
Saat ini, Erwin dan Nirmala sudah keluar dari ruang rahasia tempat perjudian. kini mereka berdua sedang berada di dalam lift dan sedang menuju lantai paling atas. saat lift sudah berada di lantai paling atas dari hotel tersebut, pintu lift terbuka dan kedua-nya pun keluar dari lift dan berjalan di koridor hotel itu.
setelah beberapa saat berjalan, kini mereka sudah berada di depan sebuah pintu kamar.
"ini kamar hotel-ku sebaik-nya kau juga segera masuk." ucap Nirmala tanpa menoleh dan langsung membuka pintu itu dan masuk ke kamarnya.
setelah beberapa langkah Nirmala masuk, ia merasa bahwa Erwin tidak mengikutinya. lalu Nirmala langsung menoleh ke belakang dan melihat Erwin yang masih berada di depan pintu.
"kau tak perlu ragu seperti itu! ayo cepat masuk dan kunci pintu-nya!" ucap Nirmala memerintah.
setelah itu Erwin langsung menepis pikiran kotor-nya yang sedang menjadi-jadi saat ini. ia kemudian berjalan memasuki kamar itu dan langsung menutup pintu kamar itu serta mengunci-nya dari dalam.
Setelah mengunci pintu, Erwin mulai melihat-lihat sekitar. ia menyadari bahwa saat ini dia berada di sebuah kamar yang sangatlah mewah.
Erwin mendongak ke atas dan melihat dekorasi ruangan yang sangat indah. ia juga melihat beberapa lampu yang tampak sangat unik bagi-nya berada di kamar itu.
setelah itu Erwin berjalan ke sofa yang ada di kamar itu, dan kemudian Erwin duduk di sofa empuk itu.
Nirmala sudah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia cukup lama di kamar mandi, dan Erwin yang sedang duduk di sofa pun mulai bosan. ia kemudian mulai membaringkan tubuh-nya di sofa itu sambil menutup mata-nya menggunakan tangan kanan-nya.
setelah berlama-lama kemudian, Nirmala pun keluar dari kamar mandi-nya. lalu ia langsung mengedarkan pandangannya untuk melihat di mana Erwin berada.
kemudian mata-nya pun berhenti di sebuah sofa.
ia melihat Erwin sedang berbaring di sofa itu. lalu ia berjalan ke sofa itu untuk membangunkan Erwin.
"hei, apa kau sedang tertidur?" tanya Nirmala sambil menduduki perut Erwin.
Erwin langsung terkejut dan membuka matanya secara tiba-tiba.
saat matanya terbuka ia jadi lebih terkejut lagi karena saat ini Nirmala sedang mendekatkan wajahnya ke wajah Erwin.
Erwin berusaha membuang pandangannya agar tidak tergoda oleh kecantikan wajah Nirmala. namun entah kenapa mata Erwin justru mengalami 'auto aim' dan langsung memandang ke arah belahan d*da Nirmala.
__ADS_1
note: Nirmala sudah mengganti pakaian-nya saat masih berada di dalam kamar mandi.
ketika melihat bagian itu, wajah Erwin langsung memerah, dan dengan cepat ia kembali membuang pandangan-nya ke arah yang lain.
"bi-bisakah kau menyingkir sebentar? Badanmu terlalu berat." ucap Erwin sambil malu-malu.
melihat tingkah Erwin yang malu-malu itu membuat Nirmala ingin menjahili Erwin. Nirmala kemudian makin mendekatkan wajahnya ke wajah Erwin sampai-sampai Erwin bisa merasakan hembusan nafas yang keluar dari hidung Nirmala.
"ap-apa yang yang kau lakukan?" tanya Erwin terbata-bata tanpa menoleh ke arah Nirmala.
Nirmala menghiraukan pertanyaan Erwin dan langsung menjilati leher Erwin sampai ke bagian bawah telinga.
Erwin yang merasakan hal itu langsung terkejut dan melompat keluar dari jangkauan Nirmala.
Nirmala yang melihat hal itu langsung tersenyum dengan jahil ke arah Erwin.
"kenapa kau langsung menghindar?" tanya Nirmala dengan ramah namun terlihat seperti sedang tertawa dalam hati.
setelah itu Erwin masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri-nya. hingga beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi, namun ia masih memakai baju-nya yang tadi.
saat ini ia hanya melepaskan jaket-nya. namun jaket itu ia gunakan untuk menutupi bom rakitan-nya beserta pistol yang di beli-nya di toko senjata ilegal.
setelah keluar, Erwin langsung meletak-kan jaket-nya di atas meja.
"ehm? kau menghabiskan dua botol ini sendiri?" tanya Erwin saat melihat Nirmala baru saja menyelesaikan minum-nya.
"yah begitulah, soalnya tadi aku tak sempat mabuk gara-gara kau lebih kuat dariku!" ucap Nirmala dengan gerakan tubuh yang menunjuk-kan bahwa diri-nya sedang mabuk.
"hah.... apa kau sudah sering seperti ini?" tanya Erwin sambil berusaha mengalihkan pandangan-nya dari tubuh Nirmala.
"pakaian wanita ini terlalu tipis dan minim, belum lagi lekukan tubuh-nya yang sangat mempesona serta wajah-nya yang sangat cantik. siapapun pria yang melihat dia dalam keadaan ini pasti akan merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan saat ini!" batin Erwin sambil berusaha mengontrol nafsu birahi-nya.
"hei Rinson, apa kau tidak menyukai gadis peminum sepertiku?" tanya Nirmala dengan polosnya.
__ADS_1
"tidak!" jawab Erwin cepat dan singkat.
"sudah ku duga." balas Nirmala sambil tersenyum manis.
kemudian Nirmala mencoba untuk berdiri dengan keadaan tubuh-nya yang linglung.
saat ia hendak berjalan, ia hampir terjatuh karena keseimbangan-nya sedang tidak baik.
namun dengan cepat Erwin langsung menopang tubuh Nirmala menggunakan tangan-nya.
namun saat melakukan hal itu, wajah Erwin langsung memerah. hal itu di karenakan salah satu tangan-nya dengan tidak sengaja menyentuh payud*ra Nirmala.
Nirmala langsung menoleh kearah Erwin dengan tatapan yang terlihat pasrah. lalu Nirmala langsung menjatuhkan tubuh-nya pada Erwin agar Erwin tetap menopang diri-nya agar tidak terjatuh.
"hah....." Erwin menghela nafas panjang. "kau terlalu banyak minum." ucap Erwin yang kemudian langsung menggendong Nirmala dan membawa Nirmala ke atas ranjang.
Nirmala yang di gendong-nya itu sedikit terkejut dan wajah-nya mulai memerah.
setelah sampai di atas ranjang, Erwin langsung membaringkan Nirmala di atas kasur-nya itu dan hendak meninggalkan Nirmala agar Nirmala segera tidur.
"malam ini mungkin aku tak bisa dapat informasi, tapi mungkin besok masih bisa!" pikir Erwin yang kemudian meluruskan tubuh-nya dan hendak turun dari kasur.
belum sempat bergerak, Erwin langsung di tarik oleh Nirmala sehingga tubuh Erwin terjatuh dan menimpa tubuh Nirmala.
Erwin yang melihat hal itu tentu langsung ingin keluar dari jangkauan Nirmala. namun Nirmala langsung memeluk tubuh Erwin dengan sangat erat sehingga Erwin mau tak mau harus tetap di posisi itu.
lalu Nirmala mendekatkan bibir-nya ke telinga Erwin dan berkata dengan suara yang menggoda.
"bisakah kau menemaniku sepanjang malam ini?"
Hanya dengan satu kalimat pertanyaan itu kini membuat otak Erwin langsung membayangkan banyak hal yang tidak jelas adanya dan kebanyakan hal-hal kotor dan me$um.
Namun dengan akal sehatnya yang masih belum hilang Erwin mencoba tetap tenang dan tidak terpancing begitu saja.
__ADS_1