Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Malam Yang Panjang


__ADS_3

Erwin sedikit terkejut dan tergoda mendengar perkataan Nirmala. bagaimana tidak, diri-nya yang saat ini berada sangat lekat dengan tubuh Nirmala tentu membuat keinginan daging-nya langsung melonjak.


Sebagai seorang laki-laki yang memiliki ketertarikan dengan lawan jenis tentu hal seperti itu tak bisa Erwin hindari, apa lagi jika dalam situasi yang bisa terbilang penuh dengan kesempatan seperti ini.


kemudian Erwin pun mengangkat wajah-nya dan menatap Nirmala dalam-dalam. tatapan kedua-nya saling bertemu dan seolah mengisyaratkan sesuatu. tak butuh waktu lama, Erwin pun langsung memutuskan pilihan-nya. ia langsung mendaratkan ciuman penuh n*fsu ke bibir Nirmala.


Mulai dari situ mereka pun berbuat z1nah, melakukan suatu perbuatan yang seharusnya tak mereka lakukan karena tidak memiliki hubungan yang sah.


Singkat cerita, setelah beberapa lama mereka melakukan aktivitas itu, kini kedua-nya pun berhenti serta langsung membaringkan tubuh mereka dengan posisi saling bersampingan.


Setelah beberapa saat kedua-nya diam tak bersuara, kini Nirmala langsung membalik-kan tubuh-nya dan langsung memeluk Erwin.


Erwin kemudian menoleh ke arah Nirmala dan pandangan kedua-nya saling bertemu. setelah itu Erwin pun langsung membalik-kan badan-nya dan membalas pelukan Nirmala. kemudian Erwin kembali mendaratkan ciuman-nya ke bibir Nirmala dan perlahan mengisap-nya dengan lembut.


setelah beberapa detik berlalu, Erwin langsung memulai percakapan dengan Nirmala.


"seperti-nya kau sudah terbiasa dengan hal ini." ucap Erwin berbasa-basi.


"yah, begitulah. aku sudah beberapa kali melakukan-nya dengan orang yang ku sukai." balas Nirmala sambil memejamkan mata-nya.


"orang yang kau sukai? tadi-nya ku pikir kau itu...."


"aku ini apa hah?" ucap Nirmala menyela dengan cepat. "apa kau berpikir aku ini seorang pelac*r?" tanya Nirmala dengan wajah yang agak kesal.


"ehm.... kira-kira begitu-lah yang ku pikirkan." jawab Erwin sambil menggaruk pelan wajah-nya menggunakan satu jari.


"yah, meskipun nyata-nya bukan pelac*r, tapi karena dia dengan mudah-nya melakukan hubungan s*ksual hanya karena menyukai lawan jenis-nya, maka dia tidaklah jauh berbeda dengan pelac*r." timpal Erwin dalam hati.


"sepertinya kau harus tahu, aku ini adalah anak dari pemilik hotel ini! jadi kau harus merasa tersanjung bisa menjadi salah satu pria yang ku sukai." jelas Nirmala sambil memainkan jari-nya ke bibir Erwin.


ketika Erwin mendengar bahwa Nirmala adalah anak dari pemilik hotel itu, ia pun menjadi yakin bahwa apa yang ia dengar sepintas sebelumnya memang benar adanya.

__ADS_1


Karena merasa sudah pasti, maka kini Erwin pun bisa mencari informasi dari wanita cantik di sampingnya ini.


Kini Erwin sudah yakin bahwa Nirmala mungkin mengetahui sesuatu tentang kelompok Elang Hitam.


"sebenar-nya, selama ini aku sangat tertarik dengan kelompok Elang Hitam." ucap Erwin memulai percakapan dan berusaha agar Nirmala tak menyadari maksud tersembunyi dari ungkapan-nya barusan.


"Elang Hitam?" ucap Nirmala yang sedikit bergumam.


"ya, aku ingin sekali bergabung dengan mereka, tapi aku sama-sekali tidak tahu bagaiman cara-nya." ucap Erwin dengan ekspresi serius seolah diri-nya benar-benar ingin bergabung dengan Elang Hitam.


"saat ini Nirmala sedang mabuk. ini kesempatan untuk menggali informasi. aku yakin besok dia tidak akan mengingat pembicaraan ini dengan baik!" timpal Erwin dalam hati.


Nirmala hanya menatap Erwin dengan sangat serius seolah sedang menilik dan memastikan perkataan Erwin barusan.


setelah itu Nirmala langsung tertawa kecil.


"Elang Hitam ya.? mereka itu punya hubungan baik dengan ayahku." jawab Nirmala dengan blak-blakan.


"ku pikir saat dia terlihat serius barusan dia sedang menilik-ku! tapi ternyata dia melakukan-nya hanya karena iseng." batin Erwin sambil membalas tawa kecil Nirmala dengan senyuman.


benar apa yang di katakan Erwin. saat ini Nirmala sedang mabuk berat dan otak-nya tak bisa bekerja dengan baik. hal itu pula yang juga membuat Nirmala mau bercinta dengan Erwin tanpa ragu-ragu.


"jadi, apakah ayahmu bisa membantuku menjadi anggota Elang Hitam?" tanya Erwin.


"itu semua tergantung pada mereka, karena mereka akan melihat dulu apakah kau bisa bekerja untuk mereka atau tidak." jawab Nirmala.


"oh iya, selain tempat ini, apakah ada tempat lain yang juga di kuasai oleh kelompok Elang Hitam?" tanya Erwin lagi.


"soal itu aku tak tahu banyak, tapi yang jelas-nya tempat ini bukanlah satu-satunya wilayah kekuasaan Elang Hitam." jawab Nirmala dengan mata yang sayu karena masih mabuk.


"begitu ya. apa kau tahu secara kasar-nya tempat-tempat yang menjadi kekuasaan Elang Hitam?" tanya Erwin lagi sambil membelai rambut Nirmala.

__ADS_1


"kalau secara kasar-nya, aku pernah dengar kalau Elang Hitam sudah berhasil membuat cabang di seluruh dunia. di Indonesia sendiri juga terdapat beberapa cabang yang menguasai tiap pulau di Indonesia." jelas Nirmala sambil tersenyum hambar.


mendengar perkataan Nirmala tentu membuat Erwin terkejut bukan main. diri-nya tidak bisa membayangkan bagaimana jadi-nya jika nanti ia akan menjadi buronan oleh seluruh anggota Elang Hitam di seluruh dunia. jadi buronan di seluruh Indonesia saja pasti-nya akan sangat merepotkan, apa lagi di seluruh dunia.


"gila! mati aku!" batin Erwin terkejut namun tak menunjuk-kan ekspresi-nya pada Nirmala.


"tapi dari yang ku dengar dari beberapa anggota Elang Hitam, kata-nya setiap cabang tidak boleh ikut campur dengan urusan internal cabang lain, kecuali itu perintah langsung dari sang Elang Hitam itu sendiri." timpal Nirmala sambil mengelus wajah Erwin. "meskipun begitu, aku juga pernah dengar, kata-nya cabang Kalimantan ini sudah berjalan menyimpang dari tujuan Elang Hitam, dan itu pun membuat mereka waspada, karena penyimpangan itu akan membuat cabang lain tidak peduli dan bahkan bisa saja berbalik menghancurkan cabang Kalimantan ini." jelas Nirmala.


mendengar penjelasan itu, Erwin kembali bersemangat setelah berhasil mencerna setiap perkataan Nirmala.


"seperti-nya aku punya senjata yang cukup kuat untuk menghancurkan kelompok ini! aku hanya perlu mencari lebih dalam mengenai penyimpangan itu lalu membocorkan-nya ke seluruh dunia." ucap Erwin dalam hati.


******


Setelah keluar dari kamar Nirmala, Erwin pun segera mencoba melakukan penelusuran di tempat lainnya.


"tujuan-ku saat ini adalah membunuh lima pria yang akan menjadi tersangka pembunuhan di masa depan." ucap Erwin sambil berjalan keluar dari hotel.


note: saat di kamar Nirmala, Erwin terus berbincang dengan Nirmala sampai akhir-nya mendapat informasi mengenai tempat-tempat lain yang sering di kunjungi anggota Elang Hitam.


"tujuan-ku berikut-nya adalah pusat perbelanja-an di jalan Garuda. di sana ada tempat yang mengkoleksi begitu banyak minuman alkohol." ucap Erwin sambil berjalan di parkiran.


belum jauh Erwin berjalan, ia tiba-tiba melihat lima pria yang menjadi buronan-nya sedang berdiri di parkiran. mereka berlima tampak sedang membicarakan sesuatu. saat itu terlihat tiga pria yang sebelum-nya ia hajar tampak seperti sedang mengadu-kan sesuatu pada dua pria yang tidak ada di tempat saat mereka menjual narkoba, dan tanpa sengaja, salah satu dari tiga pria itu melihat ke arah Erwin.


"itu dia orang-nya!!" teriak pria itu sambil menunjuk Erwin.


Erwin yang melihat hal itu langsung berseringai licik.


"ini benar-benar akan jadi malam yang panjang." ucap Erwin sambil menatap kelima pria itu.


jangan lupa like dan komen ya....

__ADS_1


__ADS_2