Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Kekuatan unit A15


__ADS_3

"siapa kau?! benda apa yang kau gunakan itu?!" ucap salah satu anggota Elang Hitam sambil menghentak-kan pistol yang ia gunakan untuk menodong Petra.


Mendengar suara itu, Petra pun langsung menoleh perlahan dan menatap kelima anggota Elang Hitam yang saat ini berada tepat di depan-nya.


"heh..... kalian ingin melawan-ku menggunakan senjata jadul itu?" ucap Petra sambil berseringai licik di balik masker-nya.


"dari cara bicara-mu serta tindakan-mu! seperti-nya kau adalah musuh kami!" tegas pria satu yang berdiri paling depan.


tak lama setelah itu, tiga anggota Elang Hitam lain-nya datang menghampiri mereka, sehingga jumlah mereka bertambah menjadi delapan orang.


"apa yang terjadi?" tanya salah satu dari tiga pria yang baru datang itu.


"orang itu seperti-nya sudah melihat isi kargo milik kita, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk meloloskan pria itu!" jawab pria satu.


"begitu ya...." balas pria itu dan kemudian langsung mengarahkan pistol-nya ke arah Petra.


"jawab pertanyaan-ku! apa kau melihat isi kargo ini barusan?!" tanya pria satu dengan nada tegas.


"lihat tidak lihat kau tetap akan menembak-ku bukan?" ucap Petra dengan santai sambil memiringkan kepala-nya.


"tchi.... aku bertanya karena saat ini aku tak berniat untuk membunuh!" balas pria satu yang tampak mulai kesal.


"hah...." Petra menghela nafas seolah sedang lelah. lanjut-nya, "lebih baik kau jujur saja, kau sebenar-nya tak ingin menembak bukan karena tak berniat membunuh, melainkan kau takut jika suara tembak-kan mu sampai terdengar oleh polisi yang sedang berpatroli kan?" ucap Petra sambil menaik-kan satu alis-nya.


Mendengar perkataan Petra barusan membuat pria satu makin kesal.


"hei kalian bertiga!" ucap pria satu pada tiga pria yang baru datang tadi tanpa menoleh pada mereka.


"ada apa?" tanya salah satu dari tiga pria itu.


"segera perintahkan semua orang-orang kita untuk memindahkan semua isi kargo ini ke dalam mobil!, biar aku dan empat orang lain-nya yang menangani orang ini!" perintah pria satu. lanjut-nya, "dan jangan lupa beri tahu ketua divisi bahwa ada pengganggu di tempat ini!"

__ADS_1


"baiklah!" balas pria itu dan kemudian langsung pergi bersama dua orang lain-nya.


setelah bergegas, satu pria langsung menghubungi semua anggota, sementara dua lain-nya langsung membongkar kargo serta menyiapkan semua alat yang di gunakan untuk mengangkut keluar barang-barang dari dalam kargo.


Petra yang melihat hal itu hanya bisa menaik-kan satu alis-nya dan tersenyum licik.


"hooo.... cepat juga kau mengantisipasi situasi ini." ucap Petra yang tampak mengetahui tujuan pria satu.


"hahahaha, tentu saja!, dengan begini, sekalipun terjadi adu tembak, kami tetap bisa membawa kabur barang kami, dan polisi pasti akan terlambat untuk datang ke tempat ini!" ucap pria satu sambil tertawa penuh semangat. lanjut-nya, "baiklah, sekarang mari kita mulai!!"


Baru saja selesai mengatakan hal itu, kini Petra sudah melompat keluar dari kapal.


hal itu pun membuat mereka berlima terkejut dan dengan refleks langsung menembak Petra.


namun sayang-nya tak satupun tembak-kan mereka yang mengenai Petra.


"sial@n!! dia kabur!" ucap mereka sambil berlari dan melihat ke bawah kapal.


anggota Elang Hitam yang terkena serangan itu langsung terhempas ke belakang. sementara empat anggota lain-nya langsung terkejut dan dengan refleks menembak Petra yang saat ini berada di udara.


namun sayang-nya tembak-kan mereka lagi-lagi meleset karena Petra dengan cepat menembak-kan tali tembaga-nya ke kargo serta langsung berpindah tempat ke kargo itu.


"si@l!! pergerakan-nya cepat sekali!" ucap pria satu.


Sementara itu, pria dua yang tadi terkena tendangan Petra langsung berdiri dan menembaki Petra yang sedang berdiri di atas kargo.


namun dengan kelincahan yang luar biasa, Petra bisa dengan cepat melompat ke belakang kargo, sehingga tubuh-nya terlindungi oleh kargo itu.


"cepat ambil jalan memutar!" perintah pria satu setelah melihat Petra yang mulai bersembunyi di balik tumpuk-kan kargo yang ada di kapal itu.


Baru saja mereka berpencar, tiba-tiba dari tempat Petra melompat tadi Petra langsung melesat ke udara sambil berputar-putar di udara.

__ADS_1


Saat sedang bermanuver Petra langsung melancarkan tembak-kan menggunakan senjata plasma-nya.


tembak-kan Petra itu pun langsung mengenai pistol milik pria satu dan membuat pistol itu langsung hancur begitu saja.


hal itu pun membuat pria satu sontak mundur sambil mengibaskan tangan-nya yang kesakitan, dan di wajah pria satu kini terukir raut yang penuh kekesalan dan amarah terhadap Petra.


"sial@n!! berani-nya kau!!" bentak pria satu sambil mengeluarkan pistol cadangan-nya dan langsung menembak Petra.


Petra yang melihat hal itu langsung menembak-kan tali tembaga-nya ke kargo lain dan langsung berayun ke sana dengan kecepatan tinggi.


sambil melesat, Petra pun melakukan gerakan memutar di udara sambil menembaki beberapa dua anggota Elang Hitam yang juga mengeincar-nya dari salah satu sudut kargo.


Dua anggota Elang Hitam yang menyadari hal itu langsung bersembunyi di sudut kargo agar tembak-kan Petra tidak mengenai mereka.


Sementara itu, dua anggota lain-nya juga langsung menembaki Petra saat Petra masih di udara hingga Petra mendarat di sebuah kargo.


Petra yang cukup terdesak ketika mendarat langsung melakukan salto di atas kargo untuk menghindari peluru.


setelah bersalto satu kali, Petra langsung menembak-kan tali tembaga-nya lagi ke sebuah kargo lain, dan dengan cepat ia berayun ke bawah.


di saat berayun ke bawah, Petra langsung menembak-kan satu tali tembaga lagi ke kargo lain sehingga arah lesatan-nya langsung memutar, dan di saat lesatan-nya memutar, ia langsung berhadapan dengan dua anggota Elang Hitam yang sebelum-nya bersembunyi di sudut kargo.


melihat kemunculan Petra yang sangat tiba-tiba itu membuat dua anggota Elang Hitam terkejut, dan saat dua anggota Elang Hitam itu ingin menembak, mereka sudah terlambat karena Petra sudah lebih dulu menembaki tangan mereka berdua hingga tangan mereka berlubang.


"AAARRGGG!!" teriak mereka serentak.


Setelah menembaki dua pria itu, Petra langsung mendarat di lantai kapal dan langsung menunduk-kan tubuh-nya untuk berhenti bergerak.


Saat Petra berhenti bergerak, di depan Petra tampak pria satu sedang berseringai licik serta tampak sudah siap menembak, dan benar pria satu pun langsung menembaki Petra tanpa basa-basi.


Jangan lupa

__ADS_1


Like, Vote, komen, dan faforit


__ADS_2