Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Awal Perang


__ADS_3

Setelah beberapa lama berbincang-bincang, kini hari sudah malam.


"apa kau mau makan malam dulu?" tanya Erwin pada Santi.


"hmm.... boleh juga." jawab Santi sambil tersenyum setelah berpikir sejenak.


"baiklah, kalau begitu aku akan memasak dulu." ucap Erwin yang langsung berdiri dan segera melangkah dari tempat-nya.


"mau ku bantu?" ucap Santi menawarkan diri sambil berdiri.


"ehm..... terserah kau saja." jawab Erwin sambil menoleh dan menunjuk-kan senyum-nya pada Erwin.


"baiklah, kalau begitu aku aku akan membantu." balas Santi sambil tersenyum manis dan langsung mengikuti Erwin dari belakang.


Setelah itu mereka berdua pun langsung memasak bersama.


saat memasak mereka membagi tugas untuk memasak sayur dan lauk. namun saat memasak, justru Erwin lah yang lebih banyak tahu tentang masakan dan malah Santi lah yang kurang berpengalaman dalam hal memasak sehingga Erwin mau tak mau harus mengajari Santi saat membuat menu masakan yang bahkan belum pernah Santi masak sebelum-nya.


Erwin yang melihat tingkah Santi yang terlihat kebingungan hanya bisa tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


"harus-nya kau yang ahli dalam hal ini. ingat, kau itu seorang istri, harus mengerti dengan hal-hal dasar seperti ini." ucap Erwin tanpa sadar.


"meskipun begitu, sebagai suami kau tak boleh berpikir hanya istri yang harus mengerjakan hal ini." ucap Santi sambil melempar pandangan-nya ke samping sambil menggembungkan pipi-nya.


Erwin yang melihat reaksi Santi hanya tersenyum sambil menggeleng kepala-nya dan langsung kembali mengurus masakan yang sedang ia masak.


"meskipun kau berkata begitu, tapi sayang-nya kita ini bukan-lah suami istri." ucap Erwin sambil tersenyum tanpa menoleh pada Santi di samping-nya.


Ketika Santi mendengar ucapan Erwin itu, Santi langsung tersentak dan wajah-nya langsung memerah karena tersipu dengan pembicaraan mereka barusan.


"eh? kenapa aku berbicara seperti itu?" ucap Santi dengan wajah yang makin memerah saat mengingat ucapan-nya pada Erwin.


ia langsung membalik-kan badan-nya dan membelakangi Erwin agar Erwin tak melihat ekspresi-nya yang sedang tersipu malu pada Erwin.


Setelah beberapa saat kemudian, semua makanan yang mereka masak sudah siap dan langsung di atur oleh Santi di atas meja makan.


saat ini mereka berdua sudah duduk berhadapan di meja makan dan langsung menyantap makanan yang ada di atas meja itu.

__ADS_1


Setelah mereka sudah selesai makan, kini Erwin langsung mengantar Santi pulang ke rumah-nya karena sebelum-nya Santi sudah menyuruh sopir-nya yang akan menjemput-nya sudah ia hubungi untuk tidak datang.


*******


Di sebuah ruangan yang sangat luas, tampak segerombolan orang yang berpakaian serba hitam tengah berdiri dan tampak sedang menunggu di satu tempat itu.


Tak lama setelah itu, tampak seorang pria dengan tubuh yang cukup kekar berjalan dan langsung naik ke atas podium yang sudah di sediakan di tempat itu.


"perhatian semua-nya!" ucap Tono dengan tegas saat sudah berada di atas podium itu sehingga semua pandangan tertuju kepada-nya.


Saat Tono melihat bahwa semua anggota yang ada sudah memperhatikan diri-nya, ia pun langsung melanjutkan perkataan-nya.


"sekarang akan ku jelaskan tujuan kita!" ucap Tono dengan lantang sambil mengedarkan pandangan-nya. lanjut-nya, "tujuan kita adalah menghancurkan semua cabang penjualan senjata ilegal yang di miliki oleh Lepi! selain itu, kita juga akan melakukan pencurian terhadap semua senjata mereka karena berdasarkan keadaan saat ini, kemungkinan besar penjualan senjata ilegal akan di berantas tuntas oleh keamanan negara!" jelas Tono.


Sementara itu, para anggota yang mendengar ucapan Tono langsung bergemuruh karena mereka terkejut dengan pernyataan bahwa penjualan senjata ilegal akan di berantas tuntas.


Kemudian Tono langsung mengangkat satu tangan-nya ke atas dan seketika semua anggota langsung diam tak bersuara.


setelah itu Tono langsung melanjutkan perkataan-nya.


"dalam operasi penyerangan ini, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menembak, karena jika kita menembak, maka besar kemungkinan polisi akan datang mengganggu! itu lah sebab-nya aku mengumpulkan kalian yang paling mahir dalam pertarungan tangan kosong..... selain itu, tujuan kita kali ini bukan hanya sekedar menyerang, melainkan pembantaian sampai mati! jadi jangan biarkan satu-pun anggota cabang penjual senjata ilegal itu hidup!" ucap Tono dengan suara lantang.


"baiklah, sekarang aku akan menjelaskan strategi kita." ucap Tono sambil mengedarkan pandangan-nya ke seluruh anggota.


setelah itu ia langsung menimpali ucapan-nya. "aku akan membagi kalian semua menjadi 12 kelompok, yang mana satu kelompok akan membereskan satu cabang penjualan senjata ilegal milik Lepi. jadi kita harus usahakan malam ini semua anggota Lepi berhasil kita bunuh!.... selain itu, di setiap kelompok aku akan menempatkan setidak-nya dua sampai tiga orang terkuat sebagai pimpinan kelompok, jadi mereka lah yang akan memberi kalian informasi rinci mengenai strategi penyerangan kali ini." jelas Tono panjang lebar.


setelah itu Tono langsung membubarkan mereka semua dan memerintahkan anggota terkuat yang ia pilih untuk mengumpulkan kelompok-kelompok yang akan mereka pimpin.


setelah itu mereka semua langsung beranjak dan memulai aksi-nya masing-masing.


******


Saat ini, 12 kelompok yang di buat itu mulai melakukan aksi-nya dan memporak-porandakan semua tempat cabang penjualan senjata ilegal milik Lepi.


Saat ini, penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Elang Hitam itu berjalan dengan mulus karena rencana mereka yang cukup matang serta ketidaksiapan anggota Lepi untuk melakukan pertarungan.


kini sudah 7 tempat penyerangan-nya berhasil di selesai-kan. sementara itu masih terdapat 5 tempat lagi yang masih terjadi pertarungan yang belum selesai karena di Lima tempat itu di pimpin oleh beberapa orang yang cukup kuat.

__ADS_1


Di cabang pertama ada Rogo dan dua pegawai-nya yang sedang bertarung melawan kelompok Elang Hitam.


sementara di cabang ke-2 ada Dopi dan dua orang kuat lain-nya yang di tugaskan oleh Lepi untuk berjaga-jaga.


selain itu di cabang ke-3 ada Lepi seorang diri yang sengaja berjaga-jaga di sana.


di cabang ke-4 ada Johan dan Jonatan yang merupakan kakak-beradik yang kemampuan-nya juga luar biasa, dan di cabang ke-5 hanya tersisa satu orang terkuat namun ia sedang berusaha bertahan bersama anggota-nya yang ada di cabang itu.


******


Di salah satu lokasi penyerangan, tepat-nya di cabang ke-5.


di luar sebuah bangunan rumah makan yang cukup besar tampak Tono yang sedang duduk di dalam mobil sambil tersenyum saat menerima informasi dari anggota-nya bahwa cabang ke-5 berhasil mereka pojok-kan.


"waktu-nya penghabisan! jangan biarkan satu-pun dari mereka yang hidup!" perintah Tono yang kemudian tertawa jahat.


"TIDAK SEMUDAH ITU!!"


Ucap seseorang dengan suara yang cukup keras hingga terdengar jelas di telinga Tono.


Mendengar hal itu Tono langsung terkejut dan menoleh ke arah sumber suara yang keras dan lantang itu.


saat Tono menoleh, tiba-tiba ia melihat dua buah lampu sorot menyala dari bawah dan menerangi sosok pria berpakaian serba hitam serta menggunakan kaca hitam untuk menutupi mata.


pria itu juga menggunakan masker hitam yang memiliki alat pengubah suara di dalam-nya.


pria bertopeng itu berdiri di atas atap gedung yang menjadi tempat spanduk proyeksi yang bertuliskan nama rumah makan itu.


Tono yang melihat hal itu tentu-nya langsung terkejut dan menganga melihat pria misterius di atas gedung itu.


ia kemudian langsung keluar dari mobil-nya dan langsung menatap pria misterius itu dengan tatapan tidak percaya.


"se-sejak kapan ada orang di sana?" ucap Tono tidak percaya.


Sementara itu, Erwin yang saat ini berdiri di atap gedung itu hanya menatap Tono dan kemudian ia tertawa pelan namun terdengar licik.


"waktu-nya beraksi!" ucap Erwin yang masih tertawa licik.

__ADS_1


note: maaf kemarin Thor tidak sempat update karena ada kesibukan mendadak.


__ADS_2