Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Memimpin Cabang


__ADS_3

Saat ini Erwin baru saja selesai makan malam, dan tak lama kemudian Lepi menghubungi-nya dan meminta-nya untuk datang ke markas utama penjual senjata ilegal.


[bisakah kau segera ke markas sekarang?] tanya Lepi melalui telepon.


"hmm?...." gumam Erwin. "apa ada sesuatu yang penting?" ucap Erwin yang balik bertanya.


[ya! ada! dan ini sangat penting!] jawab Lepi dengan cepat.


"baiklah, aku akan segera ke sana!" balas Erwin yang kemudian langsung mematikan handphone-nya.


"hah...." Erwin menghela nafas dengan ekspresi lelah. "aku sama sekali tak punya waktu untuk beristirahat sejenak." ucap Erwin yang kemudian langsung beranjak dari meja makan.



Kini Erwin telah tiba di markas tempat Lepi berada. kemudian ia langsung masuk dan menemui Lepi yang berada di ruangan-nya.


sesampai-nya di sana ia mulai mengobrol santai dengan Lepi, dan hingga akhir-nya mereka pun mulai membicarakan tentang bergabung-nya Erwin di kelompok mereka


atau lebih tepat-nya tentang kerjasama yang mereka sepakati sebelum-nya.


Di sana Lepi juga menjelaskan bahwa Erwin telah di angkat menjadi salah satu pengurus cabang.


Erwin yang mendengar hal itu merasa sedikit keberatan karena hal itu hanya akan membuat diri-nya terikat dengan kelompok Lepi.


"aku menolak!.... saat ini aku ingin bebas dan tidak terikat dengan hal-hal seperti itu, karena tujuan-ku saat ini bukanlah menjalankan hal seperti itu!.... lagi pula siapa yang menyuruh kalian membuat keputusan tanpa sepengetahuan-ku?!" jelas Erwin


"tenang saja, kami tidak akan memberi mu batasan, kau bebas melakukan apa saja, selain itu kami juga tidak serta-merta mengangkat-mu, jadi semua tergantung pada-mu, jika kau tidak tertarik menjadi pengurus ya kau tidak perlu menerima tawaran ini." ucap Lepi menjelaskan. lanjut-nya, "inti-nya begini, jika kau mau menjadi pengurus cabang, maka kau dan anggota-mu berhak mendapatkan 80% dari penghasilan bulanan cabang itu, yang penting kau bekerja dengan baik, tapi jika kau malah ingin kebebasan penuh, maka kau hanya akan menerima 10% dari pendapatan bulanan."


Mendengar hal itu, Erwin terlihat mulai berpikir.


"itu bukan tawaran yang buruk, tapi kalau soal uang aku kan bisa dengan mudah meminta Airin untuk meretas sebuah bank agar bisa menarik uang dari sana." batin Erwin.


Setelah cukup lama berpikir, Erwin pun memilih untuk menerima tawaran Lepi.


tujuan Erwin menerima tawaran itu bukan karena pendapatan dari kelompok cabang, melainkan karena ia bisa memerintah anggota yang ada di kelompok cabang yang ia pimpin.


"jika Lepi ingin memanfaatkan-ku dalam bisnis-nya, maka aku hanya perlu memanfaatkan-nya sebagai pion dan tameng untuk melawan Elang Hitam!" ucap Erwin dalam hati.

__ADS_1


"baiklah, karena kau sudah setuju, maka sebaik-nya sekarang kau ikut dengan-ku!" ujar Lepi mengajak sambil berjalan melewati Erwin.


"ke mana?" tanya Erwin.


"kita ke markas cabang yang baru, yang akan kau kelola." jawab Lepi sambil menoleh tanpa memutar tubuh-nya.


"oh.... langsung bertugas ya? merepotkan sekali." balas Erwin dengan nada mengeluh.


"haha..... jangan berkata seperti itu.... lagi pula itu sudah menjadi tugas-mu sekarang." ujar Lepi. lanjut-nya, "sejujur-nya saat ini kita sedang kesulitan mencari tempat yang pas untuk menjual senjata ilegal yang tak mudah di ketahui pihak keamanan, namun akhir-nya kita tetap bisa menemukan-nya meski jarak-nya sangat jauh dari markas utama."


Sesudah itu mereka pun langsung pergi ke garasi dan menaiki sebuah mobil yang cukup mewah.


lalu mereka pun berlalu dari tempat itu.


******


Malam ini, di sebuah gedung yang besar dan menjulang tinggi tampak seorang pria bertopeng dengan pakaian hitam serta jubah hitam sedang berjalan memasuki sebuah ruangan khusus.


di sepanjang perjalanan-nya, tampak banyak pegawai di tempat itu memberi hormat kepada-nya. ia yang melihat hal itu hanya mengabaikan-nya dan terus berjalan lurus.


note: topeng yang di gunakan adalah topeng hitam yang menutupi seluruh kepala layak-nya 'power ranger'."


dengan kata lain, pria itu adalah ketua cabang Elang Hitam terkuat di antara beberapa ketua cabang Elang Hitam lain-nya yang ada di pulau Kalimantan, dan pria itu bernama, "Anton Marius".


Setelah menaiki sebuah lift ke lantai atas, kini mereka berjalan langsung ke tempat tujuan mereka.


Setiba-nya mereka di depan sebuah ruangan khusus itu, Anton yang tadi-nya di belakang langsung bergerak maju dan langsung membuka-kan pintu bagi pria bertopeng itu.


"silahkan masuk tuan." ucap Anton.


"terimakasih." jawab pria bertopeng itu dengan tenang.


Sesaat ia masuk ke ruangan itu, tiba-tiba seluruh orang yang ada di ruangan itu langsung berdiri seketika dan dengan kompak mereka langsung memberi hormat pada pria bertopeng itu.


"selamat datang! tuan Elang Hitam!" ucap seisi ruangan itu dengan serentak.


Sang Elang Hitam yang mendapat salam itu hanya diam seraya mengangguk sekali.

__ADS_1


kemudian ia langsung berjalan ke kursi yang ada di depan meja rapat, sementara orang-orang lain-nya duduk di bagian kiri dan kanan meja rapat.


"baiklah, segera mulai rapat hari ini!" perintah sang Elang Hitam sambil menyilang-kan jari-jari tangan-nya di depan wajah-nya.


******


Saat ini Lepi dan Erwin singgah di sebuah gedung kecil yang bertuliskan "BARBAR SHOP!! hanya yang greget yang berani mampir!".


Erwin yang melihat tulisan itu di depan gedung langsung tertawa.


"hahaha.... slogan-nya benar-benar horor dan mencekam." ucap Erwin sambil tertawa serta berjalan mengikuti Lepi.


"bukan-kah itu terdengar unik?" ucap Lepi bertanya.


"ya! saking untuk-nya perut ku sampai sakit karena tertawa!" jawab Erwin yang masih tertawa karena tulisan itu.


Lepi yang melihat reaksi Erwin hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepala-nya sambil membuka pintu gedung itu.


"daripada tertawa terus, lebih baik kau segera menyapa anggota-anggota mu." ucap Lepi menyela tawa Erwin.


"hahahaha.... iya-iya...." jawab Erwin patuh.


Sesudah itu mereka pun langsung masuk dan bertemu dengan para anggota yang ada di gedung itu.


lalu Lepi memperkenalkan Erwin sebagai pimpinan di cabang itu.


sementara itu para anggota yang mendengarkan hal itu langsung menyambut Erwin dengan baik. mereka juga bahkan menyebut Erwin sebagai salah satu jenius karena beberapa dari mereka sebelum-nya sudah pernah melihat aksi Erwin saat bertarung.


Setelah beberapa lama di tempat itu, kini Erwin dan beberapa anggota pulang ke rumah mereka masing-masing. sementara itu masih ada beberapa yang tetap tinggal di markas cabang untuk berjaga-jaga.


mereka melakukan tugas jaga secara bergiliran.


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...

__ADS_1



__ADS_2