
Saat itu Erwin pun langsung pingsan dalam keadaan berlutut sambil menengadah ke langit.
"baiklah.... bagaimana aku akan mengakhiri orang ini?" ucap Soko sambil berseringai licik dan menghantamkan kepalan tangan kanan-nya ke telapak tangan kiri-nya.
Kemudian Soko menoleh ke arah Timo.
"apa sebaik-nya kita bawa dia ke tempat persembunyian?" tanya Soko.
"jika kau ingin bermain-main dengan tubuh-nya bawa saja! tapi aku tidak mau di repot-kan, jadi bawa saja sendiri!" balas Timo.
"oke!" ucap Soko yang tampak bersemangat.
Setelah itu, Soko langsung menoleh ke arah Erwin yang saat ini sudah tak sadarkan diri dan menatap Erwin dengan penuh *****.
note: Soko adalah penyuka sesama jenis dan sudah banyak melakukan sek$ melalui lubang @nus.
ngeri coy....
Ketika Soko hendak menyentuh Erwin, tiba-tiba Petra menarik tubuh Erwin dari belakang. lalu ia langsung menarik Petra menjauh dari Soko.
"jangan sekali-kali kau menyentuh teman-ku dengan tangan-mu yang menjijikan itu!" ucap Petra dengan tatapan dingin yang sangat menyeramkan.
Sementara itu, Timo yang melihat Petra tentu langsung terkejut.
mengapa tidak, sedetik sebelum-nya Petra masih terlihat di tempat awal, namun kini sudah berada di dekat Erwin bahkan melindungi Erwin.
"ke-kenapa dia bisa ada di sana?" ucap Timo yang tampak panik dan terus menerus menoleh pada Petra dan menoleh ke posisi awal Petra.
"itu jarak yang jauh! secepat apa dia itu?" ucap-nya dalam hati.
Sementara itu, Soko saat ini juga tampak terkejut. namun hal yang membuat Soko terkejut bukan-lah tentang Petra yang tiba-tiba berada di depan-nya, melainkan karena tubuh-nya yang merinding dan terasa berat untuk di gerak-kan.
"ap-apa-apaan ini? kenapa insting-ku merasa bahwa aku dalam bahaya sekarang!" ucap-nya dalam hati dengan ekspresi terkejut dan panik.
lalu ia mengangkat wajah-nya dan langsung menatap Petra.
Saat tatapan Soko dan Petra bertemu, saat itu lah Soko menyadari apa yang membuat diri-nya merinding ketakutan.
Tatapan Petra saat ini terlihat penuh dengan ancaman yang menakutkan dan menyeramkan.
dari tatapan itu, Soko sudah menyadari bahwa Petra memiliki aura pembunuh yang sangat menakut-kan.
__ADS_1
"di-dia di penuhi niat membunuh yang kuat!! dari tatapan-nya saja aku sudah sadar bahwa dia sudah pernah membunuh sebelum-nya!.... bukan hanya itu, jumlah yang di bunuh-nya juga pasti bukan hanya sedikit!.... yang ku rasakan ini, benar-benar aura pembunuh sejati!!" ucap Soko dalam hati dengan lantang setelah menatap Petra dengan seksama.
Hal itu pun membuat Soko makin ketakutan. tubuh Soko makin bergetar luar biasa.
ia yang tadi-nya berdiri kini langsung berlutut karena kaki-nya yang terus bergetar dan mulai melemas karena ketakutan.
Di sisi lain, Timo yang melihat hal itu tentu langsung bingung dengan apa yang di lakukan Soko.
"Soko!! kenapa kau berlutut seperti itu?! hajar mereka sekarang!!" bentak Timo yang tampak bingung.
Soko yang mendengar perkataan itu hanya diam, diri-nya bahkan takut untuk menoleh ke arah Timo.
"jika aku menoleh, dia pasti akan membunuh-ku!" ucap Soko yang ketakutan pada Petra.
"jangan diam saja Soko!! Elang Hitam tidak boleh kalah pada bocah SMA!" ucap Timo membentak sambil Soko.
Mendengar hal itu, Soko pun langsung tersentak dan ia langsung sadar dari intimidasi Petra.
"benar! untuk apa aku takut pada mereka!? aku adalah anggota Elang Hitam! aku tidak akan kalah demi Elang Hitam!!" ucap Soko yang kemudian berdiri secara perlahan sambil mengeratkan kepalan tangan-nya hingga terdengar bunyi "krekk" di kepalan tangan-nya itu.
"Aku Soko! anggota Elang Hitam! tidak akan kalah pada-mu!" ucap Soko dengan penuh percaya diri sambil menunjuk Petra.
Mendengar perkataan Soko itu membuat wajah Petra terlihat makin suram dan menakutkan.
"kriminal seperti kalian tak pantas menjadi anggota Elang Hitam!" ucap Petra dengan lantang dan kemudian langsung melompat ke arah Soko. ia kemudian langsung mendarat di atas bahu Soko, dan dengan cepat ia melilit leher Soko menggunakan kaki-nya dan secara bersamaan ia langsung memegang kepala Soko dan memutar-nya hingga patah.
Tidak selesai sampai di situ, saat leher Soko patah dan Soko menjerit, Petra tetap melanjutkan aksi-nya.
ia dengan sigap langsung memutar tubuh-nya seraya memutar kepala Soko hingga akhir-nya ia turun dari tubuh Soko sambil memegang kepala Soko yang kini sudah copot dari leher-nya.
Melihat hal itu tentu membuat Timo jadi sangat terkejut dan ketakutan.
sementara itu saat ini darah Soko mengucur keluar melalui batang leher-nya yang patah.
Darah-darah itu juga banyak yang muncrat ke wajah Petra dan membuat Petra terlihat makin menyeramkan.
Selain itu, tatapan Petra yang saat ini terus terlihat mengancam tentu membuat wajah-nya terlihat makin menyeramkan dan terlihat seperti pembunuh berdarah dingin yang kejam.
Timo yang mendapati tatapan Petra seketika langsung tak bergeming.
sekujur tubuh-nya kini bergetar hebat karena ketakutan.
__ADS_1
ia juga bahkan mengucurkan banyak keringat di sekujur tubuh-nya dan membuat pakaian-nya jadi basah.
Petra yang melihat Timo ketakutan hanya diam dan terus mengintimidasi Timo dengan tatapan tajam-nya.
lalu sesaat kemudian Petra langsung melempar kepala Soko ke arah Timo, dan kepala itu kini mendarat tepat di depan Timo.
Timo yang melihat kepala Soko tentu langsung terkejut ketakutan.
di tambah lagi mata Soko saat ini tidak tertutup dan justru sedang melotot ke arah-nya.
kepala Soko yang mata-nya melotot dan di sertai lumuran darah itu tentu-nya membuat suasana terasa semakin horor bagi Timo.
hingga akhir-nya Timo berusaha untuk mundur namun kaki-nya tersandung entah kenapa dan diri-nya pun langsung jatuh terduduk.
Lalu dengan ekspresi ketakutan-nya Timo berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk menghilangkan rasa takut yang melanda diri-nya itu.
"aku.... aku harus membalas perbuatan bocah itu!" ucap Timo dalam hati untuk menegaskan pada diri-nya sendiri.
Setelah itu Timo pun langsung berdiri dengan benar. ia bahkan langsung melakukan posisi yang siap bertarung.
"aku tak boleh berhenti di sini! dendam Soko harus di balaskan!" ucap-nya menekan-kan pada diri sendiri.
"apa ketua kalian lebih kuat dari kalian?" tanya Petra secara tiba-tiba.
"kenapa kau tiba-tiba Berta...."
"jawab saja sial@n!!" bentak Petra dengan tatapan dan ekspresi yang menakutkan.
"ketua kami yang mana yang kau maksud?" tanya Timo yang mendadak mau berbicara.
"yang jelas-nya bukan Toni!" jawab Timo.
"tentu saja ketua kami lebih kuat, dia adalah pimpinan kelompok kami!" ucap Timo.
note: di tiap divisi terdapat kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab dengan bisnis-bisnis tertentu.
"jika kau tahu dia lebih kuat? kenapa kau masih bersi keras untuk melawan-ku? apa kau juga ingin mati seperti ketua-mu dan teman-mu ini?" tanya Petra dengan halus namun terdengar menakutkan.
Mendengar perkataan Petra itu membuat Timo tidak bisa untuk tidak terkejut. bagaimana tidak, ketua yang ia ketahui sebagai orang terkuat yang pernah ia temui ternyata telah di habisi oleh bocah yang bahkan lebih muda dari-nya.
"ti-tidak mungkin!" ucap Timo dengan ekspresi yang tidak percaya.
__ADS_1
jangan lupa
Like, Vote, komen dan faforit