
Saat ini, di sebuah tempat tongkrongan yang menjadi markas Rimo dan kawan-kawan-nya, tampak Rimo sedang duduk di sebuah sofa yang empuk dan di temani oleh seorang gadis pel@cur.
Sementara itu, di sebuah sofa yang berhadapan dengan Rimo tampak teman-teman Rimo sedang duduk.
lalu salah satu dari mereka bertanya pada Rimo.
"Rimo, bagaimana kalau kita buat beberapa geng-geng anak kelas satu tunduk kepada kita? soal-nya beberapa hari ini aku melihat ada satu geng yang cukup berpotensi." ucap salah satu teman Rimo.
"maksud-mu gang yang di pimpin oleh Toni?" ucap Rimo balik bertanya.
"iya...." ucap teman Rimo sambil mengangguk. lanjut-nya, "setelah ku selidiki, ternyata Toni itu hanyalah maskot mereka!" ucap-nya bersemangat.
"apa!?" ucap Rimo dan beberapa teman Rimo yang lain-nya secara serentak karena terkejut dengan informasi itu.
"memang-nya siapa pimpinan mereka?" tanya Rimo yang tampak penasaran.
"dari yang ku dengar-dengar, ketua geng mereka yang sebenar-nya adalah pria yang berasal dari SMA lain, dan pria itu memiliki koneksi dengan salah satu mafia yang sedang ramai di bicarakan saat ini." jelas teman Rimo itu dengan bersemangat.
Sedangkan Rimo dan teman-teman lain-nya tentu langsung terkejut ketika mengetahui tentang informasi itu.
******
Saat ini Erwin tampak berjalan menaiki tangga untuk menuju ke lantai dua dari gedung yang ia masuki itu.
Setiba-nya Erwin di penghujung tangga itu, Erwin pun langsung memasuk-kan kedua tangan-nya ke saku celana-nya dengan santai.
"kalian yang bersembunyi di balik tembok itu, keluar lah!" ucap Erwin memerintah.
Sementara itu, empat pria yang saat ini sedang bersembunyi itu langsung tersentak karena mereka tak menyangka kalau Erwin bisa mengetahui keberadaan mereka.
"hahaha, kau ini manusia atau bukan?" ucap pria tiga sambil berjalan keluar dari persembunyian-nya.
Sementara itu, pria empat, lima, dan enam langsung terusik dengan tindakan pria tiga itu.
"tcih! dia seenak-nya saja!" ucap pria enam dengan ekspresi kesal.
"kau ini suka sekali mengacaukan rencana!" tegas pria lima sambil keluar dari persembunyian dan tampak kesal melihat pria tiga.
"bodoh.... percuma saja sembunyi kalau dia sudah tahu keberadaan kit...." ucapan pria tiga terhenti.
~BRUAGGH~
__ADS_1
Sebuah tinju yang sangat kuat tepat mengenai dagu pria tiga dan membuat pria tiga langsung terlempar cukup jauh.
Pria tiga yang terlempar jauh itu pun tak bisa mempertahankan keseimbangan tubuh-nya sehingga ia langsung berlutut di lantai.
pandangan pria itu juga mulai pudar dan ia merasa kalau dunia seperti berputar-putar dengan cepat sehingga akhir-nya ia hilang kesadaran.
Melihat hal itu, ketiga anggota geng Toni tentu terkejut karena tidak menyangka kalau Erwin akan menyerang secepat itu.
"dalam pertarungan yang sesungguh-nya, perbanyak-lah adu tinju ketimbang adu bacot!" ucap Erwin yang tersenyum licik dan tampak bersemangat.
Mendengar perkataan Erwin itu, tiga teman Toni yang tersisa pun langsung maju secara bersamaan menyerang Erwin.
Pria empat yang saat ini berada paling dekat dengan Erwin langsung melompat ke arah Erwin sambil mengayunkan tinju-nya.
Erwin yang melihat hal itu langsung melangkah ke samping untuk menghindar.
lalu pria lima langsung menendang Erwin, tapi Erwin menangkis sambil memutar tubuh-nya.
setelah itu pria enam langsung memegangi tubuh Erwin dengan erat agar tak bisa bergerak.
namun Erwin langsung menyeret kaki-nya ke belakang kaki pria enam dan kemudian menjatuhkan pria enam tanpa harus menggunakan tangan.
Setelah itu pria empat langsung menendang Erwin dari depan dan membuat Erwin mau tak mau harus melompat ke belakang untuk menghindar.
"dia menjatuhkan lawan-nya dengan mudah! padahal dia sudah tertangkap! apa dia belajar Krav Maga?" ucap pria empat dalam hati.
note: Krav Maga adalah sebuah seni bela diri militer tangan kosong yang dikembangkan di Israel. Teknik dari Krav Maga menekankan pada netralisasi ancaman maksimum dalam konteks "kehidupan nyata".
"berhati-hati lah, lawan kita seperti-nya punya kemampuan bela diri yang cukup menakutkan!" bisik pria empat kepada pria lima dan pria enam yang sedang berusaha berdiri dengan perut yang kesakitan.
******
Di sisi lain, saat ini tampak Petra sedang duduk di sebuah kursi, dan diri-nya sedang di ikat di kursi itu.
Hampir seluruh tubuh Petra di lilit oleh tali yang besar-nya seukuran jempol kaki orang dewasa, dan tali itu juga sangat kuat dan tak mudah untuk di putuskan.
Sementara itu, di depan Petra terlihat Toni dan satu orang pria yang sedang duduk di samping Toni yang sedang berdiri.
"apa aku perlu membantumu menghabisi pria itu?" ucap pimpinan gang tanpa menoleh pada Toni.
"tidak perlu! biar aku sendiri yang menghabisi-nya!" ucap Toni dengan lantang.
__ADS_1
"tapi ku dengar kau sudah kalah satu kali dengan-nya.... apa kau yakin?" ucap ketua geng dengan tenang.
"sebelum-nya aku lengah! tapi kali ini dia pasti bisa ku kalahkan!" ucap Toni dengan ekspresi bersemangat sambil mengepalkan tangan kanan-nya dengan kuat. lanjut-nya, "kali ini aku sudah susun strategi, pertama aku hanya perlu membuat-nya kelelahan dengan cara membuat dia bertarung dengan para anggota lain-nya, setelah dia kelelahan, barulah aku sendiri yang akan turun tangan dan menyiksa-nya sampai mampus!!" ucap Toni dengan lantang.
Sementara itu, ketua geng yang mendengar perkataan Toni langsung membuang pandangan-nya ke samping.
"licik itu bagus, tapi ada kala-nya kita tak boleh melakukan hal yang pecundang." ucap ketua dengan tenang.
"apa kau tak suka?" tanya Toni.
"tentu saja aku suka!" ucap ketua yang langsung menatap Toni dengan senyuman licik yang tampak menyeramkan.
*****
Sementara itu, di tempat perkelahian Erwin dan ke empat anggota geng Toni tampak hanya tersisa satu orang saja anggota yang masih berdiri.
"seperti-nya kau sudah mencapai batasan mu ya." ucap Erwin sambil menatap pria empat yang saat ini berdiri dengan posisi miring.
"jangan bercanda! selama aku belum memenuhi tujuan-ku, aku tidak akan kalah semudah itu!" ucap pria empat dengan lantang sambil menyeka darah yang ada di bibir-nya.
Mendengar ucapan pria empat itu, Erwin pun langsung menatap pria itu dengan tatapan intimidasi.
"biar ku ku tebak! tujuan-mu saat ini adalah membuat-ku kelelahan agar Toni bisa mengalahkan-ku nanti-nya!" ucap Erwin menebak.
Mendengar tebak-kan Erwin membuat pria empat langsung terkejut. namun ia menyembunyikan ekspresi terkejut-nya itu agar tak di sadari oleh Erwin.
"meskipun kalian berusaha menyembunyikan tujuan kalian, aku tetap akan tahu berdasarkan situasi dan fakta yang ada saat ini." jelas Erwin sambil tersenyum licik.
"deduksi ya...." ucap pria empat sambil menghela nafas. lanjut-nya, "ya! kau benar! itulah tujuan kami!" ucap pria empat itu dengan lantang.
note: deduksi adalah penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum.
jangan lupa,
like
komen
favorit
dan Vote
__ADS_1