
~flashback on~
Saat Petra dan Santi masih di sekolah, tepat-nya saat Petra membiarkan Santi jalan sendiri, saat itu Petra mengambil jalan berbelok karena diri-nya tak mau mengganggu Santi.
namun secara tidak sengaja Petra melihat seseorang yang memiliki gerak-gerik yang aneh. di tambah lagi orang itu tampak menggunakan topeng kulit yang biasa di gunakan oleh anggota Elang Hitam.
Melihat hal itu, Petra pun langsung berjalan mendekati orang itu.
sementara itu, pria yang menggunakan topeng kulit itu kini menyadari keberadaan Petra sehingga ia langsung bergerak menghampiri Petra.
"siapa kau?" tanya Petra tanpa basa-basi saat berhadapan dengan jarak 5 meter dengan pria itu.
"kau tak perlu tahu siapa aku, yang jelas-nya aku tak punya urusan dengan-mu!" jawab pria itu.
"ohoh.... kau bilang tak punya urusan dengan-ku setelah kau mengenakan topeng kulit itu?!" balas Petra sambil menatap pria itu dengan senyum menakutkan.
"apa maksud-mu topeng kulit?" tanya pria itu berpura-pura bodoh.
"hahahaha.... kau ingin membodohi-ku? jangan kira aku tak tahu tentang topeng kulit yang kau pakai itu.... di topeng itu terdapat tanda yang bisa ku lihat dengan jelas!" jelas Petra sambil tertawa.
"tchi... apa dia benar-benar tahu kalau topeng ini berasal dari anggota Elang Hitam?" batin pria itu dengan ekspresi waspada. lanjut-nya, "tidak masalah! yang terpenting sekarang adalah mengulur waktu selama mungkin!!.... jika langsung bertarung sekarang bisa-bisa aku akan kalah dengan cepat!" batin-nya.
"kenapa kau hanya diam saja? apa kau meragukan-ku?.... wahai anggota Elang Hitam!" ucap Petra dengan tatapan intimidasi.
Mendengar ucapan Petra itu membuat pria bertopeng itu langsung terkejut.
"rupa-nya dia benar-benar tahu!" batin-nya.
"bisakah kau diam saja?" ucap pria itu sambil mengibaskan kedua tangan-nya ke samping. lanjut-nya, lagi pula urusan-ku di sini tak ada hubungan-nya dengan-mu."
"haha...." tawa kecil Petra sambil berkacak pinggang. "justru sebalik-nya, jika kau di sini itu berarti kau harus berurusan dengan-ku!" balas Petra.
Setelah perkataan itu Petra ucapkan, pria itu pun langsung tampak waspada dan segera bersiap untuk bertarung.
melihat hal itu, Petra pun tidak mau menunggu lama, ia kemudian langsung melesat cepat ke arah pria itu dan langsung melancarkan tendangan yang sangat kuat.
__ADS_1
Pria itu menyadari arah tendangan Petra sehingga dengan cepat ia langsung menghindar.
namun sayang-nya Petra yang cepat mengambil tindakan langsung memutar arah tendangan-nya sehingga tendangan-nya itu langsung mengarah ke perut pria itu.
Pria itu terdorong cukup jauh karena terkena tendangan Petra.
pria itu tergeletak di lantai, namun ia tampak masih berusaha untuk bangun sambil memegangi perut-nya yang kesakitan.
"sial@n!.... bagaimana dia bisa merubah arah tendangan-nya dengan cepat?!" batin pria itu.
"hoi, ini masih belum berakhir loh!" ucap Petra yang dengan segera berlari ke arah pria itu. lalu Petra langsung melompat sambil menekuk kaki-nya di depan dada untuk di hantam-kan pada pria itu.
Pria itu menyadari-nya dan dengan segera menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada serta memblokir serangan Petra barusan.
serangan Petra pun berhasil ia blokir. namun sayang-nya ia terlempar dan menghantam dinding karena serangan Petra barusan sangatlah kuat.
Setelah menghantam dinding, pria itu langsung jatuh berlutut di lantai, dan dengan segera Petra langsung menendang kepala pria itu hingga akhir-nya pria itu pingsan.
"baiklah, mari kita lihat siapa orang ini." ucap Petra sambil menatap orang itu
"hmm? bukan-kah dia adalah salah satu teman yang dekat dengan Rimo? kalau tidak salah nama-nya Nurdin!" batin Petra sambil mengelus-elus dagu-nya.
note: Petra mengenali Rimo dan kawan-kawannya karena Petra sudah pindah ke SMA ini beberapa hari yang lalu.
Setelah itu, Petra pun mulai berpikir, tentang tujuan Rimo dan kawan-kawannya itu.
"hmm, jika di pikir-pikir, kemungkinan saat ini tujuan Rimo adalah Erwin, karena Erwin adalah orang yang memiliki permasalahan dengan anggota Elang Hitam.... namun saat ini Erwin sedang tidak ada.... itu berarti ada kemungkinan mereka mengincar orang-orang terdekat-nya...." Petra menggantungkan perkataan-nya dan dengan segera menoleh ke arah yang di lalui Santi sebelum-nya. "Santi!!...." ucap Petra dalam hati dan kemudian langsung berlari mencari Santi.
Petra terus mencari, ia berlari di sepanjang koridor sekolah namun ia tak bisa menemukan Santi di sekitar tempat itu.
"tchi.... tidak ada pilihan lain!" ucap Petra yang sedikit ngos-ngosan sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana-nya.
ia kemudian membuka sebuah fitur pelacak yang ada di ponsel-nya.
"untung saja aku sudah bersiap untuk hal ini!.... sejak awal aku memang sudah kepikiran kalau orang terdekat Erwin bisa saja jadi target Elang Hitam, jadi itulah sebab-nya aku memasang alat pelacak mini di dalam tas milik Santi." ucap Petra.
__ADS_1
Setelah Petra membuka alat pelacak itu, Petra langsung melihat posisi Santi melalui map yang ada di ponsel-nya.
posisi Santi saat ini tampak bergerak dengan cepat.
"seperti-nya Santi berada di dalam kendaraan yang melaju cepat!" batin Petra. lanjut-nya, "sebaik-nya aku bergegas mengejar-nya."
Setelah itu Petra pun langsung keluar dari area sekolah sambil berlari dengan ekspresi kesal.
"si@l!!.... aku lupa kalau mobil-ku sedang rusak! belum lagi aku tak bisa memakai unit A15 sekarang karena masih di perbaiki!" batin Petra yang kemudian berhenti di persimpangan jalan raya.
kemudian Petra langsung mengambil handphone-nya dan menelepon seseorang.
"sebaik-nya aku gunakan cara lain untuk mencegah mereka berbuat yang macam-macam terhadap Santi!..... sekarang aku tak punya pilihan lain!"
Setelah itu Petra pun mulai berbicara dengan seseorang melalui handphone-nya itu, ia terlihat terburu-buru dan terkesan memaksa saat menelepon.
setelah selesai berbicara, Petra pun langsung menelepon petugas bengkel untuk menanyai keadaan mobil-nya.
"halo, apa mobil-ku masih belum selesai di perbaiki?" tanya Petra saat telepon-nya terhubung.
[maaf kak, mobil-nya masih sementara di perbaiki] jawab petugas bengkel itu.
"baiklah kalau begitu." jawab Petra cepat dan langsung menutup telepon-nya.
Setelah itu Petra pun langsung menghubungi salah satu pelayan-nya di rumah untuk datang menjemput-nya.
"bisakah kau jemput aku? mobil yang ku kendarai saat ini sedang di perbaiki karena tadi pagi mesin-nya tiba-tiba bermasalah..... Oh iya, jangan lupa bawa perlengkapan penyamaran-ku."
[baiklah, saya akan segera ke sana tuan!] ucap pelayan melalui telepon.
Setelah itu Petra langsung menutup telepon-nya.
"semoga aku masih sempat!" batin Petra.
Jangan lupa
__ADS_1
Like, Vote, komen, dan faforit