
Aira mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke dalam. Dan mengabaikan apapun yang terjadi nanti. Dengan penuh keyakinan, handle pintu ia tarik. Memudahkan dirinya untuk membuka. Wanita dengan berbalut dres makam tampak menoleh ke arahnya.
"Aira, kamu kenapa?" tanya Citra polos. Wanita itu segera menurunkan benda yang sejak tadi menempel di pipinya. Belagak bingung melihat kedatangan Aira ke tempat itu.
Aira mengatur napasnya yang sesak. Tidak menyangka Citra tega menyakiti hatinya. Selingkuh dengan pria yang ia cintai. Gemuruh dalam dadanya, memaksa wanita itu untuk meluapkan emosi.
"Apa yang mami lakukan sama mas Raka?" lirih Aira, menikam jantung Citra.
Syok, kaget dengan pertanyaan Aira. Citra pun gugup. Bingung bagaimana caranya berkilah di depan gadis itu.
"Katakan, Mi! Ngomong!!" racau Aira frustrasi, ia memukul-mukul kecil tangan Citra.
"Aira!! Tunggu dulu, mami bisa jelasin semuanya!" Citra berusaha meredam emosi anak gadisnya. Dengan mendekap tubuh wanita itu ke dalam rengkuhannya. "Kamu ini kenapa?" Kemudian pura-pura bertanya.
Dalam dekapan tubuh maminya, Aira terisak. Sakit, di khianati oleh orang yang ia sayang. Apa salahnya? Hingga maminya tega melakukan hal itu padanya.
"Kenapa mami tega, rebut mas Raka dariku. Huhuhu," tangisnya pecah.
__ADS_1
"Mami gak ngerti Aira, apa yang kamu katakan ini?" Citra mulai merenggangkan pelukannya. Memberi kesempatan untuk Citra berdiri dengan nanar.
Sorot mata yang memerah, di tambah amarah yang kian mencuak. Meminta pelepasan saat itu juga. Aira mengambil ponselnya. Menunjukkan video itu pada Citra.
Sudah bisa di tebak oleh Aira. Kalau Citra akan terkejut melihatnya. "Jelaskan sama Aira, Mi!" sentak Aira meninggikan nada bicaranya.
Tidak pernah sebelumnya Aira membentak Citra. Tapi, perbuatan mereka sudah tidak bisa di maafkan lagi. Seorang ibu, harusnya menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya. Bukan seperti ini, menikam dari belakang.
"Apa-apaan ini, Aira." Citra membalas ucapan Aira tak kalah kerasnya. "Siapa yang mengirim video ini, hah?" Citra mengembalikan ponsel ke tangan Aira dengan kasar. "Bodoh, kamu!!! Kamu pikir mami tega merebut Raka dari kamu?" Citra mulai berakting. "Mami bisa cari yang lebih dari Raka, kalau mami mau." Iris miliknya menatap tajam ke arah Aira. Agar wanita itu tidak meragukannya.
"Itu memang mami yang ada di video itu. Tapi bukan bersama Raka!" tegas Citra, menjeda kalimatnya. "Biar bagaimanapun, mami juga butuh sentuhan dari seorang laki-laki. Mami butuh itu, yang gak pernah mami dapatkan dari almarhum papi kamu!"
"Kami tonton video itu sampai habis. Perhatikan, dengan jelas. Pria yang ada di video itu!" ujar Citra, memicingkan sebelah matanya. "Baru kami tegur mami, datang ke mami. Kalau itu emang bukan Raka. Pacar gak berguna kamu itu."
Dalam hati Aira bergelut, menyakini dia hal yang sama-sama kuat. Memang benar yang dikatakan Citra. Video itu tidak menunjukkan dengan jelas wajah pria yang berbuat mesum dengan maminya. Tapi, perawakan serta gaya rambut sangat persis dengan Raka. Kekasihnya. Di sisi lain, Aira membenarkan kata-kata maminya. Tidak mungkin seorang ibu akan tega menyakiti anaknya. Apalagi, anak kandungnya sendiri.
Apapun itu, mampu membuat kepala Aira sakit. Dan tidak bisa berpikir dengan jernih.
__ADS_1
"Kalau kamu nggak percaya, besok siang mami akan datangkan pria itu ke sini. Biar kamu percaya sama mami." Citra memecah kebimbangan dalam hati Aira.
**********
Perang batin dalam foto Aira belum berakhir. Banyak kejadian ganjal sela ini yang ia tangkap dari gelagat Raka maupun Citra. Raka memang memperlakukan Citra dengan baik. Bahkan jika dimintai tolong, pria itu tak pernah menolaknya. Apa mungkin, karena kedekatan di antara mereka tumbuh benih-benih cinta di hatinya. Seperti yang di katakan para tetangganya itu.
Tak ingin larut dalam pikirannya. Aira beranjak untuk pergi ke suatu tempat. Mungkin dengan cara itu, ia bisa membuktikan kalau apa yang ada dalam pikirannya itu salah.
Scuter yang ia naiki berhenti tepat di sebuah bangunan kost-kostan khusus pria. Di mana, alamat itu yang pernah Raka berikan padanya. Setelah mengamati sejenak bangunan itu, Aira pun mendekat. Bertanya pads seseorang satpam yang kebetulan sedang bertugas.
"Permisi, Pak. Apa benar, di sini ada penghuni kost yang namanya Raka?" Dengan ramahnya, Aira bertanya pada pria tersebut.
"Oh iya, Mbak. Bener di sini ada yang namanya mas Raka. Mbak mau nyari mas Raka ya?" Setelah di jawab oleh pria itu. Aira mengangguk. "Sebentar ya, saya panggilkan dulu," sambung pria itu, yang langsung di tahan oleh Aira.
"Nggak usah, Pak. Biar saya aja yang masuk ke dalam. Saya mau kasih kejutan sama pacar saya," ucap Aira berbohong. Sengaja ia tidak memberi tahu pada Raka tentang kedatangannya.
"Oh gitu ya? Silahkan masuk, Mbak."
__ADS_1
Setelah mendapat izin dari Satpam, dan arahan di mana kamar Raka. Aira mulai mencarinya. Dia ingin mencari tahu siapa sebenarnya orang yang selama ini dia sayang. Apa pekerjaannya?