Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Kejutan


__ADS_3

Happy reading❤️


"Sebelum mengakhiri kelas sore hari ini, kita baca bareng-bareng dulu doa niat puasa ramadhan dan doa sahur ya- yuk 1 2 3" Titah Aisyah kepada anak didiknya.


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى


Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita'ala"


Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."


Doa Sahur


يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ


Bacaan latinnya: "Yarhamullâhul mutasahhirîn."


Artinya: “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."


"Bagus, sebelum pulang baca doa seperti biasa terlebih dahulu, baru berbaris urut pulangnya."


**


Berbeda dengan niat puasa yang hukumnya wajib, bersahur merupakan ibadah sunah. Artinya, yang mengerjakannya mendapat pahala, sementara tidak berdosa jika meninggalkannya.


Kendati demikian, Nabi Muhammad SAW amat menganjurkan umatnya untuk bersahur karena keutamaannya yang demikian besar, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:


"Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bersalawat untuk mereka yang bersahur," (H.R. Ahmad).


...----------------...


"Aisyah!" Khansa berlari menghambur ke arah Aisyah yang baru saja terlihat di ujung jalan.


Wajah khawatir justru terlihat dari Aisyah, "Kakak, tidak perlu berlari! Aisyah segera kesitu." Bagaimana bisa Aisyah tidak khawatir, kakaknya baru saja keluar dari rumah sakit. Malah sudah berlari-lari.


"Bagaimana keadaan kakak? Maafkan Aisyah yang tidak bisa menemani kakak selama kakak di rumah sakit.


"Tak apa sayang, sudah banyak yang menemani kakak di rumah sakit. Sekarang juga kakak bawa pasukan banyak." Khansa menunjuk ke arah teras, sudah berdiri Yuta, Naura dan entah siapa perempuan baru itu, Aisyah merasa jika ia belum pernah bertemu dengan sosok wanita ini.


Kening Aisyah berkerut, "Siapa dia kak? Sepertinya Aisyah belum pernah melihatnya."


"Kita bahas di dalam saja ya sayang,"


Aisyah hanya bisa mengangguk.


Namun baru saja mereka berada di bibir pintu, suara semangat dari pria bermata sipit, mempunyai lesung Pipit itu berhasil menyita perhatian mereka semua.


"Assalamualaikum,"


"Wa'alaikumsalam," Sahut para gadis bersamaan.


"Ada urusan apa Ka? Kog banyak banget bawa mobil? Kayanya mobil Katering lagi." Khansa sekilas melihat dua mobil berlogo Selera Mama Katering terparkir cantik di halaman pondok.


"Loh, Ramadhan ga ngomong sama kamu Sa?"


"Hah?" Khansa malah terlihat bingung.


"Tadi siang dia tanya gue free apa ga sorenya. Terus tanya Hilal, Hafiz sama Fitri juga free dan mereka juga ga ada job jadi Ramadhan minta kita semua hari ini kumpul disini buat buka puasa bersama."


"Tapi kak Ramadhan kan lagi ada di Jakarta Ka?" Tanya Khansa yang masih keheranan.


"Lah itu dia, gimana sih. Istri sendiri ga dikabarin, malah gue yang di uber-uber. Apa kamu istri gue Sa? Hehehehe. Katanya Ramadhan bakal sudah sampai disini sebelum Adzan Maghrib nanti." Jelas Azka.


"Assalamualaikum! Ada yang minta di tabok pake sendal kayanya nih. Godain bini orang terus." Baru datang Fitria sudah mengeluarkan jurus semprot maksimalnya kepada Azka.


Sementara Azka yang melihat kedatangan Fitria lebih cepat dari perkiraannya berdecak kesal. "Akh- si kampret satu ini udah dateng aja lagi."


"Memang Reza bilang ke Aisyah kalau mau balik ke Bali hari ini juga dek?" Khansa mencoba meluruskan benang-benang yang kusut.


"Ga tau juga kak, Aisyah ga pegang ponsel dari tadi. Ponsel Aisyah ada di kamar."


Terlihat Fitria datang bersama Hafiz dan Hilal.


"Eh- kok kalian bisa samaan datangnya? Habis pergi bareng?" Tanya Azka heran.


"Enggak, ketemu didepan aja." Jawab Hafiz cepat.


"Kak Azka ga lihat, ada cewe baru nih disini. Ceweknya Hilal." Yuta melirik Prita yang berdiri tak jauh dari dirinya.

__ADS_1


"Ma'af kakak semua, kita bicarakan semua didalam saja ya. Malu dilihat orang rame-rame disini."


"Akh iya, kalian yang perempuan-perempuan masuk. Setting tempat buat didalam ya- yang cowok-cowok kita bantu tim operasional dulu buat tenda pembagian takjil gratis bagi warga yang ngabuburit lewat depan pondok pesantren. Nanti tim lainnya tolong koordinir berapa ratus kotak makan untuk santri- santri pondok pesantren, dahulukan untuk santri pondok, baru rumah." Azka terlihat membagi kinerja tim agar persiapan lebih selesai.


"Yok semangat! Semangat! Puasa hari pertama, metabolisme tubuh baru mulai beradaptasi."


"Please deh, tu ilmu kedokteran lu simpan dulu. Waktunya ga tepat." Ucap Hilal sensi, karena ia sendiri masih memendam masalah yang belum bisa di tuntaskan sama sekali.


"Ye- kok sewot gitu sih, slow aja dong." Azka mencoba membelah percikan api itu agar tidak menyulut kayu yang kering.


"Mama Naura ngantuk." Suara Naura yang serak memang pertanda bahwa ia sedang menahan kantuknya.


"Iya sayang, ayo ikut mama Khansa. Kita bobo di kamar mama Khansa yah." Naura mengangguk cepat.


"Fit, Yuta- aku titip Prita ya. Jangan berantem lagi, ini akan kita bahas nanti. Yang terpenting acara buka bersama nanti lancar dulu."


"Siap bos!" Ucap Fitria sambil tersenyum manis, sementara Yuta hanya tetap diam tak bergeming.


"Jangan begitu kak Khansa, saya bukan barang yang bisa di titipkan begitu saja. Jadi malu, saya bukan siapa-siapa malah ikut di sini."


"Tidak boleh berbicara seperti itu Prita, anggap saja kamu bagian dari kami ya. Aku mau nina bobo Naura dulu sebentar. Baru balik lagi bareng kalian semua."


Sukses membuat Naura langsung tertidur dalam sekejap, Khansa dengan cepat menyambar ponselnya untuk segera menghubungi suaminya. Semua yang serba mendadak dan suaminya juga tak memberitahukan dirinya sama sekali tentang kepulangannya kembali ke Bali yang bisa di bilang begitu mendadak.


Pada panggilan pertama, Ramadhan tak menjawab.


Panggilan kedua, ketiga hasilnya tetap sama.


Khansa mulai letih, akhirnya diletakan kembali ponselnya di Nakas.


Dilepasnya hijab putih yang membalut kepalanya itu, Khansa mandi, lalu segera melaksanakan shalat ashar.


"Ah iya, aku mau pake skincare ah. Biar nanti kak Ramadhan datang aku terlihat cantik. Tidak pucat seperti ini." Kata Khansa sambil terus menatap wajahnya di cermin yang memang masih terlihat begitu pucat.


Baru saja Khansa mengoleskan moisturizer di beberapa titik wajahnya, pintu kamarnya di ketuk dan di buka dari arah luar.


"Assalamualaikum sayang, maaf yang di telepon tadi masih di jalan ketiduran." Jelas Ramadhan pasang wajah memelas agar tak kena semprot mode diam.


"Kak Ramadhan kenapa ga kasih kabar Khansa kalau mau balik ke Bali sekarang, hiks...hiks." Khansa berhambur memeluk Ramadhan yang masih berdiri di ambang pintu.


"Memang sengaja mau kasih kejutan untuk sayang. Yah- apa ini sayang, kok jadi putih-putih semua kena baju."


Srek! Ramadhan menarik lagi tubuh Khansa kedalam pelukannya. "Mas Ramadhan puasa kan?"


Laki-laki yang di tanya itu hanya mengangguk.


"Kalau begitu jangan lama-lama pelukannya, nanti muncul pikiran yang tidak-tidak jadi batal puasanya."


"Hm- sayang, aku tergelitik untuk bercerita jadinya." Khansa mengernyitkan kedua alisnya.


"Berpuasa memang berarti menahan syahwat dan segala godaan duniawi, seperti hawa nafsu terhadap pasangan, baik itu sang suami maupun istri. Jika seseorang mampu menahan hawa nafsu, maka pahala dalam berpuasa akan berlipat ganda di bulan Ramadhan."


"Nah betul itu sayang," Jawab Khansa sambil mendaratkan pantatnya di kursi meja rias lagi.


"Tapi- Ada hal yang perlu diperhatikan juga dalam berpuasa di bulan Ramadan. Salah satunya adalah ketika mencium atau memeluk pasangan saat berpuasa." Ramadhan menghampiri Khansa lagi dan memeluknya dari belakang.


"Lalu, bagaimana hukum memeluk pasangan saat berpuasa?" Tanya Khansa polos.


"Ada beberapa hadits yang meriwayatkan tentang Aisyah Radhiyallahu 'anha, yang mana Rasulullah pernah mencium beliau ketika Rasulullah juga sedang berpuasa.


Artinya, mencium atau memeluk pasangan tidak membatalkan puasa.


Tentu dengan syarat bahwa ciuman atau pelukan yang dilakukan oleh pasangan tidak sampai menyebabkan keluarnya air mani. Otak kita yang di sini nih, tidak ngeres mikir kemana-mana." Ramadhan menunjuk pada kening Khansa.


"Tapi ya sama aja sayang, kita hanya manusia biasa yang tak mudah mengendalikan hawa napsu. Jadi lebih baik ya di tahan saja, jangan sampai melakukan hal-hal yang memicu selama kita sedang berpuasa." Khansa tak mau kalah dalam berargumen.


"Iya deh sayang, tapi nanti malam kan sudah tidak berpuasa. Jadi kasih ya?" Pancing Ramadhan.


"Kasih apaan?" Khansa loading.


"Nanti malam pasti tahu." Ramadhan melepas pelukannya, lalu mengganti bajunya yang terkena moisturizer tadi.


"Oya sayang, Abati dan Amati apa ikut kesini juga sama sayang tadi? Aku ingin bertemu, mencium tangan dan membasuh kaki kedua mertuaku. Aisyah juga pasti menginginkan hal yang sama."


Kamar itu mendadak hening karena pertanyaan Khansa. Ramadhan terlihat mempercepat proses ganti baju yang sedang ia lakukan.


"Kita bahas itu nanti ya sayang, aku harus segera membantu Azka di luar. Agar acara berbagi kali ini berjalan dengan lancar. Semoga Allah senantiasa memberi kita kebahagiaan sebagaimana kita bisa sedikit mengurangi beban orang lain."

__ADS_1


Ramadhan hendak berlalu begitu saja, namun tangannya langsung ditahan oleh Khansa, "Ada apa kak Ramadhan? Apa ada hal yang salah? Atau apapun, ceritakan lah dengan Khansa." Sorot mata pengharapan dan tanda tanya besar terlihat dari netra Khansa.


Ramadhan berusaha menelan Saliva yang mendadak begitu sulit untuk ia telan.


Ramadhan hanya memasang senyum manis dan menggeleng, melepaskan tangan Khansa yang memegang tangannya. Lalu meninggalkan Khansa yang masih duduk didepan meja riasnya begitu saja.


*Kamu kenapa kak Ramadhan?


Apa mertuaku tidak mau menemui aku dan Aisyah?


Kenapa aku merasa, jika kamu menyembunyikan sesuatu lagi dariku.


Ku harap kamu segera berbicara kepadaku, apapun itu.


Sepahit atau sesakit apapun itu. Asal yang keluar dari mulutmu adalah kejujuran*.


Bulir-bulir air mata terjun begitu saja, rengekan Naura juga mulai terdengar. Khansa segera mengenakan jilbab instan dan menyambar tubuh Naura, memeluk tubuh mungil itu dengan erat. Berharap Khansa juga bisa melepaskan seluruh rasa penasarannya disana.


Dengan lembut Khansa membelai rambut Naura yang mulai kembali lagi ke alam mimpinya.


Namun sentuhan demi sentuhan yang Khansa lakukan kepada Naura, berhasil membuat mata Khansa terbelalak.


Bagaimana tidak, hanya gerakan lembut membelai rambut Naura. Kini di tangan Khansa sudah mengumpul satu kumpulan rambut yang berjumlah lumayan banyak.


Na-naura! Batin Khansa dengan perasaan yang tercabik.


Khansa langsung berhambur keluar, berusaha mencari sosok Azka yang tengah sibuk di luar.


"A-azka, ini rambut Naura. Bagaimana bisa rambutnya rontok sebanyak ini? Jelaskan kepadaku Azka!" Genangan air sudah tertampung penuh di kedua bola mata Khansa.


"Tidak apa-apa Khansa, itu jumlahnya malah sudah sedikit jika dibandingkan sebelum Naura bertemu denganmu."


Aneh, sungguh tak bisa dipercaya. Khansa menunjukan kerontokan rambut Naura yang lumayan banyak, Khansa khawatir. Tapi Azka malah sempat-sempatnya tersenyum.


"Tapi serius ini sudah lebih baik Ka?" Khansa mencoba memastikan sekali lagi.


"Iya, serius. Dulu malah lebih parah rontoknya." Terang ulang Azka.


Pandangan Khansa mengedar, terlihat suaminya sudah mulai membagikan takjil gratis kepada warga yang melintas didepan pondok pesantren. Baik pengendara sepeda motor atau pejalan kaki, semua tak luput dari nya untuk dibagikan takjil gratis.


"Wah, terima kasih ya nak. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semuanya berkali-kali lipat." Ucap ibu-ibu paruh baya ketika menerima bingkisan takjil dari Ramadhan.


"Amiin ya Allah, semoga kebaikan juga selalu menyertai ibu." Balas Ramadhan dengan senyuman.


Pandangan Khansa dan Ramadhan sempat bertemu, namun sejurus kemudian Khansa berpaling dan berjalan menuju rumah, tempat paling nyaman untuknya saat ini.


...****************...


Khutbah menjelang buka puasa dari speakee masjid sudah mulai terdengar


Berikut ini adalah fadhilah yang didapatkan oleh seseorang yang melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya dan berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib RA ini kita mengetahui bahwa pada setiap fadhilah tarawih setiap malam berbeda-beda :


Pada malam pertama fadhilah yang didapat adalah dosa-dosa orang mukmin akan dikeluarkan sebagaimana ia baru keluar dari perut ibunya.


Pada malam kedua disebutkan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa orang mukmin yang melaksanakan shalat tarawih dan dosa kedua orangtuanya selama orang tua orang tersebut adalah orang mukmin atau beriman kepada Allah SWT


Pada malam ketiga para malaikat  akan memanggil dari bawah Arasy dan memanjatkan doa agar Allah mengampuni dosanya di masa lalu


Pada malam keempat orang mukmin yang melaksanakan tarawih akan mendapatkan pahala seperti membaca kita Zabur, Taurat, Injil maupun Alqur’an


Pada malam kelima disebutkan bahwa Orang mukmin akan diberi pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa’.


Pada malam keenam Allah akan memberikan pahala kepada orang mukmin yang bertarawih seperti orang yang melakukan thawaf di Baitul Ma’mur. para batu dan pasir juga akan memohonkan ampun baginya


Pada malam ketujuh, fadhilah yang didapat dinilai sama seperti saat Nabi Musa AS bertemu Allah SWT dan kemudian Allah menolongnya dari kejahatan Fir’aun dan Haman.


Pada malam kedelapan, Allah memberikan keutamaan pada orang yang beribadah seperti yang Ia berikan pada Nabi Ibrahim AS


Pada malam kesembilan disebutkan bahwa fadhilah yang didapat sama dengan ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW


Pada malam kesepuluh orang mukmin akan dicukupi rizkinya baik di dunia maupun diakhirat.


*Semoga kita semua masih bisa diberi kesempatan, menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya selama bulan Ramadhan.


Bulan dimana para setan dan Iblis tengah diikat dan pensiun selama sebulan.


Kalau masih ada manusia yang lalai dalam melaksanakan peritnah-Nya. Ya berarti manusia itu yang rada-rada😁☺️🤭

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu, like vote dan kasih bunga ya🙏*


__ADS_2