
Hiro kembali ke tempat Shima dan Kogoro barada. Namun dirinya hanya mendapati Shiro dan Atsuki ada di sana. Shiro bilang kakak dan pamannya sedang berada di luar apartemen.
Langkah kaki Hiro terus digerakkan keluar dari gedung. Pandangannya segera mengedar ke segala penjuru. Hingga suara perdebatan yang terjadi di antara Shima dan Kogoro mulai terdengar. Hingga Hiro menghentikan jalannya ketika sudah mampu menyaksikan dua lelaki yang sedang bertengkar tersebut.
"Kenapa kau baru mengatakannya padaku!" Shima memekik lantang. Tatapan matanya tampak bergetar dan sudah berembun. Urat-urat lehernya pun sudah menegang akibat saking marahnya kepada sang paman.
"Kau harus fokus dengan sekolahmu, Shima. Kau--"
"Lalu tidak memperdulikan apa yang kau lakukan? heh?!!" sekarang dada Shima bergerak naik turun. Dia sengaja memotong ucapan yang hendak dikatakan Kogoro.
"Shima, aku melakukannya karena--"
"Sudahlah! a-aku ingin sendiri!" lagi-lagi Shima tidak membiarkan pamannya bicara. Dia lantas berbalik badan, lalu berjalan menjauh entah kemana. Hiro yang melihat, bergegas untuk menyusul.
Hiro melingus begitu saja melewati Kogoro. Bahkan dirinya sengaja memasang raut wajah cemberut, seolah memberikan ancaman kepada Kogoro.
Dari belakang ternyata Kogoro juga ikut mengiringi. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam mantel panjang lusuhnya. Dia mengamati Hiro yang terlihat mencoba berbicara kepada Shima. Mereka perlahan memasuki jalanan ramai. Lokasi dimana banyaknya orang berlalu lalang, dan beragam kedai makanan berjejer dipinggiran jalan.
"Apa yang terjadi?" tanya Hiro sembari memegangi salah satu bahu Shima.
"Pamanku ternyata selama ini, diam-diam membayar semua hutang ayahku..." Shima bersuara sambil menundukkan kepala.
"Lalu kenapa kau marah dengannya?" dahi Hiro mengukir garis-garis keheranan.
"Itu karena dia membayar hutang dengan cara melakukan pekerjaan yang ilegal!" pekik Shima. Wajahnya tampak masam dan berusaha menahan tangis sebisa mungkin. "Bagaimana bisa dia menyembunyikannya kepadaku selama bertahun-tahun. Bukankah itu keterlaluan?"
"Sudah kubilang, aku menyembunyikannya darimu, karena aku ingin kau fokus dengan sekolahmu. Lagi pula aku tidak punya tujuan dalam hidupku selain mengurusmu dan Shiro." Kogoro tiba-tiba muncul dan langsung melakukan pembelaan. "Ayo ikut aku. Biar hari ini aku traktir kalian makan!" ujarnya lagi. Memaksa Hiro beserta Shima masuk ke dalam rangkulannya. Kogoro lantas segera mengajak mereka menghampiri salah satu kedai makanan terdekat.
"Kau mentraktir kami takoyaki? benar-benar kurang modal," keluh Shima sambil terpaksa memasukkan sebuah takoyaki ke dalam mulutnya. Sepertinya dia masih kesal dengan sang paman.
Takoyaki sendiri adalah jajanan khas Jepang yang terbuat dari tepung terigu. Bentuknya sendiri seperti bola-bola kecil yang mana didalamnya terdapan potongan daging gurita.
__ADS_1
"Ini enak!" Hiro memakan dengan lahap takoyaki-nya. Dia sudah menyumpal mulutnya dengan tiga buah takoyaki.
"Lihat, Hiro saja Menikmatinya. Jangan berlagak sinis terus, kalau mau bilang terima kasih, ya ucapkan saja baik-baik!" Kogoro menepuk keras pantat Shima. Kemudian tergelak untuk sesaat.
Shima hanya membuang muka. Dia sebenarnya sangat berterima kasih terhadap pengorbanan pamannya. Akan tetapi dirinya masihlah menganggap pekerjaan Kogoro salah.
"Jadi..." Hiro bicara sambil mengunyah makanannya dan terus melanjutkan, "kau juga dikejar-kejar rentenir sepertiku dan Akira." Dia menelan takoyaki yang sudah dihaluskan oleh gigi gerahamnya.
"Tidak. Meskipun aku tak bisa membayar sekaligus, tetapi aku selalu mampu membayar angsuran hutang tepat waktu," jawab Kogoro seraya menggaruk dagu dengan jari telunjuk.
Ponsel Kogoro mendadak berbunyi. Dia bergegas mengangkat panggilan teleponnya. Matanya terbelalak ketika menyaksikan nama orang yang ada di layar ponsel. Kogoro juga celingak-celingukan seakan berusaha mencari sesuatu.
"Sial, kenapa harus di sini." Tatapan Kogoro berhenti pada sebuah mobil hitam. Dia langsung berderap ke arah mobil itu. "Kalian tunggulah di sini!" titahnya kepada Hiro dan Shima. Namun dia mesti tahu, kalau perintahnya tidak akan manjur kepada lelaki rebel seperti Hiro.
"Aku pikir lebih baik kita memata-matainya," usul Hiro yang lebih dahulu berjalan menjauh dari kedai makanan. Shima otomatis mengikutinya. Tetapi mereka malah mendapatkan teguran keras dari penjual takoyaki.
"Woy! kalian harus bayar!" ujar wanita paruh baya penjual takoyaki dengan wajah merengut.
"Astaga, Kogoro belum membayarnya?" dengan perasaan kesal Hiro merogoh saku celana. Lalu mengambil beberapa lembar uang untuk membayar makanan.
Kogoro tampak mengobrol dengan seorang lelaki berkumis. Tangannya terlihat dihiasai oleh banyak tato. Dia tidak sendiri, ada seorang pria lainnya yang tengah duduk di depan setir mobil.
Lelaki bertato itu menyerahkan sebuah tas hitam kepada Kogoro. Pamannya Shima tersebut terlihat membungkukkan badan untuk melakukan pose hormat.
"Apa yang sedang dilakukan pamanmu?" tanya Hiro, melirik Shima dengan sudut matanya.
"Apa lelaki bertato tersebut adalah Yakuza? Dia pasti gila kalau berani berurusan dengan orang semacam itu." Shima merespon dengan kernyitan dikeningnya.
"Apa? Yakuza? kau yakin?" respon Hiro, tak percaya.
Tidak lama kemudian, Kogoro kembali mendatangi Hiro dan Shima. Dia tampak sumringah sambil membawa tas hitam digenggaman tangannya.
__ADS_1
"Apa itu, Paman?" timpal Shima, serius.
"Hanya barang yang sangat berharga. Dan jika hilang, maka aku akan mati." Kogoro memperlihatkan tas hitamnya kepada Hiro dan Shima.
"Apa-apaan! memangnya barangnya seberharga itu?" Hiro menggeleng remeh. Namun tanpa diduga, sosok asing tiba-tiba menendang betis Kogoro. Tangannya dengan sigap merebut tas hitam milik Kogoro. Orang asing tersebut mengenakan pakaian serba hitam, wajahnya ditutupi dengan masker, dilengkapi topi yang menutupi puncak kepalanya. Tudung jaket dipakainya, hingga bentuk rambutnya tidak ketahuan. Apakah panjang atau pendek.
Hiro yang melihat, segera melajukan larinya dan berhasil meraih tas hitam. Akan tetapi pengambilannya tidak semudah yang dia kira. Sosok misterius yang entah lelaki atau perempuan itu, menyemprotkan sesuatu ke mata Hiro.
"Aaakkhh!" Hiro reflek memegangi matanya. Sang sosok misterius berhasil melarikan diri.
"Kita harus mengejarnya!!" teriak Kogoro sambil berlari secepat mungkin.
"Hiro, kau tidak apa-apa?" Shima mencemaskan Hiro yang masih mencoba meredakan matanya.
"Jangan pedulikan aku, bantulah pamanmu. Dia bilang akan mati, jika tas itu menghilang!" ujar Hiro, yang langsung dijawab Shima dengan anggukan kepala. Alhasil Shima ikut berlari untuk melakukan pengejaran.
Hiro berusaha menenangkan diri dengan duduk di sebuah bangku panjang. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Jujur saja, cairan yang disemprotkan kepadanya membuat kedua matanya terasa sangat perih.
"Benar-benar strategi yang bagus." Hiro malah memuji tindakan si sosok misterius yang telah menyerangnya. "Aku harus mencari tahu cairan apa yang disemprotkannya ke mataku," gumamnya lagi, meneruskan.
Karena merasa matanya sudah baikan, Hiro segera berlari menuju arah yang sama dengan Shima dan Kogoro. Dia tidak peduli terhadap seberapa jauh dirinya sudah tertinggal. Hiro bahkan memilih arah yang acak dan hanya bermodalkan insting.
Dari kejauhan, Hiro dapat menyaksikan Shima kebingungan meliarkan penglihatannya. Jelas lelaki berambut cepak tersebut tengah mencari-cari sesuatu.
"Bagaimana?!" setibanya di depan Shima, Hiro langsung melayangkan pertanyaan.
"Aku dan Kogoro berpencar. Kami sedang mencarinya sekarang. Ini sangat melelahkan, Hiro!" sahut Shima seraya mengatur deru nafasnya. Lalu melanjutkan pencarian.
*Catatan Author
Hai guys, aku cuman mau kasih tahu sama pembaca setia novel ini, kalau aku ucapkan terima kasih buat yang like, komen, apalagi vote :')
__ADS_1
Aku bukan tipe penulis yang sering mengemiskan hal itu, karena alasanku menulis ya memang karena hobi, dan betul-betul menikmatinya.
Jujur saja, punya satu pembaca setia pun aku sangat bahagia, apalagi lebih. Dengan begitu, aku bisa tahu kualitas karyaku seperti apa. Hari ini sebenarnya aku mau double up, tetapi karena ada pekerjaan tak terduga, jadinya cuman bisa up satu bab saja. Ya sudah, hanya itu yang mau aku sampaikan. Sekali lagi terima kasih, dan semoga betah terus ya! lope lope buat kalian ♡♡♡ :'D