
Hiro menelusuri beberapa tempat di sekitar. Hal yang sama juga dilakukan oleh Shima dan Kogoro. Mereka mencari di posisi yang berbeda.
Ketika Hiro sudah hampir putus asa, dia memilih melangkah ke pinggiran jalan raya. Mendengus kasar sejenak. Sepertinya insting Hiro tidak salah mengarahkan kakinya ke sana, sebab tanpa disangka dirinya dapat menyaksikan kembali tas yang dicarinya. Kali ini orang yang memegang tas agak berbeda dari sebelumnya. Badannya lebih tinggi dan hanya mengenakan topi. Sehingga janggut tipisnya bisa terlihat jelas. Dia tampak tergesak-gesak masuk ke dalam mobil jeep.
Tanpa pikir panjang, Hiro bergegas untuk melakukan pengejaran. Akan tetapi mobil jeep tersebut telah dijalankan, dan memasuki area jalan raya.
Hiro bukan tipe orang yang mau menyerah dengan mudah. Dia terus berlari sekuat tenaga dan selaju mungkin. Hingga kata mustahil menjadi musnah seketika. Karena Hiro berhasil meraih bagian belakang mobil jeep dan segera berpegangan erat di sana.
Angin semakin berhembus kencang, terutama saat mobil jeep dijalankan dengan kecepatan tinggi. Pakaian yang dikenakan Hiro berkibaran akibat diterpa angin. Namun itu tidak membuatnya getir. Adrenalinnya malah semakin terpacu, dia lantas berusaha naik ke bagian atas mobil.
Sepertinya dua orang yang ada di dalam mobil, masih belum menyadari akan kehadiran Hiro. Mereka masing-masing malah asyik berbincang.
Hiro berpegangan begitu erat. Dia mencoba bergerak maju. Hingga akhirnya Hiro menampakkan dirinya di kaca depan bagian mobil. Kepalanya yang tiba-tiba muncul dari atas, sontak mengagetkan lelaki yang sedang asyik mengemudi. Lelaki tersebut adalah orang dengan janggut tipis yang tadi sempat dilihat Hiro. Sedangkan di sebelahnya tampak seorang gadis tomboy berpakaian serba hitam. Sepertinya dia adalah orang asing yang pertama kali merampas tas dari tangan Kogoro.
"Sial!" umpat si lelaki berjanggut tipis. Dia membelalakkan mata, tetapi sama sekali tidak berniat menghentikan mobilnya.
"Lajukan mobilnya! buat dia kewalahan!" titah sang gadis tomboy dengan dahi yang berkerut.
Mobil melaju dalam kecepatan tinggi, mengharuskan Hiro berpegangan erat. Akan tetapi dia malah membidik pintu mobil untuk dibuka.
Angin menerpa wajah Hiro lebih kencang dari sebelumnya. Suara desirnya pun bergelayut menyelimuti indera pendengarannya. Menyebabkan mata Hiro otomatis sedikit memicing, agar dirinya dapat melangsungkan rencana dengan lancar.
Sebelah tangan Hiro terus mencoba meraih pegangan pintu. Tanpa disadarinya, ternyata si gadis tomboy menyadari hal itu. Sehingga dia memerintahkan temannya untuk menjalankan mobilnya secara zig-zag.
Sekarang mobil dijalankan dengan meliuk-liuk ke kanan dan kiri. Membuat badan Hiro sontak terombang-ambing mengikuti arus.
"Haha! dasar idiot!" ejek sang gadis tomboy saat menyaksikan Hiro mulai kewalahan.
Bip! Bip! Bip!
__ADS_1
Suara klakson mobil yang ada di belakang saling bersahutan. Mereka tentu terganggu dengan cara mengemudi lelaki berjanggut tipis tersebut.
Sementara Hiro hanya berusaha bertahan sebisa mungkin, agar dirinya tidak terjatuh.
Gelak tawa terdengar dari dua orang yang ada di mobil jeep.
"Ayo buat dia terjatuh!" si gadis tomboy terus mendesak.
"Tenang saja, sebentar lagi dia pasti akan jatuh!" balas lelaki berjanggut tipis dengan tenangnya. Dia sangat percaya diri terhadap apa yang dilakukannya.
Bruk!
Benar saja, pegangan Hiro di bagian kiri terlepas. Sehingga tubuhnya sontak terhempas ke bagian kanan. Namun bukan Hiro namanya jika dapat dijatukan dengan mudah. Tangan kanannya masih bertahan.
Kelajuan mobil membuat penglihatan Hiro samar kala melihat jalanan beraspal. Sebelah tangannya dengan sigap memegangi pegangan pintu mobil. Hingga pada akhirnya dia berhasil berhadapan dengan sang gadis tomboy. Sebelum gadis tersebut menyerang, Hiro sudah lebih dahulu menjambak rambutnya.
"Aaa-aaa!!" gadis tomboy itu meringis kesakitan. Sedangkan Hiro telah berhasil masuk ke dalam mobil. Dia memaksakan dirinya berada di antara dua orang asing.
Cieeeet....
Hiro memanfaatkan peluang tersebut untuk meraih tas yang diletakkan di kursi belakang. Tetapi gadis tomboy yang ada di sampingnya langsung bertindak. Yaitu dengan cara menarik ribuan helai rambut Hiro. Nampaknya dia tengah melakukan pembalasan dendam.
Lelaki berjanggut tipis berusaha kembali mengendalikan mobil. "Cepat singkirkan dia!" geramnya sambil mengeratkan rahang kesal. Sebelah tangannya sesekali membantu temannya untuk menjatuhkan lawan. Akibatnya, Hiro reflek meninju bagian hidung lelaki berjanggut tipis itu.
Mobil oleng lagi, dan tidak sengaja mengenai truk besar yang ada di samping kiri.
Semua orang yang ada di dalam mobil terhempas bersamaan. Hiro segera memanfaatkan kesempatannya untuk melingkarkan tangan ke leher si gadis tomboy.
Kreeeeet...
__ADS_1
Suara gesekan mobil jeep dan truk menginging nyaring. Sopir truk reflek membanting setir dengan asal. Usahanya yang berusaha hendak menjauh dari mobil jeep berujung kesialan, karena truknya kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik.
Menyaksikan adanya kecelakaan, sang lelaki berjanggut tipis otomatis bergegas menginjak rem. Meskipun begitu, mobil jeepnya sudah terlanjur menabrak sebuah kedai buah. Sekarang buah-buahan yang dijual di kedai itu hancur dan berhamburan. Dia mematung sambil mengatur deru nafasnya.
Menyadari mobil telah berhenti dan adanya kelengahan, Hiro menggunakan kesempatannya untuk mengambil tas. Dia telah berhasil membuat tenggorokan sang gadis tomboy tercekat. Tanpa basa-basi, Hiro kemudian keluar dari mobil dan berlari sejauh mungkin.
Suara sirine mobil polisi mulai terdengar. Satu per satu orang-orang tertarik untuk menyaksikan insiden kecelakaan.
Hiro mengamati dari atap sebuah bangunan tiga lantai. Dia tidak bisa membendung rasa penasarannya. Dirinya ingin mengetahui, apakah lelaki berjanggut tipis dan gadis tomboy tadi akan pasrah menghadapi polisi. Benar saja, dua orang asing tersebut lekas-lekas keluar dari mobil dan melarikan diri. Sedangkan sopir truk yang tidak memiliki kesalahan apapun, terlihat pingsan dengan tetesan darah dikepala.
Dengusan kasar dihembuskan dari mulut Hiro. Dia berniat kembali menemui Kogoro dan mengembalikan tas berharganya.
Di perjalanan, langkah Hiro terhenti karena merasa penasaran dengan isi dari tas milik Kogoro. Dia berhenti di sebuah lokasi yang sepi dan jauh dari keramaian. Tepatnya di titik yang tidak jauh dari tempat sampah. Perlahan Hiro buka resleting tas itu.
'Jangan-jangan tas ini berisi uang yang sangat banyak!' batin Hiro, menduga-duga.
Dahi Hiro berkerut bingung. Sebab dia malah menemukan serbuk-serbuk putih yang dibungkus dengan plastik besar. Tas Kogoro berisi puluhan bungkus plastik berisi serbuk putih tersebut.
"Ini sangat berharga?" gumam Hiro sambil mengangkat satu bungkus plastik ke depan wajahnya. Wajar saja di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah menemukan benda seperti itu.
"Apa bisa dimakan?" kini Hiro mendekatkan hidungnya ke plastik. Membauinya, kalau-kalau dia mendapati aroma anggur atau apel.
Karena saking penasarannya, Hiro akhirnya membuka bungkus plastik. Dia mencelupkan jari telunjuknya ke dalam serbuk putih, lalu menjadikannya bak sebuah sendok. Sehingga serbuk putih berhasil terbawa di ujung jarinya. Hiro langsung memasukkannya ke dalam mulut.
Lidah Hiro mengecap sejenak. Rasa pahit menyambutnya, menyebabkan ilatnya reflek menjulur keluar. "Bhuweek!"
"Apa-apaan ini, tidak berguna!" Hiro kembali membungkus plastik yang tadi sempat dibukanya. Lalu memasukkannya lagi ke dalam tas.
...***...
__ADS_1
Guys, kira-kira yang dimakan Hiro itu apa ya? :v