Reincarnation : A Quite Revenge

Reincarnation : A Quite Revenge
Bonus Chapter - Guru Berbahaya


__ADS_3

Hiro baru saja selesai latihan. Shima lebih dahulu pulang karena harus menjemput Shiro. Jadi kini Hiro tengah sendirian di ruang latihan. Keadaannya masih bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang bewarna putih.


Setelah melalui pengalaman bertarung dan sering latihan, badan Hiro mulai atletis. Otot bisep dan perutnya nampak kuat. Dia sekarang tengah mengelap keringat ditubuhnya dengan handuk. Saat itulah sepasang tangan mendadak memegangi pundaknya. Hiro sontak kaget dan reflek menarik tangan orang di belakangnya. Menguncinya hingga membuat sosok tersebut mengerang kesakitan.


"Izumi?" mata Hiro membulat sempurna ketika menyadari dirinya tidak sengaja membuat Izumi kesakitan. Dia segera melepaskan tangan gadis itu. Izumi langsung menunjukkan raut wajah cemberut.


"Maafkan aku. Harusnya jangan datang dengan tiba-tiba begitu," ujar Hiro, menyesal.


"Aku hanya ingin memberikan kejutan!" balas Izumi memutar bola matanya. Kemudian mengedarkan pandangan ke sekitar. Dia baru pertama kali mendatangi akademi ninja milik Hiro.


"Bagaimana? Tertarik belajar bela diri?" tukas Hiro sambil menyandarkan badannya ke dinding. Mengamati gelagat Izumi yang masih memperhatikan ruang latihan. Akhir-akhir ini Hiro memang sering mengajak Izumi untuk berlatih bela diri. Namun gadis tersebut selalu saja menolak, karena sama sekali tidak tertarik.


"Mungkin. Aku hanya akan belajar, jika kau yang mengajariku," sahut Izumi seraya berbalik menghadap Hiro.


"Wah... aku rasa kau memilih guru yang paling berbahaya untukmu." Hiro menggeleng sambil tergelak kecil.


"Aku suka yang berbahaya. Lebih menantang, bukan?" Izumi melepaskan dress selututnya. Kini gadis itu hanya mengenakan tanktop dan celana pendek.


"Apa kau serius?" timpal Hiro tak percaya. Sikap Izumi masih tak berubah. Angkuh dan sangat percaya diri. Sepertinya rehat satu tahun yang dijalaninya, telah membawa sikap aslinya kembali.


"Izumi, aku tidak pernah mengalah saat melakukan pertarungan. Apalagi dengan seorang pemula!" tegas Hiro. Dia mencoba merubah pikiran Izumi. Sebab dirinya selalu serius jika berurusan dengan masalah ninjutsu.


Bukannya mengalah Izumi malah menantang dengan beberapa gerakan asalnya.

__ADS_1


"Majulah, Hiro Kenichi!" tantang Izumi sembari mengibaskan rambut panjangnya yang lurus.


Hiro tidak punya pilihan selain menghadapi Izumi. Dia membiarkan Izumi menyerang terlebih dahulu. Gadis tersebut mencoba melayangkan tinju ke perut Hiro. Namun usahanya tentu bisa di atasi Hiro dengan mudah. Tenaganya tidak sebanding.


Hiro mencengkeram kuat kepalan tinju Izumi. Hingga berhasil membuat Izumi mengaduh. Selanjutnya Hiro menarik tangan Izumi secara tiba-tiba, lalu mendorongnya sampai terjatuh.


Izumi sontak terjatuh ke matras. Dia meringis kesakitan. Akan tetapi gadis itu belum menyerah. Dia kembali bangkit, dan berusaha menjambak rambut Hiro. Namun sekali lagi usahanya gagal, karena tangan Hiro dengan sigap mencegahnya lebih dahulu.


Izumi memanfaatkan kesempatan untuk mendekatkan diri dengan Hiro. Salah satu tangannya melingkar dipinggul lelaki itu. Bibirnya sedikit dimajukan karena berniat menggoda Hiro dengan ciuman.


"Apa-apaan itu!" respon Hiro terkekeh geli. Kemudian mengunci kedua tangan Izumi di belakang punggung gadis tersebut.


"Aa-a! bisakah kau membiarkan pacarmu menang?!" keluh Izumi. Dia berusaha melepaskan kuncian Hiro.


Bukannya memberi belas kasih, Hiro malah memberikan tendangan di salah satu kaki Izumi. Dia berhasil membuat Izumi kembali tumbang. Gadis itu jatuh dalam posisi tengkurap. Dia menggertakkan gigi kesal.


"Sudah kubilang, aku adalah guru yang berbahaya untukmu," ujar Hiro. Kemudian perlahan memagut bibir Izumi dengan mulutnya. Izumi yang tak kuasa menolak, otomatis melingkarkan salah satu tangannya ke tengkuk Hiro. Sementara tangannya yang lain menopang badannya yang masih dalam posisi setengah duduk.


Hiro dan Izumi melakukan ciuman dengan penuh gairah. Nafas keduanya mulai menderu-deru. Kedua tangan Izumi kini sepenuhnya melingkar ke tengkuk Hiro.


Izumi mendadak melepaskan tautan bibirnya dari Hiro dan berkata, "Tidak akan ada yang datang untuk beratih lagi kan?"


"Siapa orang yang mau berlatih jam sepuluh malam!" sahut Hiro. Dia segera melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan Izumi. Tidak lupa juga dirinya sendiri. Keduanya segera menyatu dalam tubuh. Mereka melakukannya sampai merasa puas.

__ADS_1


Hiro dan Izumi sudah saling melepaskan. Kini hanya tersisa nafas yang tak bisa di atur. Keringat alami membuat badan keduanya mengkilap. Mulut mereka sama-sama masih sedikit menganga, karena sensasi kegiatan tadi masih terasa. Hiro merebahkan kepalanya ke dada Izumi. Dia tentu merasa nyaman di sana.


"Hmmmh... apa kau ingat saat pertama kali kita melakukannya?..." tanya Izumi lirih.


"Pertama kali? bagaimana aku bisa melupakannya?" respon Hiro seraya bangkit dan merubah posisi menjadi duduk. Dia mengenakan celananya kembali.


"Saat itu kau membohongiku..." Izumi ikut duduk bersama Hiro.


"Apa saat itu kau sudah menyukaiku?" tanya Izumi. Dia menyambut pakaian dari sodoran Hiro. Kemudian segera menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian tersebut.


"Belum. Aku membencimu saat itu," sahut Hiro sembari melangkah menuju lokernya. Ucapannya seketika merubah ekspresi Izumi menjadi merengut.


"Tetapi..." Hiro berbalik badan untuk menoleh ke arah Izumi. "Kau berhasil membuatku lupa diri saat itu," tambahnya. Memori dalam kepala Hiro melakukan kilas balik. Dia sangat ingat kala itu dirinya hampir menggagalkan rencana Kogoro.


"Maksudmu kau menyukai tubuhku?" tebak Izumi. "Cih, dasar mesum!" cercanya dengan tatapan sebalnya. Izumi menyimpulkan lebih dahulu sebelum Hiro menjawab.


"Sudahlah, bisakah kita tidak bicara tentang masa lalu? Nanti kau malah menangis lagi seperti biasa," ujar Hiro. Dia baru saja selesai mengganti pakaian. Hiro kini mengenakan celana jeans dan kemeja bermotif garis-garis hitam putih. Dia sering memakai merek mahal akhir-akhir ini. Wajar saja, karena kekasihnya adalah Izumi.


"Hiro, apa kau mau makan es krim?" Izumi memeluk Hiro dari belakang. Matanya terpejam rapat, seolah menemukan tempat ternyamannya.


"Maafkan aku, setelah ini aku harus ikut Kogoro pergi ke luar kota untuk mengurus bisnis." Hiro melepaskan pelukan Izumi dengan pelan. Lalu membawanya masuk ke dalam rangkulan. Izumi sekarang hanya mendengus kasar.


..._______________...

__ADS_1


Catatan Author :


Guys, aku mau genapin bonus chapternya jadi tiga. Jadi tinggal satu lagi ya nanti. Tapi kayaknya di up weeken minggu depan aja. Makasih buat yang masih setia 😘


__ADS_2