Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Orang Yang Mencurigakan


__ADS_3

Mendengar gumaman Sagit, Erwin pun langsung berhenti melangkah dan menatap Sagit dengan serius.


Sagit yang menyadari tatapan itu langsung menoleh dan membalas tatapan Erwin.


sesaat setelah itu Sagit langsung tersenyum ramah pada Erwin.


"apa ada yang salah pada-ku?" tanya Sagit sambil tersenyum.


Erwin yang mendapati pertanyaan itu sedikit tersentak.


lalu ia kembali menatap Sagit dengan serius.


"tidak, aku hanya berpikir kau mirip salah satu teman-ku." ucap Erwin berbohong.


Setelah itu, Erwin pun langsung menarik tangan Airin agar segera pergi dari tempat Sagit.


saat Erwin dan Airin mulai beranjak, tiba-tiba Sagit langsung melompat ke depan mereka berdua dan membuat mereka berdua tersentak.


"apa yang kau lakukan?" tanya Erwin dengan tatapan yang menyeramkan.


sementara itu Airin hanya bisa bingung karena sedari tadi ia melihat bahwa Erwin dan Sagit seperti sedang memiliki permasalahan.


Mendengar pertanyaan itu, Sagit hanya diam dan kemudian memasuk-kan kedua tangan-nya di saku celana. lalu ia pun berjalan perlahan melewati Erwin.


"kalian sedang di buntuti oleh tiga pria yang mencurigakan." ucap Sagit sambil berjalan melewati Erwin.


Mendengar perkataan Sagit itu membuat Erwin sedikit penasaran. ia pun langsung menoleh ke belakang dan menatap punggung Sagit.


"hei...." ucap Erwin dengan suara yang dingin. "siapa nama-mu?" tanya Erwin.


"nama-ku Sagit." ucap Sagit sambil menoleh dan tersenyum ramah pada Erwin dan Airin.


Sesudah itu Sagit pun langsung berbelok dan turun ke sungai. ia tampak sedang melompat-lompat di atas batu untuk menyebrang ke daratan di sebelah-nya.


Lalu setelah itu Erwin langsung mengedarkan pandangan-nya dan benar saja, sesuai yang di katakan oleh Sagit, saat ini Erwin berhasil melihat bahwa memang ada tiga pria mencurigakan yang sedang berdiri cukup jauh di belakang mereka.


ketiga pria itu tampak sedang mengobrol dengan begitu natural sehingga siapa saja yang melihat mereka pasti tidak akan menyadari apa tujuan ketiga pria itu.


Namun, bagi Erwin keberadaan tiga pria itu memang mencurigakan, karena sejak di jembatan tadi Erwin memang sudah menyadari keberadaan mereka. namun Erwin mengabaikan-nya karena menganggap itu hal biasa. tapi karena mereka sudah mengikuti sampai sejauh ini, maka kesimpulan-nya memang mereka sedang membuntuti Erwin.

__ADS_1


"jika tujuan mereka adalah air terjun, maka seharus-nya mereka tak perlu berhenti saat kami sedang berhenti." ucap Erwin dalam hati.


"apa kau punya masalah dengan pria yang bernama Sagit itu?" tanya Airin sambil menggoyangkan tangan Erwin yang memegangi tangan-nya.


Mendengar pertanyaan itu, Erwin pun berhenti berekspresi serius. ia langsung menoleh pada Airin dan menatap Airin sambil tersenyum ramah.


"tidak ada masalah, tadi aku benar-benar hanya berpikir kalau dia itu sama seperti teman-ku." ucap Erwin berbohong. kemudian ia menimpali perkataan-nya sambil berjalan dan menarik Airin dengan perlahan. "ayo kita pergi ke air terjun sekarang."


"baiklah." ucap Airin sambil mengangguk.


Setelah beberapa saat mereka berdua berjalan, kini suara air terjun terdengar makin kuat.


"seperti-nya kita sudah dekat." ucap Erwin sambil memandang ke depan.


Saat ini di depan mereka berdua terdapat batu besar, batu itu menghalangi pandangan mereka untuk melihat air terjun.


lalu Erwin segera naik ke atas batu itu dan ia langsung terpesona melihat pemandangan air terjun itu.


"apa sudah terlihat?" tanya Airin sambil berusaha untuk naik ke atas batu itu.


"iya, dari sini sudah bisa terlihat." jawab Erwin sambil menoleh pada Airin.


Melihat tangan Erwin yang terulur itu, Airin pun segera menggenggam tangan Erwin.


setelah Airin menggenggam tangan Erwin, Erwin pun segera menarik airi ke atas batu itu.


Setelah berhasil berdiri di atas batu itu, Airin pun langsung terpesona, ia melihat air terjun yang sangat tinggi.


air terjun itu memiliki tiga tingkat, tingkat kedua dari air terjun itu tinggi-nya mencapai kurang lebih 20 meter, sedangkan tingkat tiga-nya mencapai ketinggian kurang lebih 25 meter dari tingkat ke dua.


Sesudah itu, Erwin pun memegang tangan Airin dan menarik-nya untuk turun dari batu itu.


setelah itu Erwin langsung membantu Airin untuk menyebrangi sungai, dan setelah menyebrangi sungai, mereka tiba di sebuah tempat penjaga yang bertugas untuk mengurus biaya sewa gazebo yang ada di tempat itu.


"aku pesan satu tempat untuk beristirahat dan bersantai." ucap Erwin pada pria yang menjaga tempat itu.


Setelah itu, pria yang menjaga tempat itu langsung menunjuk satu gazebo yang belum ada penyewa-nya, dan gazebo itu berada di samping aliran sungai.


lalu Erwin pun membayar uang sewa-nya dan segera mengajak Airin untuk beristirahat di gazebo itu.

__ADS_1


Setelah sampai di gazebo itu, Airin langsung duduk dan mengistirahatkan diri-nya.


lalu ia mengedarkan pandangan-nya.


ia kemudian melihat ada bermacam-macam orang yang sedang mandi di tingkat pertama, di tingkat pertama itu terdapat banyak anak kecil yang sedang bermain-main air.


lalu Airin kemudian menoleh ke atas dan melihat ada banyak orang-orang dewasa dan yang seumuran mereka berdua sedang mandi dan berfoto-foto di tingkat ke dua, dan begitu pula di tingkat ke tiga.


"mereka semua menikmati hari libur-nya dengan baik." ucap Erwin sambil meletak-kan tangan-nya di atas kepala Airin.


"kau benar.... mereka semua tampak bahagia." ucap Airin sambil menoleh pada Erwin yang saat ini sedang duduk di samping-nya.


"apa ini pertama kali-nya kau datang ke tempat wisata?" tanya Erwin.


"tidak juga...." ucap Airin sambil menggelengkan kepala-nya dan ekspresi-nya langsung terlihat sedih. lanjut-nya, "dulu aku pernah jalan-jalan seperti ini bersama ayah dan ibu-ku." ucap Airin dengan nada yang lirih.


Erwin yang mendengar hal itu langsung sadar kalau pertanyaan-nya bisa saja membuat Airin mengingat kenangan yang bisa saja membuat diri-nya sedih.


"maaf sudah mengungkit hal itu...." ucap Erwin sambil menepuk bahu Airin dengan lembut. lanjut-nya, "aku mengajak-mu kemari agar kau merasa sedikit lebih semangat dan merasa bahagia.... jadi jika hal itu membuat-mu sedih, maka aku tak tahu lagi harus melakukan apa agar kau bisa merasa lebih baik." ucap Erwin sambil menatap Airin.


Mendengar perkataan Erwin itu, Airin pun langsung menjatuhkan tubuh-nya dan kemudian ia menyandarkan kepala-nya di atas p@ha Erwin.


"biarkan aku seperti ini untuk sementara." ucap Airin sambil memandangi aliran sungai yang ada di depan mereka.


Melihat tingkah Airin itu, Erwin pun langsung tersenyum tipis.


ia bisa melihat kalau saat ini Airin masih terlihat bersedih karena mengingat masa lalu-nya.


"kau sudah berusaha untuk tegar sampai saat ini.... karena itu lah kau bisa menjadi lebih kuat dari sebelum-nya." ucap Erwin sambil membelai rambut panjang Airin.


"uhm...." gumam Airin mengiya-kan perkataan Erwin.


Setelah itu, Erwin pun mulai mengedarkan pandangan-nya untuk mencari keberadaan tiga pria mencurigakan yang sedari tadi mengikuti mereka.


hingga akhir-nya Erwin pun melihat bahwa ketiga pria itu saat ini sedang berdiri di sebuah batu yang tidak begitu jauh dari tempat mereka beristirahat.


"seperti-nya mereka benar-benar membuntuti kami!" batin Erwin dengan tatapan waspada.


Jangan lupa

__ADS_1


Like, Vote, komen, dan faforit.


__ADS_2