
"sial@n kau!!" teriak Toni dengan penuh emosi sambil berlari cepat ke arah Erwin.
Erwin yang melihat kedatangan Toni hanya tersenyum tipis dan tidak bergerak sedikit pun dari tempat ia duduk.
Saat Toni sudah berada dekat dengan Erwin, Toni pun langsung melayangkan tendangan yang sangat kuat ke wajah Erwin.
Erwin yang melihat tendangan yang mengarah kepada-nya langsung menunduk sehingga tendangan itu hanya melewati-nya.
lalu Erwin segera melakukan salto ke depan sambil menendang wajah Toni.
Toni mundur ke belakang dan berhasil menghindar. namun dengan cepat Erwin langsung melakukan tendangan sapuan ke kaki Toni dan tepat mengenai pergelangan kaki-nya.
hal itu pun membuat Toni hilang keseimbangan dan langsung jatuh terduduk di lantai.
"sial@n!!" bentak Toni dengan ekspresi yang sangat kesal.
"diam!" balas Erwin dengan cepat sambil melakukan tendangan kuda tepat mengenai mulut Toni.
Hal itu pun membuat Toni meringis dan kepala-nya terdorong serta membentur lantai.
Tanpa menunggu lama, Erwin langsung melakukan tendangan vertikal ke bawah tepat ke arah perut Toni. namun Toni yang menyadari hal itu langsung berguling ke samping sehingga ia terhindarkan dari tendangan Erwin.
Setelah itu, Toni pun langsung berdiri dan menatap Erwin dengan tatapan tajam dan penuh rasa amarah.
tatapan tajam Toni itu makin terlihat mengerikan karena mulut Toni yang saat ini berlumuran darah layak-nya zombie yang baru saja menerkam manusia.
Sejenak kedua-nya berdiam diri sambil berhadap-hadapan. tampak Toni sedang berusaha mengontrol pernafasan-nya yang semakin cepat dan tak teratur. sementara Erwin justru terlihat biasa saja karena ia tidak banyak menggunakan stamina-nya dalam pertarungan ini.
Sesaat kemudian, tiba-tiba Petra langsung datang ke tempat mereka bertarung dan membuat kedua-nya langsung terkejut. terlebih lagi pada Toni yang saat ini sedang menatap Petra dengan tatapan tidak percaya.
"ba-bagaimana mungkin kau bisa kabur?" tanya Toni dengan terbata-bata dan dengan mata yang masih terus melebar.
"itu tidak penting." ucap Petra dengan tenang. lanjut-nya, "Erwin! sebaik-nya kita pergi sekarang juga!" ucap Petra dengan nada memerintah.
Erwin yang mendengar hal itu langsung mengangguk patuh.
"baiklah, ayo pergi." ucap Erwin sambil membalik-kan tubuh-nya.
Sementara itu, Toni yang melihat Erwin mengabaikan-nya tentu langsung kesal dan tidak terima dengan perlakuan itu.
"berhenti kau sial@n!!" teriak Toni degan penuh emosi dan langsung berlari ke arah Petra. lanjut-nya, "di mana ketua?! apa yang kau lakukan pada-nya?!"
__ADS_1
Saat Toni sudah berada dekat dengan Petra, Toni langsung melompat sambil mengambil posisi untuk melayangkan tinju-nya.
namun tak di sangka-sangka Erwin langsung menyerang Toni dari samping menggunakan tendangan yang kuat sehingga Toni terkejut dan terlempar ke samping.
Petra yang melihat hal itu hanya diam dan terlihat tetap tenang.
"apa kau tidak apa-apa?" tanya Erwin dengan cepat sambil menoleh pada Petra.
"aku baik-baik saja kawan." jawab Petra sambil tersenyum ramah pada Erwin.
"kalau begitu sebaik-nya kita pergi sekarang!" ucap Erwin yang langsung berlari menuju tangga untuk turun ke lantai bawah.
"oke." ucap Petra cepat dan langsung lari mengikut di belakang Erwin.
Setelah mereka berdua berhasil keluar dari gedung itu, Erwin pun langsung mengajak Petra untuk mengikuti-nya ke tempat ia memarkir motor-nya.
Setelah mereka tiba di tempat Erwin memarkir motor, tak di sangka-sangka motor Erwin saat ini sudah di rusak oleh teman-teman geng Toni.
motor Erwin saat ini tampak penyok hampir di semua bagian, dan kepala motor-nya juga hancur tidak karuan. selain itu, kedua roda motor-nya yang sebelum-nya berbentuk lingkaran sempurna kini jadi seperti lingkaran yang penuh lekukan.
"Ani!!" teriak Erwin sambil mendekati motor-nya dan kemudian langsung merangkul motor itu. "apa yang terjadi pada-mu? Ani!" teriak Erwin dengan ekspresi yang tampak panik.
"Ani?" gumam Petra sambil memiringkan kepala-nya dan menunjuk-kan ekspresi bingung di wajah-nya.
Mendengar ocehan Erwin itu membuat Petra makin bingung, ia merasa ada yang aneh pada kejiwaan Erwin.
"Ani? Teeer..... la.... lu!" ucap Petra sambil memutar bola mata-nya dengan malas.
Tak lama setelah itu muncul dua orang teman geng Toni yang bertugas menghancurkan motor Erwin.
kedua pria itu muncul dari balik kegelapan dan langsung menampak-kan diri-nya di hadapan Erwin dan Petra.
Sementara itu, di balik kegelapan malam, ada satu teman geng Toni yang tidak mau keluar dan menampak-kan diri di hadapan Erwin dan Petra.
pria yang masih bersembunyi itu tampak pasang ekspresi yang tampak sedikit takut.
"sial@n!! mereka seenak-nya saja, padahal sudah jelas semua anggota yang ada di gedung sudah kalah, mereka tetap saja bersikeras untuk menghadapi Erwin!!" ucap pria itu dengan nada suara yang sedikit di tekan.
Di sisi lain, Erwin yang saat ini tengah bersedih langsung menatap dua pria yang saat ini muncul di hadapan mereka.
lalu Erwin pun berdiri dan meluruskan tubuh-nya.
__ADS_1
ia lalu menatap dua pria itu dengan tatapan yang mengancam dan penuh intimidasi.
Sedangkan dua pria yang melihat reaksi Erwin itu tampak hanya santai saja.
mereka bahkan hanya tertawa kecil melihat reaksi Erwin.
tertawaan mereka itu kini makin tampak mengejek.
mereka berdua mengangkat dagu sambil menatap Erwin dengan tatapan angkuh.
"hahaha, aku tak habis pikir, bagaimana bisa orang seperti-nya ini mengalahkan Toni dan yang lain-nya?" ucap pria delapan sambil tertawa mengejek.
Setelah itu, pria sembilan tampak tengah memperhatikan Erwin dengan seksama. ia melihat Erwin mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.
ia lalu menatap Erwin dengan tatapan yang tampak meremehkan Erwin.
"orang ini tidak sepadan dengan-ku! dia sangat-lah lemah dan tak berguna!" ucap pria sembilan yang langsung mundur ke belakang.
Sementara itu, di dalam gedung tepat-nya di lantai dua, tampak Toni perlahan membuka mata-nya.
saat ini Toni sudah sadarkan diri, namun ia masih belum bisa bergerak dengan leluasa karena diri-nya masih sangat kelelahan dan banyak kehilangan stamina dalam pertarungan barusan.
Setelah itu, Toni pun mulai bergumam sambil tersenyum tipis.
"meskipun mereka bisa keluar dari gedung ini, bukan berarti mereka akan bebas begitu saja!" ucap Toni sambil tersenyum licik. lanjut-nya, "saat ini, aku sudah menempatkan Lore Timo dan Soko di luar. aku sengaja memberi mereka tugas untuk menghancurkan kendaraan apapun yang di gunakan oleh Erwin!" ucap Toni yang kemudian duduk.
"meskipun begitu, aku punya rencana lain untuk mereka! aku yakin Lore pasti kabur, tapi Timo dan Soko pasti tetap akan bertarung! karena aku tahu, mereka adalah orang terkuat di geng ini! mereka hanya tunduk padaku karena aku adalah orang pilihan ketua. meskipun begitu, rencana-ku saat ini sudah tepat! saat kami di kalahkan, maka saat itu lah mereka yang akan mengambil alih pertarungan!" ucap Toni dengan penuh semangat sambil tertawa licik.
Sementara itu, di tempat motor Erwin yang di parkir kini suasana makin runyam.
Erwin terus menatap dua pria di depan-nya dengan ***** membunuh.
"apa kalian yang menghancurkan motor-ku." tanya Erwin dengan suara dingin yang berkesan horor dan menakutkan.
sementara itu, Timo dan Soko yang melihat tatapan itu hanya tertawa mengejek dan tidak takut sama sekali.
Sementara itu, Petra yang saat ini berdiri di belakang Erwin hanya tersenyum tipis sambil melihat dua pria yang mencari gara-gara itu.
"dasar bod0h.... mereka sudah menyinggung orang yang salah." ucap Petra sambil memasuk-kan kedua tangan-nya di saku celana.
jangan lupa
__ADS_1
Like, Vote, komen, dan faforit.