
Saat Sagit berhasil menghindar, di saat yang bersamaan Erwin sudah berhasil berdiri sambil menggunakan momentum itu untuk melakukan tendangan sapuan bawah menggunakan kaki kanan-nya.
Sagit pun terpaksa mundur sekali lagi, dan di saat kaki kanan Erwin yang menendang tadi sudah mendarat di tanah, Erwin pun langsung menggunakan kaki kanan itu sebagai tumpuan dan mulai memutar tubuh-nya sambil mengayunkan kaki kiri-nya untuk menendang Sagit.
Sagit pun berhasil ia desak untuk mundur menjauh dari diri-nya.
Tampak saat ini Sagit telah melompat ke belakang untuk menjaga jarak dari Erwin.
Melihat Sagit yang sudah menjaga jarak itu, Erwin pun langsung meluruskan tubuh-nya dan menatap Sagit sambil berseringai.
"khehehe.... seperti-nya aku terlalu memandang tinggi diri-mu." ucap Erwin yang tampak mulai bersemangat.
Sementara itu, Sagit yang melihat tingkah Erwin itu langsung menggelengkan kepala-nya berkali-kali secara perlahan.
"hanya karena berhasil mendesak-ku kau sudah berpikir bahwa kemampuan-mu tidak jauh berbeda dari-ku." ucap Sagit dengan nada kecewa. lanjut-nya, "kau benar-benar masih harus banyak belajar."
"sebenar-nya aku setuju dengan perkataan-mu itu." ucap Erwin mengiyakan ucapan Sagit. setelah itu ia mulai pasang kuda-kuda bertarung sekali lagi, dan kemudian menimpali perkataan-nya. "akan tetapi, dalam keadaan seperti ini, ucapan-mu itu justru bisa di artikan sebagai kata-kata yang di maksud-kan untuk meremehkan-ku!" jelas Erwin.
Mendengar pendapat Erwin itu membuat Sagit sekali lagi menggelengkan kepala-nya dan menghela nafas panjang sambil berkacak pinggang.
"asal kau tahu saja! sebelum-nya aku sudah sering bertemu dengan orang yang meremehkan-ku seperti ini! namun pada akhir-nya mereka semua kalah karena keangkuhan mereka sendiri!" ucap Erwin dengan tegas.
"ya itu memang benar, banyak orang yang sering kalah karena keangkuhan mereka, meskipun begitu, bukan berarti kau boleh menganggap diri-mu lebih istimewa dari mereka, kau bukan-lah tokoh utama yang bisa 'over power' setelah ada yang meremehkan diri-mu." jelas Sagit panjang lebar.
kemudian Sagit mulai mengelus dagu-nya seperti sedang berpikir. "terlebih lagi, jika di pikir-pikir, kau yang sekarang sudah pasti tidak akan bisa mengalahkan-ku...." ucap-nya sambil sedikit menunduk-kan kepala-nya seolah sedang memikirkan sesuatu.
"tidak...." timpal Sagit lagi sambil mengangkat wajah-nya dan menatap Erwin. lanjut-nya, "kau bukan hanya tak bisa mengalahkan-ku, tapi justru kau juga tak-kan bisa mengalahkan ketua divisi sekali-pun!" ucap Sagit dengan tegas.
"seperti-nya kau benar-benar meremehkan-ku." ucap Erwin sambil berseringai dengan ekspresi yang tampak menakutkan. lanjut-nya, "kalau memang seperti itu, tunjuk-kan pada-ku! dan jangan hanya banyak bicara saja!" bentak Erwin sambil bergerak cepat ke arah Sagit.
Sagit yang melihat tindakan Erwin itu tentu semakin kecewa pada kemampuan Erwin.
"kau benar-benar belum bisa sepenuh-nya mengontrol diri." ucap Sagit yang kemudian langsung melakukan tendangan berputar dengan sangat capat.
Tendangan Sagit itu pun membuat Erwin sontak terkejut, dan saking cepat-nya ia bahkan tidak lagi sempat untuk menghindari tendangan itu.
alhasil, hanya dengan satu tendangan itu Erwin pun langsung tumbang dan terkapar di tanah dengan kondisi yang tidak berdaya.
"apa aku terlalu terburu-buru menyerang-nya?" batin Sagit sambil perlahan menatap mata-nya yang saat ini masih melihat ke arah Sagit yang tengah berjalan mendekati diri-nya, hingga akhir-nya Erwin pun langsung hilang kesadaran saat Sagit sudah berjongkok di depan-nya.
*******
Saat ini di sebuah warung kecil tampak Airin sedang makan pisang goreng dengan sambel khas yang di buat untuk melengkapi pisang goreng itu.
setelah itu Airin meraih secangkir kopi di depan-nya dan langsung menyeruput kopi itu.
__ADS_1
"kenapa Erwin lama sekali? padahal kata-nya cuma mau cari tempat yang pas untuk buang air kecil." ucap Airin yang kemudian meletak-kan gelas-nya di meja. lanjut-nya, "paling-paling dia hanya ingin melirik gadis yang ada di tempat ini.... dia benar-benar tidak menghargai perasaan-ku." ucap-nya dengan kesal.
Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba wajah Airin langsung memerah dan mata-nya langsung melebar seperti sedang terkejut.
"ke-kenapa aku berpikir seperti itu?" batin Airin sambil pasang wajah yang tampak tersipu malu. "apa aku menyukai Erwin?" batin Airin bertanya-tanya.
Saat ini Airin sama sekali belum mengerti apakah ia benar-benar mencintai Erwin atau hanya sekedar menyukai Erwin, karena pada dasar-nya Airin sama sekali belum pernah berpacaran atau pun jatuh cinta pada seorang pria.
Lalu Airin pun kembali meraih segelas kopi yang ada di depan-nya, lalu ia menatap ke dalam kopi itu.
"ku harap Erwin juga memikirkan tentang-ku.... sama seperti aku memikirkan diri-nya." batin Airin yang kemudian perlahan meminum kopi itu.
******
Setelah beberapa saat hilang kesadaran, kini Erwin tampak perlahan membuka mata-nya.
ia merasa sekujur tubuh-nya basah karena keringat yang keluar dari tubuh-nya sangat banyak.
lalu Erwin pun langsung bangun dan duduk sambil melihat ke arah terik-nya matahari. ia kemudian langsung menutupi mata-nya menggunakan tangan-nya karena sinar matahari yang sangat panas itu sangat menyilaukan mata.
"ah.... matahari-nya panas sekali.... pantas saja aku banyak berkeringat." ucap Erwin yang kemudian langsung mengedarkan pandangan-nya.
Saat mengedarkan pandangan-nya, mata Erwin pun langsung mendapati sosok Sagit yang tengah duduk jongkok di bawah pohon yang rindang.
Struktur organisasi Elang Hitam:
— Ketua Divisi.
(terbagi menjadi beberapa
kelompok yang di sesuaikan oleh
keinginan ketua cabang, setiap
divisi memiliki wilayah kekuasaan
masing-masing di satu provinsi.
— Ketua Cabang.
(ketua cabang menguasai satu
provinsi yang ada di satu pulau,
ketua cabang memiliki wewenang
__ADS_1
untuk mengatur semua ketua
divisi yang bekerja untuk-nya.)
— Pemimpin cabang.
(dari semua ketua cabang yang
ada di satu pulau, hanya ada satu
orang yang menjadi pemimpin
cabang yang menguasai seluruh
pulau serta memiliki wewenang
untuk mengatur para ketua
cabang dan ketua divisi serta
semua anggota yang tergabung
dalam organisasi Elang Hitam.)
— Sang Elang Hitam.
(Elang Hitam adalah julukan bagi
sang pendiri organisasi Elang
Hitam. identitas sebenar-nya dari
sang pendiri bahkan masih belum
di ketahui oleh para anggota
bahkan para pemimpin cabang
sekali-pun.)
Saat ini, kelompok Elang Hitam sudah tersebar ke seluruh dunia, kelompok ini sudah memiliki banyak cabang yang terpencar-pencar di seluruh penjuru dunia. terutama tempat-tempat yang penduduk-nya sudah mengenal budaya modern.
Jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit
__ADS_1