
~DOORR~
Satu tembak-kan di Lesatkan oleh pria satu.
namun sayang-nya tembak-kan itu sama sekali tidak mengenai Petra karena Petra yang menyadari keberadaan pria satu langsung bersembunyi di balik kargo yang ada di samping-nya.
"hampir saja!" batin Petra sambil menghela nafas lega.
Tak lama setelah itu, dari sebelah kanan Petra muncul dua anggota Elang Hitam yang juga mengincar-nya.
"dia di sana!" seru salah satu dari dua pria itu.
"tchi..." Petra mendecak-kan lidah-nya sambil menembak-kan tali tembaga-nya ke kargo yang berada di tumpukan paling atas di depan-nya, dan dalam sekejap Petra langsung melesat cepat ke arah kargo itu.
sementara itu, dua anggota Elang Hitam yang berada di bawah kini langsung menghujani-nya dengan tembak-kan membabi buta.
"jangan berhenti menembak!" perintah pria satu yang baru saja tiba di dekat dua pria itu, dan dengan segera ia juga ikut menembaki Petra.
Sementara itu, Petra saat ini makin kesulitan karena di hujani peluru seperti itu.
ia banyak sekali menembak-kan tali tembaga-nya dan terus berusaha bermanuver di udara untuk menghindari tembak-kan yang di arahkan pada-nya.
"si@l! ini lebih merepotkan dari yang ku duga!.... belum lagi aku yang belum terbiasa dengan mesin ini, jadi-nya sulit untuk beradaptasi!" batin Petra sambil menunjuk-kan ekspresi kesal di wajah-nya.
Tak lama setelah itu Petra pun memilih untuk mendarat di balik tumpuk-kan kargo agar tak terkena tembak-kan.
"tidak ada pilihan lain!" ucap Petra dengan ekspresi kesal.
Setelah mengatakan hal itu, Petra langsung menembak-kan tali tembaga-nya ke kargo paling atas dan memaksimalkan mesin pendorong mini untuk mendorong-nya ke atas. alhasil Petra langsung melesat dengan cepat dan terpental sangat tiggi di udara.
Ketiga anggota Elang Hitam yang melihat Petra melesat di udara sedikit tersentak karena mereka waspada terhadap senjata plasma milik Petra, dan kewaspadaan mereka benar karena saat Petra melesat ke udara, Petra langsung menembaki mereka bertiga dengan membabi-buta.
tembak-kan Petra itu di sadari mereka sehingga mereka bertiga langsung berusaha mencari tempat berlindung.
__ADS_1
Kini ketiga anggota Elang Hitam itu berhasil berlindung.
meskipun demikian, salah satu anggota Elang Hitam ternyata sudah tertembak di bagian kaki-nya sehingga ia hanya bisa berguling saat mencari tempat berlindung tadi.
"sial@n!.... orang itu sudah gila!!" bentak pria satu.
"ya! belum lagi mesin yang di gunakan-nya itu sangat merepotkan untuk di atasi!" timpal salah satu anggota Elang Hitam yang berada di samping pria satu.
Sementara itu, Petra yang saat ini berada di udara mulai jatuh, namun ketika jatuh, ia tidak menyentuh lantai kapal karena ia melakukan trik yang sebelum-nya untuk melesat tinggi di udara.
Saat sudah berada di ketinggian yang cukup, Petra langsung berseringai sambil merogoh tas kecil di pinggang-nya.
"baiklah ini saat-nya!" ucap Petra bersemangat sambil melemparkan Potongan-potongan kertas kecil yang sangat banyak. sehingga kini potongan-potongan kertas itu berhamburan bagai hujan, dan di potongan kertas itu terdapat tulisan "hentikan aktivitas ilegal kalian! jika tidak, maka aku akan kembali dengan kekuatan penuh!!"
Sementara itu, ketiga pria yang melihat potongan-potongan kertas yang berhamburan di udara itu hanya bisa menganga karena mereka tidak tahu apa yang sedang di rencanakan Petra.
Note: mereka bertiga belum tahu tulisan yang ada di potongan-potongan kertas kecil itu.
mulai dari gedung itu, Petra langsung bergerak layak-nya spider man dengan memanfaatkan benda-benda tinggi di sekitar-nya, hingga akhir-nya ia berhasil menjauh dan kabur dari tempat itu.
Setelah Petra telah kabur, ketua divisi pun baru tiba di tempat mereka baku tembak barusan.
"di mana orang yang mencari masalah itu!?" tanya ketua divisi yang terlihat kesal.
"maaf, kami tak bisa menghentikan orang itu, dia menggunakan alat yang aneh untuk terbang dan berayun di udara." jawab pria satu sambil menoleh ke arah ketua divisi.
"sial@n! siapa sebenar-nya orang itu?" ucap ketua divisi bertanya-tanya.
"kami juga tidak tahu, karena saat melakukan aksi-nya barusan ia sedang menggunakan masker hitam serta kaca hitam yang menutupi bagian mata hingga dahi-nya.
Mendengar jawaban itu membuat ketua divisi tampak kesal.
kemudian ketua divisi mulai melirik potongan-potongan kertas kecil yang saat ini sudah berserakan di lantai kapal.
__ADS_1
"hmm, apa ini?" gumam ketua divisi bertanya-tanya sambil meraih salah satu kertas tersebut.
Saat ketua divisi membaca tulisan yang ada di kertas itu, ketua divisi pun langsung berseringai licik.
"hahahaha..... seperti-nya ada orang bodoh yang mengira diri-nya bisa menghancurkan kelompok Elang Hitam!" ucap ketua divisi sambil tertawa menggelegar.
Sementara itu, pria satu yang melihat reaksi ketua divisi jadi penasaran dan kemudian diri-nya pun langsung meraih salah satu kertas yang ada di lantai itu.
Setelah membaca tulisan di kertas itu, reaksi pria satu tampak sangat berbeda dengan ketua divisi, karena saat ini pria satu terlihat serius dan waspada.
"ketua divisi tertawa seperti itu karena ia belum melihat aksi orang tadi! tapi berbeda dengan kami yang melihat langsung betapa mengerikan-nya lawan barusan!" batin pria satu sambil meremas kertas itu dengan kepalan tangan-nya yang sangat kuat hingga memunculkan urat di punggung telapak tangan-nya.
«SKIP»
Saat ini tampak Petra sedang berayun di udara, dan kemudian langsung mendarat di salah satu gedung pencakar langit yang ada di tengah-tengah kota itu.
sesudah mendarat di atap gedung itu, Petra pun langsung berjalan ke turun dari atap dan langsung menuju ke sebuah ruangan khusus.
Ketika tiba di ruangan khusus, Petra langsung mengambil ponsel-nya, setelah itu mengaktifkan sistem pelepasan mesin.
saat sistem berhasil di aktifkan, muncul-lah berbagai peralatan elektronik dari bawah lantai.
peralatan-peralatan elektronik itu bergerak secara otomatis untuk melepaskan unit A15 dari tubuh Petra dan menyimpan-nya dengan baik di tempat yang sudah di tentukan.
Satu persatu bagian dari unit A15 di lepaskan, mulai dari mesin pendorong mini, tali tembaga, hingga senjata plasma dan mesin berbentuk tas itu.
Setelah semua sudah terlepas, Petra langsung menghela nafas seperti orang yang sedang kecapean.
"hah... aku harus menyusun ulang unit A15 agar bisa di pakai dengan lebih efisien lagi." ucap Petra sambil melangkah ke sebuah ruangan lain yang berada di balik pintu ruangan-nya saat ini.
Jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit
__ADS_1