
Sementara itu, saat ini pria satu dan dua tampak kewalahan menghadapi Owl4 dan Owl5.
Kemampuan bertarung Owl4 tampak cukup memadai. Owl4 itu terlihat begitu cepat saat melancarkan serangan-nya.
meskipun begitu, pria satu yang menghadapi-nya juga tidak mau kalah.
dengan kemampuan-nya saat ini, pria satu tampak bisa mulai mengimbangi Owl4 dalam pertarungan itu.
Sementara itu, saat ini pria dua tampak sedang melompat-lompat ke berbagai arah karena diri-nya harus menghindari semua serangan Owl5 yang tampak sangat brutal.
Owl5 yang selalu mengandalkan otot itu tampak terus menyerang dengan brutal dan membuat pria dua sedikit kewalahan.
Di sisi lain, tepat-nya di tempat pertarungan Erwin, saat ini tampak darah yang menetes ke tanah.
darah itu tidak lain adalah darah Erwin yang terkena tusukan pedang dari Owl1.
"tchi... untung saja aku masih sempat menghindar! jika tidak aku pasti akan menerima luka yang lebih besar dari ini!" batin Erwin sambil memegang lengan-nya yang tergores cukup dalam.
Melihat serangan-nya yang tidak terkena telak, Owl1 pun tampak kesal dan mulai mengayunkan pedang-nya dengan membabi-buta.
"kenapa kau masih bisa menghindar sial@n!!" bentak Owl1.
"jangan tanyakan pada-ku! tanyakan author-nya sana!!" teriak Erwin sambil menghindari semua serangan membabi-buta itu.
Sementara menghindari serangan Owl1, tiba-tiba Owl2 menyerang Erwin menggunakan belati.
hal itu membuat Erwin makin terkejut dan makin waspada.
Setiap kali Erwin menyerang, Erwin terus memprediksi-kan ke arah mana pedang dan belati yang di arahkan pada-nya setelah itu.
Belum habis satu kini satu lagi yang muncul dengan menggunakan pedang. ya! saat ini Owl3 juga sudah mengangkat pedang dan menyerang Erwin.
hal itu pun makin membuat Erwin sedikit panik.
"ampun dah! mati aku!" batin Erwin sambil mengelus dada.
Kemudian Erwin pun langsung menjaga jarak dari mereka kurang lebih tujuh meter jauh-nya.
__ADS_1
"seperti-nya aku harus lebih serius lagi melawan kalian!" ucap Erwin sambil perlahan meluruskan tubuh-nya.
"hahaha.... seserius apa-pun kau! kau tetap tidak akan bisa mengalahkan kami!" ucap Owl2 dengan penuh percaya diri sambil tertawa.
Sementara itu, Owl1 yang melihat tingkah Owl2 langsung menegur Owl2.
"jangan hanya tertawa bod0h! sebaik-nya segera bersiap untuk melancarkan serangan berikut-nya!" ucap Owl1 dengan tegas sambil mulai pasang kuda-kuda untuk mulai menyerang.
"itu benar! bocah itu tampak-nya masih punya kemampuan tersembunyi!" timpal Owl3 yang datang dan langsung berdiri di samping Owl1.
"hmm.... kalau begitu ayo segera serang dia! dan jangan beri kesempatan bagi-nya untuk membalas!" tegas Owl1.
Baru saja selesai berkata seperti itu, tiba-tiba Erwin sudah maju dengan kecepatan tinggi.
hal itu tentu-nya membuat mereka bertiga terkejut karena saat ini Erwin sudah berada di depan mereka masing-masing.
parah-nya lagi saat ini Erwin ada empat. sementara itu tiga Erwin sudah berada di depan mereka dan tampak seolah menabrak mereka namun ketiga Erwin itu hanya menembus mereka.
"apa-apaan ini?!" batin Owl1 setelah tertabrak oleh salah satu bayangan Erwin.
"kenapa aku tak bisa menggerak-kan tubuh-ku?!" batin Owl3 sambil menatap Erwin dengan kesal.
Sementara itu, Erwin yang melihat keadaan mereka bertiga langsung berseringai puas.
"kasihan sekali kalian! maaf karena aku sudah menjadikan kalian sebagai kelinci percobaan untuk kemampuan-ku yang baru saja ku temukan ini!" ucap Erwin yang masih terlihat berseringai.
Kemudian Erwin pun berjalan perlahan mendekati ketiga Owl itu.
"aku yakin kalian pasti bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada kalian!.... dan karena kalian berhasil memaksa-ku menggunakan kemampuan ini maka akan ku jelaskan dengan singkat." ucap Erwin yang kemudian meraih pedang yang ada di tangan Owl1 saat ia tiba di hadapan mereka.
Lalu Erwin mulai memainkan pedang itu sambil mulai menjelaskan dengan singkat mengenai apa yang baru saja terjadi.
"yang membuat kalian tak bisa bergerak adalah tehnik pelumpuh.... syarat agar tehnik ini bisa di aktif-kan adalah dengan membuat korban terkejut sambil melihat ke arah-ku.... dan mengenai bayangan diri-ku yang berjumlah tiga orang itu hanyalah ilusi yang ku gunakan untuk membuat kalian terkejut! ilusi itu tak bisa menyerang kalian namun ia berperan penting untuk mengaktifkan kemampuan pelumpuh." jelas Erwin dengan singkat.
Setelah menjelaskan hal itu, kini Erwin langsung menebas mereka bertiga dan membuat tanah di bawah mereka jadi berlumuran darah.
"semoga kalian di terima di sisi-nya." ucap Erwin yang kemudian membalik-kan badan dan mulai melangkah dan meninggalkan mayat mereka di tengah hutan itu.
__ADS_1
Setelah membunuh mereka bertiga, kini Erwin langsung berjalan ke arah pria satu yang sedang bertarung.
sesampai-nya ia di hadapan pria satu, ternyata pria satu sudah menyelesaikan tugas-nya dan berhasil membunuh Owl4.
selain itu, saat ini pria dua juga sudah berada bersama-sama pria satu karena pria dua juga sudah berhasil menumbangkan lawan-nya.
"seperti-nya kalian berhasil mengalahkan mereka dengan cepat." ujar Erwin saat tiba di hadapan mereka.
Mendengar perkataan Erwin barusan membuat pria satu sedikit kesal.
"cepat apa-nya! kau tak lihat kami sampai terluka seperti ini?!" ujar pria satu dengan nada sedikit kasar.
"sudahlah.... tak perlu kasar seperti itu..." balas Erwin sambil mengibaskan tangan-nya.
Tak lama setelah mereka bertiga berkumpul, tiba-tiba ada angin berhembus cukup kencang dan hanya dalam waktu sepintas angin itu menyapu dedaunan di sekitar mereka dan menerbangkan-nya ke arah selatan.
saat mata mereka bertiga menoleh ke arah dedaunan yang di terbangkan angin itu, mereka bertiga menjadi terkejut karena di arah itu berdiri seorang pria dengan topeng hitam menutupi wajah-nya.
Hanya dengan melihat pria itu, tiba-tiba suasana langsung berubah mencekam. insting mereka bertiga bisa merasakan aura yang penuh dengan niatan membunuh terus terpancar dari pria itu.
lalu dengan tergagap pria satu berkata.
"di-dia Lero si Burung Hantu!" ucap pria satu yang saat ini sedang terpaku di tempat.
Sementara itu, Erwin saat ini menjadi panik karena tubuh-nya tiba-tiba terpaku dan tak bisa bergerak sesuai keinginan-nya.
"yang benar saja! kenapa aku tak bisa menggerak-kan tubuh-ku!?" batin Erwin yang masih dalam keadaan terpaku.
"sial@n!.... aku sudah pernah dengar tentang orang ini!! tapi tak ku sangka dia jauh lebih mengerikan dari yang ku bayangkan! si@l!!" batin pria dua mengumpat.
Sementara mereka sedang terpaku, pria bertopeng yang tidak lain adalah pimpinan dari kelompok Burung Hantu itu langsung berjalan perlahan ke arah mereka.
"tidak ku sangka lima anggota-ku tidak cukup untuk menghentikan kalian." ucap Lero. lanjut-nya, "kalau sudah seperti ini maka sebaik-nya aku sendiri yang harus menghabisi kalian untuk membalas dendam atas kematian lima anggota-ku!" ucap-nya dengan suara tegas.
Jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit
__ADS_1