
Tak hanya Aira yang terkejut. Semua keluarga melakukan hal yang sama. Wanita cantik dengan dres hitam membalut tubuhnya, sesekali mengerjap. Memastikan bahwa orang tersebut nyata, bukan hanya hayalannya saja.
"Suraj," lirihnya, di dengar oleh semuanya. Sontak, yang ada di tempat itu mengikuti ekor mata Aira.
"Suraj, ini kamu sayang," sebut Yuni, beranjak. Mendekati pria yang berdiri di hadapannya.
"Iya, Mi. Ini aku," sahutnya, tanpa beralih memandang Aira.
"Terus, yang ada di dalam siapa?" tanya Yuni, bingung. Menatap tak percaya putranya sendiri.
"Dia adalah korban tabrak lari yang Siraj tolong."
"Alhamdulillah, kamu gak kenapa-kenapa sayang?" Yuni langsung memeluk tubuh putranya. Air mata kembali menetes di pipinya. Namun, bukan air mata kepedihan. Melainkan rasa syukur dan haru mendengar berita itu.
Semua orang bisa bernapas lega. Melihat Suraj yang masih sehat walafiat. Tanpa kekurangan apapun. Terlebih Aira, yang tak bisa menyembunyikan rasa rindunya terhadap pria itu.
"Sayang." Panggilan mesra dari Suraj, seolah memberikan kekuatan untuknya mengangkat wajahnya yang sejak tadi hanya menyembunyikan parasnya yang cantik itu. "Apa kau akan tetap di sana? Tidak rindukah engkau padaku?" sambung Suraj, meneteskan air mata kebahagiaan. Sekian lama ia mencari, takdir mempertemukan mereka di tempat itu.
Aira menatap ke arah Mawar. Wanita itu memberikan senyuman, dan anggukan. Sebagai pertanda, kalau ia juga menyukai lelaki itu.
__ADS_1
"Mi, sini! Kita biarkan anak kita melepaskan rindunya pada sang pujaan hati," goda Maholtra, memanggil istrinya untuk sedikit menjauhi Suraj.
"Iya, Pi."
Pandangan mereka tak sedikitpun terlepas. Seolah tak percaya dengan semuanya. Takdir begitu indah, menyatukan hati yang masih saling berdebar. Mempertemukan insan yang saling menyimpan rindu. Mengikis kerinduan yang menghantui kalbu. Perlahan, Aira melangkah menuju ke masa depannya. Wanita yang menerima dia, apapun keadaannya. Kesetiannya tak dapat diragukan lagi.
Langkah demi langkah, Aira lewati dengan penuh debaran. Hingga sebuah tangan, menarik dirinya dalam rengkuhan pria yang ia cintai.
"Sayang, kenapa kamu pergi ninggalin aku?" isaknya, tak sanggup menunggu terlalu lama.
"Aku hanya ingin memantaskan diri bersanding denganmu, Suraj."
*******************
Kisah mereka disempurnakan dalam ikatan pernikahan yang digelar sangat meriah di kediaman Aira. Banyak para tamu undangan yang memberikan ucapan selamat untuk mereka. Perjalanan cinta yang cukup panjang, yang berakhir kebahagiaan.
Lengkap sudah kebahagiaan Aira. Memiliki mami-mami yang sayang padanya. Suami yang sangat mencintainya, sahabat yang selalu setia. Ditambah mertua yang sangat menghargainya.
Semua itu tak luput dari perjuangan Aira, mencari jati diri. Wanita lemah, yang dianggap sebelah mata. Menjelma, menjadi wonder woman yang bisa menaklukkan dunia.
__ADS_1
Karirnya yang meroket, bak bintang kejora. Membuat wanita itu disanjung-sanjung oleh banyak orang. Ditambah, keluarga yang mencintainya. Itulah, pencapaian yang luar biasa yang Aira raih dengan susah payah.
"Selamat ya, Sayang? Atas pernikahan kalian."
*************
Berbeda jauh dengan Aira, mantan suaminya Raka saat ini mendekap di penjara. Ia divonis hukuman enam tahun penjara atas kasus yang menjeratnya.
Raka melewati hari-harinya yang sulit sendiri. Tanpa ada kerabat, sahabat, maupun orang yang dekat dengannya. Itu semua buah dari keserakahan, tidak bersyukur dengan apa yang ia dapat. Selaku merasa kurang, dengan apa yang ia miliki. Bahkan, melakukan segala cara untuk memenuhi ambisinya. Yang pada akhirnya, membawa ia ke jerat hukum.
*************
Kebahagiaan tidak semata-mata dilihat dari berapa besar harta yang kita punya. Kemewahan apa yang kita miliki. Keluarga yang saling mencintai itulah kebahagiaan yang hakiki. Yang tak bisa didapatkan oleh orang yang memiliki sifat iri.
Melihat kebahagiaan orang lain, ia menginginkannya. Bahkan apapun dilakukan demi bisa memilikinya. Karma tidak pernah tahu kapan dan dimana akan datang. Disaat itulah kita sadar, apa yang diraih dengan cara tidak benar. Tidak akan pernah bertahan lama.
Itu yang dirasakan oleh Citra. Beruntung, ia masih diberi kesempatan untuk menebus semua kesalahannya. Aira, anak yang ia sakiti masih berbesar hati menerimanya. Bahkan menganggapnya sama seperti mami kandungnya sendiri.
Sesungguhnya kebahagiaan yang sebenarnya adalah saat kita masih dikelilingi oleh orang-orang yang tulus menyanyangi kita.
__ADS_1