Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Penyelidikan Petra (2)


__ADS_3

Setelah turun dari atap, Petra langsung berjalan menuju ke arah kapal yang memuat barang. tujuan Petra kali ini adalah untuk memberi peringatan keras pada anggota Elang Hitam.


"untuk sekarang aku hanya perlu memberi pelajaran pada mereka sambil menunggu saat yang tepat untuk memusnahkan mereka!" batin Petra sambil berjalan dengan semangat.


Setelah tiba di sebuah kapal barang, Petra langsung bersembunyi di tempat yang gelap dan cukup aman, dan setelah itu ia mengeluarkan handphone-nya. kemudian ia pun menelepon seseorang.


"kirimkan unit A15 ke lokasi ku sekarang!" ucap Petra melalui telepon itu.


[siap tuan] balas suara seorang wanita melalui telepon itu.


Sesudah itu Petra pun langsung menutup telepon-nya.


"baiklah untuk sekarang aku hanya perlu menunggu peralatan baruku itu datang!" ucap Petra dengan bersemangat.


Sementara itu, di sebuah ruangan yang penuh dengan komputer hologram dan benda-benda elektronik lain-nya, tampak beberapa orang yang sedang sibuk bekerja menggunakan komputer-komputer itu.


Sementara itu, di sana juga tampak seorang wanita yang sedang sibuk menyesuaikan lokasi pengiriman peralatan yang di minta oleh Petra.


"lokasi di konfirmasi!" ucap wanita itu ketika menemukan lokasi Petra.


"unit A15 sedang di siapkan!" ucap seorang pria yang ada di samping wanita itu, dan tampak sebuah mesin yang terlihat seperti tas sedang di masukkan ke sebuah tempat khusus untuk di persiapkan.


"pemasangan mesin pendorong mini!" ucap pria itu lagi, dan di tempat persiapan itu tampak sekumpulan mesin yang sedang melakukan pemasangan mesin pendorong mini di atas mesin yang berbentuk tas itu.


note: bayangkan saja mesin pendorong mini sama seperti mesin yang di gunakan oleh Iron Man untuk terbang.


"mesin pendorong mini terpasang! selanjut-nya pemasangan peralatan tali tembaga!" setelah mengatakan itu, pria tadi langsung mengetik dengan cepat pada komputer hologram-nya.


lalu di tempat persiapan tampak peralatan tali tembaga langsung di pasang oleh mesin-mesin yang ada di ruangan persiapan itu.


"tali tambang telah terpasang! selanjut-nya!" ucap pria itu sambil menoleh pada seorang pria lain yang ada di sebelah-nya.


"selanjut-nya senjata plasma!" ucap pria itu yang kemudian langsung mengaktifkan rangkaian pemasangan senjata.

__ADS_1


lalu senjata plasma pun langsung di pasang di bagian atas tali tembaga.


Note: senjata plasma seukuran pistol, namun agak besar.


"unit A15 siap!" ucap pria itu saat melihat semua mesin dan peralatan lain-nya sudah terpasang pada mesin berbentuk ransel itu.


"baiklah! langsung kirim ke lokasi dengan kecepatan maksimal!" ucap wanita itu dan kemudian langsung membuka map serta mengaktifkan unit A15.


"aktifkan sistem kemudi otomatis! langsung bergerak ke lokasi!! berangkat!!" ucap wanita itu dengan semangat dan seketika mesin pendorong mini langsung aktif dan langsung bergerak dengan kecepatan maksimal menuju ke lokasi tempat Petra saat ini.


Melihat unit A15 bergerak dengan stabil dan lancar! para tim yang ada di ruangan itu langsung bersorak gembira.


"berhasil!!" teriak mereka.


Di sisi lain, Petra tampak sedang membuka ponsel-nya, dan di layar ponsel-nya tampak perkiraan waktu yang di tempuh oleh unit A15 untuk sampai ke tempat-nya. selain itu, Petra juga bisa melihat posisi unit A15 pada map yang saat ini ada di ponsel-nya.


note: ponsel Petra adalah ponsel khusus yang ia buat sendiri mulai dari nol.


tujuan-nya agar unit A15 tahu harus bergerak ke mana dan harus terpasang ke mana.


Setelah mengaktifkan sistem auto pakai, Petra langsung memanjat sebuah gedung yang cukup tinggi yang ada di tempat itu sambil menunggu kedatangan unit A15.


"ambil posisi dari atas gedung ini biar action-nya jadi lebih epic." ucap Petra sambil cengar-cengir.


Setelah tiba di atas gedung, Petra langsung mengeluarkan teropong-nya dan melihat kondisi di kapal barang.


melalui teropong itu ia melihat di sana sudah ada beberapa anggota Elang Hitam.


Tak lama setelah itu, ponsel Petra berdering dan langsung mengeluarkan suara [unit A15 terkonfirmasi!]


Mendengar hal itu, Petra langsung menoleh kebelakang dan melihat unit A15 yang sudah berada di dekat-nya dan bergerak ke arah-nya.


Melihat hal itu, Petra pun langsung melompat ke bawah, dan hanya berselang satu detik, unit A15 pun langsung menyusul-nya.

__ADS_1


Saat unit A15 tiba di dekat-nya, unit A15 pun langsung menempel ke punggung Petra dan kemudian mengeluarkan sabuk yang mengikat kuat tubuh Petra agar tetap melekat pada mesin.


Tak lama dari situ, senjata plasma pun langsung aktif dan langsung bergerak ke tangan Petra. di saat yang sama, alat pelontar tali tembaga langsung terpasang ke senjata plasma. setelah itu terdengar suara melalui ponsel Petra. [unit A15 siap beraksi!]


Mendengar hal itu, Petra yang saat ini sudah berada di dekat tanah langsung berseringai licik, dan dengan cepat ia langsung menembak-kan tali tembaga pada sebuah gedung yang cukup tinggi.


lalu tali tembaga yang saat itu memiliki sistem pengait, langsung menempel ke tembok gedung itu.


Sesudah itu, tali tembaga itu langsung menggulung dan di ikuti dengan mesin pendorong yang menopang berat tubuh Petra sehingga tubuh Petra langsung terangkat naik ke atas. hal itu pun membuat Petra langsung terlempar tinggi ke udara.


Saat berada di udara, Petra merasa sangat senang sampai-sampai ia tak bisa menahan tawa-nya.


"akhir-nya terealisasi juga! mesin yang selama ini hanya bisa ku lihat di film dan kartun kini terealisasi! hahahaha" ucap Petra dengan tawa menggelegar.


Lalu Petra pun langsung menembak-kan tali tembaga ke gedung lain-nya serta berayun dengan bebas. hingga akhir-nya Petra langsung menembak-kan tali tembaga-nya ke atas kapal serta langsung bergerak ke atas kapal.


sementara itu, beberapa anggota Elang Hitam yang melihat kabel tembaga milik Petra langsung terkejut dan dengan segera menoleh ke arah datang-nya tali itu!.


"apa itu!"


"benda itu datang dari sana!" ucap mereka dengan ekspresi terkejut.


Tidak selesai di situ, karena kini rasa terkejut mereka makin menjadi saat melihat Petra yang bergerak di udara dan langsung mengarah ke mereka.


Saat Petra mendarat di atas kapal, para anggota Elang Hitam itu pun langsung bersiaga serta menodongkan senjata api mereka ke arah Petra.


Sementara itu, Petra yang baru saja mendarat hanya mempedulikan keadaan mesin yang ia pakai ketimbang situasi-nya saat ini.


"tchi!... mesin pendorong mini ini ternyata jauh lebih panas dari yang ku duga! setelah ini aku harus menyetel-nya ulang agar bisa di gunakan dalam jangka waktu yang lama." batin Petra sambil menoleh ke punggung-nya.


Jangan lupa


like, Vote, komen, dan faforit

__ADS_1


__ADS_2