
Dari arah lain, seorang pria memanggil wanita itu. "Sayang, ini gimana lagi? Udah mau gosong ini."
Aira panik, dan menoleh ke belakang. Mawar tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu. Yang seklebat mirip sekali dengannya. Saat ia akan mengejar. Ponselnya berdering. Panggilan itu dari salah satu brand ambassador, yang akan memasarkan produknya.
"Tunggu saya di hotel. Sepuluh menit lagi sampai," ucap mawar bergegas mencari toilet di tempat itu. Sedikit melupakan rasa penasaran dengan wanita yang menegur dirinya tadi.
*******
"Ya ampun, gosong!!" seloroh Aira yang langsung melotot melihat makanan jadi hitam di penggorengan. "Katanya bisa, hmmm kalau gini jadi kerja dua kali, 'kan?" gerutunya panik. Ditambah, sebentar lagi acara akan di mulai.
"Maaf, sayang. Ya gitu aja marah, aku ganti deh! Ya, ya." Suraj berusaha membujuknya, agar wanita kembali tersenyum.
"Udah, gak usah. Aku buat lagi aja. Kayaknya kamu capek, deh. Udah bantuin adonin donat tadi," ujar Aira, meminta Suraj untuk istirahat.
"Aku gak apa, sayang. Beneran, aku bantuin lagi, ya?" bujuk Suraj melihat kekasihnya kerja sendirian.
Satu jam berlalu. Semua pekerjaan Aira telah usai. Tinggal menunggu yang punya hajat datang bersama tamu undangannya.
Sembari menunggu, Aira dan Suraj duduk di sejuah bangku yang letaknya di dapur. Terlihat jelas, aura kusam menghiasi wajah Aira. "Kamu capek banget ya, sayang?" Suraj mendekat, duduk lebih dekat lagi dengan Aira.
"Udah biasa, sayang. Aku udah biasa melakukan ini. Malah, kalau gak kerja, badanku sakit semua." Aira melirik ke samping, sembari membuka ponselnya. "Mami, ngapain dia nelpon?" serunya dengan dahi mengkerut.
"Mami?" ulang Suraj tak percaya.
"Iya, sayang. Ada apa, ya?"
__ADS_1
"Alah palingan juga minta di antar makanan. Apalagi?" gerutu Suraj yang sudah hapal dengan kelakuan wanita itu.
"Nggak mungkin, sayang. Tadi aku sempetin masak, kok! Coba aku telpon balik, deh!" Aira menghubungi Citra balik. Meskipun diperlakukan buruk oleh wanita itu. Aira juga masih punya perasaan khawatir. Takut terjadi sesuatu, jika tiba-tiba Citra menelpon.
"Nggak di angkat."
"Udah, gak usah terlalu diambil pusing. Kalau ada apa-apa, Raka pasti ngabarin kamu ke sini."
*********************
Mendapat undangan dari owners produk kecantikan yang ia pakai adalah suatu kebanggaan untuk Citra. Konon, mereka akan mendatangkan langsung pemilik perusahaan itu. Berharap, Citra bisa menjadi salah satu brand ambassador untuk perusahaan mereka.
"Sayang, ingat ya? Nanti kalau di sana ada cewek cantik-cantik, gak usah keganjenan," tegur Citra pada Raka.
"Beres, sayang. Wanita secantik apapun, akan kalah sama kecantikan kamu." Raka memujinya.
"Kamu ini, bisa aja."
Tibalah mereka di sebuah hotel mewah yang menjadi tempat acara tersebut. Dengan anggunnya Raka menggandeng Citra. Memperlakukan wanita itu begitu manis. Sehingga semua orang yang melihatnya menjadi baper. Dan mulai berbisik-bisik manja di belakang mereka.
"Eh, itu beneran suaminya?"
"Alah, kayaknya sih bukan. Paling juga berondong kesayangan emak-emak kesepian."
Gelak tawa mengiringi perjalanan mereka berdua menuju ke gedung Aula hotel.
__ADS_1
"Alah palingan juga minta di antar makanan. Apalagi?" gerutu Suraj yang sudah hapal dengan kelakuan wanita itu. Banyak awak media yang meliput acara tersebut.
Sampailah mereka berdua di dalam. Beberapa tamu undangan sudah mengisi ruangan tersebut. Citra dan Raka mencari tempat duduk yang nyaman. Dan pilihannya jatuh di jajaran paling depan. Berhadapan langsung dengan panggung.
Seulas senyum terpancar dari seorang wanita. Dengan anggunnya, wanita itu mendekati mereka berdua.
"Jeng Citra, wah makin kinclong aja nih!" sapa wanita itu. Mereka melakukan cipika-cipiki.
"Jeng Ayumi," balas Citra. "Kenalin, dia suami saya?" Kemudian memperkenalkan Raka sebagai suaminya di depan wanita itu.
"Wahhh, brownis. Keren banget jeng Citra ini."
Suara MC menghentikan perbincangan mereka. Rangkaian demi rangkaian acara telah rampung mereka tunjukkan. Tiba saatnya mengenakkan pemilik perusahaan kecantikan itu. Yang di datangkan langsung dari Singapura.
******
Usai dari cafe tadi, Mawar langsung menuju ke hotel. Di mana acara peresmian dan peluncuran produk baru mereka akan segera di mulai.
Tujuannya menginjakkan kaki di Jakarta ialah untuk menghadiri acara tersebut. Sesampainya di hotel. Mawar mengganti pakaiannya. Gaun mewah keluaran terbaru mempercantik penampilannya sore itu. Di tambah, make up dari produknya semakin membuat auranya terlihat.
...... "Kita sambut kedatangan direktur utama dari Sam Glow, Bu Mawar Rahayu. Waktu dan tempat kami persilahkan."
Riuh tepuk tangan menggema di ruangan itu. Menyambut wanita cantik yang berjalan menuju ke panggung.
Di sisi lain, begitu mendengar nama dari orang terpenting dalam acara tersebut. Citra terperangah tak percaya. Di tambah, saat wanita itu benar-benar keluar dari dalam. Semakin membuat Citra terperanjat kaget. "Mawar," lirihnya panik.
__ADS_1