Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku
Pengumuman


__ADS_3

Baca novel terbaru author yuk!!!


Alurnya ringan, yang jelas bikin senyum-senyum sendiri. Udah rilis lho, allah novel ini gak akan dihapus lagi, gak akan ditinggl pergi. bakal stay di NT. Akan dikontrak di sini.


aku kasih kisi-kisi bab pertama ya.


#Promosi_Novel


#Mangatoon_Noveltoon


#Novel_manis


#Ditaksir_Superstars


Cuplikan bab 1


Selengkapnya di aplikasinya ya


"Woiii, berhenti gak lu!!!!" pekik seseorang dari belakang yang tak lelah mengejar seorang gadis bernama Aini.


Aini terus berlari, menyusuri bahu jalan sambil memperhatikan mobil yang berjejer, berhenti akibat rambu lalu lintas. "Gue harus gimana nih!" batin Aini kebingungan, menoleh ke belakang. "Kalau terus kek gini, yang ada gue bakalan ketangkep. "


"Gadis sialan!!! Berhenti gak luh!"


Tulang di kakinya sudah tak sanggup lagi untuk berlari, wanita manis berkulit putih itu mencari cara agar bisa terbebas dari dua orang laki-laki yang mengejarnya. Dari retetetan mobil-mobil itu, satu yang menarik perhatiannya. Aini mendekat, dan langsung membuka pintunya. Aini masuk ke dalam tanpa permisi, lalu menutup dengan kuat pintunya. Di waktu yang sama, lampu berubah warna.


"Ayo cepetan pergi!" titahnya, tanpa dosa. Membuat dua orang laki-laki yang berada di bangku depan saling pandang.


Sementara di luar, orang-orang yang mengejarnya sudah sangat dekat. Dan mulai menggedor-gedor pintu kaca mobil itu.

__ADS_1


"Buka pintunya, cepet!" teriak mereka, bersamaan.


"Ahhhh, tunggu apa lagi, kalian mau ketangkep!" omelnya, sambil menepuk-nepuk pundak laki-laki yang duduk di bangku pengemudi.


"Tapi____


Laki-laki itu memandang ke sebelahnya, meminta persetujuan dari orang yang menggajinya selama ini.


Katon Dermana, seorang artis papan atas yang cukup digandrungi oleh ribuan remaja putri itu terpaksa mengikuti kemauan Aini. Selain tidak ingin terkena masalah dengan orang-orang itu, mereka juga harus segera sampai di salah satu stasiun televisi yang mengundangnya sebagai bintang tamu untuk sebuah acara.


"Jalan!" serunya terdengar tegas


Seulas senyum terpancar di bibir manis Aini. Karena terbebas dari kedua orang tadi. Orang-orang yang diperintahkan untuk menangkapnya, karena kabur dari pernikahannya dengan laki-laki yang akan dijodohkan dengannya.


"Ahhhh, syukurlah!" Aini memejamkan mata, ia bisa bernapas lega sekarang. Saat ia membuka matanya, gadis itu dikejutkan dengan tatapan tajam dari laki-laki yang duduk di depannya.


"Siapa kamu?" ketus laki-laki itu tidak suka dengannya. "Berani-beraninya main masuk ke sini!!"


"Itu sih derita Elu. Emang gue pikirin!" sahut Katon, sama sekali tidak memperdulikan gadis cantik, yang sekarang ini sedang melipat tangannya di perut. Sambil melirik ke arahnya sekilas.


"Sekarang Lu turun dari mobil gue!"usirnya setelah itu. Sontak membuat gadis cantik itu, memasang wajah melasnya.


"Please dong, jangan usir gue dari sini. Emang lu pada gak kasihan apa sama gue. Nanti kalau gue diculik orang gimana, tuh!!" ungkapnya, meraih tangan Katon secara tiba-tiba, sambil memejamkan matanya.


"Gadis secantik gue gitu loh!!!" sambungnya, narsis.


"Udah gue bilang 'kan!!" celetuknya, melepaskan secara paksa tangan gadis itu. "Itu bukan urusan gue!" Lalu mendorong tubuhnya, sampai terhuyung mengenal dinding jok.


"Nih orang gak punya hati keknya." Aini bergumam dalam hati. Melihat Katon yang sepertinya serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Ayo, turun!" Suara laki-laki itu terdengar lagi, membuat Aini semakin membencinya. "Adi, kamu tepikan mobilnya!" Setelah itu meminta asistennya untuk menghentikan mobilnya.


"Tapi_;


"Gak ada tapi-tapian!" pungkasnya, tidak ingin dibantah. "Emang siapa dia? Kok kita harus dengerin permintaannya!" Katon melirik gadis itu sinis.


Adi memelankan laju kendaraannya, mencari tempat yang aman untuk menurunkan gadis itu. Sebenarnya ada rasa kasihan di dalam hatinya, melihat Aini yang langsung bungkam, usai mendengar celupkan dari Katon.


Setelah berhasil menemukan tempatnya, Adi matikan mesin kendaraannya. Setelah itu menoleh ke belakang, untuk memastikan keadaan Aini.


"Tunggu apa lagi, cepetan keluar!" usir Katon menunjuk ke arah pintu mobil dengan dagunya.


"Please, jangan usir gue! Gue nggak tahu harus ke mana lagi." Aini memasang wajah melas, agar demi bisa menarik simpati dari kedua laki-laki yang ada di hadapannya. "Gue kabur dari rumah, dan sama baju-baju gue tadi itu dicopet sama orang. Gue nggak punya siapa-siapa nih tempat ini. Tolonglah, bantuin gue."


Katon memperhatikan penampilan wanita itu, dari atas sampai ke bawah. Bukannya simpati, Katon justru ilfill melihat penampilan gadis itu yang menurutnya norak abis. Berbeda dengan Adi, yang kasihan melihat nasib Aini. Usai mendengar cerita dari gadis itu.


"Gue mau kok kerja apa aja. Yang penting, gue bisa makan dan bisa numpang tidur!!" sambung Aini masih berusaha, meluluhkan hati keduanya. Agar mau membantu dirinya yang memang sedang kesulitan.


Datang dari kampung, ke Jakarta, tujuannya untuk kabur dari desakan orang tuanya yang akan menjodohkan dia dengan juragan tanah di kampungnya itu. Selain itu, Aini juga ingin mengejar cita-citanya yang ingin menjadi seorang superstar. Dengan cara mencari peruntungan di Jakarta. Akan tetapi sepertinya nasib buruk sedang menimpa wanita itu. Saat baru saja turun dari bis, semua barang berharganya di jambret oleh orang jahat. Bukan hanya itu, laki-laki yang akan dijodohkan dengannya itu mengirim beberapa orang untuk mengejar dirinya. Beruntungnya dia bisa selamat, karena naik ke mobil milik Katon.


"Gue nggak perduli!" tegas Katon, Tak sedikitpun memiliki hati untuk membantu Aini. "Turun lu dari mobil gue!"


"Dasar ya, orang kaya itu memang brengsek semua!" celetuk Aini, lepas kontrol. Emosi karena tidak berhasil meluluhkan hati Katon. Ia tarik pengait pintunya, dan setelah terbuka ia turun. Setelah itu ia membanting pintunya kuat.


"Awas aja Lu, kalau gue jadi superstar nanti, Lu bakal ngemis-ngemis datengin gue!!" sumpahnya, menunjuk-nunjuk mobil Katon yang belum bergerak dari tempatnya.


"Dasar cewek gila!" ujar Katon, menyebik


selengkapnya, di Novel Ditaksir Superstars.

__ADS_1



__ADS_2