
"dugaan?" ucap Airin sambil memiringkan kepala-nya dengan ekspresi yang tampak bingung. "apa yang sudah kau duga?" tanya Airin.
Mendengar pertanyaan itu, Erwin langsung tersenyum lembut sambil menatap Airin.
lalu Erwin mengangkat kaki-nya dan langsung duduk bersila di atas kasur itu sambil menghadap pada Airin.
"sebenar-nya, saat kau menjelaskan apa yang terjadi pada-mu, aku sudah memikirkan kemungkinan apa saja yang membuat diri-mu jadi seperti itu." ucap Erwin yang masih tersenyum ramah pada Airin.
"bisa kau jelaskan apa yang sebenar-nya terjadi pada-ku?" tanya Airin yang kemudian menaikan kaki-nya ke atas kasur dan kemudian langsung duduk bersila menghadap Erwin.
"dalam ilmu psikologis, situasi yang kau alami ini memang dapat di simpulkan sebagai kepribadian ganda. namun jika kita melihat dari sisi mistik atau yang biasa-nya di sebut hal gaib, maka kesimpulan-nya saat ini kau sedang di ikuti oleh mahluk tak kasat mata." jelas Erwin dengan tatapan yang sangat serius.
Mendengar penjelasan itu, bulu kuduk Airin tiba-tiba berdiri.
ia kemudian langsung mengelus kedua tangan-nya yang saat ini sedang merinding.
"ma-maksud-mu ada hantu yang sedang mengikuti-ku?" tanya Airin memastikan sambil pasang ekspresi yang terlihat sedikit ragu dan seolah tak percaya.
"ya itu benar." balas Erwin sambil menyilangkan tangan-nya di depan dada.
"itu mustahil! di jaman modern seperti ini apa masih ada yang seperti itu?" ucap Airin sambil tertawa hambar seolah tak percaya pada ucapan Erwin.
Erwin yang melihat reaksi Airin hanya diam sambil menggelengkan kepala-nya pelan.
"pikiran seperti itu lah yang membuat banyak orang jadi korban kejahatan mahluk gaib." ucap Erwin dengan serius kemudian menimpali perkataan-nya. "aku bisa membuktikan pada-mu kalau hal gaib itu benar-benar ada dan akan terus ada di muka bumi ini."
"ba-bagaimana kau bisa membuktikan-nya?" ucap Airin sambil menelan ludah-nya dengan kasar karena ia mulai percaya dengan cerita Erwin.
"bukti-nya sederhana, dan aku cukup percaya diri dengan hal itu." ucap Erwin sambil tersenyum manis dan kemudian menggenggam tangan Airin. lanjut-nya, "setiap kali aku datang ke rumah-mu, kau pasti langsung merasa tenang dan aman.... kau pasti merasa seolah semua rasa risau di hati-mu menghilang begitu saja." jelas Erwin sambil mengelus tangan Airin.
Airin yang mendengar penjelasan itu langsung terbelalak karena terkejut.
dalam hati ia berpikir, "apa dia bisa membaca isi hati-ku?"
__ADS_1
"dari reaksi-mu itu aku tahu kalau apa yang ku katakan barusan adalah kebenaran-nya." timpal Erwin yang kemudian melepaskan genggaman-nya.
"ba-bagaimana kau bisa tahu?" tanya Airin sambil mendekatkan wajah-nya pada Erwin dan menatap mata Erwin dengan tatapan yang penuh rasa penasaran.
Erwin yang melihat reaksi Airin yang tiba-tiba seperti itu langsung tersentak dan wajah-nya sedikit memerah.
"bisa kau mundur sedikit?" ucap Erwin sambil memegang bahu Airin dan sedikit mendorong-nya.
"ah.... maaf, aku tidak sengaja." ucap Airin yang langsung memalingkan pandangan-nya dengan ekspresi malu-malu.
Setelah Airin sudah sedikit lebih tenang, kini Erwin langsung menarik nafas-nya dalam-dalam dan menghembuskan-nya secara perlahan melalui mulut.
"sebenar-nya aku memiliki ilmu gaib yang bisa menangkal hal itu." jelas Erwin sambil memejamkan mata-nya.
"ehh? yang benar saja?" ucap Airin yang tampak bingung dan tampak seolah tidak percaya dengan apa yang Erwin katakan.
"ini adalah kebenaran-nya!" ucap Erwin sambil membuka mata-nya dan menatap Airin dengan serius.
"jadi itu alasan kenapa aku selalu merasa tenang saat bersama-mu?" ucap Airin sambil menatap Erwin dengan serius.
"ya, itu benar!"
Mendengar hal itu, kini Airin tampak melemaskan tubuh-nya dan ia terlihat tidak bersemangat sambil merenungkan semua penjelasan Erwin.
"jadi kau ingin bilang bahwa saat aku bertukar kepribadian itu...." ucapan Airin terhenti dan perkataan-nya langsung di sambung oleh Erwin.
"saat itu, yang bertukar bukan kepribadian-mu, melainkan kau di rasuki mahluk halus dan membuat diri-mu seolah bertukar kepribadian!" jelas Erwin dengan lantang "dari penerawangan-ku sebelum-nya aku bisa tahu bahwa mahluk halus yang mengganggu-mu ini hanya pergi sementara, jadi saat aku tak ada di sini, dia akan kembali lagi untuk mengganggu-mu." jelas Erwin dan membuat Airin langsung diam tak bersuara.
Airin kini terlihat sangat terkejut, ia hanya bisa menganga dan mematung di tempat-nya tanpa bergerak sedikit-pun.
hingga akhir-nya air mata-nya perlahan mengalir dan membasahi pipi-nya.
Erwin yang melihat air mata Airin yang mulai mengalir tentu langsung mengerti bahwa Airin saat ini merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi setelah mengetahui kebenaran itu.
__ADS_1
Setelah itu Erwin pun langsung tersenyum ramah pada Airin.
lalu ia perlahan mengangkat tangan-nya dan langsung mendaratkan tangan-nya ke pipi Airin. kemudian ia mengusap air mata Airin secara perlahan dan dengan lembut mengelus pipi Airin.
"kau tak perlu bersedih seperti itu, aku akan berusaha mencari cara agar kau bisa sepenuh-nya pulih dari keadaan ini." jelas Erwin sambil tersenyum manis pada Airin agar Airin bisa merasa sedikit lebih bersemangat.
Sementara itu, saat ini Airin merasa sangat putus asa, ia tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi permasalahan ini.
hingga akhir-nya di kepala-nya langsung melintas sebuah ingatan tentang sosok wanita yang sedang terbaring di atas ranjang dengan tubuh yang berlumuran darah, dan di lantai tampak seorang pria yang sekujur tubuh-nya juga penuh dengan luka dan darah.
darah pria itu tampak mengalir di lantai, dan ada pula bercak-bercak darah di sekitar lantai itu.
Ketika ingatan itu melintas di kepala Airin, Airin langsung berteriak histeris sambil menangis dan memegang kepala-nya dengan kedua tangan-nya.
ia merasa kepala-nya sangat sakit seolah mau pecah ketika memikirkan ingatan itu.
Ketika Airin berteriak histeris dan meneteskan air mata-nya dengan luar biasa, Erwin pun langsung terlihat sedikit panik karena tidak menyangka Airin akan sangat tertekan seperti itu.
Lalu Erwin yang sedang panik itu kini tidak berpikir panjang lagi. ia langsung merangkul Airin dalam pelukan-nya.
Saat ia merangkul Airin, Airin justru makin menangis dengan suara yang makin kuat. namun dengan sabar-nya Erwin terus berusaha menenangkan Airin.
Erwin terus mengeratkan pelukan-nya pada Airin sambil mengelus kepala Airin dengan lembut.
"setiap masalah pasti ada jalan keluar-nya.... aku janji aku akan tetap bersama-mu sampai kau benar-benar pulih." ucap Erwin sambil meletak-kan wajah-nya di atas kepala Airin. lanjut-nya, "kau tidak perlu takut lagi, aku akan menjaga-mu, aku akan berusaha agar tidak ada hal buruk lagi terjadi pada-mu." ucap-nya sambil mengelus kepala Airin dengan lembut.
Mendengar perkataan Erwin itu, Airin pun mulai berusaha untuk menenangkan diri, dan kini suara tangisan-nya tidak keras lagi seperti sebelum-nya.
ia kemudian membalas pelukan Erwin dan langsung merapatkan wajah-nya ke dada Erwin sambil menyembunyikan wajah-nya yang saat ini di basahi oleh air mata.
jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit
__ADS_1