Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Sagit (2)


__ADS_3

Tak lama setelah menghindar, pria satu langsung di hajar lagi menggunakan tinju.


Erwin mengayunkan tinju-nya dengan sangat kuat ke arah ulu hati pria satu sehingga pria satu langsung terdorong mundur sambil memuntahkan cairan bening dari mulut-nya.


Tidak berhenti sampai di situ, kini Erwin dengan segera langsung melakukan salto sambil menendang ke arah bawah dan langsung mengenai belakang kepala pria satu.


hal itu pun membuat pria satu langsung tersungkur ke tanah.


Sementara itu, pria dua kini langsung melancarkan tendangan ke wajah Erwin, dan tendangan itu pun langsung mengenai wajah Erwin dan membuat Erwin terdorong ke samping dengan sangat kuat.


pandangan Erwin kini mendadak buram. namun setelah ia menggelengkan kepala-nya pandangan-nya kembali normal.


Baru saja pandangan-nya kembali normal, tiba-tiba di depan wajah Erwin langsung tampak sebuah kepalan tangan yang melesat dengan cepat ke wajah-nya.


~BRUAKK!!~


Erwin sedikit terseret ke belakang, namun ia tetap berdiri tegak dengan kedua tangan-nya yang ia silangkan di depan wajah-nya saat terjadi serangan barusan.


"untung saja pukulan-nya masih sempat ku blokir!" batin Erwin sambil menurunkan kedua tangan-nya dari depan wajah.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba pria satu datang dari arah samping dan langsung melompat ke arah Erwin sambil melakukan tendangan ke arah Erwin.


Erwin yang terlambat menyadari hal itu langsung terkena serangan telak sehingga ia langsung terlempar cukup jauh dari tempat ia berdiri.


"si@lan!" batin Erwin dengan ekspresi yang tampak kesal.


Lalu Erwin pun berdiri secara perlahan sambil menatap pria satu dan dua yang saat ini mulai berjalan mendekati diri-nya.


"tidak ku sangka bocah biadab seperti-mu berani menentang kelompok Burung Hantu!" ucap pria satu sambil berjalan sedikit sempoyongan.


Mendengar perkataan itu membuat Erwin sedikit tersentak karena terkejut.


"Burung Hantu? apa maksud-nya ini?.... ku pikir mereka salah satu kelompok Elang Hitam...." batin Erwin sambil melangkah-kan kaki-nya selangkah ke belakang.

__ADS_1


Pria satu dan dua yang melihat reaksi Erwin langsung percaya diri.


"seperti-nya dia mulai takut setelah mendengar nama Burung Hantu!" batin pria satu dan dua saat ini.


Sementara itu, Erwin yang belum mengetahui secara pasti seperti apa kelompok Burung Hantu tentu langsung terlihat mewaspadai pria satu dan dua yang saat ini berada di depan-nya.


"aku tak punya informasi apa-apa tentang mereka! aku bahkan tak tahu mereka kelompok yang seperti apa!" ucap Erwin yang mulai memutar otak-nya untuk berpikir.


"apa kau kesulitan?"


Terdengar suara yang muncul dari arah bawah yang merupakan jalan untuk mendaki ke gunung itu.


Mendengar suara itu membuat mereka semua langsung menoleh ke arah datang-nya suara itu.


dan alangkah terkejut-nya mereka saat melihat sosok Sagit yang saat ini sedang berjongkok di salah satu batang pohon yang sudah mati.


note: bayangin aja pose jongkok-nya kayak pose-nya Itachi pas bunuh klan-nya.


Saat itu Sagit langsung menatap mereka bertiga dengan tatapan tajam yang penuh intimidasi.


"apa-apaan ini? kenapa aku gemetar dan tubuh-ku berat untuk di gerak-kan?" batin Erwin yang terlihat makin panik.


Sementara itu, pria satu dan dua kini tampak ketakutan, mereka bahkan tak berani untuk menatap mata Sagit secara langsung.


"aura mengerikan ini!.... apa mungkin?!" ucap pria satu yang berusaha mengalihkan pandangan-nya dari Sagit.


"tidak salah lagi! sebelum-nya aku juga pernah merasakan aura yang se-mengerikan ini saat menemani tuan Lero menghadapi orang itu!" timpal pria dua menjelaskan.


"itu arti-nya...." pria satu memberi jeda pada perkataan-nya sambil perlahan menatap kembali ke arah Sagit. kemudian ia menimpali perkataan-nya. "orang ini adalah pemimpin Elang Hitam cabang Sulawesi!" ucap-nya dengan tegas sambil menatap Sagit dengan tatapan yang tajam.


Mendengar perkataan pria satu barusan tidak bisa membuat Erwin untuk tidak terkejut. mengapa tidak, kenyataan bahwa Sagit adalah pimpinan cabang Elang Hitam tentu akan membuat mental Erwin sedikit kendor karena saat ini Erwin sadar bahwa level kemampuan-nya jauh di bawah Sagit yang notabene-nya adalah pimpinan cabang.


"apa jangan-jangan semua pimpinan cabang Elang Hitam sekuat pria ini?" ucap Erwin dalam hati dengan mata yang terbelalak. kemudian Erwin mundur lagi selangkah sambil menimpali perkataan-nya sebelum-nya. "bukan itu yang terpenting sekarang!.... yang penting saat ini adalah kenyataan bahwa aku saat ini sedang di kelilingi oleh musuh!... apa yang harus ku lakukan sekarang?!" ucap-nya dalam hati dengan ekspresi yang tampak sedikit panik.

__ADS_1


Sagit yang menyadari ekspresi Erwin itu langsung menatap Erwin dengan tatapan yang menyeramkan.


lalu Sagit pun langsung turun dari pohon itu dan berdiri tepat di depan pria satu dan dua.


"tadi kalian bilang kalian dari kelompok Burung Hantu kan?" tanya Sagit memastikan.


Sementara itu, pria satu dan dua yang mendapati pertanyaan itu hanya diam dan langsung saling menatap satu sama lain.


kemudian mereka berdua langsung mengangguk dengan serentak. setelah mengangguk, kedua-nya langsung berlari ke arah Sagit untuk melakukan serangan pada Sagit.


Saat pria satu mengayun-kan tinju-nya ke arah Sagit, Sagit dengan cepat menangkap tangan pria satu menggunakan teknik silat, dan di waktu yang bersamaan tangan Sagit yang satu-nya langsung menghantam tenggorokan pria satu dengan kuat.


Serangan itu membuat pria satu sedikit terdorong ke belakang sambil terbatuk dan berusaha menarik nafas.


belum sempat menghela nafas, Sagit sudah memutar tangan-nya lalu mengunci pergelangan pria satu, dan di waktu yang hanya sepersekian detik saja Sagit sudah melancarkan tendangan lutut ke ulu hati pria satu serta membenturkan siku tangan-nya ke belakang leher pria satu sehingga pria satu perlahan kehilangan kesadaran dan terjatuh ke tanah.


Pria dua tentu-nya tidak diam, ia dengan cepat menyerang Sagit dengan tinju-nya, namun tinju-nya bisa di hindari dengan mudah oleh Sagit.


tak berhenti di situ, kini pria dua langsung melakukan tendangan tepat ke arah wajah Sagit.


namun dengan cepat Sagit langsung memutar tubuh-nya untuk menghindar sambil menendang kaki kiri pria dua yang saat itu menjadi tumpuan saat menendang.


hal itu pun membuat pria dua langsung terjatuh ke tanah, dan hanya dengan jeda kurang dari sedetik Sagit sudah melayangkan tendangan vertikal ke bawah dan tendangan itu tepat mengenai ulu hati pria dua serta membuat pria dua sedikit menjerit kesakitan.


tak cukup sampai di situ, Sagit pun dengan cepat-nya langsung menendang kepala pria dua dan membuat pria dua terlempar cukup jauh dari tempat ia di tendang.


Pandangan pria dua mendadak kabur dan semua yang ia lihat menjadi buram.


tanpa berkata apa-apa pria dua langsung memejamkan mata-nya serta langsung kehilangan kesadaran.


Erwin yang melihat hal itu tentu makin terkejut, ia tidak tahu siapa pria yang mengalahkan anggota Burung Hantu itu, tapi setidak-nya ia tahu bahwa pria yang berdiri di depan-nya saat ini adalah seorang yang memiliki kemampuan beladiri silat yang jauh lebih tinggi dari diri-nya.


"aku tak-kan bisa menang melawan-nya!" batin Erwin sambil menelan ludah dengan kasar.

__ADS_1


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit


__ADS_2