pertanda ia bersumpah dengan bersungguh-sungguh.
Dengan hentakan kaki yang menggebu-gebu Sinta pergi meninggalkan ruangan Ramadhan dengan segenap rasa amarah dan kekecewaannya.
Ramadhan hanya bisa terduduk lemas mendengar sumpah Sinta yang berapi-api ditujukan kepadanya dan Khansa.
"Astaghfirullah ya Allah, ampuni segala dosa-dosa hamba. Dan jangan biarkan sumpah itu kau dengar ya Rob. Limpahkan selalu kebahagiaan dan ketenangan kepada hamba dan Khansa." Ramadhan meraup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, terlihat raut kekecewaan dan kegelisahan disana.
"Jangan khawatirkan sumpah itu Ramadhan, kehidupan kita takdir kita adalah milik Allah, bukan milik sumpahnya." Boby berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Maafkan aku kak Ramadhan, kak Boby. Aku berniat kesini membawakan kalian sarapan karena Khansa memintaku. Ia khawatir pada suaminya yang belum sarapan, sedangkan Khansa ada jadwal praktek pagi. Kedatanganku kesini malah justru membuat keributan."
Fitria menunduk mengingat kejadian tadi.
"Tidak, kamu tidak salah sayang. Memang sebelum sayang datang Sinta sudah lebih dulu membuat keributan. Memang Khansa menyuruhmu membawakan apa?"
Boby juga berusaha menenangkan kekasihnya itu.
"Kue brownis kukus berbalut Nutella, kesukaan kak Ramadhan sedari umur 10 tahun bahkan dulu setiap pagi jika tidak terhidang brownis ini dimeja seorang Ramadhan akan ngambek dan tidak mau berangkat sekolah."
Ramadhan kaget karena itu benar-benar tentang dirinya, "Darimana kamu tahu itu sayang? Bahkan aku yang sahabat Ramadhan sedari kecil tidak tahu begitu detailnya." Selidik Boby curiga.
Fitria mengangkat kedua bahunya, "Entah, aku hanya membaca WhatsApp dari Khansa demikian. Mungkin lebih lanjutnya silahkan tanya kepada Khansa, hehehehe."
"Ehem, sepertinya setelah ini benar-benar ada yang akan menjadi gila karena cinta. Hahahahaha, ayo sayang aku antar kamu sampai loby. Lain kali biar aku saja yang menjemputmu, tak perlu kamu langsung kesini."
__ADS_1
Boby dan Fitria perlahan meninggalkan ruangan Ramadhan.
Ramadhan perlahan membuka bingkisan kecil dan unik itu yang berisi kue brownis kukus kesukaannya.
Senyum kebahagiaan terpancar penuh dari bibirnya, istrinya kali ini benar-benar mencari tahu tentangnya. Makanan-makanan yang ia sukai, Ramadhan penasaran. Darimana istrinya tahu jika ia menyukai kue brownis kukus Nutella sejak berumur sepuluh tahun?
Ramadhan akan menekan tombol memanggil pada nomor istrinya, namun diurungkannya.
Ia teringat jika istrinya sedang menangani pasien, Ramadhan tidak mau mengganggu fokus istrinya itu.
Dengan penuh cinta, Ramadhan melahap setiap potongan kue itu dengan rasa syukurnya yang tak terhingga atas perubahan sikap istrinya itu.
**
"Sayang, apa Sinta itu tidak punya cermin dirumahnya?" Tanya Fitria kepada Boby ketika mereka tiba di Loby.
"Ya pasti punya lah sayang, masa cermin aja ga punya. Gajinya diakan juga gede." Boby ga paham maksud Fitria.
"Ih- maksud aku bukan cermin beneran. Sinta apa ga mikir ya, cewe idaman kak Ramadhan kan seperti Khansa. Dia cantik, berjilbab penampilan tertutup dan seorang dokter. Sedangkan Sinta? Memang dia tak kalah keren juga profesinya, tapi lihat penampilannya? Baju dan rok selalu kekurangan bahan, dan herannya kalian berdua tak pernah protes ke Sinta tentang penampilannya. Apa jangan-jangan kak Ramadhan dan Kak Boby suka ya lihat pemandangan gratis kaya gitu?"
Fitria mulai tak jelas arah pembicaraannya.
"Astaghfirullah sayang, istighfar. Masalah penampilan itu hak pribadi masing-masing sayang, kita tidak boleh memaksa. Dan kita tidak boleh menjudge seseorang hanya dari penampilannya. Aku ga suka kalo sayang begitu.
Hanya kebetulan saja Ramadhan menyukai Khansa yang berpenampilan demikian. Kita tidak punya hak untuk menilai seseorang hanya melihat dari penampilan sayang. Aku harap kamu sadar itu." Boby mencoba meluruskan pemikiran kekasihnya yang salah itu.
"Astaghfirullah sayang, licin banget bicaraku ya. Abis ga ada yang ngelap bibirku si, jadi bibirku licin terus. Hehehehe, kode nih kode."
"Itu sih bukan kode namanya, orang blak-blakan kaya gitu kok. Insyaallah kalau semuanya sudah siap, aku akan langsung menikahi sayang. Sabar ya, aku ga akan berlama-lama kok."
"Janji ya sayang," Wajah Fitria merah merona dengan ucapan Boby.
"Insyaallah jika kita berjodoh pasti kita akan bersama."
...*************...
Sementara pagi menjelang siang itu Aisyah tengah mengisi pengajian rutin mingguan ibu-ibu sekitar pondok yang selalu dilaksanakan setiap hari Jumat.
"Selain menjalankan ibadah wajib, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunah.
Salah satunya puasa sunah Senin dan Kamis. Selain bisa menyehatkan jiwa, memperbanyak ibadah puasa sunah juga semakin mempertebal ketakwaan.
Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, Nabis Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim).
Dalam hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).
Dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda : “Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan” (HR. Muslim).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya : “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya).
Mengenai jam berapa amal itu diperlihatkan, kita tidak menemukan keterangan waktu pada hadits di atas. Apakah jam 8 pagi, jam 10, atau waktu Zhuhur?
__ADS_1
Untuk itu, baik-baiklah berperilaku. Minimal menjaga puasa Senin-Kamis. Karena, segala bentuk aktivitas kita diantarkan malaikat di hadirat Allah, Nabi Muhammad SAW, para nabi, ayah dan juga ibu kita yang terlebih dahulu wafat.
Pakar tafsir Alquran Prof Quraish Shihab mengatakan, puasa seharusnya berakhir dengan tecerminnya semua sifat Allah kecuali sifat Ketuhanan-Nya dalam kepribadian seseorang karena berpuasa adalah upaya meneladani sifat-sifat Tuhan sesuai dengan kemampuan manusia sebagai makhluk.
Berikut niat puasa sunah Senin:
Nawaitu shauma ghodin Yaumil istnain sunatan lillahi ta'ala. Artinya: Saya niat berpuasa besok hari senin sunnah karena Allah Ta'la.
Niat puasa sunah Kamis:
Nawaitu shauma ghodin Yaumil Khamis sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: Saya niat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala.
Sekian materi hari ini yang bisa saya sampaikan kepada ibu-ibu semua, apabila ada pertanyaan silahkan bertanya. Insyaallah sebisa mungkin akan saya jawab." Ucap Khansa sebagai penutup ceramahnya kala itu.
"Maaf keluar dari tema mba Aisyah, kita para ibu-ibu juga ingin dong sesekali pengajian diisi juga sama dokter Khansa. Ya, hitung-hitung kita bisa konsultasi masalah kewanitaan gratis hehehehe," Ibu Laila terkekeh dengan kata-katanya sendiri.
"Iya, benar mba Aisyah. Kita juga pengen ketemu sama dokter Khansa. Dari dulu putri dari Almarhum Abah sama Umi yang kita bisa lihat hanya mba Aisyah."
Timpal ibu RT.
"Insyaallah ya bu, saya juga harus bicara dulu dengan dokter Khansa. Kalau beliau ada waktu luang insyaallah saya minta untuk mengisi materi kesehatan wanita di pengajian ibu-ibu."
Terlihat Reza sudah berdiri di bibir pintu, kali ini ia berharap bisa menyampaikan hal penting kepada istrinya itu. Aisyah yang menyadari akan kehadiran suaminya itu langsung pamit undur diri dari pengajian lebih awal.
"Ada hal penting yang perlu mas Reza bicarakan sama Aisyah."
"Baiklah, kita bicarakan dirumah saja mas."
Reza mendorong kursi roda Aisyah dengan sangat hati-hati.
Basa-basi sebentar dengan Bude kini Aisyah dan Reza sudah berada di kamarnya.
"Sebulan lagi Abi dan Umi akan ke Indonesia Aisyah," Reza membuka pembicaraan.
Ada raut kecemasan di wajah Aisyah saat itu juga.
...Cerbung...
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
...~Obsesi Tingkat Tinggi...
__ADS_1