Reincarnation : A Quite Revenge

Reincarnation : A Quite Revenge
Bab 56 - Bersenang-Senang?


__ADS_3

Izumi membawa Hiro dan Shima ke sebuah mall besar yang ada di kota Kyoto. Mereka baru saja melewati pintu masuk. Mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.


Hiro yang tidak terbiasa menyaksikan kemewahan mall tersebut sempat terkesiap. Terpaku dalam selang beberapa detik. Hingga senggolan Shima berhasil menyadarkannya.


"Ini belum seberapa, Hiro. Kau harus melihat bagaimana menawannya kota Tokyo nanti," ucap Shima kepada kawannya yang tak tahu apa-apa tentang dunia modern.


"Hei, aku pernah ke sana. Saat di kota itulah aku terbangun sebagai Hiro," sahut Hiro dengan nada pelan.


"Benarkah?" tanya Shima, melebarkan kelopak matanya.


Hiro membalas dengan anggukan kepala. Dia sudah mengangakan mulut untuk melanjutkan pembicaraan. Akan tetapi, Izumi mendadak menyeretnya entah kemana. Hiro sontak menggerakkan kakinya untuk mengikuti. Hal yang sama juga terpaksa harus dilakukan Shima.


"Kau mau membawa kami kemana?" Hiro menarik tangannya dengan paksa. Orang sepertinya tidak akan pernah mau dikendalikan. Terutama oleh perempuan seperti Izumi.


"Merubahmu!" Izumi yang berjalan paling depan membalikkan badannya. Menghadap tepat ke arah Hiro. "Aku tidak mau penampilan teman-temanku lusuh begini," sambungnya sambil menatap Hiro dan Shima secara bergantian.


Setelah berterus terang, Izumi kembali berjalan memimpin. Dia masuk ke sebuah toko pakaian bermerek ternama. Gadis itu langsung mencari-cari pakaian yang cocok untuk teman-teman barunya.


Sedangkan Hiro hanya tertarik melihat-lihat ke sekitar. Tepatnya ke toko-toko sebelah yang tampak menjual beraneka ragam barang. Berbeda dengan Shima, dia sibuk bersama Izumi mencari pakaian.


"Aku boleh memilih apapun?" tanya Shima ragu. Tangannya sudah memegangi pakaian yang menarik perhatiannya.


"Tidak! biar aku saja yang memilihkan. Aku yakin selera pakaianmu pasti buruk!" tukas Izumi ketus. Seketika membuat raut wajah Shima menjadi cemberut.


Shima yang kesal akhirnya pergi mencari Hiro. Namun dia malah menemui kalau sahabatnya itu telah menghilang. Tidak ada di tempat semula dia berada.



...


Sedari tadi Hiro ternyata mengiringi sosok lelaki berpakaian ninja. Dia bahkan tidak peduli arah langkah kakinya akan membawa kemana. Hingga dirinya perlahan makin jauh dari keberadaan Izumi dan Shima.

__ADS_1


Lelaki berpakaian ninja tersebut berhenti di segerombolan orang bersetelan aneh lainnya. Kemudian berfoto menggunakan ponsel. Ada juga beberapa orang yang meminta foto kepadanya. Kejadian itu tentu menyebabkan dahi Hiro berkerut heran.


'Apa pekerjaan ninja di zaman sekarang memang seperti itu? benar-benar memalukan.' Hiro bergumam dalam hati sembari menggelengkan kepala. Dia lantas berderap menghampiri si lelaki bersetelan ninja. Lalu membawanya menjauh dari keramaian. Tetapi sebelum dirinya sempat melakukannya, Shima tiba-tiba datang dan segera meminta maaf kepada lelaki berpakaian ninja tersebut.


"Shima, apa yang kau lakukan?! aku harus memberinya--"


"Tidak. Kau harus dengar penjelasanku dahulu!" Shima sengaja memotong ucapan Hiro.


"Apa temanmu sudah gila?!" ujar si lelaki bersetelan ninja, yang tentu merasa tidak nyaman terhadap kelakuan Hiro. "Kalau mau mengajak foto bilang saja. Tetapi jangan langsung menyeretku begitu!"


"Apa kau bilang?! jelas-jelas kau yang gi--" Shima dengan sigap menutup mulut Hiro, dan membawa temannya itu menjauh dari rombongan orang-orang berpakaian unik, yang tidak lain adalah cosplayer. Dia lekas-lekas menjelaskan semuanya kepada Hiro.


"Aah... jadi dia bukan ninja sungguhan." Hiro mengusap tengkuk tanpa alasan. Dia sedikit malu terhadap apa yang dilakukannya tadi.


"Pffft! kau lucu sekali, Hiro. Hampir saja kau mempermalukan dirimu sendiri." Shima terkekeh sambil memegangi bagian perutnya. Perlahan tawa kecilnya tersebut berubah menjadi gelitikan yang berhasil membuatnya tertawa lepas.


"Hahahaha!"


Karena tinjuan Hiro tak kunjung berhenti, Shima akhirnya melakukan pembalasan. Dia menahan kedua tangan Hiro dengan erat. Keduanya kini saling tertawa bersamaan bak orang kelainan jiwa. Berhasil menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang. Terutama oleh para cosplayer yang kebetulan berada tidak jauh dari mereka.


"Apa yang kalian berdua lakukan?!" tegur Izumi yang mendadak muncul. Kedua tangannya terlihat sudah dipenuhi dengan tas belanjaan.


Hiro dan Shima segera berhenti bercanda. Atensi mereka langsung teralih ke arah Izumi.


"Kau telah selesai?" Hiro berjalan mendekati Izumi. Dia mencoba memperhatikan barang belanjaan gadis itu.


"Jangan dekat-dekat!" Izumi berusaha menjaga jarak dari Hiro. Lalu memberikan beberapa tas karton kepada Hiro. Jumlahnya ada banyak, sekitar lima buah lebih.


Selanjutnya Izumi menyerahkan dua tas belanjaannya kepada Shima. "Ini untukmu!" ujarnya, tak acuh. Kemudian memindai sekeliling dengan matanya.


"Kenapa punyaku lebih sedikit?" protes Shima. Namun perkataannya sama sekali tidak digubris oleh Izumi.

__ADS_1


"Kau bilang ini bersenang-senang?" Hiro memutar bola mata jengah. "Aku pikir kau sekarang yang menikmati waktumu!" tambahnya lagi.


"Bukannya kalian tadi bersenang-senang?" timpal Izumi seraya melakukan pose melipat kedua tangannya. Sedari tadi gadis tersebut tidak pernah sedikit pun mengukir senyuman diwajahnya. Kemungkinan skandal yang telah menimpanya sudah berhasil mengganggu pikiran dan mood-nya.


Hiro tersenyum simpul. "Kau benar..." balasnya, membenarkan.


"Kalau begitu, lebih baik kita pulang!" usul Izumi, kembali melangkah lebih dahulu.


"Izumi!" panggilan Hiro seketika membuat jalan Izumi terhenti. "Apa kau suka bernyanyi?" tanya-nya, yang langsung menyebabkan Shima reflek menoleh. Sepertinya Hiro berniat untuk mengajak Izumi bersenang-senang di tempat karoke.


Tidak disangka Izumi setuju. Dia beserta Hiro dan Shima segera melakukan perjalanan menuju tempat karoke.


Izumi memilih tempat karoke yang mewah. Seperti biasa kebersihan dan kenyamanan adalah yang utama baginya. Setibanya di bilik karoke dia segera memilih lagu untuk dinyanyikan.


Sebuah lagu metal berbahasa Inggris dinyanyikannya dengan penuh semangat. Lagu yang memiliki banyak teriakan dalam nadanya. Sesekali Izumi mengguncang-guncang kepalanya histeris, hingga rambutnya mengibas kesana-kemari.


Hiro duduk mematung dengan membelalakkan mata. Dia tidak menyangka Izumi sangat beringas ketika sedang bernyanyi. Dirinya juga tidak bisa menghentikan aksi gadis tersebut.


Sedangkan Shima sibuk menutupi lubang indera pendengarannya. Rasanya gendang telinganya akan pecah. Dia meringiskan wajah sambil melirik sebal ke arah Hiro. Berharap kawannya itu akan melakukan sesuatu untuk menghentikan nyanyian Izumi. Akan tetapi nampaknya Hiro bersikukuh membiarkan Izumi berbuat sesuka hati.


"Aaaarrrkkkkhhhhh!!!" di akhir lagu Izumi melengkingkan teriakannya. Membuat Hiro yang tadi tidak menutup telinga, akhirnya melakukannya.


Kini yang ada, hanya deru nafas Izumi yang terdengar tidak bisa di atur. Gadis itu berbalik dan menyerahkan microphone kepada Hiro.


"Aku tidak bisa!" Hiro menolak mentah-mentah, disertai dengan senyuman canggungnya. Jelas dia tidak bisa, karena jiwanya berasal dari abad-14. Dimana musik pop dan lainnya masih belum bertebaran di zamannya.


"Ya sudah, biar aku saja!" Shima berusaha meraih microphone, tetapi Izumi malah semakin menjauhkan benda tersebut. Bahkan mendorong kepala Shima untuk menyingkir. Dia bersikeras menyuruh Hiro bernyanyi.


"Cepat Hiro! nyanyikan sebuah lagu untukku!" titah Izumi sambil menyodorkan microphone ke depan wajah Hiro.


Catatan kaki :

__ADS_1


Cosplayer : Orang-orang yang hobi berkostum ala karakter animasi, komik maupun video games.


__ADS_2