Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Di Serang Mendadak


__ADS_3

mendengar Erwin mengatakan bahwa mereka sudah di kepung tentu-nya membuat Rogo dan dua pegawai-nya itu terkejut.


"hahaha, kau ini bicara apa?" ucap Muru menanggapi perkataan Erwin sambil tertawa.


"diam-lah Muru!" tegas Bosu yang juga menyadari situasi mereka saat ini setelah mengedarkan pandangan-nya.


"ba-bagaimana mungkin!" ucap Rogo seolah tak percaya meskipun diri-nya juga sudah menyadari bahwa mereka benar-benar di kepung.


"seperti yang ku katakan sebelum-nya, di sini bukan hanya aku saja yang menyembunyikan penyadap, tapi orang yang sebelum-nya datang juga sudah menyisipkan penyadap di ruangan ini." jelas Erwin sambil bersiaga untuk menarik pistol-nya yang ia sembunyikan di balik jaket-nya.


Tak lama kemudian, terjadi tembakan beruntun yang berasal dari luar kafe dan langsung menghancurkan jendela-jendela kafe itu.


sementara Erwin, Rogo, dan kedua pegawai-nya yang menyadari tembakan itu langsung tiarap agar tak terkena peluru.


Sementara itu, Erwin berhasil berguling ke samping dan langsung merapat ke sebuah tembok untuk berlindung dari terjangan peluru-peluru yang di lontarkan senjata dari luar kafe itu.


kemudian dengan cepat Erwin mengeluarkan dua pistol-nya dan bersiaga untuk bertempur.


Di sisi lain, Rogo dan kedua pegawai-nya berhasil bergabung di sebuah dinding untuk berlindung dan mulai membuat formasi menyerang. mereka tampak sedang menunggu hingga tembakan beruntun itu berhenti agar mereka bisa lebih mudah melakukan serangan balasan.


Setelah beberapa saat kemudian, tembakan pun berhenti, dan pintu depan langsung terbuka dengan kasar dan langsung menampilkan segerombolan orang yang berusaha masuk seperti layak-nya tentara yang sedang melakukan penyergapan.


namun, belum jauh mereka melangkah dari pintu itu, empat kepala langsung bocor di karenakan Erwin yang langsung menembak tanpa menunggu mereka semua benar-benar masuk.


Melihat hal itu, para anggota Elang Hitam lain-nya langsung menembaki Erwin dengan senjata mereka.


namun tembakan mereka tak mengenai Erwin karena Erwin langsung berlari ke sebuah dinding yang bersebelahan dengan-nya untuk menghindari peluru.


Melihat reaksi Erwin yang sangat cepat itu membuat kedua pemimpin kelompok itu langsung kesal.


"jangan biarkan orang itu kabur!" tegas ketua kelompok 1.


"kita harus membunuh pria itu dulu! setelah itu barulah habisi Rogo dan kedua pegawai-nya!" perintah ketua kelompok 2.

__ADS_1


Kedua anggota kelompok itu pun langsung bergegas untuk melakukan penyerangan terhadap Erwin yang sedang berlari ke sebuah dinding di kafe itu.


Saat Erwin melihat mereka mulai berdatangan, Erwin pun keluar dari balik dinding itu sambil menembak sehingga tembakan-nya berhasil mengenai dua anggota Elang Hitam.


namun, saat Erwin berusaha lari dari hadapan gerombolan yang di tembaki-nya itu, ia melihat sebuah senjata yang arah-nya benar-benar lurus dengan kepala-nya. hal itu-pun membuat Erwin terkejut. namun untung-nya Erwin bergerak dengan cepat, sehingga peluru yang di tembakan pada-nya itu hanya menggores wajah-nya saja.


"untung saja aku cepat menyadari-nya!" ucap Erwin dalam hati dengan ekspresi terkejut.


Setelah itu, Erwin pun berhasil berlari dan masuk lebih jauh lagi ke dalam gedung kafe itu.


"tchi, dari luar ini terlihat hanya sebuah kafe kecil, tapi tidak ku sangka bisa seluas ini!" ucap Erwin dalam hati. lanjut-nya, "ke mana aku harus mencari pintu keluar-nya. harus-nya di belakang gedung ini juga ada pintu keluar di belakang!"


Setelah beberapa saat Erwin berlari di lorong gedung itu, tiba-tiba Erwin muncul di ruang utama, tepat bersebelahan dengan kedua ketua kelompok yang sedang mengincar diri-nya.


melihat kedua pria itu beserta beberapa penjaga di samping kedua pria itu membuat Erwin langsung terkejut bukan main.


diri-nya pun kini sudah di todong oleh para penjaga ketua kelompok itu.


Kini Erwin tak bisa berbuat apa-apa, dan diri-nya hanya bisa mengangkat tangan-nya yang menandakan diri-nya menyerah.


lalu ketua kelompok satu mengeluarkan rokok dari saku-nya dan langsung meletak-kan rokok itu ke mulut-nya. lalu ia melambaikan tangan-nya dengan perlahan sebagai kode pada salah satu penjaga-nya itu.


kemudian salah satu penjaga-nya itu membakarkan rokok yang ada di mulut ketua kelompok satu.


Kemudian ketua kelompok satu itu juga memberi sebatang rokok pada ketua kelompok dua. lalu ia menghembuskan asap rokok-nya dengan santai dan tetap mengacuhkan Erwin.


"seperti-nya kau tak bisa keluar dari sini." ucap ketua kelompok satu itu dengan santai dan masih belum menoleh pada Erwin.


"hari ini adalah hari kematian-mu!" timpal ketua kelompok dua dengan suara lantang sambil menghembuskan asap dari mulut-nya.


"jatuhkan senjata-mu sial*n!!" bentak ketua kelompok satu itu sambil menoleh dan menatap Erwin dengan ekspresi yang penuh amarah.


Belum sempat Erwin menjatuhkan senjata-nya, tiba-tiba terjadi tembakan beruntun yang membuat seluruh penjaga ketua kelompok itu tewas seketika.

__ADS_1


hal itu pun membuat kedua ketua kelompok itu terkejut bukan main dan langsung menoleh ke arah muncul-nya tembakan itu.


Saat mereka ketua kelompok satu menoleh, ketua kelompok dua langsung menodongkan senjata-nya pada Erwin agar Erwin tak punya kesempatan saat perhatian ketua kelompok dua teralihkan.


"tetap jatuhkan senjata-mu sekarang!!" bentak ketua kelompok dua.


"cepat juga reaksi orang ini! pro memang beda!" ucap Erwin membatin sambil menjatuhkan pistol-nya ke lantai.


Di sisi lain, ketua kelompok satu kini melihat bahwa orang yang menembak anggota mereka adalah dua pria yang sama-sekali mereka tidak kenal.


kedua pria itu menodong mereka berdua.


"seperti-nya kau terdesak bocah." ucap salah satu pria yang menembaki anggota Elang Hitam itu sambil melempar senyum ke arah Erwin.


Ketika Erwin mendengar suara pria itu merasa seperti pernah mendengar suara itu sebelum-nya. lalu Erwin pun menoleh ke arah dua pria yang baru datang itu, dan kini mata-nya mendapati sosok pria yang sebelum-nya pernah ia temui saat menghentikan kelompok Elang Hitam yang sedang menjual narkoba.


"ka-kau pria yang membeli narkoba waktu itu!" ucap Erwin yang tampak terkejut.


"ya.... kau benar! apa sekarang kau sudah bersenang-senang?" tanya pria itu dengan ekspresi yang tampak ramah.


Belum sempat Erwin menjawab, tiba-tiba tembakan terjadi lagi dan hampir mengenai kedua pria misterius yang baru datang itu.


kedua pria itu langsung menghindar dan menepi ke sebuah tembok agar tak terkena tembak-kan.


pelaku penembak-kan itu tidak lain adalah anggota Elang Hitam yang sebelum-nya mengejar Erwin namun tak bisa menemukan Erwin. sehingga mereka kembali ke tempat ini untuk mengecek.


Erwin yang melihat kekacauan itu langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan serangan karena ketua kelompok dua sempat lengah dan menoleh ke arah anggota-nya yang sedang menembak.


tanpa membuang kesempatan, Erwin langsung bergerak cepat mendekati ketua kelompok satu, dan saat kelompok satu menoleh ke arah-nya, Erwin langsung menepuk tangan-nya dengan kuat tepat di depan mata ketua kelompok satu. hal itu pun membuat ketua kelompok satu terkejut dan melebarkan mata-nya.


saking terkejut-nya, tubuh-nya kini terpaku dan terasa berat untuk di gerak-kan.


namun Erwin mengabaikan kondisi ketua kelompok satu dan langsung melesat ke arah belakang, tepat-nya ke arah ketua kelompok dua.

__ADS_1


dengan gesit-nya Erwin bergerak dan langsung menangkap pistol ketua kelompok dua dan langsung menekuk lengan ketua kelompok dua itu sehingga pistol-nya langsung masuk ke mulut-nya sendiri.


lalu dengan segera Erwin menekan paksa pelatuk pistol itu sehingga pistol-nya melesatkan peluru yang bergerak dari mulut dan menembus kepala ketua kelompok dua.


__ADS_2