
Ketika melihat pedang yang tertancap itu, kini Erwin dan pria dua langsung menoleh ke arah datang-nya pedang itu.
Di saat yang sama pria satu langsung bergerak menghampiri pria dua.
"siapa mereka?" ucap pria satu saat tiba di samping pria dua sambil menatap ke arah lima pria yang baru datang itu.
"entahlah...." jawab pria dua dengan datar.
"apa mereka anggota Burung Hantu?" tanya pria satu lagi.
"mungkin saja iya." jawab pria dua.
"itu memang mereka! mereka pasti anggota Burung Hantu!" ujar Erwin sambil menatap tajam ke arah salah satu pria anggota Burung Hantu itu.
Mendengar perkataan Erwin, pria satu dan dua pun langsung menatap Erwin dengan penuh selidik.
"apa maksud-mu?" tanya pria satu.
"hahaha...." Erwin tertawa kecil sambil berkacak pinggang. lanjut-nya, "sebenar-nya beberapa hari sebelum-nya aku pernah bertarung dengan salah satu dari mereka berlima ini.... saat itu aku melawan tiga sekaligus, dan yang memimpin saat itu adalah pria yang baru saja melempar pedang itu tadi.... aku benar-benar tidak menyangka bisa sedikit unggul melawan mereka." ucap Erwin yang terlihat sedikit bangga menjelaskan.
"saat itu kau hanya beruntung dasar bocah!" bentak anggota Burung Hantu itu.
note: anggota Burung Hantu saat ini kita sebut saja Owl1, Owl2, Owl3, Owl4, dan Owl5.
Mendengar perkataan Owl1 barusan membuat pria satu dan dua sedikit terkejut karena ternyata apa yang Erwin katakan barusan memanglah benar.
"apa mungkin bocah ini benar-benar membawa informasi yang kami butuhkan?" batin pria satu.
"ini benar-benar di luar dugaan.... ternyata bocah ini memang mengetahui mereka!" batin pria dua sambil menoleh pada kelima anggota Burung Hantu.
"jadi kali ini kalian mau apa lagi? apa kalian mau di hajar habis-habisan lagi?" ucap Erwin dengan nada dan gestur mengejek.
"apa-apaan bocah ini?! apa dia tak bisa baca situasi?!" batin pria satu dengan ekspresi panik bercampur kesal pada Erwin.
"bocah bodoh!! bertarung sekarang kita pasti akan kalah jumlah!" ucap pria dua dalam hati.
"berani-nya kau mengejek-ku!! hari itu kau hanya beruntung karena mendapat bantuan dari Lingu! jika tidak kau pasti sudah kalah!!" bentak Owl1 dengan kesal hingga wajah-nya memunculkan banyak urat.
__ADS_1
Mendengar ucapan Owl1 itu membuat pria satu dan dua mau tak mau langsung melebarkan mata-nya dengan ekspresi terkejut.
"yang benar saja!!" ucap pria satu dan dua secara serentak dan langsung menoleh pada Erwin.
Erwin yang melihat reaksi pria satu dan dua itu hanya bisa tersenyum hambar karena diri-nya bingung dengan reaksi pria satu dan dua yang ia anggap berlebihan.
"kenapa reaksi kalian se-heboh itu?" ucap Erwin yang sedikit bingung.
"jika dia memang orang yang di bantu oleh tuan Lingu, itu berarti...." bisik pria dua seolah sedang menerka.
"HMm...." pria satu mengangguk. "mungkin bocah ini lah yang di ceritakan oleh tuan Lingu beberapa hari sebelum-nya...." ujar pria dua dengan suara berbisik.
"jika memang begitu berarti bocah ini pasti cukup kuat sehingga tuan Lingu tertarik pada kemampuan bertarung-nya." jelas pria dua.
"uhmm...." gumam pria satu sambil mengangguk.
******
Saat ini di rumah kakek Erwin tampak Airin, Jasie, nenek dan kakek Erwin tampak sedang duduk di sofa ruang tengah.
"padahal sudah malam seperti ini kenapa dia masih belum pulang juga?.... di hutan itu pasti gelap! kenapa dia malah berlama-lama di sana? apa mungkin dia sedang mengalami masalah? jika iya maka lebih baik kita mencari-nya! tapi bagaimana kalau ternyata dia malah pergi ke arah yang lain?..... blablabla....." ucap Airin yang terlihat khawatir dan terus mengoceh dengan cepat.
"sudah-lah...." ucap Jasie sambil tersenyum dan menepuk bahu Airin. lanjut-nya, "Erwin pasti baik-baik saja.... dia mungkin sedang di perjalanan pulang sekarang." ucap Jasie menenangkan Airin.
******
Saat ini di hutan sebelum-nya tampak anggota Elang Hitam dan Erwin sedang bertarung dengan lima anggota Burung Hantu.
saat ini posisi Erwin dan dua pria dari Elang Hitam itu terpencar.
Owl1, Owl2,dan Owl3 tampak sedang bertarung dengan Erwin.
sementara Owl4 bertarung dengan pria satu, dan Owl5 bertarung dengan pria dua.
"kalian jangan sekali-kali meremehkan bocah ini." ucap Owl1 pada kedua teman-nya. lanjut-nya, "sebelum-nya aku pernah cerita kalau ada bocah yang berhasil menghajar satu orang teman kita, dan saat aku dan dua anggota lain-nya menyelidiki, kami pun harus bertarung dengan bocah ini!" jelas Owl1.
"begitu ya.... lalu bagaimana rencana-mu?" tanya Owl2.
__ADS_1
"kita ubah cara bertarung yang sebelum-nya, sekarang kita harus menyerang secara bersamaan tanpa memberi-nya jeda untuk bernafas!" tegas Owl1 pada Owl2 dan Owl3.
"baik! kami menunggu aba-aba dari-mu!" balas Owl3.
Ketika Owl3 selesai berkata seperti itu, Owl1 pun langsung mengangguk sambil berkata, "kalau begitu ayo kita maju sekarang!" ucap Owl1 sambil bergerak cepat ke arah Erwin.
Ketika Owl1 berada di dekat Erwin, Owl1 langsung menarik pedang dari sarung-nya yang ada di pinggang.
pedang itu pun bergerak cepat ke arah Erwin.
Erwin melompat ke belakang. namun dari samping Owl2 langsung melakukan tendangan ke arah-nya.
hal itu membuat Erwin mau tak mau langsung menangkap tendangan itu.
Baru saja tendangan itu di tangkap kini pedang Owl1 di tebaskan tepat ke arah wajah-nya. namun dengan refleks yang cepat Erwin langsung bergerak mundur.
saat mundur ia langsung di sambut oleh tinju yang begitu kuat dari Owl3.
Erwin yang menyadari hal itu langsung menghindar dengan cara melangkah-kan kaki-nya ke samping, dan kemudian langsung memutar tubuh-nya seraya mengayunkan tinju-nya tepat ke wajah Owl3.
Owl3 pun terkena pukulan Erwin sehingga Owl3 langsung terdorong mundur. namun tak sampai sedetik terdorong mundur, kini Owl2 langsung menggantikan posisi Owl3 untuk menyerang.
Owl2 dengan semangat-nya melakukan variasi terhadap setiap serangan yang ia lancarkan.
hal itu membuat Erwin sedikit sibuk dan mulai terdorong mundur.
"tchi!... aku kalah jumlah!" batin Erwin dengan ekspresi kesal. "jika aku tidak waspada pada dua orang lain-nya bisa-bisa aku akan di serang secara mendadak dari belakang!"
Baru saja selesai menggerutu dalam hati, tiba-tiba hal yang ia khawatir-kan itu benar-benar terjadi.
saat ini tampak Owl1 sudah berada di belakang-nya dan sedang mengarahkan pedang-nya untuk menusuk Erwin dari belakang.
"celaka!! aku lengah!!" batin Erwin dengan ekspresi terkejut.
Jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit.
__ADS_1