Reincarnation : A Quite Revenge

Reincarnation : A Quite Revenge
Bab 75 - Pergi Ke Tokyo


__ADS_3

Hiro segera mencari alamat yang tepat mengenai lokasi hotel bintang lima Katashi itu. Dia dapat menemukannya dengan mudah di internet. Apalagi hotel tersebut lumayan populer. Terutama dikalangan orang-orang elit.


"Hana, apa kau tahu mengenai hotel milik Katashi ini? mungkin saja kau pernah pergi ke sana?" Hiro berpaling untuk menatap Hana. Akan tetapi gadis itu merespon dengan gelengan kepala.


"Aku tidak tahu. Hotelnya dibangun setelah aku sudah tidak menjadi bagian keluarga Nakagawa lagi. Katashi punya sekitar tiga hotel bintang lima di Tokyo, tetapi bangunan paling baru adalah yang kau temukan ini." Hana mengambil alih komputer yang ada di depan Hiro. Kemudian menunjukkan hotel milik Katashi yang lain.


Hiro memperhatikan satu per satu gambar hotel yang ditunjukkan oleh Hana. Baginya bangunan hotel yang paling mirip dengan replika di ruang kerja Katashi, adalah bangunan paling baru. Hiro sangat yakin.


"Apa kau berniat ke sana?" tanya Shima. Matanya melirik ke arah Hiro.


"Iya, tetapi hanya untuk memastikan. Jika benar, maka barulah kita menyusun strategi untuk menyelinap ke sana," jelas Hiro serius. Dia bangkit dari tempat duduknya. Kemudian berdiskusi dengan Shima, Hana dan Kogoro. Hiro bertekad pergi ke hotel bintang lima itu.


"Kenapa kau tidak minta bantuan Izumi saja?" usul Kogoro seraya duduk menyandar di sofa.


"Aku sedang tidak ingin berhadapan dengannya sekarang. Lagi pula, akan terlalu kentara jika aku terlalu mendesaknya untuk pergi ke Tokyo," balas Hiro.


Kogoro tergelak kecil, dan berucap, "Apa dia membuatmu kewalahan?" Kogoro menyindir perihal kegiatan Hiro dan Izumi ketika di malam acara. Hingga sontak membuat Shima ikut terkekeh. Kecuali Hana, dia satu-satunya orang yang memasang wajah datar.


"Kumohon..." Hiro menatap tajam Kogoro. "Aku sedang tidak ingin bercanda sekarang. Jika kalian tidak mau membantu, aku bisa pergi sendiri!" lanjutnya sembari melangkahkan kaki untuk beranjak pergi. Namun Shima bergegas mencegatnya.


"Mana mungkin aku membiarkanmu pergi sendiri. Aku akan ikut!" Shima memegangi pundak Hiro.


"Aku juga akan bergabung, jika Shima memilih ikut." Kogoro bergegas berdiri dan segera bangkit dari sofa.


"Aku--"


"Kau sebaiknya tidak usah ikut! Biar kami bertiga yang pergi!" Hiro sengaja memotong kalimat Hana. Karena dia tidak mau membawa terlalu banyak orang. Tetapi Hana tampaknya tidak terima. Dia malah mengomel dan berhasil membuat Hiro, dan yang lain urung melangkah pergi.

__ADS_1


"Apa kalian sengaja tidak mengajak, karena aku seorang perempuan? itukah alasannya? hah?!" geram Hana. Kedua tangannya mengepalkan tinju penuh akan kekesalan.


Hiro mendengus kasar. Alasan dirinya tidak membawa gadis itu karena takut sesuatu hal buruk terjadi. Apalagi wajah Hana pasti tidak asing untuk orang-orang Nakagawa. Beberapa orang pasti tahu bawa dia adalah sepupu dari Izumi.


Perlahan Shima mendekatkan mulut ke telinga Hiro. "Bawa saja dia. Lagi pula dia tidak semenyebalkan Izumi..." bisiknya pelan.


Dengan lidah yang berdecak kesal, akhirnya Hiro terpaksa setuju membawa Hana ikut.


Kini Hiro, Shima, Hana dan Kogoro tengah mempersiapkan diri untuk pergi ke Tokyo. Mereka memilih menaiki pesawat, agar bisa sampai lebih cepat.


"Apa kita akan masuk begitu saja ke hotel?" tanya Shima pada Hiro yang duduk tepat di sampingnya. Mereka sudah berada di dalam pesawat. Menunggu transportasi udara tersebut lepas landas.


"Aku rasa begitu. Kita hanya perlu berpura-pura menginap. Untung saja kita sedang memiliki uang yang cukup untuk bermalam di sana," jawab Hiro. Selanjutnya dia mengalihkan pandangannya ke jendela.


"Hiro, kau tidak terlihat takut. Padahal ini pertama kalinya kau menaiki pesawat kan?" tanya Shima. Sedikit mencondongkan kepala ke arah sahabatnya.


"Sedikit." Hiro menghembuskan nafasnya dari mulut. "Tetapi rasa penasaranku tampaknya mengalahkan rasa takutku," sambungnya seraya menatap Shima sekilas.



Taksi harus beberapa kali berhenti, karena adanya kemacetan tak terduga. Videotron yang menampakkan aktor dan artis papan atas diputar berulang-ulang, untuk mempromosikan sebuah produk iklan tertentu.


Salju yang sempat berhenti turun di beberapa hari sebelumnya, tidak membuat hawa dingin berhenti. Sudah nampak juga pohon natal yang berjejer di depan sebagian toko yang ada dipusat kota.


Sekian menit berlalu. Hiro dan semua temannya telah sampai di tempat tujuan. Kebetulan sekali hanya ada satu kamar yang tersisa. Keadaan itu tentu membuat Hana, yang merupakan satu-satunya perempuan merasa cemas.


Hiro menatap malas ke arah Hana dan berbisik, "Sudah kubilang jangan ikut!"

__ADS_1


Hana memutar bola mata malas saat mendengar ucapan Hiro. Tetapi dia tidak punya pilihan lain.


Setelah melakukan check in di meja resepsionis, Hiro beserta yang lain segera menaiki lift.


Keadaan hotel bernama Nakagawa Starlive itu memanglah sangat mewah. Dengan cat berwarna krim keemasan dibeberapa bagian dinding dan tiangnya, serta lampu hias yang didesain begitu indah bak sebuah batu kristal murni.


Sekarang Hiro, Shima, Hana dan Kogoro, berada di dalam lift. Kogoro berinisiatif memeriksa tombol di sana. Berharap dapat menemukan lantai rahasia yang disebut oleh Hiro. Tetapi nihil, seberapa keras dirinya memperhatikan, tombol lift yang ada sangatlah normal dan mirip seperti di tempat lainnya.


"Aku rasa tidak ada ruang bawah tanah. Lantai terakhir adalah parkiran mobil khusus VIP." Kogoro memberitahu sambil menunjukkan tangan ke arah tombol yang ada di depannya.


"Kalau begitu nanti kita harus memeriksa ke parkiran mobil!" Hiro menyimpulkan.


"Hiro, bagaimana jika dugaanmu salah? bagaimana bila ruang bawah tanah yang kau maksud itu tidak ada?" tanya Shima. Menatap Hiro dengan sudut matanya.


"Jika tidak ada, Hiro harus membayar kerugian yang kita pertaruhkan untuk menginap di sini!" pungkas Kogoro. Perlahan bola matanya di arahkan kepada Hana yang sedari tadi terdiam. Raut wajah gadis tersebut tampak masam.


"Hana, kau tenang saja, kami tidak akan melakukan sesuatu hal buruk kepadamu!" ucap Kogoro dengan ekspresi yang cengengesan.


"Lelaki paling berbahaya untukmu di sini cuman Hiro!" lanjut Kogoro lagi. Melirik ke arah lelaki yang dibicarakannya.


"Benar, jangan tidur didekatku, karena aku akan memakanmu hidup-hidup!" balas Hiro. Bermaksud menggoda Hana. Sepertinya keunikan kota Tokyo berhasil membuat suasana hatinya sedikit membaik.


Semua lelaki sontak tertawa bersamaan. Sedangkan Hana hanya memasang raut wajah datar. "Dasar!" hardiknya sebal.


Lift akhirnya berhenti, dan mengantarkan ke kamar Hiro akan menginap bersama yang lain. Mereka berniat istirahat dahulu, baru akan melakukan pencarian.


Catatan kaki :

__ADS_1


Videotron : Iklan dengan tampilan gambar bergerak.


Check in : registrasi tamu yang kedatangannya sudah diresmikan.


__ADS_2