
Di sebuah hotel mewah, Aira dan Vale berada. Rencananya akan mendaftarkan Aira ikut casting model. Hari itu benar-benar terealisasi. Banyaknya yang mendaftar, membuat dua orang wanita itu menunggu di barisan terakhir.
"Aduh Mom, Aira nervous nih!" Sri wanita yang terlihat cantik dengan dres panjang, yang menampakkan lekuk tubuhnya.
"Gak usah gugup, sayang. Rileks aja, dibawa santai," saran Vale yang sangat yakin, Aira bisa terpilih.
"Oh iya, Sayang. Nanti mami mau kenalin kamu sama seseorang. Dia ini pemilik perusahaan kecantikan terbesar di Indonesia. Rencananya, dia akan jadi juri juga di ajang ini." Vale terlihat sibuk dengan ponselnya.
"Hah, beneran Mom. Tapi, Aira takut gak bisa jalan di atas panggung. Yang ada malu-maluin, entar."
"Mommi yakin bisa. Kamu ikuti aja saran mis Renata. Yang udah ajarin kamu, ok."
"Siap, Mom."
Dari jejeran para peserta. Tersisip di sana Nadine. Yang sepertinya menjadi salah satu dari mereka yang menunggu. Wanita itu terlihat jutek dan judes. Kerap kali ditanya oleh rekannya. Jawabannya selalu nylekit.
"Yealah, Mbak. Biasa aja kali. Gitu aja udah songong. Belum tentu juga akan kepilih," seloroh wanita yang duduk disampingnya.
__ADS_1
Mendengar keributan itu, mengundang perhatian Vale dan Aira. Syok, wanita begitu melihat ada Nadine di tempat itu. Apalagi, dengan keindahan tubuhnya. Aira yakin, dialah yang akan terpilih menjadi model yang sesungguhnya.
"Mom, Mommy liat wanita itu gak?" tunjuk Aira ke arah Nadine. Vale pun mengangguk. "Dia itu orang yang ngatain Aira gak pantas bersanding dengan pria yang Aira sayang?" adunya menunduk sedih. Jika mengingat betapa merindunya dia pada Suraj.
"Hah! Serius kamu?" Vale melonjak kaget.
Aira mengangguk. Tak bisa menyembunyikan kesedihannya di depan Vale. "Aira sadar, Mom. Suraj memang baik, dan tulus. Mungkin, saat ini dia juga merasakan apa yang Aira rasakan. Tapi, Aira belum berani untuk datang di hadapannya. Sebelum Aira sukses."
"Iya, Sayang. Kamu harus tunjukkan ke mereka, kalau kamu bisa." Vale memberikan support pada Aira, agar kepercayaan dirinya kembali lagi. "Mungkin, di tempat ini awal dari kesuksesan kamu."
"Aamiin."
"Keknya gue pernah liat tuh cewek. Tapi dimana, ya?" gumamnya mulai berpikir. "Alah, bodoh amat. Gue yakin, dia gak akan pernah menang melawan gue," tandasnya yakin, kalau dialah yang terbaik.
Satu persatu para peserta mulai menunjukkan kemampuannya di depan juri. Ada yang kembali dengan wajah berbinar, karena masuk ke tahap berikutnya. Tak banyak, yang keluar dengan wajah sayu. Karena gagal meraih mimpi.
Tiba saatnya, nama Aira yang di panggil. Sontak wanita itu terlihat gugup, dengan tubuh yang sedikit gemetar.
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan gugup. Anggap saja semua orang yang ada di sana, gak melihat kamu. Anggap, kamu sedang latihan di depan cermin. Ok." Sebelum Aira masuk, Vale memberikan wejangan untuk wanita itu.
"Iya, Mom. Aira akan coba."
Panggung yang sudah disiapkan oleh panitia. Terasa beban untuk Aira dalam melangkah. Seketika terpupuk di pelupuknya hinaan Nadine, dan perlakuan Citra yang mengusir dirinya. Menjadi kekuatan tersendiri untuk wanita itu.
Ia buang jauh-jauh pikiran yang mempengaruhi penampilannya. Demi sebuah harapan, menuju kesuksesan. Riuh tepuk tangan dari para juri, membuka geber panggung itu. Dan disaat itulah, Aira mulai menampakkan kakinya dengan mantap. Berjalan lenggak-lenggok layaknya seorang model papan atas. Auranya begitu terlihat dengan jelas di mata para juri. Terlebih, saat senyum mengembang ia lemparkan pada mereka. Menghipnotis para juri untuk memberikan nilai yang sempurna.
"Wanita ini berbakat untuk jadi model. Saya suka caranya berjalan. Dan juga, wajahnya unik. Saya kasih nilai banyak untuk wanita ini," ucap salah seorang juri, menganggumi Aira.
Berbeda jauh dengan seorang wanita cantik yang duduk disebelahnya. Tatapan matanya tak lepas dari tubuh Aira. Merasakan sesuatu yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Membandingkan wanita itu dengan sosok yang ia cari. Ada kesamaannya. Tetapi, dilihat dari nama wanita itu. Mawar sedikit ragu. Kalau wanita yang berlenggak-lenggok di depan itu adalah Aira, putri kandungnya.
"Disini namanya Kattyeira. Panggilannya Ketty. Bukan Aira," desisnya sambil terus memperhatikan wanita yang masih berjalan di catwalk. Yang sangat karismatik, menurutnya.
"Ya Tuhan, sepertinya aku terlalu berharap. Yang ada, akan semakin membuat hatiku sakit." Mawar mendengus pasrah, dan menganggap apa yang ada dalam pikirannya hanya halusinasi semata.
"Masih ada waktu lima belas menit, untuk menyelesaikan acara ini. Setelah itu, aku harus bertemu dengan Vale. Untuk mengenalkan calon brand ambassador yang katanya udah punya ratusan ribu follower hanya dalam waktu satu bulan. Aku jadi gak sabar."
__ADS_1
Selain bekerja di salon. Aira juga diajarkan membuat konten di Ig nya oleh Kinos. Dengan tema transformasi. Lumayan mengejutkan. Dalam waktu satu bulan, wanita itu sudah mendapat followers yang cukup banyak. Dan mulai dilirik oleh produk-produk kecantikan, tas, dan pakaian.