Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Kejanggalan Yang Mulai Terungkap


__ADS_3

Melihat kedatangan nenek Erwin, akhir-nya Airin dan Erwin langsung diam dan menatap nenek Erwin dengan ekspresi ketakutan.


"perasaan horor macam apa ini?" batin Erwin.


*******


Setelah kedatangan nenek Erwin di kamar, percekcokan pun tak terelak-kan.


namun setelah selesai, kini mereka semua duduk di satu meja untuk menikmati sarapan pagi.


Sementara sarapan, nenek Erwin mulai menceramahi Erwin dan Airin lagi.


"padahal semalam sudah ku ingat-kan pada kalian, tapi kenapa kalian tak mendengar perkataan nenek?!" tanya nenek Erwin.


"sudah ku bilang aku yang salah karena sudah mengajak Airin tidur dengan-ku saat tengah malam." ujar Erwin melancarkan kebohongan-nya.


sementara itu Airin hanya bisa tertunduk sambil mengunyah pelan makanan di mulut-nya.


saat ini Airin sedang berpikir apa yang sebenar-nya terjadi. karena sejak bangun ia sudah lupa apa yang terjadi pada diri-nya saat ia mabuk semalam.


"kenapa Erwin mengambil kesempatan saat aku sedang tidak sadar? padahal ku pikir dia itu pria baik-baik.... tapi ternyata dia sama saja seperti pria lain yang hanya suka mencari-cari kesempatan untuk melecehkan seorang wanita." batin Airin dengan ekspresi yang tampak kecewa pada Erwin.


"sudahlah.... tak perlu di panjang-panjang kan lagi." sela kakek Erwin. lanjut-nya. "toh Erwin juga sudah minta maaf."


"iya.... kakek benar nek." balas Jasie.


"itu memang benar! tapi bagi Airin yang seorang wanita, hal seperti itu tidak bisa langsung di maafkan begitu saja." jelas nenek Erwin.


Mendengar perkataan nenek Erwin, Airin pun langsung mengangkat wajah-nya dan menatap nenek Erwin.


"tidak perlu di permasalah-kan lagi... aku sudah memaafkan-nya." balas Airin.


"meskipun kau berkata seperti itu, yang jelas-nya nenek akan tetap menghukum Erwin agar ia tidak berbuat seperti itu lagi." jelas nenek Erwin.

__ADS_1


Mendengar hal itu Airin pun dengan cepat membalas ucapan nenek Erwin.


"tapi...."


"katakan saja apa hukuman-nya." sela Erwin dengan cepat sambil pasang ekspresi yang tampak santai-santai saja.


Melihat reaksi Erwin, nenek Erwin pun langsung berseringai licik.


"kau akan kesulitan menyelesaikan hukum ini.... hukuman-nya adalah...."


******


Malam itu bulan tampak bersinar cukup terang, dan di tengah hutan tampak Erwin sedang berjalan sempoyongan karena kelelahan.


"seperti-nya nenek hanya memanfaatkan-ku!" ucap Erwin sambil bersandar di batang pohon dan mulai menstabilkan nafas-nya.


Hukum-an yang di berikan nenek Erwin pada Erwin adalah membersih-kan saluran air yang mengalir ke sawah dan perkolaman warga di desa itu.


Tak lama setelah beristirahat di bawah pohon, kini telinga Erwin tiba-tiba mendengar suara orang yang sedang berbicara.


"Hmm...." gumam Erwin. lanjut-nya, "seperti-nya ada orang lain di sekitar sini." batin Erwin sambil kembali menyandarkan tubuh-nya pada batang pohon itu.


Tak lama setelah itu, Erwin pun bisa mendengar jelas suara serta pembicaraan orang itu.


"inti-nya kita datang ke tempat ini hanya karena ada rumor tentang kelompok Burung Hantu di desa ini." ucap pria satu.


"bagaimana kalau rumor-nya tidak benar?" balas pria dua.


"kalau tidak benar maka kita hanya perlu melapor pada Lingu tentang itu."


Mendengar percakapan dua pria itu membuat Erwin sedikit curiga.


"kelompok Burung Hantu?" batin Erwin bertanya-tanya sambil mengangkat satu alis-nya. lanjut-nya, "apa mereka ada hubungan-nya dengan kelompok Elang Hitam?"

__ADS_1


Sementara itu, kini dua pria itu bergerak ke arah Erwin.


mereka terus berjalan dengan penuh hati-hati karena saat ini tujuan mereka adalah mengintai apa yang terjadi di desa ini.


"berdasarkan informasi rahasia yang kita dapatkan, ada kelompok Elang Hitam yang membantu pembangunan jalan di desa ini.... namun masalah-nya kelompok Elang Hitam kita saat ini tak membantu pembangunan ini." jelas pria satu.


"itu berarti ada kelompok Elang Hitam di luar Sulawesi yang bekerjasama di sini?" tanya pria dua.


"ya kemungkinan memang begitu.... namun parah-nya lagi, ada informasi yang mengatakan bahwa jalan ini juga mendapat bantuan dari kelompok Burung Hantu. hal itu karena di desa ini kelompok Burung Hantu menyembunyikan sesuatu." jelas pria satu lagi. lanjut-nya, "kemungkinan besar-nya di desa ini kelompok Burung Hantu menyembunyikan banyak sabu-sabu, dan kelompok Elang Hitam dari luar Sulawesi bekerjasama dengan mereka karena ku dengar ada beberapa kelompok Elang Hitam di luar sana yang suka melakukan hal ilegal."


"Begitu ya.... itu arti-nya saat ini kelompok Burung Hantu telah disembunyikan oleh kelompok Elang Hitam dari luar Sulawesi ya." balas pria dua.


"ya kau benar! dan orang yang memberi informasi ini adalah orang kepercayaan tuan Elang Hitam." ucap pria satu.


Erwin yang mendengar pembicaraan itu pun kini langsung terkejut akan apa yang ia dengar barusan.


"sebenar-nya sebanyak apa cabang Elang Hitam di Indonesia? dan kenapa mereka memiliki tujuan dan cara yang berbeda-beda dalam bertindak?" batin Erwin bertanya-tanya. lanjut-nya, "tunggu dulu...." ucap Erwin sambil menunjuk-kan ekspresi seperti sedang menyadari sesuatu.


"akhir-nya semua kejadian di desa ini mulai saling terhubung!" batin Erwin sambil pasang ekspresi semangat. lanjut-nya, "lima tahun yang lalu, saat aku belum menggunakan mesin waktu. di desa ini tidak ada pembangunan jalan, dan kenapa saat aku melakukan perjalanan ke masa lalu tempat ini langsung berubah? sementara yang seharus-nya berubah hanya-lah apa yang ada di sekitar-ku karena aku yang mengubah-nya.... dengan kata lain, tempat ini pasti ada hubungan-nya dengan apa yang terjadi di pulau Kalimantan! tepat-nya di tempat aku mengubah masa depan Santi!" ucap Erwin bersemangat.


"dengan kata lain!" ucap Erwin sambil menoleh ke arah dua anggota Elang Hitam. "Elang Hitam Kalimantan yang banyak melakukan kegiatan ilegal sudah pasti memiliki hubungan kerjasama dengan kelompok Burung Hantu.... dan kerjasama yang mereka lakukan adalah.... PERDAGANGAN SABU-SABU!" ucap Erwin dalam hati dengan seringai licik di wajah-nya.


Saat ini, dua pria utusan Elang Hitam sedang memanjat pohon dan mulai mengamati desa dari sebuah pohon yang paling tinggi di tempat itu.


"apa kau sudah melihat ada pergerakan yang aneh?" tanya pria satu pada pria dua saat pria satu tiba di atas pohon tempat pria dua yang sedang memantau.


"aku masih belum melihat apa-apa." jawab pria dua.


"jika kalian ingin tahu sesuatu.... aku punya satu informasi yang bisa ku bagikan pada kalian." ucap Erwin dengan tenang sambil muncul tiba-tiba di bawah pohon tempat kedua pria itu memantau.


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit.

__ADS_1


__ADS_2