Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Lima Anggota Burung Hantu


__ADS_3

Kedua pria yang mendengar suara Erwin itu pun langsung terkejut seraya menatap ke bawah tempat suara itu bersumber, sehingga kedua-nya langsung mendapati Erwin yang sedang berdiri santai di bawah pohon.


"siapa kau!" ucap pria satu dengan sedikit waspada.


"yang jelas-nya aku ada di pihak kalian." jawab Erwin.


"perkataan-mu itu tidak menjamin!" timpal pria dua.


"ingat, kita tak boleh sampai ketahuan!" bisik pria satu pada pria dua. kemudian ia menimpali perkataan-nya, "ada kemungkinan kalau orang itu adalah musuh! di lihat dari mana pun tak mungkin ada masyarakat biasa yang setenang itu menawarkan informasi pada kita.... kalau di pikir-pikir lagi, seperti-nya dia sudah mendengar pembicaraan kita yang sebelum-nya, dan hal itulah yang membuat-nya menawarkan informasi pada kita!" jelas pria satu panjang lebar.


"kau benar! kalau begitu, sebelum ia bergerak kita lah yang harus bergerak lebih dulu!" ucap pria dua.


Pria satu yang mendengar ucapan pria dua langsung mengangguk setuju. kemudian mereka kembali menoleh ke arah Erwin.


"apa diskusi kalian sudah selesai?" tanya Erwin.


Tanpa menjawab pertanyaan Erwin, tiba-tiba pria satu sudah melayang di depan Erwin, dan kaki pria satu sudah tepat berada di depan wajah Erwin.


~BRUAAAKK!!~


Erwin terseret cukup jauh karena terkena tendangan itu.


meskipun begitu, Erwin tak sepenuh-nya terkena tendangan karena Erwin sempat memblokir tendangan itu menggunakan kedua tangan-nya yang ia silangkan di depan wajah-nya.


"tendangan-mu kuat juga rupa-nya." ucap Erwin yang kemudian menunjuk-kan seringai jahat.


Sementara itu, saat ini pria satu hanya bisa menatap Erwin yang ada di depan-nya.


tak lama setelah itu pria dua langsung turun dari pohon dan mendarat tepat di samping pria satu.


"rupa-nya dia masih sempat memblokir serangan mendadak-mu... itu arti-nya dia bukan orang biasa!" ucap pria dua dengan tatapan yang mewaspadai Erwin.


"kau benar! kita tak boleh meremehkan-nya." balas pria satu.


"tchi.... tubuh-ku masih merasakan lelah karena bekerja! jika mereka bisa bertahan dalam pertarungan ini aku pasti akan kalah!.... si@l! padahal aku tak berniat bertarung dengan mereka!" batin Erwin menggerutu.


Baru saja selesai menggerutu dalam hati, kini pria dua sudah melakukan tendangan ke arah wajah Erwin.

__ADS_1


Erwin menghindar ke belakang, namun dengan cepat pria dua melayangkan satu kaki-nya lagi untuk menendang.


hal itu pun memaksa Erwin untuk melompat ke belakang.


Ketika Erwin mendarat di belakang, pria satu pun langsung menghampiri Erwin sambil menyerang Erwin dengan berbagai jenis pukulan tangan.


meskipun pria satu itu cepat dalam menyerang, namun Erwin tetap berhasil menangkis semua pukulan itu dengan lihai menggunakan kemampuan silat-nya.


"kemampuan anak ini benar-benar tak boleh di remehkan! dia seperti sudah setara dengan para ketua divisi!" batin pria satu.


Saat pria satu berhasil terdorong mundur, pria dua pun dengan segera mengganti posisi pria satu.


pria dua itu dengan begitu lincah mengkombinasi-kan tinju dan tendangan-nya.


meskipun begitu, Erwin masih tetap bisa menghalau semua serangan itu.


"apa-apaan bocah ini!? dia seperti monster saja!" ucap pria dua dalam hati.


"dari pembicaraan kalian sebelum-nya..." ucap Erwin sambil melompat ke belakang dan menjaga jarak dari kedua pria itu. "aku sudah bisa tahu bahwa kalian adalah kelompok Elang Hitam."


"tidak ada arti apa-apa juga sih.... tapi yang jelas-nya aku sudah bertemu dengan pimpinan kalian yang bernama Lingu, dan aku juga bahkan tahu siapa saja yang kemungkinan terlibat dalam perdagangan sabu-sabu yang sedang kalian selidiki saat ini." ujar Erwin sambil berseringai.


Mendengar perkataan Erwin tentu membuat pria satu dan dua sedikit tertarik. namun mereka masih belum bisa percaya begitu saja pada Erwin.


"kau pikir kami ini bodoh dan bisa percaya begitu saja pada-mu?" ucap pria satu menanggapi.


"hmm...." gumam Erwin sambil memegang dagu-nya seperti sedang berpikir. "kau benar juga."


Sesaat kemudian, Erwin pun langsung berbalik badan.


"ya sudah! kalau kalian tak mau mendengar perkataan-ku maka aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi pada kalian." ucap Erwin yang kemudian mulai melangkah.


Melihat sikap Erwin yang sok itu membuat pria satu dan dua langsung kesal seketika.


"berani-nya kau mempermainkan kami!" ucap pria dua.


"meskipun begitu kau sudah melihat kami! itu arti-nya kau harus berakhir di sini!" tegas pria satu sambil bergerak maju.

__ADS_1


"hah...." Erwin menghela nafas dengan ekspresi malas. "apa semua anggota Elang Hitam memang suka dengan jalan kekerasan seperti ini?" ucap Erwin dengan tenang, dan saat pria satu melompat ke arah-nya, ia pun langsung memutar tubuh-nya seraya melayangkan tendangan ke ulu hati pria satu itu.


~BRUAKK!!~


Pria satu terkena tendangan yang sangat kuat hingga mulut-nya mengeluarkan cairan bening, dan ia terlempar hingga ke posisi awal-nya, tepat-nya di samping pria dua.


Melihat pria satu yang terlempar itu membuat kemarahan pria dua makin menjadi.


pria dua pun langsung maju menghadapi Erwin.


"kau benar-benar tak boleh di biarkan lebih lama!" bentak pria dua sambil melayangkan tendangan ke wajah Erwin.


Melihat tendangan itu Erwin pun langsung bereaksi dan menunduk sehingga tendangan itu tak mengenai-nya.


Saat tendangan itu berhasil di hindari oleh Erwin, pria dua itu pun dengan segera melayangkan tendangan ke arah belakang karena saat ini posisi-nya setelah menendang adalah membelakangi Erwin.


Erwin yang melihat tendangan itu langsung melompat ke belakang sehingga tendangan itu tak mengenai-nya.


hanya dalam waktu kurang dari sedetik setelah menendang, kini pria dua langsung melayangkan tinju kanan-nya ke wajah Erwin. namun Erwin berhasil menghindar.


tak cukup sampai di situ, pria dua kini langsung memutar tubuh-nya membelakangi Erwin seraya menunduk dan kemudian menendang ke belakang.


Erwin yang melihat tendangan itu langsung menangkis tendangan itu.


setelah berhasil menangkis, tak di sangka-sangka pria dua yang menunduk tadi ternyata sengaja menunduk untuk mengambil sebuah kayu, dan kini pria dua langsung berdiri sambil mengayunkan kayu itu dengan sangat kuat ke arah Erwin.


Erwin yang terkejut akan hal itu hampir saja tak sempat menghindar, sehingga saat menghindar Erwin masih sempat terkena serangan itu meski pun hanya mengakibatkan luka goresan.


Di tengah-tengah pertarungan mereka itu, tiba-tiba muncul lima orang pria yang tak di kenal.


salah satu dari pria itu langsung melempar sebuah pedang ke arah Erwin dan pria dua.


pedang yang di lemparkan itu membuat pria dua dan Erwin langsung melompat ke belakang, sementara pedang itu kini tertancap di tanah, tepat di tengah-tengah mereka.


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit.

__ADS_1


__ADS_2