
Hiro telah diberi kabar tentang Izumi. Dia sudah berada di rumah sakit. Menemui Shima dan Chen Fu terlebih dahulu. Sekarang giliran dua temannya itu untuk beristirahat di hotel.
Setelah menunggu selama satu jam, barulah Izumi sadarkan diri. Hiro bergegas menemuinya dan duduk di samping gadis itu.
"Kenapa kau menyelamatkanku?..." timpal Izumi lirih. Dia perlahan merubah posisinya menjadi duduk. Menatap sendu ke arah Hiro.
"Karena kau memang tidak bersalah," jawab Hiro. "Izumi, kau lebih baik beristirahat. Barulah kita membicarakan segalanya," sarannya seraya mencoba membantu Izumi untuk kembali telentang di kasur. Akan tetapi Izumi menolak tegas. Dia ingin duduk saja.
"Apa kau lupa, kalau aku sering membully-mu di sekolah?!" Izumi kembali berucap.
"Aku memaafkannya karena kau sudah banyak membantuku," jawab Hiro.
"Tetapi aku tidak bisa tetap tinggal Hiro. Ayahku benar, lebih baik aku mati saja dari pada harus menanggung malu. Semua orang pasti membenciku... hiks!" Izumi mendadak menangis histeris. Dia menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"Aku tidak membencimu. Shima, ibuku dan yang lain juga tidak membencimu. Aku pastikan itu!" tegas Hiro. Dia memegangi pundak Izumi. Mencoba berbicara baik-baik.
"Hiro, andai ayah dan kakakku tidak membunuh ibuku. Mungkin aku tidak akan berada dipihakmu sekarang. Aku sangat kesal kepada mereka!" ungkap Izumi masih dalam keadaan merengek.
"Semuanya sudah berlalu. Aku pastikan tidak ada hal buruk lagi menimpamu," respon Hiro dengan tatapan sendunya. Dia tahu betul mengenai kematian ibunya Izumi. Sebab jasad yang ditemukan didalam sumur ternyata adalah ibunya Izumi. Hiro akan memberitahu Izumi di waktu yang tepat. Saat gadis tersebut telah sepenuhnya pulih.
Izumi tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tenggelam dalam isakan tangisnya. Perlahan Hiro membawanya masuk ke dalam pelukan. Berharap tindakannya mampu menenangkan Izumi.
"Izumi, kau bisa memulai dari awal lagi. Masih ada kesempatan untukmu agar bisa memperbaiki semuanya..." lirih Hiro. Dia mengusap pelan punggung Izumi. Dirinya sangat paham apa yang sedang dirasakan Izumi.
Satu bulan berlalu. Semua kejahatan keluarga Nakagawa sudah terkuak dan tersebar ke seluruh media. Semuanya tentu berdampak pada bisnis peninggalannya juga, yang sekarang telah jatuh ke tangan Hiro.
Dengan bantuan Kogoro dan Chen Fu, Hiro dapat mengatasi kesulitan. Dia menjual usaha yang tidak perlu, dan mempertahankan bisnis utama.
Hiro tetap tidak lupa dengan pendidikannya. Dia tidak lupa karena Akira selalu mengingatkannya puluhan kali. Tetapi sayang, Hiro tidak lulus sekolah. Dia harus berusaha lebih keras lagi. Hal serupa juga terjadi kepada Shima. Kedua sahabat itu memang memiliki nasib yang malang dibidang akademik.
Berbeda dengan Hana dan Izumi. Keduanya lulus dengan nilai sempurna. Izumi sendiri harus ujian sendirian di rumah sakit, karena dirinya masih harus menjalani proses pemulihan. Baik mental maupun fisik. Gadis tersebut juga sudah diberi identitas baru oleh Hiro. Kini namanya bukan Izumi Nakagawa, melainkan Izumi Yamada. Hiro telah menganggapnya sebagai bagian keluarga.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bisa menjadi Direktur sekarang. Semuanya berkat temanmu ini, Shima!" Kogoro membawa Hiro masuk dalam rangkulannya. Mereka tengah berada di depan sebuah gedung apartemen mewah. Shima dan Hana juga kebetulan di sana.
"Jangan berlebihan, lagi pula kau hanya Direktur sementara. Saat Hiro nanti sudah mempelajari tentang bisnis kau pasti tersingkir!" sahut Hana.
"Aku tidak peduli. Yang jelas, hidupku sekarang bebas dari hutang!" balas Kogoro sembari melipat tangan di depan dada. "Hei kalian berdua! tersenyumlah!" Kogoro kini berbicara dengan Hiro dan Shima. Keduanya sedari tadi membisu.
"Kalian berdua bisa melakukan home schooling seperti Izumi. Belajarlah dengan giat!" Hana mendorong Kogoro, kemudian merangkul Hiro dan Shima secara bersamaan. Dia berada di tengah-tengah keduanya. Hana mengira kalau Hiro dan Shima masih kecewa dengan kegagalan sekolahnya.
"Benarkah bisa begitu?" tanya Shima memastikan. Hana lantas menjawab dengan anggukan serta senyuman. Sementara Hiro hanya memaksakan dirinya tersenyum.
Beberapa saat kemudian Chen Fu dan rombongan penghuni apartemen Guree datang. Puluhan truk pengangkut barang ikut andil membantu kepindahan mereka. Semuanya kegirangan dan sangat bahagia akan kebaikan hati Hiro. Sebab Hiro membelikan gedung apartemen baru untuk mereka.
Setelah mendapat pelukan dan terima kasih, Hiro terlihat melangkah sendirian menyusuri jalanan trotoar. Tidak seperti orang-orang yang lain, Hiro tampak sendu semenjak mendapatkan harta warisan dari ayahnya.
"Dia kenapa terlihat sangat sedih? padahal hal buruk sudah berlalu bukan? Apa tidak lulus sekolah rasanya seburuk itu?" Kogoro menggaruk bagian belakang kepalanya tanpa alasan.
"Aku akan bicara kepadanya!" ungkap Shima. Dia bergegas mengejar Hiro.
"Hiro, tenang saja. Aku juga tidak lulus sekolah sama sepertimu." Shima sekarang menyamakan langkahnya dengan Hiro.
"Kamu pikir aku mencemaskan hal itu?" respon Hiro.
"Lalu?" Shima menuntut jawaban.
Hiro berhenti berjalan, dan membalikkan badan menghadap Shima. "Aku hanya merasa apa yang kumiliki sekarang harusnya dinikmati oleh Hiro..." lirihnya sambil menunduk kecewa.
"Kau tahu bukan, kalau aku bukanlah Hiro?" ucap Hiro lagi.
"Tidak! kenapa kau berpikir begitu? aku berani bertaruh. Hiro pasti sangat berterima kasih kepadamu! aku yakin itu!" Shima berusaha meyakinkan Hiro.
"Senpai, berbahagialah. Dewa memang sudah menuliskan takdir ini untukmu. Dan aku akan selalu bersamamu!" kata Shima. Entah kenapa matanya sedikit berkaca-kaca. Hal yang sama juga terjadi kepada Hiro. Dia merasa terharu dengan apa yang dikatakan Shima. Alhasil keduanya pun saling berpelukan.
"Shima, Hiro dan aku beruntung memiliki sahabat sepertimu..." Hiro mengusap pelan punggung Shima.
__ADS_1
"Akulah yang beruntung..." balas Shima. Beberapa tetes air matanya tidak sengaja berjatuhan.
Setelah puas berpelukan, Hiro dan Shima sekarang saling merangkul.
"Apa rencanamu setelah ini?" tanya Shima seraya melangkah bersamaan dengan Hiro.
"Kita harus menemui Hayate, agar bisa secepatnya mendirikan akademi ninja milik kita sendiri!" jawab Hiro. "Dan aku pastikan, akademi kita gratis!" tambahnya, yang seketika membuat senyuman Shima merekah.
...***...
Hiro kini sedang berada di bandara. Dia harus melepas kepergian Izumi. Gadis itu sudah pulih, dan memilih tinggal di luar negeri untuk sementara. Dia akan kembali setelah berita buruk tentang keluarganya mereda di media.
"Terima kasih untuk semuanya, Hiro..." Izumi menatap dalam ke manik hitam Hiro. Hal serupa juga dilakukan oleh Hiro. Keduanya saling memancarkan binar penuh arti dari mata masing-masing.
"Aku rasa kita impas," balas Hiro sambil tersenyum tipis. Mereka saling menghening sejenak. Hingga suara pemberitahuan pesawat akan berangkat, langsung menyadarkan keduanya.
"Tidak ada kalimat penting yang ingin kau sampaikan?" tanya Izumi. Menatap penuh harap. Akan tetapi Hiro menggeleng dan mengatakan kata 'Tidak' dengan perasaan berat.
"Ya sudah." Izumi sedikit kecewa dan mendengus kasar. Dia melambaikan tangan dan segera berbalik badan. Namun tanpa diduga Hiro mencengkeram erat lengannya. Hingga berhasil menghentikan langkah Izumi.
"Kenap--" belum sempat Izumi bicara, bibir Hiro sudah menyumpal mulutnya dengan sebuah ciuman. Tulus dan terasa lebih manis dari ciuman yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Keduanya tak peduli dengan orang yang berlalu lalang disekitar.
Izumi melingkarkan tangannya ke pinggul Hiro. Sementara tangan Hiro, sibuk memegangi tengkuk Izumi. Bibir mereka saling berpadu cukup lama.
Pengumuman pemberitahuan mengenai keberangkatan pesawat terdengar untuk yang kedua kalinya. Mengharuskan ciuman Hiro dan Izumi berakhir.
"Berhati-hatilah..." Hiro tersenyum simpul sembari melambaikan tangan. Melepas kepergian Izumi darinya untuk sementara.
...TAMAT...
...__________________...
Yeaaayy, akhirnya novel ini tamat guys. Sebelumnya aku mau minta maaf kalau ada kesalahan kata, typo dan kalimat menyinggung dalam penulisannya. Maaf juga kalau endingnya kurang memuaskan. Terus tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca yang sudah setia membaca hingga novel ini tamat. Pokoknya lope lope buat kalian 😘 ♡♡♡
__ADS_1