Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Rahasia Airin


__ADS_3

Setelah beberapa saat telah berlalu, kini Erwin sudah menyelesaikan makanan yang sebelum-nya ia pesan.


kemudian ia menyenderkan tubuh-nya ke sandaran kursi sambil memegang gelas minuman di depan-nya.


"akhir-nya kenyang juga." ucap Erwin dengan ekspresi yang tampak puas.


"hei, apa kau mengajak-ku ke mari hanya semata-mata karena kau ingin di traktir makan?" tanya Nirmala dengan nada yang pelan dan tampak malu-malu menatap mata Erwin.


Sementara Erwin yang menyadari hal itu hanya diam dan menatap Nirmala sambil tersenyum manis.


"ya, sejujur-nya memang begitu, apa kau merasa kecewa?" tanya Erwin sambil menegak-kan tubuh-nya dan.


"tidak. lagi pula untuk apa aku kecewa?" jawab Nirmala dan kemudian membuang pandangan-nya ke samping.


Setelah beberapa saat mengobrol dengan Nirmala, kini Nirmala mulai berpamitan karena dia ada kerjaan yang harus ia selesaikan saat ini.


"kita sudahi dulu pembicaraan ini. aku masih ada kerjaan." ucap Nirmala yang kemudian berdiri dari duduk-nya.


"baiklah kalau begitu, lagi pula aku juga masih ada urusan lain saat ini." balas Erwin yang juga langsung berdiri.


Setelah itu, Erwin dan Nirmala langsung keluar dari restoran itu dan langsung pergi dari sana. mereka kemudian berpisah dan pergi dari tempat itu ke tempat tujuan masing-masing.


Di tengah perjalanan, Erwin tak sengaja melihat Lisa yang sedang berdiri di depan mobil-nya sambil menunggu sopir-nya memperbaiki mobil-nya yang saat ini mengalami mogok.


Melihat hal itu, Erwin langsung singgah dan memarkir motor-nya di depan mobil Lisa.


setelah memarkir motor-nya, Erwin langsung turun dan melepaskan helm-nya. kemudian ia berjalan mendekati Lisa yang saat ini sedang menatap-nya dengan ramah.


"apa yang terjadi dengan mobil-mu?" tanya Erwin saat sudah di dekat Lisa.


"entahlah, tiba-tiba saja mobil-ku mogok tanpa sebab." jawab Lisa dengan wajah yang tampak bingung.


Setelah beberapa saat berlalu, kini Erwin dan Lisa sudah berpindah tempat. mereka kini duduk di bawah pohon yang rindang sambil mengobrol.


tak lama setelah itu, sopir Lisa datang dan memotong pembicaraan Lisa dan Erwin yang sedang asik mengobrol sambil berteduh di bawah pohon.


sopir itu memberitahu-kan mereka bahwa mobil itu saat ini harus di bawa ke bengkel.

__ADS_1


"nona, saya akan menghubungi orang di rumah untuk datang menjemput nona, jadi nona tolong tunggu sebentar lagi." ucap sopir itu sambil mengambil handphone di saku celana-nya.


"tunggu dulu!" ucap Lisa cepat dan membuat sopir itu hanya memegang handphone-nya tanpa melakukan apa-apa.


"ada apa nona?" tanya sopir itu dengan ekspresi bingung.


"pokok-nya tunggu sebentar." ucap Lisa dan kemudian langsung menoleh pada Erwin yang duduk di sebelah-nya. "ehm, bagaimana kalau kau saja yang membawa-ku?" tanya Lisa pada Erwin dengan tatapan dan senyum yang penuh harap.


"ehm.... sebenar-nya aku sedang tak ada kerjaan lain juga sih, karena tadi aku sudah minta izin di tempat kerja paruh waktu-ku." gumam Erwin dan kemudian langsung mengangkat kepala-nya menatap Lisa. "baiklah, aku tidak keberatan." jawab Erwin sambil tersenyum manis.


Setelah itu Lisa pun menyuruh sopir-nya agar tidak perlu menghubungi orang di rumah. ia juga menyuruh sopir-nya untuk memberitahu-kan bahwa ia akan berkunjung ke rumah Airin jadi ia akan pulang cukup lama.


Setelah memberitahu-kan hal itu pada sopir-nya, kini Lisa langsung mengikuti Erwin.


lalu Erwin pun langsung menaiki motor-nya dan di ikuti oleh Lisa yang duduk di belakang Erwin sambil memeluk erat tubuh Erwin.


"ayo jalan." ucap Lisa sambil menyandarkan kepala-nya dengan manja ke punggung Erwin.


Setelah mendengar perkataan Lisa, Erwin pun langsung tancap gas dan berlalu dari tempat itu.


Setelah beberapa saat mereka melaju di jalanan, kini mereka berdua berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar dan tampak sangat indah dengan pemandangan taman di halaman rumah itu.


setelah itu Lisa turun dari motor dan langsung berjalan ke gerbang pagar rumah itu dan langsung memanggil Airin karena saat itu gerbang rumah Airin sedang tertutup.


Setelah beberapa saat kemudian, tampak seorang gadis bertubuh mungil dan berwajah manis muncul dari balik pintu dan berjalan pelan ke halaman seolah tampak ragu untuk keluar.


setelah sampai di depan pagar, ia langsung membuka gerbang rumah-nya dan mempersilahkan Lisa dan Erwin untuk masuk ke rumah-nya.


Saat mereka bertiga masuk ke rumah Airin, kini mereka langsung duduk di sofa dan tampak Lisa dan Airin langsung berbincang dengan akrab. sementara itu, Erwin yang kini sedang duduk berhadapan dengan mereka berdua langsung mengedarkan pandangan-nya ke sekitar ruangan itu.


"oh iya...." ucap Erwin memotong obrolan Lisa dan Airin. lanjut-nya sambil menatap Airin, "saat aku pertama datang ke sini, aku sama sekali tak melihat orang tua-mu. di mana mereka?" tanya Erwin.


Airin yang mendengar pertanyaan Erwin langsung menoleh dan menatap Erwin. tiga detik kemudian ekspresi Airin langsung berubah dan tampak terlihat bersedih.


"mereka saat ini sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing." jelas Airin sambil menyatukan kedua telapak tangan-nya dan meletakan-nya di atas pangkuan-nya.


"begitu ya.... jadi kapan mereka akan kembali ke rumah ini?" tanya Erwin lagi.

__ADS_1


"entahlah, mereka sangat jarang pulang ke rumah. rumah ini sekarang hanya di tinggali oleh diriku sendiri, mereka sangat jarang datang berkunjung ke tempat ini." ucap Airin sambil menoleh ke samping agar Erwin tak melihat ekspresi sedih-nya.


Namun Erwin tetap dapat melihat ekspresi itu dan menyadari bahwa Airin memiliki keluarga yang tidak harmonis.


"aku yakin Airin saat ini sangat menginginkan perhatian dari orang tua-nya." ucap Erwin dalam hati dengan ekspresi bersimpati setelah mengetahui tentang permasalahan Airin.


Sesaat suasana di ruang tamu itu langsung sunyi karena tak satu pun dari mereka bertiga yang mulai membuka pembicaraan yang baru untuk mencairkan suasana.


tak lama setelah itu, Erwin langsung berdiri.


"di mana toilet di rumah ini?" tanya Erwin sambil menatap Airin.


Airin yang mendapati pertanyaan itu langsung menatap Erwin dan menunjukan jalan ke kamar mandi menggunakan jari telunjuk-nya.


Setelah itu Erwin pun langsung beranjak dari sana dan berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Airin.


Setelah kepergian Erwin, Airin langsung berdiri dari duduk-nya dan langsung bertanya pada Lisa.


"kau mau minum apa? biar-ku siapkan." ucap Airin sambil tersenyum dan tampak berusaha untuk tegar.


"terserah kau saja." jawab Lisa sambil membalas senyum Airin.


"baiklah." balas Airin dan langsung berlalu dari tempat itu dan berjalan ke arah yang sama dengan yang di lalui Erwin sebelum-nya.


Saat ini Erwin sudah keluar dari kamar mandi dan tampak ia berhenti di salah satu ruangan karena pintu ruangan itu terbuka.


ruangan itu adalah kamar Airin, dan tampak di kamar itu terdapat salah satu hal yang membuat Erwin tertarik.


hal yang membuat Erwin tertarik adalah sebuah komputer yang di monitor-nya di penuhi dengan bahasa program.


Erwin kemudian mengedarkan pandangan-nya setelah masuk ke kamar itu. saat ini ia bisa melihat bahwa kamar itu sangat rapi dan bersih.


lalu ia mendekati komputer yang sebelum-nya ia lihat. lalu ia pun langsung tersenyum tipis setelah memastikan bahwa tulisan-tulisan di komputer itu memang bahasa program.


Tak lama kemudian, tiba-tiba Airin masuk ke kamar-nya itu dan langsung menutup pintu kamar-nya saat mengetahui bahwa Erwin ada di dalam kamar-nya dan sedang berdiri di depan meja kerja-nya.


Erwin yang menyadari hal itu langsung menoleh dan mendapati Airin yang sedang berdiri di pintu kamar yang sudah tertutup itu.

__ADS_1


__ADS_2