
"aku tanya sekali lagi! apa kalian yang melakukan hal ini?!" tanya Erwin lagi dengan penuh emosi.
"ya.... memang-nya siapa lagi kalau bukan aku kami!" ucap Timo sambil tertawa kecil.
Erwin yang mendengar perkataan itu pun makin marah.
tanpa banyak bicara lagi kini Erwin sudah berada di depan Timo dan langsung melompat ke arah Timo sambil menekuk kaki-nya di depan dada.
Kemudian Erwin memegangi kepala Timo dan langsung membenturkan kepala Timo ke lutut-nya.
Sekilas tampak Erwin sudah berhasil menumbangkan Timo. namun sayang-nya saat itu Timo memang sudah bersiap dan ia sudah menahan lutut Erwin yang akan menghantam wajah-nya menggunakan tangan-nya. hal itu pun membuat serangan Erwin tak mengenai wajah-nya.
Melihat kejadian itu, Petra terkejut tidak percaya karena diri-nya sudah yakin bahwa serangan itu pasti kena.
"di-dia berhasil menahan-nya? lumayan juga!" ucap Petra dalam hati.
Sementara itu, Erwin yang gagal menumbangkan Timo tentu langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak dari Timo.
namun saat mendarat di tanah, Erwin langsung di tendang oleh Soko dari arah samping.
Erwin yang terlambat menyadari hal itu tentu tak sempat menghindar.
ia hanya bisa menahan serangan itu menggunakan tangan-nya, dan alhasil ia tetap terlempar cukup jauh dan terjatuh ke tanah.
Saat Erwin berusaha untuk berdiri, tiba-tiba Soko sudah berada di depan Erwin dan langsung melayangkan tendangan ke arah perut Erwin.
"yang benar saja!" ucap Erwin dalam hati karena terkejut.
Tendangan Soko pun mendarat di perut Erwin dan membuat Erwin terdorong lagi karena tendangan yang sangat kuat itu.
"dia sangat kuat!" ucap Erwin sambil berusaha untuk berdiri sekali lagi.
"HOEEKK!"
Erwin memuntahkan darah segar dari mulut-nya.
ia kemudian berdiri dengan tubuh yang sedikit membungkuk dan sambil memegang perut-nya ia menatap Soko yang berjalan santai ke arah-nya.
"ke mana semangat-mu yang tadi hah!?" ucap Soko sambil berseringai licik menatap Erwin yang tampak sangat lemah bagi-nya.
Mendengar perkataan itu, Erwin pun langsung tersenyum tipis.
"apa ini karma untuk orang yang sebelum-nya meremehkan orang lain?" ucap Erwin dalam hati ketika mengingat bahwa diri-nya sering meremehkan orang lain semenjak ia sudah berubah dari si lemah jadi si kuat.
Ketika Soko sudah berada di depan Erwin, Soko pun langsung berdiri dengan jarak yang sangat dekat dengan Erwin.
__ADS_1
lalu ia menatap Erwin dengan ekspresi meremehkan.
"kau sudah putus asa ya?" ucap-nya sambil mengambil ancang-ancang untuk melayangkan tinju.
Erwin yang melihat hal itu hanya pasang muka pasrah dan menatap kosong ke arah tangan Soko.
"ini benar-benar karma!" ucap-nya dalam hati.
"eh tapi bo'ong!" timpal Erwin sambil memutar tubuh-nya dan sekaligus melakukan tendangan berputar ke arah dagu Soko.
Soko yang tidak menduga hal itu tentu-nya langsung terkejut dan tidak sempat menghindar ataupun menangkis.
"cepat sekali!" ucap Soko dalam hati.
Dalam waktu kurang dari sedetik, kaki Erwin sudah menghantam dagu Soko dengan sangat kuat dan membuat Soko terdesak ke samping.
Soko yang terkena tendangan itu kini tak bisa berdiri dengan benar karena pandangan-nya yang mulai kabur dan berputar-putar.
"kenapa grafik bumi jadi burik seperti ini?!" ucap Soko yang terlihat panik saat diri-nya melihat segala hal menjadi buram.
Setelah itu, Timo dan Petra yang melihat pertarungan itu hanya bisa terkejut dengan kejadian itu.
meskipun begitu, Petra justru sudah menyangka kalau Erwin akan menggunakan trik seperti itu untuk melawan orang yang lebih kuat dari-nya.
"saat kau merasa lebih kuat dari lawan-mu, kau akan besar kepala dan dengan angkuh meremehkan lawan-mu yang kau anggap lemah itu!" ucap Erwin yang kemudian langsung menendang ulu hati Soko dan membuat Soko terdorong dan jatuh tergeletak di tanah.
"ya.... begitulah penjelasan-nya." ucap Petra menimpali perkataan Erwin sambil melihat ke arah Soko yang sudah menutup mata-nya secara perlahan.
"seperti-nya satu sudah tumbang." timpal-nya dalam hati.
Sementara itu, Timo saat ini justru terlihat tenang dan biasa-biasa saja. ia seolah tidak peduli kalau Soko sudah di kalahkan.
hal itu di karenakan diri-nya yakin bahwa Soko tidak mungkin kalah semudah itu.
"apa kau yakin sudah mengalahkan Soko?" tanya Timo sambil memiringkan kepala-nya dan tersenyum tipis.
"apa-apa orang ini? dia sempat-sempat-nya tersenyum seperti it...."
~BRUAK!!~
Belum selesai Erwin berbicara dalam hati, sebuah tinju langsung mengarah ke punggung-nya dan membuat ia terdorong ke depan.
Petra yang melihat hal itu tentu-nya langsung terkejut bukan main. ia tak menyangka kalau Soko masih belum tumbang.
"dia masih belum tumbang rupa-nya!" ucap Petra dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu, Erwin yang saat ini terdorong ke depan hanya bisa menahan rasa sakit karena pukulan yang sangat kuat itu.
"yang benar saja! tadi dia sudah jelas-jelas kalah!" ucap Erwin yang tampak mulai panik.
"seperti-nya kau terlalu mudah untuk merasa senang dengan sebuah kemenangan semu." ucap Soko yang saat ini berdiri di belakang Erwin.
Erwin pun langsung membalik-kan badan-nya dan menghadap ke arah Soko.
baru saja membalik-kan badan-nya, Soko langsung melakukan tendangan berputar yang langsung mengarah ke ulu hati Erwin.
Erwin pun terkena tendangan telak.
ia terdorong sangat kuat dan sekali lagi memuntahkan darah dari mulut-nya.
"si@l! padahal aku sudah melapisi tubuh-ku dengan tenaga dalam! tapi tetap saja dia bisa membuatku jadi seperti ini!" ucap Erwin sambil menyeka darah di bibir-nya.
"apa jangan-jangan!..." timpal-nya sambil melebarkan mata seolah terkejut.
Sementara itu, Soko yang tidak sabaran itu langsung menyerang lagi.
Soko melompat tepat ke arah Erwin sambil mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
Erwin yang melihat hal itu langsung mencoba mencari cela untuk menyerang balik.
karena kebanyakan orang yang melompat ke arah-nya pasti akan terkena serangan balik-nya bahkan sebelum orang itu mendarat di tanah.
namun, saat Erwin melihat Soko, ia sama sekali tak melihat cela sama-sekali.
hal itu tentu-nya membuat Erwin makin terkejut.
"yang benar saja!" ucap Erwin dalam hati dan kemudian langsung asal menyerang karena panik.
Erwin langsung menendang ke arah Soko yang saat ini berada di atas-nya dengan perkiraan bahwa Soko tak-kan bisa menghindar.
Alhasil, Soko benar-benar tak bisa menghindar, namun itu justru menguntungkan Soko.
Soko dengan cepat menahan tendangan Erwin menggunakan tangan kiri-nya dan kemudian menggunakan tangan kanan-nya untuk menghantamkan siku-nya ke kepala Erwin.
Pada akhir-nya, kepala Erwin terhantam sangat kuat oleh siku tangan kanan Soko.
hal itu membuat Erwin langsung terdorong ke belakang dan pandangan Erwin mendadak kabur.
"Orang ini terlalu kuat!" ucap Erwin dalam hati sambil berusaha berdiri walaupun ia saat ini sudah tak bisa berdiri dengan seimbang.
"apa dia juga pengguna ilmu bela diri seperti-ku?" ucap Erwin yang kemudian jatuh berlutut di tanah dengan pandangan-nya yang makin kabur.
__ADS_1
jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit