Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Slogan Jodoh Tak Akan Kemana


__ADS_3

Happy reading❤️


Suasana tegang masih menyelimuti keadaan di kamar megah yang sudah setengah berbentuk kapal pecah itu.


"Lepaskan pisau itu Prita!" Teriakan Alex begitu memekik di gendang telinga.


"Tidak akan Lex! Aku tidak akan melepaskan pisau ini sebelum kita melakukan kesepakatan. Jika kita tidak pergi dari sini, sebentar lagi kamu akan di tangkap oleh polisi. Dan aku akan mati dengan tenang setelah aku mengiris pergelangan tanganku sendiri," ancam Prita dengan begitu frustasinya kepada Alex.


"Jangan bodoh kamu Prita! Segera berikan pisau itu!" Alex mencoba sedikit negosiasi, jika sampai ia kehilangan Prita karena kebodohannya, ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Untuk apa aku hidup Lex? Aku sudah kehilangan cintaku, dan aku juga sudah kehilangan teman-teman baru yang menerima segala kekuranganku. Asal kamu tau Lex, istri dari kak Ramadhan itu bernama Khansa. Kak Khansa adalah orang yang mau menerima aku tanpa melihat latar belakangku sedikitpun. Cara dia memperlakukan aku, juga sama seperti dia menyayangi adiknya sendiri. Dan sekarang? Aku justru melihat kamu menyiksa suaminya dengan begitu keji!"


"Tapi dia yang sudah membunuh adikku, Prita!"


Sontak hentakan keras dari perkataan Alex itu membuat hati Prita makin tersayat pedih.


Prita sedikit menekankan pisau di pergelangan tangannya, darah yang berjalan lambat itu mulai keluar dari kulit putihnya.


"Prita!" Alex mulai kalut dan cemas melihat perbuatan wanita yang telah menjadi tambatan hatinya itu.


Darah terus mengucur deras, “Aku tidak akan melepaskan pisau ini sebelum kamu menuruti kemauan aku Lex, jika kamu mencoba membodohiku, aku akan menekan pisau ini lebih dalam. Dan kamu akan kehilanganku untuk selamanya,” ucap Prita lirih namun, berhasil membuat membuat Alex porak-poranda sepanjang aliran desir darahnya.


“Baiklah-baiklah, aku akan meneruti permintaanmu, aku janji tidak akan mengelabui kamu. Aku akan lepaskan Ramadhan, tapi dengan syarat kamu harus kembali mencintaiku lagi Prita, dan kita mulai kehidupan baru di Negara yang aku pilih. Tidak ada perdebatan lagi, titik!”

__ADS_1


“ Bai-ik-lah, kamu harus memenuhi janjimu Lex.”


Satu detik kemudian, Prita limbung. Alex langsung berlari mencoba menggapai tubuh Prita sebelum tubuh mungil itu mencium lantai.


“Marco! Polo!” teriakan Alex menggelegar memenuhi seluruh mansio seenya.


Marco dan Polo bergegas memenuhi panggilan sang bos. “Ya bos.”


“Polo! Kamu bereskan mansion ini dari segala jejak, dan keluarkan cecunguk yang berada di gudang itu tanpa ingatan apapun! Dan Marco, segera ke rumah sakit! “


Dengan langkah panjangnya, Alex membopong Prita menuju mobil. Marco dengan sigap langsung tancap gas. Jika sampai terjadi sesuatu kepada Nyonya, sudah di pastikan kiamat kecil di dunia mereka akan terjadi.


Setibanya di rumah sakit, Prita langsung mendapatkan perawatan intensif dari dokter yang berjaga di UGD. Tanpa mendengarkan penjelasan sang dokter secara menyeluruh, Alex langsung memboyong Prita untuk segera terbang ke America Serikat.


Terpaku cukup lama di depan rumah sakit sambil memandangi punggung Prita yang menghilang di balik mobil mewah itu membuat Hilal menyadari, benih-benih yang baru saja ia tabur itu hilang kembali. Begini malangnya kah nasibku?


Baru saja ia ingin mengikhlaskan sosok Khansa dari relung hatinya, mencoba memulai menggantikan posisi itu pada sosok Prita. Kini justru Prita juga meninggalkannya begitu saja dengan pria yang terlihat jauh lebih kaya dan mapan jika harus dibandingkan dengan dirinya.


“Jangan pasang wajah ngenes gitu kenapa, patah hati itu hal yang biasa. Takdir Tuhan itu pasti mempunyai tujuan yang jauh lebih baik,” Hafiz menepuk bahu Hilal untuk membuyarkan semuanya.


“Come on Hilal, nyawa Kak Ramadhan jauh lebih penting saat ini,” mendengar kata kak Ramadhan yang diucapkan Hafiz, sontak Hilal baru menyadarinya. Tujuan awal ia bertemu Prita adalah apa. Kedua pria tampan itu kini berlari tergesa-gesa menuju lobby rumah sakit.


Begitu terkejutnya Hilal dan Hafiz, keadaan kak Ramadhan sangat menyedihkan. Bahkan mereka hampir tidak bisa mengenali wajah kak Ramadhan. Hancur lebur, jahitan dan perban luka di sana-sini.

__ADS_1


"Siapa yang tega membuat kamu seperti ini Ramadhan," Hilal dan Hafiz tak kuasa menahan air matanya, hati mereka seakan tersayat-sayat melihat luka-luka berat yang harus di derita Ramadhan.


"Cepat panggil dokter yang menangani pasien ini. Saya harus segera memindahkan pasien ini ke rumah sakit yang lebih lengkap alat penanganannya!"


"Saran aku Hilal, kita obati dulu kak Ramadhan sampai terlihat lebih manusiawi. Baru kita memberi tahu Khansa tentang kak Ramadhan."


"Iya, kamu benar."


"Tolong kamu urus kak Ramadhan dulu Hilal, aku akan mencoba menelusuri siapa dalang di balik penganiayaan dan penculikan Kak Ramadhan ini."


"Baiklah, bagaimana baiknya. Aku serahkan semuanya kepadamu."


Hafiz langsung pergi melangkahkan kakinya untuk bertemu dengan seseorang. Beberapa suster dan seorang dokter tiba di ruang perawatan Ramadhan. Hilal mendengarkan penjelasan yang mendetail dari dokter tersebut. Hasil pasti semuanya akan jelas jika Ramadhan sudah siuman nanti. Respon pertama saat Ramadhan bangun dari komanya akan sangat penting, melihat seberapa persen keberhasilan operasi di kepala Ramadhan.


Hilal sempat mengerutkan keningnya beberapa kali, ia tak menyangka jika Ramadhan harus bertubi-tubi menderita seperti ini. Rumah tangga wanita yang bertahun-tahun pernah ia cintai itu ternyata harus menyiksa seperti ini. Tak jauh juga seperti nasib dirinya yang tersiksa karena permainan takdir cinta.


Jodoh Tak Akan Kemana


Bukankah itu slogan yang bisa di percaya?


Hilal yakin Tuhan tidak akan terus mempermainkan dirinya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2