Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Mabuk


__ADS_3

Mendengar tawaran kekek Erwin itu pun membuat Airin makin penasaran dan ia ingin mencoba minuman itu.


"apa itu minuman keras?" tanya Airin memastikan, karena pada dasar-nya Airin memang belum pernah meminum minuman keras sebelum-nya.


Mendengar pertanyaan itu, kakek Erwin hanya tertawa kecil sambil menuangkan minuman itu ke salah satu gelas yang ada di atas meja.


"kau tidak akan tahu jika tidak mencoba-nya." jawab kakek Erwin sambil tersenyum ramah.


Mendengar tanggapan itu, Airin pun makin penasaran hingga akhir-nya ia memutuskan untuk mencoba meminum minuman yang baru saja di tuangkan oleh kakek Erwin itu.


setelah itu Airin pun mengulurkan tangan-nya dan langsung meraih gelas itu.


kemudian secara perlahan Airin mulai mencicipi minuman itu.


Saat Airin mencicipi minuman itu, ia langsung menaik-kan satu alisnya dan membakarkan at ekspresi-nya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"ehm..." gumam Airin sambil mengecap. lanjut-nya, "rasanya sedikit manis, dan sedikit asam. tapi sepintas ada sedikit rasa pahit juga." ucap Airin mengomentari minuman itu. kemudian setelah itu Airin langsung tersenyum. "minuman ini rasa-nya sangat unik." ucap Airin yang kemudian mulai meminum minuman itu.


"seperti-nya kau suka dengan minuman ini." ucap kakek Erwin yang terlihat sedikit lega sambil menuang 'tule' ke dalam gelas milik-nya.


"tamabah!" ucap Airin sambil menyodorkan gelas-nya yang sudah kosong.


hal itu pun membuat kakek Erwin langsung terkejut.


"hei.... kau minum terlalu buru-buru." ujar kakek Erwin yang kemudian menuangkan minuman itu untuk Airin.


"ehh?.... memang-nya kenapa jika terburu-buru?" tanya Airin yang tampak bingung.


"hah...." kakek Erwin menghela nafas panjang. "minuman ini, jika di minum dengan terburu-buru, maka efeknya juga akan cepat terasa." jelas kakek Erwin.


"efek? maksud-nya apa?" tanya Airin lagi.


"maksud-nya kau akan lebih cepat mabuk jika minum dengan cara seperti itu." ucap kakek Erwin yang kemudian meminum minuman-nya itu dengan perlahan dan tidak di habiskan sekali minum.


"ehh?" ucap Airin dengan ekspresi aneh seperti orang yang baru saja di bodohi. "maksud kakek minuman ini memabuk-kan?" tanya Airin.


"yah.... begitulah." jawab kakek Erwin dengan ekspresi yang tamapk sedikit acuh.

__ADS_1


Mendengar jawaban itu tentu-nya membuat Airin terkejut, namun kerena diri-nya merasa masih baik-baik saja, ia pun merasa bahwa minuman memabuk-kan itu tidak akan bisa membuat-nya mabuk seperti yang di katakan oleh kakek Erwin.


"sudahlah.... lagi pula sudah terlanjur." ucap Airin yang kemudian langsung meminum habis minuman di gelas-nya itu.


"tambah lagi!" ucap Airin dengan ekspresi senang sambil menyodorkan gelas-nya pada kakek Erwin.


"seperti-nya kau sudah terbiasa minum ya?" tanya kakek Erwin.


"tidak kok, ini baru pertama kali-nya aku minum minuman seperti ini." jawab Airin dengan santai-nya dan kemudian mulai meminum minuman yang baru saja di tuangkan untuk-nya itu.


"baru pertama kali!?" tanya kakek Erwin yang terkejut dan ingin memastikan perkataan Airin.


"ya!" jawab Airin cepat sambil tersenyum manis.


Tak lama setelah itu Erwin datang menghampiri mereka berdua.


"apa minuman-nya masih banyak?" tanya Erwin yang melihat kakek-nya yang sedang minum.


"oh.... bagian-mu sudah di minum oleh Airin." ucap kakek Erwin sambil mengangguk ke arah Airin yang saat ini sedang meneguk minuman itu.


Mendengar perkataan kakek-nya itu, Erwin pun langsung terkejut dan menatap Airin dengan mata yang terbelalak.


"ahh...." Airin menghela nafas karena menikmati minuman itu. ia kemudian langsung menyodorkan lagi gelas-nya kepada kakek Erwin.


"tambah." ucap Airin dengan ekspresi senang.


"hei! kau sudah minum berapa gelas?! wajah-mu sudah memerah!" tegas Erwin bertanya.


"eh?... hmm..." gumam Airin sambil berpikir. "entahlah...." jawab-nya santai.


"hei.... kau sudah mabuk! sebaik-nya kau berhenti minum." ucap Erwin yang tampak sedikit panik sambil mengguncang tubuh Airin.


"minuman ini rasa-nya unik, tapi saat ku minum pandangan-ku sedikit linglung tapi entah kenapa rasa-nya pikiran-ku jadi sedikit lebih bebas.... hehehe..." jelas Airin sambil tertawa bodoh dan langsung meneguk minuman yang baru saja di isikan oleh kakek Erwin.


"kakek!" tegas Erwin sambil menoleh pada kakek-nya. "berhentilah menuangkan minuman itu ke gelas Airin!" tegas Erwin.


"hei... jangan marahi kakek-mu seperti itu.... bagaimana kalau kau juga ikutan minum." ajak Airin sambil merangkul leher Erwin dan menarik Erwin mendekati wajah-nya.

__ADS_1


"kau sudah kebanyakan minum Airin." ucap Erwin sambil berusaha lepas dari rangkulan Airin.


"kakek tuang lagi minuman-nya!" ucap Airin mengabaikan perkataan Erwin sambil menyodorkan gelas-nya.


"hahaha..... kau benar-benar anak yang bersemangat." ucap kakek Erwin sambil tertawa dan kemudian langsung menuang minuman itu.


Setelah gelas itu sudah penuh, Airin pun langsung menarik tangan-nya yang memegang gelas, dan kemudian ia menatap Erwin sambil tersenyum.


"baiklah sekarang giliran-mu!" ucap Airin.


"aku tak bisa minum jika kau terus merangkul-ku seperti ini." balas Erwin sambil membalas tatapan Airin.


"ah baiklah...." ucap Airin sambil melepaskan Erwin dari rangkulan-nya.


Setelah itu mereka bertiga pun mulai minum bersama. hingga pada akhir-nya, saat mereka sudah mabuk, Airin mulai merengek dan ngotot untuk tidur.


"tidur sih tidur! tapi jangan tidur sekamar dengan-ku!" ucap Erwin yang tampak sedikit kesal.


"pokok-nya aku tak mau tahu! aku harus tidur sekamar dengan-mu!" ucap Airin sambil merengek seperti anak kecil.


"jangan merengek seperti anak kecil! kau sudah besar! jangan bikin malu!" ucap Erwin yang merasa terusik.


Sementara Airin sedang merengek, nenek Erwin dan Jasie yang saat ini sudah duduk bersama mereka langsung menghela nafas panjang melihat tingkah Airin yang terlihat kekanak-kanakan itu.


"hei.... kau itu seorang perempuan, jadi tak boleh tidur sekamar dengan seorang pria." ucap Jasie sambil menepuk bahu Airin.


"aku tidak peduli! pokok-nya malam ini aku harus sekamar dengan Erwin." balas Airin yang masih saja ngotot.


"Airin, jika kau tidur sekamar dengan Erwin, takut-nya akan terjadi hal yang tidak di inginkan." timpal nenek Erwin.


"sudahlah, biarkan saja! toh cuma malam ini saja, dari pada dia merengek terus." ucap kakek Erwin.


"hah.... sejujur-nya aku tidak setuju! tapi jika kau tetap ngotot maka lebih baik Jasie juga ikutan! dengan begitu maka semua jadi lebih aman." ucap nenek Erwin.


"hei! jangan seenak-nya memutuskan! aku tak mau tidur-ku di ganggu oleh dua gadis ini." timpal Erwin sambil menghembuskan nafas dengan ekspresi malas.


Jangan lupa

__ADS_1


Like, Vote, komen, dan faforit


__ADS_2