Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Masalah Keluarga Erwin


__ADS_3

Saat ini Erwin sedang berjalan ke ruang tamu. sesampai-nya di ruang tamu ia langsung duduk berhadapan dengan Lisa.


sementara itu, tampak saat ini Lisa sedang melirik Erwin dengan tatapan yang ingin tahu.


"kenapa lama sekali? apa kau sakit perut?" tanya Lisa karena ia merasa Erwin terlalu lama dari toilet.


"tidak, tadi aku hanya kebetulan di telepon oleh saudara-ku, dia saat ini sedang sekarat di rumah sakit." ucap Erwin sambil memijat pelan pelipis-nya. lalu ia langsung berkata dalam hati, "ku harap kau benar-benar sekarat saat ini." ucap Erwin dalam hati sambil pasang ekspresi yang tampak kesal. namun ia tak menunjuk-kan ekspresi itu dan malah memilih menunduk-kan kepala-nya agar Lisa tak melihat ekspresi-nya.


"kakak-mu? maksud-mu kak Ronto?" tanya Lisa.


"ya begitulah...." jawab Erwin sambil menghela nafas.


"ehh? ternyata kau masih peduli juga dengan kakak-mu?" tanya Lisa lagi dengan tatapan heran.


mendengar pertanyaan Lisa, Erwin langsung mengangkat kepala-nya pelan sambil mengerutkan kening-nya.


"apa maksud-m...." ucapan Erwin terhenti mendadak kerena diri-nya terkejut setelah menyadari sesuatu.


"hmm?" gumam Lisa yang tampak kebingungan sambil memiringkan kepala-nya dengan tatapan yang seolah meminta keterangan dari ucapan Erwin barusan.


Erwin yang melihat tatapan Lisa tentu-nya langsung berusaha mencari alasan. terlebih lagi saat ini ia terkejut karena Lisa yang tampak seolah mengetahui bahwa hubungan diri-nya dengan kakak-nya tidak-lah baik.


setelah itu Erwin perlahan kembali menunduk-kan kepala-nya untuk menyembunyikan ekspresi-nya. lalu ia pun mulai memikirkan mengapa Lisa bisa tahu tentang Ronto, kakak-nya.


Lisa yang melihat Erwin mendadak menunduk seperti itu jadi makin bingung.


"ada apa?" tanya Lisa dengan nada penasaran.


Tak lama setelah itu, Erwin langsung mengingat ingatan lama-nya di masa lalu.


"benar juga!" ucap Erwin dalam hati dengan mata yang terbelalak setelah mengingat tentang Lisa. lanjut-nya, "di masa lalu, jauh sebelum aku pacaran dengan Santi, Lisa adalah orang pertama yang selalu memperhatikan-ku dan memberi-ku semangat saat aku dalam kesulitan.... tapi selama itu aku tidak pernah menganggap penting diri-nya dan selalu abai pada-nya karena aku terlalu fokus mengejar dan berusaha membuat Santi menyukai-ku.... kenapa aku bisa lupa tentang ini? apa itu karena aku abai pada-nya dan tidak menganggap keberadaan-nya penting?... padahal dia sudah sangat baik pada-ku.... saking peduli dan dekat-nya dia dengan-ku bahkan membuat-nya bisa tahu tentang permasalahan di keluarga-ku." ucap-nya panjang lebar dalam hati sambil merenungkan penyesalan dan kesalahan-nya di masa lalu.

__ADS_1


Setelah itu Erwin perlahan mengangkat kepala-nya dan menatap Lisa.


saat ia menatap Lisa, ia sedikit tersentak saat diri-nya tiba-tiba bertemu pandang dengan Lisa dan melihat senyuman manis Lisa yang di arahkan kepada-nya.


"apa ada masalah?" tanya Lisa dengan lembut sambil tersenyum.


Erwin yang melihat senyuman itu langsung membalas senyuman Lisa dengan ramah.


"tidak ada masalah kok." ucap Erwin dan langsung menimpali ucapan-nya dalam hati. "mulai sekarang aku tak boleh mengabaikan Lisa lagi! senyum-nya dan kebaikan-nya tak boleh ku anggap sebagai angin lalu saja!" ucap Erwin dalam hati sambil menegaskan pada diri sendiri.


"begitu ya..." balas Lisa sambil kembali tersenyum manis pada Erwin.


Tak lama setelah itu, Airin datang sambil membawa cerek kecil yang terbuat dari kaca dengan bentuk dan motif yang cukup mewah, serta tiga gelas kaca.


setelah itu ia meletak-kan semua itu di atas meja lalu menuangkan teh dari cerek kecil itu ke dalam gelas.


"silahkan di minum teh-nya." ucap Airin dengan lembut sambil tersenyum ke arah Lisa. namun ia sama sekali tidak menoleh pada Erwin karena masih merasa canggung dengan situasi yang terjadi sebelum-nya.


Lalu Airin pun duduk di samping Lisa dan mulai menatap ke bawah karena ia jadi sedikit grogi setelah mencerna kembali kejadian tadi.


"padahal aku sudah tak peduli lagi jika dia melihat tubuh telanjang-ku, karena ku pikir aku benar-benar bisa membunuh-nya! tapi kenapa malah jadi seperti ini? rasa-nya aku seperti kehilangan keberanian untuk menatap Erwin." ucap Airin dalam hati dan tanpa sadar wajah-nya langsung merona.


Erwin yang melihat tingkah Airin itu hanya bisa tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala-nya dan langsung pangku kaki.


sementara itu, Lisa yang melihat Airin yang sedari tadi menunduk dengan wajah yang memerah langsung menepuk bahu Airin dengan pelan dan membuat Airin terkejut.


"hei, kenapa wajah-mu memerah seperti itu?" tanya Lisa.


Airin yang saat ini terkejut tentu-nya langsung menegak-kan tubuh-nya dan menatap Lisa sambil tertawa dengan ekspresi yang tampak seperti berusaha mencari cara untuk menjawab perkataan Lisa.


Sementara itu, Erwin yang melihat tingkah Airin itu tentu-nya merasa sedikit lucu dan mulai tertawa kecil melihat Airin.

__ADS_1


"hah..... tingkah-nya benar-benar manis." ucap Erwin dalam hati tanpa sadar. ucapan Erwin itu muncul dari dasar hati-nya sehingga Erwin sendiri tidak sadar mengapa ia bisa berpikir seperti itu tanpa pikir panjang.


Setelah itu Erwin langsung membuka mulut-nya untuk menggantikan Airin berbicara.


"tadi saat di dapur aku lihat Airin sedang menyeduh teh dan dia tiba-tiba terpeleset, jadi dengan cepat aku langsung menangkap tubuh-nya yang hampir menyentuh lantai. tapi karena keseimbangan-ku tidak stabil aku pun ikut terjatuh tepat di atas tubuh Airin dan membuat kami hampir saja berciuman." ucap Erwin yang menjelaskan dengan ekspresi yang sangat natural seolah kebohongan-nya adalah hal yang memang benar-benar terjadi.


Lisa yang mendengarkan penjelasan itu langsung terkejut dengan mulut yang menganga. sedangkan Airin yang saat ini gelisah mencari alasan langsung menatap Erwin dan berusaha mencerna kebohongan Erwin itu.


"ha?!!..." teriak Lisa karena terkejut. lanjut-nya, "lalu apa yang kalian lakukan seperti itu?!" tanya Lisa dengan penuh antusias.


"jangan bertanya dan berpikir yang tidak-tidak!" ucap Airin dengan tegas sambil memegang kedua bahu Lisa lalu menimpali-nya. " tidak ada yang terjadi setelah itu! tidak ada!!"


Lisa yang mendengar jawaban dari Airin langsung pasang raut wajah yang sedikit kecewa.


"ehh? yang benar saja? kalau aku yang mengalami-nya pasti aku akan langsung mencium bibir-nya." ucap Lisa dengan bersemangat.


"ehh?" ucap Airin yang langsung merubah raut wajah-nya menjadi aneh.


sedangkan Erwin yang mendengar itu langsung tersedak dan batuk-batuk karena terkejut mendengar ucapan Lisa saat diri-nya sedang minum teh.


******


Saat ini, di sebuah ruangan kerja tampak seorang pria yang berusia sekitar 30 ke atas sedang berbicara dengan seorang pria yang lebih muda dari-nya.


pria yang lebih muda itu duduk berhadapan dengan pria yang lebih tua.


"apa kau sudah mendengar berita hari ini?" tanya pria yang lebih tua itu.


"berita tentang apa tuan?" tanya pria yang lebih muda itu.


"berita tentang terbunuh-nya anggota kita yang bertugas mencari dalang pembunuhan lima anggota sebelum-nya." jelas pria yang lebih tua itu dengan wajah yang tampak sedikit kesal.

__ADS_1


pria yang lebih tua itu adalah ketua cabang divisi 3 saat ini.p


__ADS_2