Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Rahasia Kakek Erwin


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu, Lero pun langsung berjalan cepat dan langsung melancarkan tinju yang sangat kuat ke wajah Erwin dan membuat Erwin terlempar hingga kurang lebih 7 meter dari tempat ia berdiri.


setelah itu Lero langsung melanjutkan dengan menendang pria satu dan membuat pria satu terlempar hingga 10 meter. setelah itu Lero langsung meninju ulu hati pria dua dan membuat pria dua terlempar hingga 10 meter dan kemudian menghantam batang pohon dengan kuat.


"heh...." Lero memiringkan kepala-nya dan mengeluarkan suara yang meremehkan karena saat ini ia melihat tak ada satupun dari mereka yang bisa bangkit lagi setelah terkena serangan-nya. "ku kira keras, ternyata kertas!.... hahaha dasar payah!" ucap Lero dan kemudian langsung membalik-kan badan-nya serta mulai melangkah pelan.


"siapa yang kau sebut payah hah?!"


Mendengar suara itu, Lero pun langsung menoleh ke belakang tanpa memutar tubuh-nya.


baru saja wajah Lero menoleh, tiba-tiba sebuah tinju sudah tepat di depan wajah-nya dan membuat ia terkejut.


~BRUAAKK!!~


Erwin yang tadi-nya melancarkan tinju kini sedang terhempas cukup jauh dan langsung menabrak batang pohon.


saat tubuh Erwin berhantaman dengan pohon itu, Erwin langsung memuntahkan darah dari mulut-nya.


"si@l!! refleks-nya terlalu cepat!" ucap Erwin saat mengingat bahwa Lero berhasil menangkap tinju-nya sekaligus melancarkan serangan balasan dalam waktu yang hampir bersamaan.


"dia benar-benar kuat! berbeda dengan orang-orang sebelum-nya yang pernah ku hadapi." ucap Erwin dalam hati sambil menyeka darah di bibir-nya. lanjut-nya sambil memperhatikan gerak-gerik Lero. "jika di asumsikan, kemungkinan orang ini jauh lebih kuat dari Lingu si pimpinan Elang Hitam cabang Sulawesi." batin Erwin mengira-ngira.


Tak lama setelah itu Lero pun langsung melesat cepat ke arah Erwin.


Erwin yang melihat hal itu langsung melompat ke samping untuk menghindar.


setelah berhasil menghindar, Erwin langsung memutar tubuh-nya dan menendang Lero dengan sekuat tenaga.


namun tendangan Erwin itu berhasil di tangkap oleh Lero, lalu Lero pun langsung memegang erat kaki Erwin. kemudian Lero mengayun-nya serta langsung membuang Erwin sehingga Erwin terlempar dan berguling-guling di tanah.


Setelah terguling di tanah, Erwin langsung mengambil posisi berdiri dengan cepat dan langsung pasang kuda-kuda bertarung.


namun baru saja berdiri dada-nya langsung di hantam oleh tendangan lurus dari Lero.

__ADS_1


hal itu membuat Erwin sekali lagi terhempas dan kini kepala-nya langsung membentur sebuah batang pohon yang masih berdiri tegak.


hal itu pun membuat darah mulai mengalir dari ubun-ubun hingga membasahi sebagian dari wajah Erwin.


Erwin yang merasa ada sesuatu yang hangat mengalir di wajah-nya langsung menyentuh wajah-nya. dan saat ia melihat tangan-nya itu, ia pun sadar bahwa kepala-nya sudah berdarah.


"tchi!" Erwin mendecak-kan lidah-nya dengan ekspresi kesal. "pantas saja aku merasa pusing sekarang!" ujar Erwin yang pandangan-nya saat ini tampak kabur.


Setelah itu, Erwin langsung membalik-kan tubuh-nya agar bisa melihat posisi Lero. namun naas-nya baru saja menoleh, kini wajah Erwin langsung di hantam oleh tendangan ke samping yang di lancarkan oleh Lero.


Hal itu pun membuat Erwin sekali lagi terhempas ke tanah.


kini wajah Erwin tampak babak belur, dan di beberapa bagian tubuh-nya tampak mengeluarkan darah karena saat terguling ia terkena benturan benda-benda yang cukup tajam yang berserak-kan di tanah.


"Hng... hng... hng..." nafas Erwin mulai tersengal. ia kini hanya bisa berusaha untuk mengontrol pernafasan-nya.


"orang ini benar-benar merepotkan!" ucap Erwin dalam hati.


"kemana percaya diri-mu yang sebelum-nya?" tanya Lero dengan nada meremehkan.


"hahahaha.... berhentilah membuat-buat alasan, sekali payah tetap payah! akui saja itu!!" ujar Lero mengejek.


Lalu Lero pun langsung melesat sekali lagi ke arah Erwin.


saat Lero hendak melancarkan tinju-nya, tiba-tiba mata Erwin perlahan tertutup, dan Erwin pun langsung kehilangan keseimbangan serta langsung tumbang ke tanah.


Lero yang melihat hal itu langsung berhenti tepat di depan Erwin yang sedang tergeletak tak berdaya di atas tanah.


"hemp!.... rupa-nya cuma segini saja batas kemampuan-nya!" ujar Lero dengan seringai di wajah-nya. "benar-benar payah!" lanjut Lero sambil membalik-kan badan-nya dan mulai melangkah dari tempat itu.


Baru satu langkah Lero lalui, kini kepala Lero langsung di hantam oleh sebuah tendangan lurus yang sangat kuat. hal itu membuat Lero langsung terhempas dan menghantam batang pohon.


Setelah menghantam batang pohon, dengan cepat Lero langsung menoleh untuk melihat siapa yang menyerang-nya barusan.

__ADS_1


saat ia melihat ke belakang, ia langsung mendapati sosok Erwin yang saat ini tengah berdiri dengan susah payah.


"sial@n!! aku sudah mencapai batas-ku!.... seperti-nya barusan itu serangan terakhir yang bisa ku lakukan sekarang." batin Erwin yang kemudian langsung tumbang dan kini benar-benar pingsan dan tak sadarkan diri.


Sementara itu, Lero tampak tidak puas melihat Erwin yang sudah jatuh pingsan. ia kemudian langsung maju dan dengan penuh emosi ia langsung menendang kepala Erwin dan membuat Erwin sedikit terdorong.


tidak cukup sampai di situ, kini Lero langsung menginjak-injak Erwin dengan penuh rasa kesal.


"berani-nya kau menyerang-ku dari belakang!!" bentak Lero dengan kesal sambil terus menginjak-injak Erwin.


~BRUAAKK!!~


Lero tiba-tiba terlempar cukup jauh dari tempat Erwin yang sedang tidak sadarkan diri.


hal itu di karenakan kemunculan sosok pria tua yang tiba-tiba menyerang Lero.


"tchi!!.... siapa yang berani menyerang-ku!" bentak Lero sambil menoleh ke arah datang-nya serangan itu.


"ternyata dia memang belum sanggup berhadapan dengan seorang pemimpin!" ucap pria tua itu sambil menoleh ke arah Erwin yang sedang tidak sadarkan diri.


pria tua itu tidak lain adalah kakek Erwin yang datang untuk mencari Erwin karena Erwin sudah lama tidak kembali ke rumah.


"siapa kau tua bangk@!?" bentak Lero sambil berusaha berdiri.


Mendengar pertanyaan itu, kakek Erwin hanya tersenyum sinis menatap Lero.


"aku tahu siapa kau! tapi kau tak perlu tahu siapa aku!" ucap kakek Erwin dengan nada yang cukup tegas.


"tidak mau bicara ya! hah!!..." bentak Lero yang kemudian langsung berlari ke arah kakek Erwin.


saat ini Lero sudah siap untuk menghajar kakek Erwin karena dia sudah merusak kesenangan Lero saat menghajar Erwin habis-habisan.


Jangan lupa

__ADS_1


Like, Vote, komen, dan faforit.


__ADS_2