Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Erwin Vs Sagit


__ADS_3

Kemudian Sagit melangkah dengan santai mendekati Erwin.


sementara itu, Erwin hanya diam di tempat dan berusaha untuk menenangkan diri agar tak di remehkan oleh Sagit.


"siapa nama-mu?" tanya Sagit saat tiba di depan Erwin. kemudian ia menimpali-nya, "sebelum-nya kau sudah menanyakan nama-ku, jadi sekarang giliran-mu." ucap Sagit.


"nama-ku Erwin!" jawab Erwin dengan lantang sambil menatap Sagit dengan waspada. lanjut-nya, "jadi apa mau-mu?.... apa kau juga ingin bertarung dengan-ku?" tanya Erwin.


"kau tak perlu se-waspada itu, aku datang bukan karena ingin bertarung dengan-mu.... aku hanya merasakan sesuatu yang menarik dari-mu." jawab Sagit dengan jujur sambil tersenyum ramah.


"apa dia juga mengetahui kemampuan yang ku miliki?" batin Erwin bertanya-tanya.


"apa maksud ucapan-mu barusan?" tanya Erwin memastikan maksud dari perkataan Sagit.


Mendengar pertanyaan Erwin itu membuat Sagit langsung tertawa kecil. kemudian Sagit berjalan pelan melewati Erwin, dan saat sudah berada di belakang Erwin, Sagit berhenti dan mulai berbicara tanpa membalik-kan badan-nya.


"seharus-nya kau sudah tahu.... untuk apa kau berpura-pura bodoh sekarang?" ucap Sagit.


"begitu ya...." ucap Erwin sambil sedikit menunduk-kan kepala-nya dengan ekspresi wajah yang terlihat suram. lanjut-nya, "jadi kau juga pengguna 'panginjani' ya....?" ucap Erwin tanpa menoleh.


note: 'panginjani' berasal dari bahasa suku Kaili Sulawesi tengah, panginjani identik dengan ilmu-ilmu gaib yang berada di luar nalar manusia.


"panginjani?.... maaf, aku tak menggunakan sesuatu yang membuatku bisa menduakan tuhan yang menciptakan-ku." balas Sagit dengan tenang.


"eh?...." Erwin terkejut dan langsung menoleh pada Sagit. "apa maksud-mu?" tanya Erwin.


"kebanyakan panginjani merupakan ilmu yang di berikan oleh roh-roh halus dan bukan berasal dari pencipta...." ucap Sagit tanpa menoleh. lanjut-nya, "di dunia ini sangat banyak iblis yang bisa meminjamkan kekuatan-nya pada manusia, namun untuk meminjamkan kekuatan tentu ada harga yang harus di bayar oleh manusia yang meminjam kekuatan itu.... kira-kira seperti itu lah panginjani berdasarkan yang aku ketahui." jelas-nya.


Mendengar penjelasan itu, Erwin pun langsung memutar tubuh-nya dan menghadap pada Sagit yang saat ini masih membelakangi-nya.

__ADS_1


"itu memang benar! karena itu lah banyak pengguna ilmu gaib yang tidak mau memperlihatkan kuantan mereka, karena semakin banyak mereka menggunakan kekuatan itu, maka masa hidup mereka juga malah akan semakin pendek.... itu lah sebab-nya mereka selalu menyembunyikan kemampuan mereka dan hanya akan menggunakan-nya di saat-saat yang paling mendesak saja." jelas Erwin menimpali penjelasan Sagit.


"meskipun begitu...." balas Sagit sambil memutar tubuh-nya dan langsung berhadapan dengan Erwin. "tidak semua kekuatan di luar nalar manusia adalah kekuatan yang berasal dari iblis." ucap Sagit sambil tersenyum tipis menatap Erwin.


"hmm?..." gumam Erwin sambil memiringkan kepala-nya.


"apa kau pernah dengar yang nama-nya 'sipa'?" tanya Sagit.


"ya aku pernah dengar." jawab Erwin.


"sipa adalah kekuatan spiritual yang berasal dari tubuh manusia itu sendiri, karena pada dasar-nya, setiap manusia yang lahir sudah di bekali kekuatan dari sang pencipta, hanya saja ketamakan, iri hati, kedengkian, dan segala hal yang jahat membuat kekuatan itu tertutup rapat dan tak bisa di gunakan dengan bebas oleh manusia." jelas Sagit.


"aku sudah tahu hal itu.... tapi setahu-ku itu adalah sesuatu yang sangat sulit untuk bisa di dapat-kan, itu-lah sebab-nya banyak yang lebih memilih untuk meminta pada iblis." balas Erwin.


Mendengar perkataan Erwin itu membuat Sagit sekali lagi tersenyum.


"kau benar.... itu karena menggunakan sipa berarti kau tak boleh membunuh manusia walau sejahat apa pun manusia itu.... selain itu untuk bisa menggunakan-nya kau tak boleh menjadi orang yang takabur, karena semua yang kau miliki itu pada dasar-nya hanyalah anugerah dan titipan dari sang pencipta." jelas Sagit sambil menyilangkan kedua tangan-nya di depan dada. lanjut-nya, "karena itu-lah sipa lebih banyak di gunakan sebagai tehnik pengobatan tradisional."


"tenang saja, mereka hanya pingsan." ucap Sagit sambil menoleh pada pria satu dan dua. lanjut-nya sambil kembali menghadap Erwin. "aku tidak selalu menggunakan sipa, aku hanya akan menggunakan sipa itu untuk menekan niat jahat manusia, sebagai contoh-nya adalah kau dan dua pria itu yang langsung tak bisa bergerak saat melihat intimidasi dari-ku.... hal itu bisa terjadi karena saat itu kalian sudah berniat untuk saling membunuh." jelas Sagit.


Mendengar hal itu pun membuat Erwin langsung tersentak dan terkejut.


"jadi dari awal kau sudah tahu niat-ku juga ya...?" ucap Erwin memastikan.


"ya itu benar, jadi setelah aku mengetahui niat kalian, barulah aku menyerang kalian menggunakan kemampuan bela diri-ku." jelas Sagit tanpa kebohongan sedikit-pun.


"jika memang seperti itu, berarti kemampuan fisik-nya adalah hal yang murni hasil latihan bela diri." batin Erwin sambil menatap Sagit dengan sedikit waspada.


"setelah kau tahu niat-ku, apa kau juga akan menghajar-ku seperti kau menghajar kedua pria itu?" tanya Erwin sambil pasang kuda-kuda bertarung ala pesilat.

__ADS_1


"ohoh.... kau ingin bertarung dengan-ku? boleh juga.... lagi pula aku memang melihat kemampuan-mu saat ini masih bisa berkembang jika kau terus mengasah-nya." ucap Sagit yang juga langsung pasang kuda-kuda bertarung ala pesilat.


"kau berbicara seolah sedang ingin menguji kemampuan-ku saja." ucap Erwin sambil bergerak pelan mendekati Sagit.


"tentu saja, lagi pula kelihatan-nya kau sedang berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi agar bisa melindungi orang-orang yang ada di sekitar-mu bukan?" ucap Sagit yang asal tebak, dan kemudian langsung melakukan tendangan ke arah Erwin.


Erwin melangkah ke belakang untuk menghindar. "kau benar! itu memang salah satu tujuan-ku saat ini!"


Setelah itu Erwin langsung maju dua langkah sambil mengayun tangan kanan-nya ke wajah Sagit.


namun dengan cepat Sagit menepis tangan kanan Erwin.


Sementara itu, Erwin yang menduga serangan-nya akan di tepis langsung menyerang menggunakan lutut ke arah ulu hati Sagit.


namun dengan refleks yang cepat Sagit langsung memutar tubuh-nya untuk menghindar sambil mengayunkan tangan kanan-nya untuk di hantam-kan ke wajah Erwin.


Erwin yang menyadari hal itu langsung menahan pukulan itu menggunakan tangan kiri-nya, dan di saat yang bersamaan tangan kiri Erwin langsung di Lesatkan dengan cepat ke arah tenggorokan Sagit.


namun hal itu berhasil di hindari oleh Sagit, dan di saat bersamaan Sagit langsung menangkap tangan Erwin untuk di kunci.


Belum sempat terkunci, Erwin sudah mengambil tindakan cepat dengan cara memutar tubuh-nya membelakangi Sagit, dan kemudian ia melesatkan siku tangan kiri-nya ke arah dagu Sagit yang sudah berada di belakang-nya.


Sagit yang menyadari hal itu langsung membatalkan tehnik kuncian dan beralih ke tehnik bertahan


ia dengan cepat menahan siku tangan kiri Erwin, dan di saat yang hampir bersamaan Sagit langsung menendang kaki Erwin dari belakang dan membuat Erwin tersungkur.


Dalam keadaan tersungkur itu Erwin masih belum putus asa, ia dengan cepat menggunakan satu kaki-nya untuk menendang ke arah belakang tepat di mana Sagit berdiri.


hal itu pun membuat Sagit langsung mundur ke belakang untuk menghindar.

__ADS_1


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit


__ADS_2