
saat ini Erwin sudah berjalan cukup jauh dari daerah kumuh tempat ia membeli pistol tadi.
ia saat ini menyembunyikan tiga pistol, dua pistol di sembunyikan di pinggang dan satu pistol di balik jaket.
berdasarkan informasi yang di berikan pemilik toko senjata ilegal tadi, kelompok Elang Hitam memiliki sistim yang sangat ketat. di setiap wilayah kekuasaan Elang Hitam, terdapat banyak kelompok-kelompok kecil yang di bentuk di tengah-tengah masyarakat, dan setiap kelompok itu memiliki tugasnya masing-masing. setiap kelompok akan mengerjakan tugasnya masing-masing, baik itu tugas legal maupun ilegal, semua mereka lakukan asalkan bisa mendapatkan uang, dan kemudian mereka membagikan hasil dari pekerjaan mereka dengan pimpinan Mafia Elang Hitam.
selain itu, karena tujuan awal Erwin adalah untuk menghabisi lima pria yang akan membunuh Santi di masa depan, maka Erwin pun bertanya tentang tempat yang mungkin banyak di kunjungi oleh para anggota Elang Hitam itu. berdasarkan perkataan pria itu, ia mengatakan bahwa ada satu tempat perjudian yang banyak di kunjungi para anggota Elang Hitam.
tempat itu ada di sebuah hotel besar yang sangat terkenal di kota itu. dan saat ini, Erwin langsung mengendarai motornya yang sebelumnya ia parkir cukup jauh dari daerah kumuh. sebelumnya Erwin memperhitungkan segala sesuatu yang mungkin saja akan terjadi, dan itu pun yang membuatnya memarkir motornya di tempat yang cukup jauh agar motornya tetap aman walaupun jika nantinya akan terjadi aksi kejar-kejaran di daerah kumuh.
saat ini, Erwin sedang melaju dengan sangat cepat menggunakan motor kesayangannya itu. sepeda motor miliknya itu bukanlah sepeda motor yang mewah ataupun butut, sepeda motor miliknya itu berada di taraf standar.
setelah cukup lama berkendara, Erwin pun berhenti. sama seperti sebelumnya, saat ini, Erwin memarkir motornya dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi tujuannya.
tujuan Erwin kali ini adalah hotel mewah yang menjadi tempat berkumpulnya para anggota Elang Hitam.
setelah memarkir motornya, Erwin langsung menutup kepalanya menggunakan Hoodienya, dan ia langsung berjalan kaki menuju tempat tujuannya.
saat ini Erwin sudah berada di depan hotel itu. kemudian ia langsung berjalan menuju meja resepsionis dan langsung menunjukkan sebuah kartu untuk masuk ke dalam ruang khusus perjudian. pegawai yang berada di meja resepsionis itu langsung menatap Erwin dengan serius dan kemudian langsung menyuruh salah satu pegawai lainnya untuk mengantarkan Erwin ke tempat perjudian.
"tidak ku sangka pak Rogo si penjual senjata ilegal itu memberikan kartu pelanggan miliknya ini secara cuma-cuma untukku." ucap Erwin dalam hati sambil tersenyum licik sambil mengekor pegawai yang mengantarnya menuju lift. "berdasarkan informasi yang di berikan pak Rogo padaku, katanya kartu ini tidak bisa di miliki oleh sembarang orang, jika ada yang ingin masuk ke ruang rahasia tempat perjudian, maka mereka harus menunjukkan kartu ini, karena jika tidak, maka para pegawai akan bertingkah bodoh seolah tidak tahu apa-apa. inilah cara mereka menutupi kegiatan ilegal menggunakan kekuatan legal!" ucap Erwin dalam hati sambil pasang ekspresi kesal.
__ADS_1
setelah itu, Erwin dan pegawai itu langsung masuk ke dalam lift, dan saat berada di dalam lift, pegawai itu meletakkan sebuah kartu hitam pribadinya di depan tombol lift.
awalnya Erwin bingung melihat tindakan pegawai itu, karena seharusnya untuk menggunakan lift itu harus menekan tombol. namun ketika muncul sebuah cahaya biru dari sebuah lampu tombol itu, Erwin langsung merasakan bahwa lift itu bergerak ke bawah tanah dan bukannya ke lantai atas. tak butuh waktu lama, Erwin langsung bisa memahami sistem lift itu.
"jadi hanya dengan kartu hitam pria ini saja yang bisa membawa lift ke ruang rahasia. benar-benar cemerlang." ucap Erwin dalam hati sambil berseringai.
"oh iya, kalau tidak salah, pak Rogo sebelumnya bilang bahwa kartu pelanggan hanya bisa di buat berdasarkan rekomendasi dari seseorang yang memiliki kartu pelanggan. jadi tidak akan sembarang orang yang bisa membuat dan memiliki kartu pelanggan." ucap Erwin dalam hati dan kemudian berseringai. "kehehehe, ternyata mafia Elang Hitam memang kelompok yang sangat berhati-hati!"
setelah beberapa saat, lift pun berhenti bergerak, dan pintu lift itu terbuka.
saat ini lift itu sudah berhenti di tempat tujuan mereka.
setelah itu Erwin pun langsung berkeliling sebentar di tempat perjudian itu sambil melihat-lihat situasi. ia sedang berusaha untuk membiasakan diri dengan situasi yang ada di sekitarnya. di tempat itu ada begitu banyak jenis-jenis perjudian yang di lakukan oleh orang-orang. bukan hanya itu, di tempat itu juga terdapat begitu banyak jenis-jenis minuman alkohol yang di perjual belikan untuk para pengunjung yang datang.
setelah cukup lama berkeliling, dan melihat begitu banyak hal di tempat itu, kini Erwin mulai kebingungan.
hal yang membuatnya bingung adalah bagaimana ia bisa mendapatkan informasi dari seseorang yang ada di tempat itu. hal itu di karenakan dirinya tidak mau sembarang mendekati orang-orang yang tampak sibuk berjudi di sekitarnya.
karena terlalu bingung, kini ia langsung berjalan menuju tempat penjualan minuman beralkohol. ia berharap agar bisa bertemu dengan seseorang yang bisa di ajak bicara di tempat itu, karena di tempat itu biasanya hanya akan di penuhi oleh orang-orang yang hanya ingin mabuk karena terlalu banyak berpikir.
saat ini Erwin sudah berada di depan meja dan hendak memesan sebuah bir untuk di minum.
__ADS_1
belum sempat memesan, tiba-tiba seorang wanita cantik yang umurnya sekitar enam atau tujuh tahun lebih tua dari Erwin langsung berdiri dari duduknya dan langsung memutar tubuhnya sehingga ia langsung menabrak Erwin. hal itupun membuat minuman yang di pegang wanita itu langsung tumpah dan membasahi baju mereka berdua.
wanita itu langsung menatap Erwin, ketika ia melihat Erwin yang tampak lebih muda darinya, ia langsung menatap Erwin dengan tatapan tajam sambil pasangan raut wajah kesal.
kemudian wanita itu pun langsung marah pada Erwin.
"lihat? bajuku basah semua karenamu!" ucap wanita itu sambil menunjuk ke dada Erwin.
"eh? harusnya aku yang marah karena kau yang menabrakku." ucap Erwin dengan wajah yang tampak bingung.
"diam! kau masih muda tapi sudah banyak membatah!" ucap wanita cantik itu mendesak.
kemudian semua yang ada di tempat itu langsung menatap Erwin dengan tatapan sinis dan tidak mengenakkan hati.
"ba...... baiklah aku minta maaf!" ucap Erwin sambil melempar pandangannya ke samping.
"tidak semudah itu meminta maaf, jika kau ingin ku maafkan kita selesaikan ini dengan permainan catur!." ucap wanita cantik dan seksi itu dengan ekspresi percaya diri. lanjutnya, "tapi karena kau sudah membuatku kesal, akanku buat pertaruhan yang lebih berat untuk permainan ini. taruhannya adalah, siapa yang kalah harus jadi pelayan selama seminggu bagi yang menang!" jelas wanita itu dengan penuh percaya diri.
"T@i lah... Gadis ini sepertinya sejak awal memang hanya sedang mencoba mencari lawan bermain!" Pikir Erwin dengan ekspresi datar.
Dari mulut wanita itu sudah jelas bau alkohol tercium dan kemungkinan wanita itu sudah cukup mabuk sehingga gampang bertingkah seperti ini.
__ADS_1