Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Tiga Pria Misterius


__ADS_3

Setelah memastikan keberadaan tiga pria mencurigakan itu, kini Erwin langsung memikirkan cara untuk mencari tahu tujuan ketiga pria itu tanpa membuat Airin terlibat dengan masalah-nya.


Setelah beberapa saat berpikir, kini Erwin mendapatkan sebuah ide yang bisa ia lakukan.


ia kemudian memegang kedua pipi Airin yang saat ini masih menyandarkan kepala-nya di p@ha Airin.


"Airin, boleh aku meminta sesuatu pada-mu?" ucap Erwin sambil mendekatkan wajah-nya pada Airin dan membuat wajah Airin langsung memerah seketika.


"bo-boleh.... ma-maksud-ku apa yang kau minta?" tanya Airin yang mendadak terlihat grogi.


Setelah itu Erwin pun tersenyum dan langsung membisik-kan sesuatu ke telinga Airin.


Airin yang mendengar bisikan itu tiba-tiba melebarkan mata-nya dengan ekspresi yang sedikit terkejut dan kemudian langsung bangun dan duduk.


Sementara itu, di sebuah batu yang berada di tempat yang lebih tinggi dari tempat Erwin dan Airin, tampak pria satu yang sedang duduk memantau terlihat menguap karena bosan melihat Airin dan Erwin yang tidak ada pergerakan dan hanya terus berada di gazebo itu.


Tak lama setelah itu, tampak Airin turun dari gazebo itu dan pergi membeli gorengan yang di jual di salah satu warung kecil yang ada di tempat itu.


sementara itu, Erwin pun tampak turun dari gazebo itu dan langsung masuk ke bagian dalam hutan yang cukup sepi.


"jadi bagaimana? apa kita langsung ikuti saja bocah itu?" tanya pria tiga yang saat ini sudah berdiri di samping pria satu.


"menurut-ku ini sedikit aneh, apa bocah itu pergi ke tempat lain dan meninggalkan pacar-nya sendiri? atau dia sedang punya urusan lain yang mungkin tidak terlalu lama untuk di tunggui pacar-nya?..." ucap pria dua menggantungkan perkataan-nya.


"atau mungkin dia memang sudah menyadari keberadaan kita, dan langsung membuat rencana untuk melawan kita?" timpal pria satu dengan serius sambil berdiri.


Pria dua dan tiga langsung menatap pria satu dengan tatapan serius.


"yaps.... itu juga bisa menjadi salah satu kemungkinan." ujar pria tiga.


"jadi sekarang bagaimana?" tanya pria dua.


Lalu pria satu pun menoleh pada kedua teman-nya di belakang tanpa memutar badan-nya.


"meskipun ini ia ingin menjebak kita, kita akan tetap mengejar-nya, jadi sekarang bukanlah saat-nya untuk ragu!" tegas pria satu yang kemudian memutar tubuh-nya menghadap pada kedua teman-nya. lalu ia menimpali perkataan-nya. "ingat! dia adalah bocah yang sudah membuat salah satu teman kita sekarat! jadi inilah saat-nya bagi kita untuk membalas-kan dendam teman kita!" ucap pria satu dengan ekspresi serius.

__ADS_1


note: tiga pria ini adalah salah satu anggota dari organisasi ilegal yang ada di Sulawesi tengah saat ini. mereka adalah teman dari pria yang menyerang Airin dan Erwin tadi malam.


Saat ini Erwin sedang berjalan mendaki sebuah gunung yang cukup tinggi.


di perjalanan mendaki-nya, ia bisa menyadari bahwa tiga pria itu saat ini sedang mengikuti-nya dari belakang.


Erwin yang menyadari diri-nya masih terus di ikuti langsung berseringai tipis.


"dugaan-ku ternyata benar! yang mereka incar adalah aku! bukan Airin!" batin Erwin yang terus mendaki.


Ketika Erwin sudah mencapai daerah yang cukup datar di atas gunung itu, Erwin pun langsung berjalan pelan ke tengah-tengah Padang yang cukup datar itu sambil melihat-lihat pemandangan yang sangat indah dari atas gunung itu. dari gunung itu ia bisa melihat jejeran pemukiman serta persawahan yang ada di bawah.


selain itu, ia juga bisa melihat lalu lalang kendaraan di jalan raya serta ia bisa melihat aliran sungai besar yang cukup jauh di arah Utara.


"tempat ini benar-benar menenangkan hati." batin Erwin sambil memejamkan mata-nya dan berusaha menikmati angin yang sedang berhembus kencang mengibaskan rambut-nya serta menyejuk-kan tubuh-nya.


Sesaat kemudian, Erwin langsung mendengar suara orang yang sedang ngos-ngosan seperti baru selesai berlari.


berkat pendengaran tajam-nya itu pun ia bisa menyadari bahwa ketiga pria itu saat ini sudah berada di atas gunung yang sama dengan-nya.


Ketiga pria yang sedari tadi mengikuti Erwin langsung tersentak secara bersamaan saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Erwin itu.


"seperti-nya dia memang sudah menyadari kita sejak tadi." ucap pria satu sambil mengatur pernafasan-nya.


"tcih! dia juga pasti kelelahan karena mendaki tadi!" ujar pria dua sambil mengelap keringat-nya.


"langsung hajar saja!" ucap pria tiga dengan tegas sambil berlari ke arah Erwin.


kemudian pria tiga itu langsung melompat ke arah Erwin sambil bersiap untuk melancarkan tinju yang kuat.


Erwin yang menyadari hal itu langsung sedikit membungkuk-kan tubuh-nya sambil mendorong kaki-nya ke samping.


alhasil tendangan Erwin langsung mengenai ulu hati pria tiga dan membuat pria tiga terkejut serta jatuh ke tanah sambil memegangi perut-nya yang kesakitan.


"nafas-ku!" batin pria tiga sambil berusaha menarik nafas-nya yang terasa berat dan tertahan di tenggorokan.

__ADS_1


"dia terlalu gegabah!" bentak pria satu yang terlihat kesal.


Sementara itu, Erwin langsung meluruskan tubuh-nya dan kemudian mulai pasang kuda-kuda bertarung.


"padahal tadi aku memberi kalian kesempatan untuk menormalkan pernafasan dulu, tapi kalian malah membuang kesempatan yang ku berikan." ucap Erwin sambil menatap mereka dengan tatapan yang menyeramkan. lanjut-nya, "sekarang kalian tidak akan ku beri kesempatan lagi!" ucap Erwin yang kemudian langsung berjalan maju mendekati pria satu dan dua.


Melihat Erwin yang mulai mendekati mereka, maka mereka berdua pun langsung bersiap untuk bertarung.


lalu mereka berdua pun membagi posisi mereka dan menempatkan Erwin di tengah-tengah mereka.


Pria satu perlahan bergerak ke belakang Erwin, sementara pria dua tampak berusaha mengalihkan perhatian di depan Erwin.


tak lama setelah itu pria satu langsung melancarkan tendangan-nya ke kepala Erwin.


Erwin yang merasakan ada-nya bahaya dari belakang langsung refleks menunduk sambil melakukan tendangan ke arah pria dua.


Hal itu pun membuat pria dua langsung melompat ke belakang untuk menghindar.


Setelah itu, pria satu yang tidak berhasil mengenai Erwin di serangan pertama langsung melancarkan tendangan ke dua-nya ke arah bawah agar mengenai Erwin.


Namun, dengan cepat Erwin melompat sambil berguling ke samping, dan tanpa membuang waktu, Erwin langsung melakukan tendangan sapuan ke arah kaki pria satu sehingga pria satu langsung melompat ke belakang.


Di saat pria satu mendarat di tanah, kini giliran pria dua yang langsung mengayunkan tinju-nya ke arah Erwin.


namun Erwin dengan cepat langsung melompat ke depan sambil menekuk kaki-nya di depan dada.


Hal itu pun membuat pria satu cukup terkejut dan langsung melompat lagi ke belakang.


"cepat sekali reaksi-nya!" batin pria satu.


Baru saja pria satu mendarat di tanah, tiba-tiba sebuah tendangan yang di lakukan Erwin sambil bersalto langsung mengarah ke kepala pria satu.


Pria satu yang sedikit terlambat menyadari-nya hanya bisa sedikit menghindar sehingga tendangan itu masih sedikit mengenai-nya meskipun tidak sekuat seperti saat terkena telak.


Jangan lupa

__ADS_1


Like, Vote, komen, dan faforit


__ADS_2