
setelah itu Rimo pun langsung mencambuki Erwin dengan kuat secara terus menerus.
Erwin yang merasakan sakit-nya cambuk-kan tersebut tampak menggeliat kesakitan dan ia berusaha untuk berteriak namun suara-nya tak bisa keluar karena mulut-nya di ikat menggunakan baju-nya yang di lepas oleh Rimo sebelum mereka mengikat Erwin.
saat ini, Erwin yang tak menggunakan baju itu terus di cambuki oleh Rimo. tubuh Erwin kini tampak memiliki banyak sekali bekas cambuk-kan bahkan sampai mengeluarkan darah.
darah Erwin tumpah ke lantai dalam bentuk bercak-bercak merah. Erwin hanya bisa meneteskan air mata-nya sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.
tubuh-nya terasa seperti di iris-iris dan rasa sakit di tubuh-nya semakin menjadi seiring tubuh-nya merasakan panas bagai-kan di sengat api.
tak lama setelah itu, seseorang langsung memukuli Rimo dari belakang menggunakan sebuah kayu yang cukup besar sehingga Rimo langsung pingsan.
Rimo menoleh ke belakang dengan pandangan yang mulai buram. ia melihat sosok seorang gadis di belakang-nya, dan gadis itu ternyata sudah menumbangkan kedua teman-nya secara diam-diam. namun sayang-nya, pandangan Rimo yang buram itu membuat Rimo tak bisa mengenali siapa gadis yang telah memukuli-nya itu.
Rimo pun akhir-nya jatuh terkapar di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
lalu gadis itu berjalan pelan mendekati Erwin. namun karena pandangan Erwin yang mulai samar-samar, Erwin pun tak bisa mengenali siapa gadis itu, dan akhir-nya Erwin pingsan tanpa tahu apa-apa.
Flashback end
"waktu mereka mencambuki-mu, apa kau ingat siapa yang datang menolong-mu?" tanya Lisa sambil menatap Erwin.
"ka-kau bahkan tahu mereka mencambuki-ku?" Erwin balik bertanya dengan ekspresi terkejut.
"ka-kau bahkan tahu kalau ada seseorang yang datang menolong-ku. apa jangan-jangan...." timpal Erwin sambil menganga dan memandangi Lisa dengan seksama.
melihat reaksi Erwin yang tampak sangat terkejut itu membuat Lisa langsung tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkah Erwin.
"seperti-nya kau sudah tahu sekarang." ucap Lisa sambil melepaskan pelukan-nya pada Erwin.
"ba-bagaimana mungkin?" ucap Erwin yang masih terlihat seolah tak percaya.
__ADS_1
Lisa yang mendengar perkataan Erwin itu langsung menunduk-kan kepala-nya dan mulai berbicara dengan nada dingin.
"aku tahu kau mungkin tidak akan percaya, tapi memang itu-lah yang terjadi waktu itu." ucap Lisa yang kemudian menyilangkan jari-jari tangan-nya di atas pangkuan-nya. "saat itu aku sangat ketakutan melihat tindakan keji mereka pada-mu. namun di lain sisi aku merasa sangat kesakitan melihat kau di perlakukan seperti itu, dan akhir-nya aku berusaha mengumpulkan keberanian-ku untuk melakukan hal yang senekat itu." timpal-nya.
mendengar penjelasan Lisa itu membuat Erwin semakin terkejut, diri-nya tak pernah tahu kalau selama ini Lisa juga selalu memperhatikan diri-nya.
awal-nya, bagi Erwin, hanya Santi saja-lah satu-satu-nya gadis yang tampak peduli pada-nya, namun ternyata di balik layar ada seseorang yang bahkan memiliki hati yang rela berkorban meski pengorbanan-nya itu tidak di lihat oleh siapa pun.
setelah itu Erwin langsung tersenyum lembut sambil menatap Lisa yang masih menunduk-kan kepala-nya. lalu Erwin mengangkat tangan kanan-nya dan mulai mengelus kepala Lisa dengan lembut.
"kau benar-benar gadis yang hebat, seseorang pasti akan merasa sangat beruntung jika bisa hidup bersama-mu." ucap Erwin yang berusaha menghibur Lisa yang tampak murung itu.
Lisa yang merasakan sentuhan lembut di kepala-nya langsung mengangkat wajah-nya dan langsung menatap Erwin dalam-dalam. tatapan Lisa semakin dalam, dan wajah Lisa seolah bergerak mendekat ke wajah Erwin.
Erwin yang menyadari Lisa yang mulai mendekatkan wajah-nya langsung teringat akan sesuatu.
"bahaya! jika alur ini terus berlanjut, maka alur ini pasti akan merujuk ke arah itu!" batin Erwin sambil membayangkan sebuah alur di mana diri-nya akan berciuman dengan Lisa.
meskipun Erwin berkata bahaya, namun diri-nya justru seolah tak bisa menolak apa yang akan terjadi itu.
namun tiba-tiba wajah Sagit di sentil oleh Lisa.
"hahaha apa kau pikir aku akan mencium-mu?" ucap Lisa sambil tertawa girang.
mendengar tawa girang Lisa itu membuat Erwin langsung terkejut. wajah Erwin langsung memerah karena merasa malu dengan apa yang sudah ia pikirkan sebelum-nya.
"be-berhentilah menertawai-ku." ucap Erwin sambil membuang pandangan-nya dengan malu-malu.
"barusan kau pasti berpikir aku akan mencium-mu kan? iya kan?" ucap Lisa yang masih terus tertawa. "tadi itu kau kelihatan seperti seorang gadis yang menunggu ciuman dari seorang pria. apa-apaan kau menutup mata seperti itu. pffftt" ucap Lisa yang berusaha menahan tertawaan-nya namun tetap lepas kendali.
Erwin yang mengingat kembali saat diri-nya menutup mata tadi jadi semakin merasa malu dengan apa yang sudah di lakukan-nya. wajahnya kini makin memerah.
__ADS_1
"ku-kumohon hentikan penderitaan in...."
ucapan Erwin langsung terhenti seketika karena Lisa langsung mendaratkan ciuman-nya ke pipi Erwin.
Erwin seketika langsung berhenti berbicara dan mata-nya langsung terbelalak. kemudian ia menoleh ke arah Lisa yang kini menarik wajah-nya menjauh dari wajah Erwin.
melihat Erwin yang pasang wajah terkejut, Lisa hanya bisa tersenyum manis menatap Erwin.
"ciuman pertama-ku hanya boleh di miliki oleh pria yang bisa mencintai-ku dengan tulus." ucap Lisa sambil tersenyum.
"uhm.... maaf sudah berpikir yang tidak-tidak." balas Erwin sambil membuang pandangan-nya dan langsung tertunduk lesu.
"hei, apa kau mau menyamarkan bekas luka di tubuh-mu itu?" tanya Lisa yang berusaha mencairkan suasana.
"menyamarkan?" tanya Erwin sambil menoleh kembali ke arah Lisa.
"iya, menyamarkan." balas Lisa sambil tersenyum.
*****
saat ini, Erwin dan Lisa sudah pergi dari tempat sebelum-nya dan kini berdiri di depan sebuah rumah yang cukup mewah.
"ehm? kenapa kita berhenti di sini?" tanya Erwin penasaran.
"ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada-mu." ucap Lisa sambil berjalan masuk ke halaman rumah itu.
"apa dia orang yang bisa menyamarkan bekas luka-ku?" tanya Erwin lagi sambil mengekor di belakang Lisa.
"iya." jawab Lisa dengan singkat.
setelah itu Lisa menekan tombol alarm di pintu rumah itu. sesaat kemudian pintu itu sedikit terbuka dan tampak seorang gadis yang sangat cantik berambut hitam panjang terurai sedang mengintip mereka dari balik pintu yang ia buka.
__ADS_1
gadis itu terlihat seperti orang yang sedikit ketakutan pada orang yang berdiri di depan pintu rumah-nya.
namun tingkah gadis itu justru membuat diri-nya tampak menggemaskan.