Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Mabuk (2)


__ADS_3

"hei Airin, sebaik-nya kau tidur sekamar dengan Jasie saja! tidak baik jika seseorang gadis seperti-mu tidur bersama pria!" tegas Erwin sambil memegang bahu Airin dan sedikit mendorong Airin untuk menjauh dari tubuh-nya.


"uhm..." gumam Airin sambil linglung. lanjut-nya. "aahh... baiklah." jawab Airin sambil tersenyum manis.


Mendengar tanggapan Airin itu, akhir-nya nenek Erwin dan Jasie langsung menghela nafas lega.


"akhir-nya masalah ini selesai juga." ucap nenek Erwin.


"ya benar!" timpal Jasie. lanjut-nya sambil menepuk bahu Airin. "baiklah, sekarang sudah larut malam, sebaik-nya kita segera tidur." ujar Jasie.


Sesudah itu Airin dan Jasie pun langsung menuju kamar, dan begitu juga dengan nenek Erwin.


namun, kakek Erwin yang tampak murung kini berjalan mendekati Erwin sambil pasang raut wajah yang tampak kecewa.


"hah...." kakek Erwin menghela nafas saat tiba di depan Erwin. lalu setelah itu kakek Erwin langsung memegang tangan Erwin.


"sayang sekali, padahal aku ingin memberikan ini untuk-mu." ucap Kakek Erwin sambil menjejalkan sesuatu ke telapak tangan Erwin.


Saat kakek Erwin itu sudah berjalan melewati Erwin, akhir-nya Erwin pun memilih untuk melihat apa yang di berikan oleh kakek-nya itu.


saat ia melihat pemberian kakek-nya itu, ia pun langsung menoleh pada kakek-nya yang kini sudah tak ada di belakang-nya.


"Dasar kakek durjana!!" teriak Erwin saat melihat bahwa pemberian kakek-nya itu adalah sebuah k0ndom.


******


Saat ini, suasana di dalam rumah kakek Erwin sudah sangat sunyi karena mereka semua sudah tertidur. namun saat ini tampak Airin yang masih terjaga, dan sekarang Airin sedang memulai aksi-nya untuk menyelinap ke kamar Erwin.


Saat Airin berjalan perlahan ke kamar Erwin, akhir-nya ia pun berhasil masuk ke kamar Erwin.


namun, saat ia masuk ke kamar itu secara diam-diam, ia justru melihat Erwin yang sedang mengotak-atik laptop.


"kau belum tidur?" tanya Airin secara tiba-tiba dan membuat Erwin langsung terkejut. namun Erwin tak menunjuk-kan ekspresi terkejut-nya, ia berusaha untuk terlihat natural di depan Airin.


lalu Erwin perlahan menutup laptop-nya agar apa yang sedang ia kerjakan tidak di lihat oleh Airin, karena saat ini Erwin sedang mencari tahu tentang kelompok Elang Hitam yang ada di pulau Sulawesi.


"ah.... aku sedang mengerjakan sesuatu." jawab Erwin cepat namun terkesan natural tanpa ada-nya kebohongan.


"hmm?.... apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Airin penasaran.

__ADS_1


"aku sedang mengerjakan tugas dari sekolah, soal-nya tak lama lagi aku akan mulai masuk sekolah lagi." jawab Erwin tanpa ragu.


"oh begitu ya." balas Airin sambil berjalan ke arah tempat tidur.


"bagaimana dengan-mu? ada urusan apa kau kemari?" tanya Erwin.


"aku hanya sedikit bosan saja." jawab Airin tanpa berpikir.


lalu Airin langsung menjatuhkan tubuh-nya ke atas kasur dengan pose yang tentu-nya sanggup menggoyah-kan iman seorang pria.


Melihat hal itu, Erwin pun langsung mengalihkan pandangan-nya dengan ekspresi yang tampak terusik dengan tindakan Airin.


"jangan bilang kau kemari karena ingin tidur sekamar dengan-ku." ujar Erwin.


"ehm..." gumam Airin sambil mendaratkan jari telunjuk-nya di bibir-nya. "sebenar-nya memang itulah tujuan-ku kemari." jawab Airin dengan enteng-nya.


"huh.... kau ini..." balas Erwin sambil menghela nafas dengan ekspresi pasrah.


Kemudian Erwin pun langsung berdiri dari duduk-nya dan langsung berjalan ke arah Airin yang sedang merebahkan tubuh-nya di atas kasur.


"mungkin sebaik-nya ku tunjuk-kan saja pada-nya apa yang akan terjadi jika ia tidur sekamar dengan seorang pria." batin Erwin.


"apa kau tahu apa yang bisa saja terjadi jika kau bersikeras tidur sekamar dengan-ku?" tanya Erwin dengan tatapan yang terlihat serius.


Mendengar perkataan Erwin itu, Airin hanya menanggapi perkataan itu dengan senyum manja.


Sementara itu, Erwin yang melihat tanggapan itu tentu-nya merasa bahwa gertakkan-nya masih kurang.


hal itu pun membuat Erwin langsung menunduk dan mendekatkan tubuh-nya pada Airin.


ia kemudian perlahan merapatkan seluruh tubuh-nya pada Airin yang saat ini berada di bawah-nya.


"sekali lagi aku bertanya, apa kau tahu apa yang ak...."


Belum sempat Erwin menyelesaikan gertakkan-nya, tiba-tiba Airin langsung menarik Erwin dan membuat wajah mereka berdua hanya berjarak kurang lebih 2 cm saja.


hal itu pun membuat Erwin langsung terkejut. wajah Erwin kini mulai memerah dan diri-nya tampak gugup menghadapi situasi itu.


"ap-apa yang kau lakukan?" ucap Erwin yang sedikit grogi.

__ADS_1


"hmm..." gumam Airin dengan suara menggoda. lanjut-nya sambil menyentuh bibir Erwin dengan telunjuk-nya. "padahal tadi kau terlihat sangat percaya diri.... kenapa sekarang kau jadi malu-malu seperti itu?" ucap Airin bertanya-tanya.


"it-itu bukan urusan-mu, yang terpenting sekarang kau harus pergi dari kamar-ku." perintah Erwin yang masih terlihat gugup.


Mendengar perkataan Erwin itu, Airin pun langsung mengeratkan pelukan-nya pada Erwin sehingga Erwin tak bisa menjaga jarak dari-nya.


"aku tidak mau.... pokok-nya aku harus tidur di sini malam ini." ucap Airin dengan manja.


"oke-oke.... kau boleh tidur disini!" jawab Erwin dengan ekspresi pasrah sambil menghela nafas. lanjut-nya. "tapi bisakah kau lepaskan aku sekarang?"


"kenapa aku harus melepaskan-mu?" tanaya Airin yang tiba-tiba menatap Erwin dengan tatapan penuh selidik.


"tentu saja untuk pindah tempat tidur.... jadi malam ini kau tidur saja di sini! biar aku tidur di sofa saja." jawab Airin.


"sebaik-nya kau jangan berpindah tempat tidur, tidurlah di sini bersama-ku." balas Airin sambil melempar pandangan-nya ke samping dengan ekspresi yang tampak serius.


"Airin! kau ini sedang mabuk, pikiran-mu saat ini sedang tidak stabil, jadi sebaik-nya kau tidak meminta hal yang aneh-aneh." ucap Erwin.


"sebenar-nya perasaan-ku saat ini sedang tidak tenang." ujar Airin yang masih mengalihkan pandangan-nya dari Erwin.


"hanya karena hal itu bukan berarti ka...."


"aku membutuhkan-mu!" tegas Airin yang tiba-tiba memotong ucapan Erwin.


hal itu pun membuat Erwin sedikit terkejut karena saat itu Airin terlihat begitu serius.


"ap-apa maksud-mu?" tanya Erwin tergagap.


Airin pun mulai menghela nafas dan kemudian menatap Erwin dengan ekspresi yang terlihat sedih.


"aku merasa kesepian, setiap kali aku tidur rasa-nya banyak hal aneh yang terjadi pada-ku." jelas Airin.


"hal aneh?" tanya Erwin bingung.


"iya! tapi entah kenapa aku merasa lebih tenang saat bersama-mu." jawab Airin dengan jujur.


Jangan lupa


Like, Vote, komen, dan faforit.

__ADS_1


__ADS_2