
Beberapa menit sebelum-nya.
Saat ini di cabang ke-5 tampak salah satu pria terkuat yang tersisa saat ini sedang bertarung dengan ekspresi yang tampak kewalahan.
pria itu bernama Ritman.
Ritman saat ini sedang mengangkat sebuah kursi dan langsung mengayunkan-nya ke arah anggota Elang Hitam yang sedang menyerang-nya.
"sial*n!! jika saja tuan Lepi membiarkan kita menggunakan senjata, maka semua ini akan jadi mudah!" ucap Ritman dengan wajah yang tampak kesal saat ia berhasil menumbangkan satu musuh lagi menggunakan kursi.
Lalu tanpa membuang waktu salah satu anggota Elang Hitam langsung menyerang Ritman.
anggota Elang Hitam itu melompat di udara dan mengayunkan tinju-nya.
namun dengan kecepatan yang luar biasa, Ritman dengan mudah-nya menangkap leher pria yang menyerang-nya itu.
pria itu di cekik oleh Ritman dengan sekuat tenaga sehingga pria itu langsung meronta-ronta karena merasa tersiksa dengan cekikan itu.
parah-nya lagi, saat ini Ritman yang sedang mencekik pria itu malah mengayunkan pria itu dengan mudah seolah hanya sedang mengayunkan sebuah tameng ringan.
Setiap kali anggota Elang Hitam menyerang, Ritman selalu menggunakan tubuh pria yang di cekik-nya itu sebagai tameng untuk menahan serangan.
Ritman memanglah pria yang sangat kuat di cabang ke-5, ia adalah orang yang memiliki kemampuan fisik yang bahkan telah melampaui Lepi. meskipun begitu, Ritman tetap mematuhi Lepi karena ia menghargai Lepi yang usia-nya jauh lebih tua dari diri-nya.
note: Ritman adalah pria yang berkepribadian sopan dan selalu menghargai orang lain yang patut di hargai.
tak lama setelah itu, seorang pria yang merupakan anggota Elang Hitam mengangkat sebuah kursi dan mengayunkan-nya dengan kuat ke arah Ritman.
Ritman yang menyadari hal itu dengan refleks langsung mengayunkan pria yang di cekik-nya untuk di jadikan tameng.
alhasil, kursi yang di pukul-kan ke arah Ritman malah menghantam tubuh pria yang di cekik Ritman.
Kursi yang di hantam-kan itu pun langsung hancur karena saking kuat-nya di ayunkan.
__ADS_1
anggota Elang Hitam yang menyerang itu tentu-nya langsung terkejut ketika melihat teman-nya sendiri yang terkena pukulan-nya.
sementara itu, Ritman tak mau kehilangan kesempatan. Ritman dengan cepat langsung menendang dua butir telur pria yang menyerang itu dan membuat pria itu merapatkan kedua kaki-nya sambil berdiri dengan lemas hingga akhir-nya tersungkur ke tanah.
Saat Ritman mengira semua sudah berakhir, tiba-tiba muncul lagi beberapa anggota Elang Hitam dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelum-nya.
melihat hal itu, Ritman hanya bisa memutar bola mata-nya dengan malas sambil menghela nafas panjang.
"hah..... apa ini tidak ada akhir-nya?" ucap Ritman yang sedang mengeluh.
Di sisi lain, tampak lima karyawan Ritman sedang bertarung dengan beberapa anggota Elang Hitam.
kelima karyawan itu tampak sangat kewalahan menghadapi anggota Elang Hitam yang jumlah-nya lebih banyak dari mereka. sehingga saat sedang bertarung, mereka lengah hingga tak sadar bahwa sudah ada beberapa anggota Elang Hitam yang berhasil masuk ke ruang bawah tanah tempat mereka menyembunyikan senjata yang di jual secara ilegal.
Saat salah satu dari karyawan Ritman menyadari hal itu, dia langsung memerintahkan tiga anggota lain-nya untuk menyusul dan melawan anggota Elang Hitam yang masuk ke ruang bawah tanah.
"biar kami berdua yang mengurus di atas sini! kalian bertiga langsung hentikan musuh yang menyelinap di ruang bawah tanah!" perintah pria itu dengan lantang.
"baiklah!" jawab tiga pria dengan tegas dan langsung pergi ke ruang bawah tanah dengan keadaan terburu-buru.
"kau benar!" ucap teman-nya membenarkan sambil melakukan serangan lanjutan pada anggota Elang Hitam yang sebelum-nya di serang pria yang memerintah.
Sementara itu, saat ini tiga pegawai Ritman sedang menyusul anggota Elang Hitam yang menyusup ke tempat penyimpanan senjata.
saat mereka bertiga menuruni tangga, tiba-tiba salah satu dari mereka tersandung oleh sebuah tali yang sengaja di pasang oleh anggota Elang Hitam saat masuk ke ruang bawah tanah itu.
Saat salah satu dari mereka itu tersandung, maka kedua orang yang mengikuti dari belakang itu terkejut seketika dan sepintas terpikir di benak mereka, "apa yang terjadi?"
namun saat hal itu terpikir, mereka tetap berlari dan malah terkena jebakan yang sama dengan karyawan pertama yang tersandung itu.
alhasil, ketiga pria itu langsung jatuh berguling-guling di tangga yang panjang-nya hingga 10 meter karena mereka telah melewati 10 meter tangga sebelum-nya.
Note: kedalaman ruang bawah tanah mencapai 20 meter dan hanya menggunakan blower sebagai penyedia oksigen di dalam ruang bawah tanah itu.
__ADS_1
Saat tiga karyawan itu berhenti berguling, kini mereka sudah berada di tempat penyimpanan senjata api yang mereka jual.
lalu ketiga karyawan itu kini sedang pasang ekspresi meringis kesakitan di wajah mereka.
Tak lama setelah itu, mereka bertiga langsung di todong menggunakan pistol dan senjata lain-nya.
jumlah anggota Elang Hitam yang masuk ke ruang bawah tanah saat ini adalah 5 orang, dan kelima anggota Elang Hitam itu kini menodong pegawai Ritman menggunakan senjata api yang mereka jual sendiri.
Ketiga pegawai yang melihat diri mereka yang kini sedang di todong tentu-nya langsung terkejut dan perlahan mengangkat tangan yang menandakan bahwa mereka menyerah.
"seperti-nya ini benar-benar akhir bagi kita!" ucap salah satu dari mereka sambil menunduk.
"aku tidak mau mati seperti ini!" balas salah satu pegawai itu dengan ekspresi panik.
Sementara itu, lima anggota Elang Hitam yang menodong mereka terus berjalan dan mendekati mereka dengan posisi yang siap menembak.
"hahaha!! kalian ini benar-benar membosankan! bisa kalah dengan sangat mudah!" ucap salah satu anggota Elang Hitam.
"aku sangat ingin menyiksa mereka! apa aku boleh menguliti mereka hidup-hidup?" ucap anggota Elang Hitam yang memegang senjata api yang cukup panjang.
Ketiga pegawai Ritman yang mendengar hal itu tentu-nya jadi makin ketakutan dan makin panik, dan secara bersamaan mereka langsung mengucurkan keringat dingin yang membuat sekujur tubuh mereka basah hingga ke pakaian mereka.
"to-tolong jangan siksa kami!" ucap salah satu pegawai Ritman memohon sambil berlutut hingga bibir-nya mencium tanah.
"bunuh saja kami! asal jangan siksa kami!" balas salah satu pegawai lagi sambil mengikuti pegawai sebelum-nya yang sedang berlutut.
"benar!! biarkan lah kami mati tanpa siksaan! kami mohon!" ujar pegawai ke tiga yang juga ikutan berlutut.
"KALAU BEGITU MATI-LAH DENGAN TERHORMAT!!"
Ucap seorang pria yang mengenakan penutup mata yang terbuat dari kaca hitam serta menggunakan masker pengubah suara yang juga berwarna hitam.
pria itu adalah Erwin yang kini sedang berdiri di tangga ruang bawah tanah karena urusan-nya di atas telah selesai.
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu mendadak terdiam dan langsung melemparkan perhatian mereka kepada Erwin yang sedang berdiri di tangga yang merupakan jalan masuk ruang bawah tanah.
mereka semua terkejut dengan kedatangan Erwin yang secara tiba-tiba tanpa ada-nya aura kehadiran sama sekali.